
Entah sejak kapan Riko berdiri di sana tapi keberadaannya yang menyeramkan sukses membuat 2 jantung hampir melompat.
" Kakak, apa yang sedang kau lakukan disana? "
David masih gemetar. Dia jadi ketakutan pada kakaknya sendiri.
Bagaimana tidak?
Riko membawa sebuah senjata tajam.
Riko masih dengan tatapannya yang kosong dengan senter yang masih di arahkan kewajahnya sekarang berjalan maju namun
belum keluar dari kegelapan.
" Seharusnya aku yang bertanya, kalian dua manusia berbeda jenis sedang apa di
tempat gelap seperti ini?? "
Bahkan nada suara Riko seperti hantu.
Suaranya mengambang.
Hari ini Rika tahu begini menyeramkannya Riko versi iblis.
_- Heii,,,, kau yang disana!! setidaknya turunkan dulu senter mu!! Ini bukan acara potong kue ya pakai bawa-bawa pisau segala.
Ini juga bukan acara horor-hororan!! Jangan menakut-nakuti seperti itu!!
Lagi pula tempat mu berdiri sekarang itu lebih gelap dari pada tempat
kami tahu!! _-
Karena ketakutan Rika mundur langkah demi langkah hingga setara dengan
posisi David.
Riko di depannya seperti bukan Riko.
Tapi seperti orang yang sedang kerangsukan
setan.
Auranya pun sangat kuat, kuat menakutkannya!!
" Kami,,, kami hanya berbincang kak.
Aku tidak bisa tidur jadi cari angin segar kebetulan bertemu Rika jadi kami berbincang sebentar."
Dalam hati David bertanya
kenapa harus dijelaskan pula? Seharusnya Riko tidak masalah dengan ini.
Tapi dari ekspresi Riko jelas ia tidak suka melihat dirinya dengan Rika.
Jadi harus dijelaskan sedikit agar damai tidur malam ini.
" Ah, iya Tuan. Kami hanya berbincang sebentar."
Rika turut mendukung alasan David.
Entah kenapa juga ia merasa Riko tidak suka akan keberadaannya dengan David di sini.
" Yang satu tidak bisa tidur lalu yang satunya lagi kenapa bisa ada di sini?? "
Sekarang beralih matanya menatap Rika.
Rika merasa terbunuh akan tatapan itu.
Bahaya sedang mengintainya.
" Tuan, bisakah anda matikan dulu senternya!! Mata anda bisa sakit
jika terus seperti itu."
Jika bukan karena ketakutan Rika tidak perduli mau itu sakit matanya, mau itu buta, mau itu keluar darah matanya, mau itu loncat matanya, Rika tidak perduli.
" Kalau aku matikan wajah ku tidak akan terlihat."
Riko mematikan senternya untuk membuktikan dirinya benar tenggelam dalam kegelapan.
Selang 5 detik dia hidupkan lagi senternya.
_- Sungguh!! Dimatikan lebih baik dari pada di hidupkan. _-
" Yaampun kakak, kakak tidak perlu seperti itu!! Ayo kemarilah!! Bergabung bersama kami di sini! Sinar bulan akan menerangi
wajah mu yang tampan itu."
Ajak David namun Riko tetap memilih diam di tempat.
_- Heii Tuan David sialan!! Kenapa pakai acara ngundang Tuan Iblis sih??
Bagaimana kalau dia menikam ku??
Lihat, dia sangat aneh!! Siapa yang tahu isi kepalanya? _-
Gumam Rika khawatir.
Riko tetap diam di tempat seperti patung.
_- Bagus!! Diam di sana ya anak manis!!
Aku takut tahu kalau kamu mendekat.
Jadi diam saja di sana ya!! Kita jaga jarak!! _-
" Kakak, kemarilah!! Matikan senternya!! Di sini tidak terlalu gelap."
David yang tidak mengerti kekhawatiran Rika meminta Riko bergabung lagi.
Dan kali ini Riko mulai bergerak.
Senternya dimatikan, perlahan tapi pasti pria itu keluar dari kegelapan.
_- Ah tidak!! Tidak tidak!! Jangan mendekat!!
Buang dulu itu pisau mu baru boleh mendekat!!
Tidak!! Jangan!! berhenti!! Diam di sana!! _-
Sebenarnya tidak ada alasan kenapa Riko harus membunuh Rika.
Memang Rikanya saja yang fikirannya kemana-mana.
Saat Riko keluar dari kegelapan, Rika melihat wajah Riko yang pucat pasi.
David pun sama melihatnya.
Itu menimbulkan tanda tanya besar?
Kenapa Riko seperti ini?
" Kakak, apa yang terjadi?? "
__ADS_1
Rasa khawatir sudah menyelimuti David.
Rika yang tadinya ketakutan jadi malah ikut khawatir setelah melihat wajah
Riko yang pucat itu.
" Aku,,, aku baru saja membunuh ayah dan ibunya."
