
Brukkkk,,,,,!!!!
Seorang wanita ambruk di atas sofa masih menggunakan pakaian formalnya.
Kemeja putih dan rok hitam.
Terlihat begitu lelah seperti habis diperbudak.
Mira namanya baru pulang dari kantor. Dan ini sudah pukul setengah 10 dimana normalnya seorang karyawan itu pulang pukul 4 sore.
" Aduhh yang baru pulang kerja lesu bangat.
Kasihan ih teman aku udah mau mati mendadak."
Gadis yang guling-gulingan dilantai itu kini beralih duduk di sofa.
Melakukan kerja bakti yaitu membukakan sepatu Mira yang masih terlentang lalu memijat-mijat kakinya.
Inilah yang namanya sahabat versi sejati.
" Ucapan adalah doa loh Rik."
Mira bangun. Menyalakan televisi lalu duduk di samping Rika.
" Lagian kamu pergi pagi pulang malam. Udah kayak adiknya bang toyib tau nggak!! "
Sesungguhnya saat ini Rika sedang mengeluh.
Merasa kesepian disini. Terkadang ia berfikir si Mira lagi ganti'in Pak Jokowi mingkin ya? Atau disuruh kerja rodi membangun jalan raya sepanjang jalur sutra.
" Bang Toyib mah nggak pulang-pulang atuh Rik. Ini akunya kan pulang. "
" Pulang sih pulang tapi jangan malam!! Tuyul aja ingat pulang ingat waktu. Lagian kok lemburnya keliwat jam banget sih? Aku tuh tanpa mu bagaikan robot tanpa batrai di rumah ini tahu!!"
" Gimana tuh ceritanya robot tanpa batrai? "
" Diam aja!! Gak ada temen. "
Ya seperti itulah rutinitas Rika selama Mira kerja.
Makan, tidur, guling-gulingan di depan Tv sambil ngemilin kuaci ditemani tontonan anak TK yaitu upin-ipin, siva, pada zaman dahulu dan film-film disney.
" Salah sendiri udah tahu aku gak punya waktu sibuk kerja.
Emangnya kamu tiba-tiba kesini tuh dengan alasan apa sih? "
Keterlaluan sekali teman yang satu ini, Rika yang sudah 2 pekan tinggal dirumahnya eh niat nanyanya baru sekarang.
" Mmmm,,,, itu aku lagi bete aja disana. Sepupu-sepupunya Tuan rumah pada nyinyirin aku. "
Bohong!! Sudah lama Rika tak bertemu lagi dengan ke 4 sepupu Riko.
Memberitahu kebenarannya bahwa dia menghindari Riko karena tragedi ciuman itu terlalu berat tuk diucapkan.
Seakan bibir ini akan berbuih sehabis mengatakannya. Yakin juga Mira yang mendengar akan langsung kejang-kejang.
" Orang kaya mah gitu. Ga usah diladeni!! Mungkin iri kali mereka sama kamu.
Kalah saing mereka. Merasa kamu lebih cantik."
Duga'an yang bisa diterima.
Biasanya kan begitu wanita kalau merasa kecantikannya tertandingi biasanya kan suka nyinyirin yang udah nyalip kecantikan mereka, fikirnya Mira begitu.
_- Andai itu benar. Fiuhhh,,,,!! Dulu mereka itu nyinyirin akukan karena aku satu-satunya orang yang berani bikin Tuan Iblis marah.
Bukan karena aku lebih cantik!!
Lagian aku dibandingkan sama mereka ibaratkan putri sama dayang. _-
Rika lupa kalau dia juga putri.
Putri yang kehilangan mahkota. Dan putri tanpa mahkota tidak akan jadi apa-apa.
Sama seperti singa tanpa cakar tidak akan menjadi raja.
" Kamu lapar nggak? Ini makan cup mie aku!! "
cup mie yang ada di lantai ditaruh Rika ke atas meja agar mudah dijangkau Mira. "
Belum di makan itu. Ayo makan!! Jangan kerja aja yang kamu fikirin tapi kesehatan tubuh diabaikan.
Harta gak ikut masuk ke dalam liang kubur tahu!! "
Mira seketika itu juga menatap Rika nanar.
Sahabatnya ini sangat perduli padanya.
Walau terkadang Mira kesal saat membuka kulkas dan mendapati stok makananya amblas dimakan Rika.
Fikir Mira itu tidak masalah. Makanan bisa di beli tapi sahabat sejati susah dicari.
Disini walau Rika sedikit kurus tapi perutnya sangat elastis. Apa pun masuk.
