Beauty Inside

Beauty Inside
Dia pergi.


__ADS_3

_- Jika ingin memberi hukuman maka berikan saja hukuman yang layak disebut hukuman!! _-


~~


" Tuan apa yang sedang anda lakukan? "


" Tidak ada! "


_- Tidak ada apanya ini kenapa kau menahan ku diatas tubuh mu??


Kalau ada yang bangun aku tidak mau tanggung jawab ya!! Aihhh,,,, Aku menyesal tiktokan dibelakangnya. Aku ini kan cuma mau menghibur diri kenapa


jadi seperti ini sih?? _-


" Tuan saya mau pipis, sungguh!! Kalau saya pipis disini anda jangan marah ya!! "


Berfikir pasti dirinya akan langsung di dorang Riko.


Siapa juga yang mau dipipisi??


" Pipis saja!! "


Di luar dugaan Riko malah mempersilakan dengan nada santai.


Ayo kencilanglah!! Kencinglah silakan ayo!! seperti itu bayangan katanya. Riko tahu Rika ingin menipunya.


_- Buset!! Kok malah nantangain sih? Baik aku lanjutkan saja!! _-


" Beneran pipis saya disini ya,,,!!! " Riko tidak menjawab, dia masih tetap menahan Rika. " Saya pipis ya Tuan, disini!! di atas anda."


Belum ada perubahan juga. Rika jadi panik, kenapa Riko malah anteng gini orang mau dipipisin. " Hmm,, saya hitung 1, saya pipis nih sekarang." Tidak berpengaruh juga. " 2, Hssssttt!!! udah gak tahan!! Saya pipis nih sekarang, beneran gak bohong!! " Diam sebentar!! Tidak ada perubahan.


" Ti,,,,ga,,,, "


_- Gak ngaruh!! Sialan!! Huft,,,, Harus bagaimana lagi aku ini? Dia memelukku kuat sekali sudah seperti memeluk bantal _-


" Kenapa? Kenapa tidak basah?? "


Riko maunya main basah-basahan, wkwk!!


_- Gak jadi!! Kantong kemih kering!! _-


" Saluran kencingnya mampet Tuan. Air kencingnya tiba-tiba beku."


Katanya jadi lesu. Dia tidak bisa melepaskan diri. Jadi Rika pasrah saja di atas pangkuan Riko.


Dia mau melihat seberapa kuat pria ini memangku dirinya. Sampai larut malampun, Ok!! akan Rika ladeni.


Padahal berat badan Rika tidak ada artinya untuk seukuran pria kekar seperti Riko.


Macam mangku bantal kapuk.


" Kenapa? Kau tidak suka seperti ini? " Melihat wajah Rika yang tidak bersemangat dari pantulan layar komputer. " Banyak wanita lain yang ingin duduk di atas


pangkuan ku dan itu kenapa ekspresi mu seperti tidak mensyukuri seperti itu hah?? "


Riko menutup berkasnya, dia fokus pada Rika.


" Ya itu wanita lain bukan saya Tuan." Katanya masih lesu, dia hanya ingin Riko segera melepaskannya.


Dengan cara lesu lesu seperti ini mungkin bisa menggerakan hati Riko dan


mau melepaskan Rika.


" Tidak semua wanita itu sama!! Saya ya saya mereka ya lain mereka. Kami tidak sama!! "


Karena lubang tempat kami lahir saja berbeda, begitu katanya dalam hati.


Sudut bibir Riko tertarik. Tersenyum! Benar!! Rika memang berbeda dari wanita lainnya.


Saat wanita lain merebutkan pangkuannya hanya Rika yang meminta dilepaskan dari pangkuannya.


Riko semakin tertarik untuk menahan Rika.


" Benarkah?? "


Mengambil karet gelang di pergelangan tangan Rika.


" Memangnya apa bedanya kau dengan wanita-wanita itu?? " Meraih rambut Rika, merapikannya dalam satu cengkalan lalu mengikatnya.


Rambut-rambut bagian depan yang lepas juga diseka Riko ke belakang telinga Rika.


_- Apa yang dia lakukan dengan rambut ku? Rambutku diikat? Kenapa? Dia pasti risih karena rambutku jatuh ke wajahnya.


Uhh,,,kasihan rambutku pasti besok rontok!!_-


Mengingat rambutnya yang semakin panjang pasti mengenai wajah Riko, fikir Rika


begitu.


" Bedanya mereka itu buta, tidak bisa membedakan mana pria baik mana pria buruk.


Kalau saya, mata saya itu masih normal. Itulah bedanya kami. "


Menjawab tanpa di edit, apa adanya sesuai fikirannya dan pengalamannya.


" Maksudmu aku pria yang buruk? "


Sudah semakin mengeratkan lingkaran tangannya ditubuh Rika.


Nada suara Riko kembali dingin.

