
Ingin sekali rasanya Rika menenggelamkan matahari ke dasar laut.
Untuk pertama kalinya gadis ini membenci matahari yang tak mau mengerti dirinya.
Kemarin Rika baru kembali dari rumah besar sekitar pukul 2 pagi.
Matanya masih terasa berat untuk saat
ini.
Serasa ada batu dacin di atas matanya.
Tapi matahari sialan itu sudah main terbit secepat ini.
Dan yang paling menyebalkan yaitu sinarnya yang masuk dari celah-celah sempit kamar membuat tidur Rika terganggu.
Jika seperti ini kondisinya besok-besok Rika akan membuat kamar di bawah tanah agar tidak ada cahaya yang bisa masuk.
" Ibu,,,,!!! Tolong tutup tirainya!! "
Teriak Rika yang tubuhnya masih berlindung di bawah selimut.
" Apa kau mau ibu bunuh hah?
Ini sudah pagi. Cepat bangun!! Bantu ibu di rumah besar! "
" Apa aku budak ibu ha?? Aku bukan kacung. Aku mau tidur. Tolong tutup tirainya!! "
" Lalu apa ibu juga budak mu ha? Tutup saja tirainya sendiri!! "
" Tubuh ku tidak bisa bergerak."
" Itu karena kau pemalas!! Cepat bangun!! Jika tidak bangun juga, ibu aliri gas beracun kamar mu."
" Aishh,,, Kenapa aku selalu diperlakukan seperti anak tiri?
Apa aku ini benar-benar anak pungut dari kolong jembatan ha? "
" Yaaa!! Jangan naikan nada suara mu!! Apa kau mau jadi anak ndurhaka?
Dengar!! Jika hidup kita seperti dulu, saat kita masih kaya, ibu akan membiarkanmu tidur sesuka hati mu.
Tapi lihat keadaan kita sekarang!! Apa ini waktunya bermalas-malasan?? Bagaimana bisa kau menghadapi dunia jika bangun dari tempat tidur saja kau tidak mampu?
Astaga,,,!! punya anak satu kenapa selalu membuat tensi ku naik.
Aku tidak tahu bagaimana nasib anak ini nanti jika aku mati.
Astaga,,,!! Pagi-pagi sudah bikin sakit kepala."
Ibu Ratna pergi ke dapur untuk mengambil obat sakit kepala.
" Aihhh,,, Kenapa ibu selalu berkata seperti itu? Apa ibu sudah merencanakan untuk meninggalkan ku seperti ayah?
Kenapa kalian para orang tua tidak bertanggung jawab sekali? "
" Jika tidak mau ibu meninggalkan mu maka cepat bangun dan bantu ibu!! Kenapa harus
di bikin susah? "
" Ya, ya, ya,,,,!! Aku bangun sekarang."
Perdebatan dimenangkan oleh sang ibu. Sang anak pun hanya bisa menerima kekalahan dengan keiklasan yang sangat minim.
Rika bangun menuju kamar mandi sembari mengoceh.
_- Ini semua karena ayah. Kenapa ayah meninggalkan kami?
Lihat sekarang istri dan anak mu!!
Anak mu yang cantik ini harus menderita di bawah garis kemiskinan.
Istri mu yang dulu tidak pernah marah sekarang sudah seperti ibu kos-kosan yang suka meneriaki anak kosnya di pagi hari.
Ini semua karena kita hidup bawah garis kemiskinan.
Kenapa juga aku harus capek-capek mengomel? Tidak berguna!!
Lagi pula ayah juga tidak perduli denga hidup kami. Ahhh,,, aku iri pada ayah.
Pasti di atas sana lebih baik dari di bawah sini. _-
Ya seperti itulah interaksi anatar ibu dan anak.
Contoh keluarga yang sangat sejahtera.
Saking sejahteranya pagi-pagi sudah perang mulut.
Tinggal tunggu main lempar panci dapur.
Walaupun dari segi luar interaksi mereka cukup panas untuk seukuran anak dan ibu tapi sejatinya mereka saling meyayangi.
Hanya saja cara mereka menunjukan kasih sayang sedikit berbeda.
Di lain tempat,
David baru saja selesai memarahi serkertaris Riko di telfon.
Serkertaris itu meminta cuti selama 3 hari.
Bukan masalah tidak mau memberi cuti tapi masalahnya serkertaris itu meminta secar mendadak.
Seharusnya dari kemarin-kemarin mengatakannya pada David. Kalau sudah seperti ini siapa yang akan repot?
David!!
" Ada apa? ada masalah?? "
Riko sedang bersiap di ruang ganti. Tiba-tiba David masuk dengan wajah masamnya.