Perutnya itu mampu menampung sekilo makanan.
Hebatnya lagi perut Rika tidak membesar setelah makan karena setelah makanan masuk dari mulut, 5 menit kemudian keluar dari lubang anus.
" Yampun, gak usah terharu gitu dong!! Aku tu sayang sama kamu. Aku itu gak mau kamu sakit. "
Nanti kalau kamu sakit yang beli stok makanan siapa dong?? begitu katanya dalam hati. " Jadi kamu makan ya!! Nanti keburu dingin."
Sekarang cup mie sudah ada di tangan Mira.
__ADS_1
" Tapi inikan punya kamu."
Sok-sokan menolak.
" Udah gak apa-apa. Itu yang beli kan kamu.
Lagian aku iklas kok. Aku bisa buat lagi."
Rika bangun. Dia terlihat sangat tulus memberikan cup mienya lalu pergi kedapur untuk membuat cup mie lagi.
Karena dipaksa Mira pun tidak bisa menolak. Lagi pula sejujurnya ia malas membuat
mie.
Mira menatap cup mie itu sudah seperti melihat pemberian yang berharga.
Tutup cup mienya pun di buka dengan perasaan suka cita, terharu dan terbawa perasaan atas keiklasan Rika.
Jeng,,,!! Jeng,,,!! Jeng,,,!! Jeng,,,!!
Dan ternyata isisnya cuma tinggal kuah. Mienya sudah bersemedi di perut Rika. Pantas saja Rika sebelum pergi senyum-senyum.
" RIKA,,,,,!!!!! "
" Buahahaha,,,,,!! Ampun kak ros!! Kok ros jangan marah!! Ini aku lagi buatin kamu mie. "
Meminta ampun sebelum Mira mendatanginya dengan sabit.
Tidak habis 10 menit makanan anti ribet-ribet klub itupun sudah siap.
Mira nampak lahap memakan mienya.
Kasihan melihat Mira yang sepertinya tidak akan kenyang makan mie saja Rika pun berinisiatif mengambilkan nasi dan
krupuk.
Hanya di indonesia orang makan mie pakai nasi.
" Eh mir kayaknya ada yang lagi kangan deh sama aku. Dari tadi itu aku kok gak tenang gitu ya?? "
Rika yang tiduran disofa memiringkan tubuhnya menghadap Mira.
" Aikghhhhh,,,, "
Sendawa yang panjang menjadi balasan untuk Rika. Menepuk-nepuk perut yang kenyang sambil rebahan.
" Jorok ihhh,,,!! "
Sudah menutup hidung. Menutup pintu akses masuknya udara yang dicemari Mira.
" Lebay deh!! Ada yang kangen gimana sih maksud mu? "
Kurang mengerti akan ucapan Rika. Mira membersihkan sisa makanannya lalu kembali lagi.
" Masa gak ngerti sih!! Aku itu ngerasa ada orang yang lagi kangen sama aku.
Sempat Rika berfikir dalam, mencari siapa yang sedang merindukannya tapi dia tidak tahu.
" Ibu kamu kali."
2 minggu sudah ini, fikir Mira pasti ibunya Rik lagi rindu sama anaknya.
" Baru tadi aku habis video callan. Jadi gak mungkin dia."
Menolak saspek pertama.
Mira berfikir kembali.
" Kang ojol yang sering kamu kasih tip lebih nggak? "
" Bukandeh!! Insting ku berkata bukan kang ojol."
Menolak saspek kedua.
" Itu kali Kang somay di depan sekolah yang sering kamu bantu dorongin grobaknya."
Plakkkk,,,,!!!
" Adohh!! Kamu kok mukul aku sih?? "
Mira meringis mengusapi tangannya yang tiba-tiba di pukul Rika.
" Kamu jangan sembarang bicara ya!! Kang Somay di depan sekolah udah lama meninggal. Jangan buat aku merinding deh!! Mana udah malam lagi ini."
Bulu tengkuk Rika berdiri. Merasa
Takut itu benar. Orang yang sudah mati merindukannya? Rika rasa akan sering-sering malmingan di rumah mbah dukun jika
benar kang somay merindukannya.
" Ehemmm!! Aku lupa!! Trus siapa yang lagi kangen sama kamu? "
Ikut bingung. Mereka berdua pun jadi bingung.
" Aku gak tahu Mira sayang!! Makanya aku nanya sama kamu. Siapa tahu kamu tahu. Kalau kamu tahu, biar gampang aku nyari orang yang kangen sama aku trus bilang ke dia gak usah rindu!! Rindu itu berat. Biar aku saja."