__ADS_1


_- Aduduh,,,,!! Perutku kelilit woyy!! Dia kenapa sih? Kalau marah dorong aku aja jangan makin dikencengin itu tangan!! Kecekik nih perut aku!!! Lama-lama aku bisa ceking, huaaa,,,!!_-


" Tidak Tuan! Sayakan tidak ada bilang seperti itu. Anda itu pria yang sangat baik hati tidak sombong, suka menolong, dermawan, dan pahlawan bagi orang-orang. "


Tapi bohong Tuan, hahaha,,,!!!


" Aku tau apa yang kau fikirkan tentang ku, jangan mencoba menipu!! "


Iblis!! Itujulukan yang diberikan Rika dan Riko tahu itu. Mana ada iblis baik hati, tidak sombong dll.


_- Yasudah kalau tahu gak usah nanyak!! Anda itu pria terburuk yang pernah saya temui di jagat raya ini.


Apa maksudnya coba tadi pagi menciumku dan sekarang ini? posisi model apa ini? Sangat aneh dan tidak pantas. _-


" Tuan, jika anda terus seperti ini kapan pekerjaan anda akan selesai?? "


Mengalihkan pembicaraan. Cari zona aman!!


" Aku masih punya banyak waktu. Kenapa? Kau mau kabur dari ku?? "


Itu yang bisa Riko tangkap dari balik ucapan Rika.


_- Yessss,,,,!!! _-


" Kau tidak bisa lari dari ku begitu saja!! Tidak bisa menolak ku!!


tidak bisa menghindari ku!! tidak bisa melawan ku!! dan kau tidak bisa lagi melakukan hal semau mu!! "


Inilah detik-detik Riko yang akan


segera mendeklarasikan kekuasaannya atas Rika.


" Kenapa begitu? " Dengan nada tidak terima Rika sedikit menoleh kebelakang.


Lehernya jadi sakit lalu dia balik lagi menghadap ke depan.


_- Dia pasti sengaja pura-pura lupa. _-


" Karena kau sudah menjadi milikku saat kita di club.


Bagaimana? Apa sekarang kau ingat? "


Sringai di bibir Riko muncul. Dia baru saja mengingatkan Rika kalau dirinya sudah membeli gadis ini dari Gandal Gindul.


_- Kejadian di klub? ? ? ? _


Mengingat-ngingat sejenak. Dapat!! _- Oh jadi itu!! Hanya karena dia membeliku dari gandal gindul dia jadi merasa punya hak atas diriku.


Wah,,,!! Ini tidak benar. Memangnya aku sertifikat tanah apa!! _-


" Tidak bisa begitu Tuan!! " Membentak. Menujukan rasa keterberatan yang sangat berat untuk di terima. " Saya akan membayar hutang saya pada anda tapi anda tidak bisa seperti itu!! Saya tidak mau!! "


Membayangkan kehidupan masa mudanya ada di tangan Riko sudah membuat Rika


" Memangnya kau bisa membayar hutang mu?? "


Meremehkan.


" Tentu saja bisa kalau saya bekerja. Saya akan dapat uang lalu akan saya bayar hutangnya. "


Rika sangat yakin bisa membayar hutangnya pada Riko kalau dia bekerja nanti.


" 2 Miliar. Apa kau sanggup? "


Jeng,,,!! Jeng,,,!! Jeng,,,!! Glek,,,,!!!


" APA?!!! Du, dua Miliar? "


Mengucapkan 2 Miliar saja sudah terbata-bata apalagi menghasilkannya.


Auto kibarkan bendera putih.


Riko yang sudah memprediksi respon Rika itu sekarang tersenyum kemenangan.


Fikirnya, Rika gadis pengangguran tanpa pengalaman kerja tidak akan bisa menghasilkan uang sebanyak itu.


Jikapun bisa itu pasti hasil dari menjual ginjalnya sendiri.


" Bu, bukannya 80 juta Tuan? "


Itu harga dari Gandal Gindul. Seharusnya uang yang dikeluarkan Riko sekitaran 100 juta tidak sebanyak itu.


" Aku sengaja membeli mu dengan harga mahal. "


Bisiknya di telinga diselipi kelicikan yang membuat telinga panas, tubuh gemetar menahan emosi dan mata memerah.


Saat itu Riko berfikir lebih mahal harganya maka kemungkinan Rika bisa mengembalikan semakin kecil.


Sangat licik bukan?


_- Dasar bedebah!! Hanya karena aku miskin aku dipermainkan seperti ini.


Kenapa dunia semakain kejam, hiks!! _-


" Aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari, tentang bagaimana kau akan membayar hutang mu.


Karena kau tidak akan bisa membayar dengan uang maka


aku memberimu keringanan."


Keringanan?? terdengar seperti sebuah harapan.

__ADS_1


" Apa itu? Apa Anda akan menyuruh saya menjadi OB disini? "


" Aku akan rugi besar jika menjadikan mu OB disini."