" Tadi pagi aku baru di beri tahu kalau serkertaris kakak mau ambil cuti.
Aku baru saja memarahinya."
Masih dengan wajah kesal David duduk di sofa.
Matanya tertuju pada teman bicara yang sibuk memilih arloji untuk setelan jasnya.
__ADS_1
" Pecat saja dia!! Manusia tak bertanggung jawab tidak pantas menjadi bagian dari
perusahaan ku."
Pria ini nampak santai, tidak menunjukan ekspresi marah tapi tiba-tiba langsung main
pecat.
" Tapi kak,, "
David hanya mengadu tapi tidak sekalipun ia bermaksud untuk membuat serkertaris itu
kehilangan pekerjaan.
" Kenapa? "
" Masalahnya serkertaris kakak, ayahnya itu tiba-tiba jatuh sakit dan pagi ini akan di oprasi. Jadi untuk 3 hari kedepan dia cuti karena harus menemani ayahnya di rumah sakit. "
Seharusnya David menyertakan alasan ini di awal pembicaraan.
Tapi Riko juga asal main pecat saja tidak mau bertanya alasannya.
Kakak dan adik sama saja.
" Kemarilah!! Pilihkan arloji untuk ku!! "
Riko tidak bisa menemukan arloji yang cocok untuknya.
David pun beranjak dari duduknya. Sedikit merasa aneh karena Riko tidak merespon ucapannya malah meminta untuk
di pilihkan arloji.
Satu per satu arloji di dalam laci kaca di seleksi David.
Mencari yang terbaik dari yang baik.
" Ini!! Yang ini bagus!! "
Mengambil sendiri arloji itu dan menyerahkannya langsung.
Tidak langsung pakai, Riko mengamati dulu arloji itu.
Bagus memang tapi ada tapinya, tapinya itu Riko tidak mencari yang bagus tapi mencari arloji yang cocok dengannya.
Cetak!!!!!
" Aghhhh,,,!! Apa yang kau lakukan? Kenapa memukul kepala ku? "
David mendapat serangan tak terduga.
Riko memukul kepalanya dengan
jam tangan tadi meski tidak keras tapi lumayan rasanya.
Setelahnya Riko meletakkan lagi arlojinya dan memilih yang lain.
Sekali lagi Riko mencari arloji yang cocok dengannya bukan yang bagus karena semua arloji ini bagus.
" Kenapa kau memarahi serkertaris ku? Dia cuti untuk menemani ayahnya yang sakit.
yang mulia ha? "
Beri tepuk tangan yang meriah untuk sikap Riko yang bijaksana ini!!
Memang jika menyangkut soal ayah Riko sangat sensitif.
" Aishhh,,,!! Tadi dia juga main pecat. "
Hanya bisa mendengus kesal saat Riko sudah melangkah pergi begitu saja setelah
memukul kepalanya.
Pagi ini pukul 7 Riko dan David sudah siap berangkat ke kantor tentu tidak pakai
acara sarapan di meja makan.
Itu tidak pernah ada di daftar hidupnya.
Saat Riko menuruni anak tangga terlihat anggota keluarga sudah
menduduki kursinya masing-masing di meja makan.
Siap menyantap sarapan mereka.
Bahkan ada yang sarapannya sudah di ambang mulut
namun harus diturunkan lagi ketika melihat raja dengan wajah dinginnya menuruni anak tangga.
Semua anggota keluarga berdiri begitu pula dengan para
pelayan yang langsung membungkuk memberi hormta.
Rika juga menjadi salah satunya. Meski sangat malas pagi-pagi begini sudah membungkuk tapi ini keharusan.
_- Ah itu Tuan Iblis. Wah,,, dia sangat keren saat berjalan.
Ekspresi dinginnya itu memancarkan aura yang sangat kuat.
Ketampanannya di pagi hari bagaikan buah jeruk, segar!! Tubuhnya yang seksi begitu sempurna dengan setelan jas itu.
Hair up dengan jambul benar-benar membius mata.
Tapi,,, Hmmm!! Siapa sangka manusia seperti dia takut kecoa.
Buahahaha,,,,!! Hanya aku yang tahu. Hahahha,,,,!!! _-
Dikala memori kemarin malam terputar Rika berusaha keras untuk menahan tawanya.
Mati jika dia sampai mengubris tawanya di depan Riko.
Berusaha menunduk juga agar tidak terlihat wajahnya yang menahan tawa.
" Riko, bergabunglah bersama kami nak!! "
Dari tempatnya berdiri, Nyonya Santi meminta penuh harap.
Ini akan menjadi sejarah baru jika Riko berhenti kemudian berjalan ke arah meja.
__ADS_1
Tapi seharusnya Nyonya Santi tidak menaruh harapan yang tinggi!!