Deg,,,,!!!
Sontak Rika dan David menurunkan pandangannya.
Ke arah tangan Riko. Dimana pria itu memegang pisaunya.
" Ya Tuhan!!! "
Rika tersentak melihat pisau itu berlumuran noda merah. Kakinya mundur hingga tubuhnya berada di belakang David saking terkejutnya.
Tadi Riko berdiri di tempat yang gelap jadi pisau itu tidak jelas.
Tentu bukan hanya Rika, David tidak kalah terkejutnya.
Tangan Riko gemetar memegang pisau itu.
Dan sekarang David ikut gemetar melihat kakaknya.
Dalam wajah Riko yang menakutkan tadi dengan senternya ternyata tersembunyi
tangan yang gemetar.
Riko seperti ketakutan.
" Ka,,kakak, siapa yang sudah kau bunuh?? Katakan pada ku!! Jangan takut!! "
David meminta untuk tidak takut tapi dirinya sendiri takut dan tidak siap mendengar
jawaban kakaknya.
Bisa di lihat dari suara David yang
terbata-bata.
" Satu keluarga itu sangat menyeramkan. Wajah mereka sangat aneh dan menakutkan. Aku sangat takut dengan mereka.
Tapi ayah dan ibunya malah duduk
di samping ku.
Aku sangat ketakutan saat itu jadi aku membunuh ayah dan ibunya.
Lalu anak-anaknya muncul banyak sekali.
Mereka menyerang ku.
Aku berhasil membunuh beberapa anaknya.
Tapi anak yang lainnya bersembunyi. "
Ekspresi Riko menceritakan bagaimana takutnya ia saat itu.
Rika dan David semakin lemas mendengarnya. Jadi benar Riko telah melakukan pembunuhan.
Apa pun alasannya tidak ada yang membenarkan pembunuhan.
Entah wajah mereka aneh atau menakutkan itu sudah suratan dari takdir.
" Kakak, apa yang telah mereka lakukan kepada mu hingga kau membunuhnya?? "
Riko bukanlah pria yang bisa membunuh dengan tangannya sendiri.
melakukan hal sekeji itu.
Karena itu David berfikir pasti ada alasannya kenapa Riko sampai membunuh.
" Dia duduk di samping ku. "
Katanya seolah-olah duduk di sampingnya adalah perbuatan kriminal.
" Hanya duduk? "
" Iya. Mereka duduk di samping ku dan aku ketakutan karena wajah aneh mereka. Jadi aku bunuh saja mereka."
Enteng sekali Riko main bunuh.
David rasanya ingin roboh saja. Mendengar penjelasan konyol kakaknya membuatnya
kehilangan tenaga.
Beruntung Rika langsung menyangga tubuh David. Membantunya berdiri tegap lagi.
" Ini gila!! Ini sungguh gila."
Ucap Rika tak percaya Riko bisa membunuh hanya karena alasan tak masuk akal. " Tuan, anda tidak bisa membunuh mereka hanya karena mereka membuat mu takut!! Lagi pula mereka hanya duduk di samping anda. Hanya duduk Tuan!! "
Rika memberi tekanan pada kalimat terakhirnya.
Agar Riko sadar duduk di sampingnya bukanlah
sebuah kejahatan.
" Ada apa dengan kalian? Disini aku korbannya.
Aku ketakutan setengah mati tadi. Aku hampir pingsan. Kenapa kalian berekspresi seolah akulah penjahatnya?? "
Riko yang merasa dirinya di pojokan. Tidak terima ia jadi kesal.
_- Hah,,,,!! Kenapa ada manusia setidak waras seprti dia??
Dia sudah membunuh dan menyatakan diri sebagai korban.
Wahhh,,,!! Dia mengalami gangguan kejiwaan yang sangat fatal. _-
" Tuan, sama halnya seperti anda tadi berdiri di dalam kegelapan dengan senter anda dan itu membuat saya ketakutan.
Apa artinya saya juga harus membunuh Tuan?? "
Untuk membuat Riko mengerti Rika harus menyertakan contohnya.
" Ini masalahnya berbeda ~ "
" Apanya yang berbeda?? Ini sama saja!!
Anda sudah membunuh.
Apa anda sadar itu hah? Anda sudah mengambil nyawa seseorang.
Ini bukan hal sepele, apa anda tahu itu?? "
" Berani sekali kau meninggikan suara mu pada ku. Kenapa kau bersikap berlebihan seperti itu hah?? "
" Wahh,,, Berlebihan?? Ini kasus pembunuhan. kasus berat!! Bukan kasus mencuri sendal di masjid!! "
" Kenapa harus membawa-bawa kasus mencuri sendal di mesjid? "
__ADS_1
" HENTIKAN!!!! "
Jlebb,,,!!! Krik,,, Krik,,Krik,,,!!
Keadaan langsung tenang saat David berteriak. Baik Riko maupun Rika sama-sama manusia tidak dewasa, fikir David.