" Lalu? "


" Mulai besok kau akan mengambil alih semua tugas Bi Gina!! "


" APA!! " Spontan Rika langsung meloncat dari pangkuan Riko.


Seakan enerjinya saat itu meledak.


Mengambil alih tugas Bi Gina? Fiks, Rika lebih baik menjadi OB saja disini.


" Berani sekali kau berdiri dan menatap ku seperti itu!! Cepat kemari!! "


Perintah Riko marah.


" Tidak mau!! Saya tidak mau!! "


_- Aku kabur saja sejauh mungkin. Aku tidak mau berada di dekatnya.


Aku tidak mau menjadi budaknya seumur hidup ku. Dia pasti mau menindasku. Tidak!! Masa muda ku tidak boleh semenyedihkan itu!! _-


Rika sudah mengambil ancang-ancang mundur.


" Jangan bergerak!! Jangan mencoba kabur!!"


Peringatan dari Riko.


_- KABURRRRrrrrrrr,,,,!! Huaaa aku tidak mau jadi budak yang tertindas. _-


Namun Rika mengabaikannya dan mulai berlari. Riko tidak kalah akal, dia mengambil sebuah remot lalu diarahkan ke pintu, Cklek!! suara itu langsung terdengar dan saat Rika hendak membuka pintu ternyata pintunya terkunci.


Ceklek!! Ceklek!! Ceklek!!


_- Kenapa terkunci?? Eh ada apa dengan pintunya? Siapa yang menguncinya? Apa ada hantu disini yang bekerja sama dengan


Tuan Iblis?? Aishhh,,,, Sialll!!! _-


Segera Riko menghampiri Rika sebelum anak itu membuka paksa pintu.


Riko datang seperti pria yang benar-benar terkuasai oleh kemarahan.


Rika takut, dia bermaksud mencari tempat aman namun malah lari kepojokan dan semakin membuatnya terpojok.


" Tu, tuan maafkan saya!! Saya tidak bermaksud kabur. Saya hanya ingin ketoilet Tuan. Saya tidak bohong."


Huaaaa!!! Jangan makan saya Tuan, begitu Rika menjerit dalam hati.


" Lagi dan lagi kau membuat ku marah."


Mengangkat dagu Rika, memaksanya untuk bersitatap muka. "


Berapa kali harus aku katakan pada mu?? Kau tidak bisa lari begitu saja!! Kau boneka ku!! mainan ku!! kau harus membuat ku bahagia!!


Itu adalah takdir mu!! Kau tidak bisa menghindarinya. Dan ini salah mu karena telah berani memasuki hidup ku.


Untuk itu kau harus bertanggung jawab!! "


Riko tidak sadar dengan ucapannya.


Dia hanya mengeluarkan sebagian isi kepalanya. Dia benar-benar marah karena Rika mencoba kabur.


_- Dia benar-benar menganggap ku boneka mainannya? Sampai sekarang?


Hahaha,,, boneka mainan katanya?


Aku harus membuatnya bahagia? Wahhh,,,!! Jadi semua prilaku anehnya semata hanya untuk kepuasan? Hanya untuk mainannya?


haha,,!! Kenapa aku bisa lupa kalau aku hanylah boneka mainannya. _-


Rika tertawa dalam dirinya, ia tertawa, seharusnya dia tidak melupakan itu sebelum Riko mengatakannya untuk yang


kedua kalinya.


Namun dia juga tidak seharusnya menangis!! Rasanya Rika ingin meremas jantungnya sendiri yang sempat berdebar


lalu melemparnya ke tong sampah.


Melihat buliran air yang menetes meski tidak deras itu seketika menyadarkan Riko.


Dirinya baru saja mengelurkan ucapan yang sepertinya menyakiti gadis ini.


Riko melepas cengkramannya, tanpa meminta maaf dia langsung saja kembali kemeja setelah berkata


" Keluarlah!! Keluar dari ruangan ku!! "


_- Aishhh,,, Kenapa aku harus menjadi Nana disaat seperti ini?? Memalukan sekali!! Aku ini Rika, gadis yang kuat!! Bukan gadis yang cengeng.


Kenapa aku harus menangis?? Ayolah Rika!! Inilah Tuan Riko, Dia itu Iblis, kejam tidak berperasaan. Kau tahu itu!! _-


Segera menyeka air mata dan merapikan rambut.


Rika menghibur dirinya sendiri.


" Baik Tuan. Saya keluar sekarang. "


Rika pun keluar.


Riko mencengkram kertas-kertas di atas mejanya saat melihat Rika benar-benar keluar.

__ADS_1


Belum jauh dari rungan Riko, Rika mendengar suara kaca dilempar keras dari dalam ruangan itu.


mungkin fas bunga atau semacamnya. Saat itu Rika tidak berbalik dan hanya tersenyum pada serkertaris yang nampak khawatir lalu berlalu begitu saja.


__ADS_2