Ciahhhh,,,,!!! Asekkk,,,!! Peiuwitttt,,,,!!!
" Wkwkwk,,,,!!Dilan dong dilan. Dilan tahun berapa nih? "
" Dilan tahun gak kedaftar."
" Wkwkwkwk,,,,!! Dilan ilegal dong."
__ADS_1
" Dilan selundupan."
" Wkwkkwkw,,,,,!!!! "
Habis sudah mereka menggila. Ketawa ngakak sampai jungkir balik di sofa. Perutnya pun terasa diguncang gempa.
" Aku tahu deh kayaknya."
Katanya tiba-tiba dengan semangat saat seseorang melintas di otak.
" Siapa??"
Rika jadi ikut bersemangat.
" Mantan!! "
Krik,,,Krik,,,!! Krik,,,krik,,,!! Duarrrr!!!
" Ngaco kamu ah!! Mantan mah hatinya udah bertransmigrasi ke wilayah lain."
Hati Rika pun sudah bertransmigrasi.
" Tapi itu bisa aja loh!! "
Terdengar Mira seperti sedang menggoda Rika.
Namun segera Rika menggeleng dengan keras. No!!No!!No!! begitu artinya.
Karena lagi-lagi insting Rika berkata bukan mantan yang merindukannya dan membuatnya resah dan gelisah seperti ini.
Lagi pula sejam lalu Rika updat story mantan ngepost akta perkawainan.
Auto skip!!
" Nih kan Mir ujung alis aku gerak-gerak padahal gak ada kutunya.
Pasti lagi ada yang nyebut-nyebut nama aku deh ini."
Mendekatkan alisnya ke depan mata Mira agar Mira bisa melihat alis yang
katanya bergerak-gerak.
" Alis kamu gerak-gerak bukan berarti ada yang lagi nyebut nama kamu. Itu mah penyakit saraf namanya."
" Ishhh,,, gak percayaan banget sih."
Walau Mira berkata benar tapi Rika merasa kesal.
Alis gerak berarti ada yang nyebut nama itu cuma legenda.
" Bukannya gitu!! Kang ojol bukan, kang somay bukan, mantan bukan trus siapa dong?"
Rasa-rasanya Rika tidak punya orang yang bisa merindukannya sampai membuat Rika resah dan gelisah.
" Entahlah!! Tapi siapa pun dia aku ingin bilang jangan rindu!! Rin~~"
Hupp,,,,!!!!
Belum selesai bicara mulut Rika sudah di sumpal Mira dengan bungkusan krupuk.
" Udah basi!!!! "
Dari pada mendengarkan Dilannya Rika, Mira lebih baik pergi untuk membersihkan tubuh.
Sesuatu yang diucapkan dua kali dalam jarak waktu singkat akan mengandung kadar humor yang garing.
Tidak lucu lagi!!
" Aihhh!!! Dasar Mira hidung landasan pesawat "
Landasan pesawat? Datar!!
Rika melempar bungkusan krupuk itu kearah Mira yang sudah menghilang.
---------
" Ini alamat rumahnya."
Sebuah alamat diatas kertas diberikan pada Riko dengan perasaan yang tidak habis fikir.
Seorang Riko bisa bertindak sejauh ini.
" Apa kakak yakin akan pergi kesana besok? "
Karena David sendiri tidak yakin. Riko tanpa sadar merendahkan harga dirinya.
Jika Riko mau bisa saja David sendiri yang membawa Rika pulang.
Riko hanya tinggal duduk di rumah.
Namun dengan tegas 10 menit yang lalu Riko bilang ingin melihat sendiri gadis itu dan
sedang apa dia disana.
" Aku harus menegaskan pada gadis itu bahwa dia tidak bisa menghilang begitu saja dari ku.
Aku sudah membelinya jadi dia tidak boleh berbuat sesukanya!! Selama ini aku kurang menegaskan hal ini jadi mungkin saja dia lupa."
Senyum menyeringai didapat oleh kertas berisi alamat itu.
Seolah berkta selamat bertemu besok, Rika!!
_- Cihhh,,,!! Itu hanya alasannya saja. Rindunya sudah tak bisa ia kontrol lagi. _-
__ADS_1
Gumam David lalu pergi. Hari ini ia harus tidur lebih awal karena besok dia akan melakukan hal yang tak pernah dilakukannya.
Itu semua karena kekonyolan Riko.