Di situasi yang amat serius ini mereka malah berdebat.
Mereka berdua pembicara yang hebat, kalimat mereka berirama.
Namun ini bukan acara program debat.
" Dimana mayat mereka?? "
Ini harus cepat di selesaikan. David tidak bisa membuang waktu lagi.
" Di kamar ku."
Tanpa hitungan mundur, David langsung tancap gas menuju kamar Riko.
Tidak menghiraukan lagi itu dua manusia yang bagaikan kucing dan anjing.
Sesampainya disana, kamar Riko dalam ke adaan gelap.
Hal pertama yang David lakukan tentu menghidupkan lampu.
Dia sudah siap dengan pemandangan yang akan tersajikan.
mayat dan darah yang berserakan di lantai, begitu imajinasinya.
Namun nyatanya saat lampu di hidupkan, David tidak melihat apa pun.
Mayat dan darah tidak ada.
Hanya kamar Riko yang berantakan yang ia lihat.
Perlahan David menyusuri kamar Riko. Ia menarik selimut tapi tidak ada mayat di sana. Di bawah tempat tidur juga tidak ada.
Di dalam lemari, kosong. Di belakang sofa hanya ada tembok.
Jadi dimana mayatnya??
Tidak lama kemudian Riko dan Rika sampai juga di sana.
Sama seperti David, Rika tidak melihat apa pun.
Dia kira dia akan terkejut bahkan pingsan saat memasuki kamar Riko.
" Kakak, dimana mayatnya?? "
Pertanyaan David juga mewakili pertanyaan Rika.
" Kemarilah!! "
Riko memanggil 2 manusia yang memiliki tanda tanya di wajahnya.
Rika dan David mendekat pada Riko.
" Itu mayatnya. Tolong singkirkan mereka!! Mereka makhluk aneh yang menjijikan dan menakutkan."
Riko menunjuk ke arah lantai.
Rika dan David langsung lemas lagi. Mereka berdua menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa setelah melihat mayat itu.
Ini adalah pembunuhan satu keluarga yang sangat memprihatinkan.
Pembunuhan ter,,,,~. Bahkan tidak ada kata yang pantas untuk menggambarkan betapa mengerikannya pembunuhan ini.
Sekitar 5 mayat tergeletak di lantai.
Ini kasus langka.
Jika dilaporkan ke polisi pun rasanya tidak ada pasal yang bisa menangani kasus ini.
Tolong beritahu pasal berapa yang mengenai pembunuhan 5 ekor kecoa??
Jika tahu tolong hubungi no xxx!!
Agar segera bisa di tangkap Riko yang saat ini ingin rasanya David dan Rika cincang tubuhnya.
" Sudah aku katakan kan kalau mereka makhluk berwajah aneh.
Kalian baru melihatnya saja sudah mau pingsan.
Bayangkan betapa menderitanya aku tadi saat melawan makhluk-makhluk ini."
_- Ya Tuhan, tolong sembuhkan manusia yang satu ini dari gangguan kejiwaannya!!
Kenapa ada manusia semenyedihkan seperti dia? _-
Gumam Rika menatap Riko dengan amat teramat kasihan.
Ganteng-ganteng cacat mental.
Malam itu pun menjadi malam yang panjang bagi ketiga manusia lajang.
Rika dan David mendapat tugas untuk membrantas semua kecoa di kamar Riko.
Karena Riko takut kecoa jadi dia hanya bertengger manis di atas sofa sambil memandu.
Riko dikenal sebagai manusia maha steril. Sangat mencintai kebersihan.
Lalu kenapa sampai ada banyak sekali kecoa disini?
usut punya usut, di bawah tempat tidur Riko ada sepotong roti bakar.
Sepertinya Riko tidak sengaja menjatuhkan sarapannya.
Ini akibatnya jika manusia selalu sarapan di dalam kamar.
Lantas apa cerita di balik pisau yang berlumuran darah??
Saat David dan Rika sibuk membasmi hama yang wajahnya menyeramkan itu, Riko bercerita secara detail
kasus pembunuhan kecoa ini.
Jadi ceritanya seperti ini, di atas meja ada sebuah buah naga.
Satu anak kecoa bersembunyi di balik buah tersebut.
Kebetulan ada pisau di sana jadi Riko menggunakan pisau itu untuk menusuk-nusuk buah naga berharap kecoa dibaliknya ikut tertusuk.
Lalu kenapa saat di teras Riko berekspresi seperti hantu dengan tatapannya yang mengerikan?
Sebenarnya itu reaksi alami saat Riko melihat David dan Rika berduaan di teras, malam-malam lagi kan.
Walaupun Riko tidak sadar dengan ekspresinnya itu tapi jelas terlihat Riko seakan tidak suka.
*
Jadi demikianlah cerita malam ini.
Semoga dapat menghibur pemirsa yang ada di rumah.
__ADS_1
Sekian dan terimakasih.