Itu hanya akan membuatnya sedih.
Karena seperti biasanya, Riko tidak memperdulikan permintaan ibunya itu.
Di anggapnya suara itu tidak ada dan tidak pernah ia dengar.
Bahkan Riko tidak melirik ibunya sekalipun apalagi berhenti.
Dia terus berjalan layaknya tidak ada orang yang mengajaknya bicara.
Membiarkan bangku paling ujung itu tetap kosong tidak bertuan.
Tatapan iba pun langsung membanjiri Nyonya Santi saat keberadaannya tidak pernah dianggap.
Namun tidak untuk Rika, kejadian kemarin malam membuat hatinya beku untuk
mengasihani Nyonya Santi.
Mereka semua pun kembali seperti tadi setelah Riko semakin
menjauh.
Mungkin Riko terlihat seperti anak yang egois.
Tapi seperti yang dikatakan David, masa lalu bukanlah cerita dongeng yang mudah dilupakan saat kita beranjak semakin dewasa
" Kakak, besok serkertaris ku akan membantu mu dalam pertemuan dengan Tuan Lee. "
Riko langsung berhenti di depan pintu.
Ia menoleh pada adiknya yang baru saja bicara.
Namuan setelahnya mereka berjalan beriringan keluar dari rumah
besar. Perbincangan mereka berlanjut sampai di dalam mobil.
" Lalu bagaimana dengan mu? "
Riko tahu besok David juga ada pekerjaan penting. Dia juga membutuhkan serkertarisnya.
Tapi David memang seperti itu, selalu mementingkan kepentingan Riko.
" Tenang saja!! Aku bisa mengurusnya sendiri. Beberapa staf juga akan membantu."
Mobil sudah dinyalakan. Seperti hari-hari biasanya David yang mengemudi.
Perlahan mobil itu meninggalkan pekarangan rumah.
" Tidak!! Aku tidak perlu serkertaris mu. Lagi pula ini hanya pertemuan biasa."
Pertemuan hari ini hanya membahas tentang kerja sama yang rencananya akan di perpanjang antara perusahaan StarLight dan perusahaan QiQi.
Jadi Riko merasa bisa mengatasinya sendiri.
" Semuanya memang telah dipersiapkan tapi tetap saja kakak butuh orang untuk mendampingi."
Dan David merasa meski Riko bisa mengatasinya sendiri tetap saja Riko butuh pendamping.
" Kalau begitu panggil Boneka ku untuk datang ke kantor!! "
Santai Riko memberi perintah
" Apa?!! Kenapa memanggil Rika ke kantor?? "
Terkejut akan perintah Riko.
Bagaimana bisa Riko meminta Rika yang hanya lulusan jalur D.O untuk mendampinginya?
Ingat!! Posisi CS di sana saja lulusan sarjana S1.
" Kata mu, aku butuh pendamping. Jadi panggil boneka ku untuk mendampingi ku selama 3 hari."
Menegaskan kembali. Seperti tidak memikirkan apa pun saat memberi perintah.
" Tapi kak, dia bukan orang yang kompeten.
Aku takut bukannya membantu, Rika malah membuat mu semakin repot di sana."
Mengingat bagaimana hubungan
Rika dan Riko membuat David semkain ragu.
Anjing dan kucing tidak pernah saling membantu.
2 makhluk itu hanya akan berakhir di bawah pertengkaran.
" Dia anak yang pintar, jangan khawatir!! Aku hanya butuh seseorang untuk membawa berkas-berkas.
Dia tidak akan melakukan apa pun.
Hanya berdiri di belakang ku. "
" Tapi~~ "
" Shittt!! " Jari telunjuk menempel di mulut. Kode untuk berhenti bicara " Kenapa kau cerewet sekali seperti wanita? Berhentilah bicara dan laksanakan saja
perintah ku!! "
" Hmmmm,,,,!! Baiklah, baiklah!! Aku tahu apa yang ada dalam otak mu."
Segera David menyadarinya.
Riko tidak butuh serkertaris. Dia hanya butuh bonekanya untuk dimainkan disana.
Tentu sebagai penghibur!! Memangnya Riko akan melewatkan kesempatan ini?
Mempermainkan hidup Rika adalah kesukaannya. Mengganggu hidup Rika adalah candunya.
Mengerjai Rika adalah hobinya.
_- Huft,,,!! Kenapa ada orang segila ini? Gila menyiksa hidup seorang gadis?
Kantor adalah tempat untuk bekerja bukan tempat untuk beramin.
Kenapa dia jadi tidak profisional seperti ini? Biarkan sajalah!! Aku hanya perlu memantau permainan mereka. _-
__ADS_1