Beauty Inside

Beauty Inside
Restoran Part 1


__ADS_3

Langkah Rika terhenti di depan pintu Restoran.


Berfikir 2 kali untuk masuk ke tempat itu.


Rika melihat dirinya dari atas sampai bawah di pintu kaca.


Tertunduk!!


Merasa tidak percaya diri akan penampilannya sendiri.


Bagaimana tidak jika pengunjung tempat ini hampir 90% orang dengan perekonomian


kelas atas.


Sedangkan dirinya?? Bahkan Rika memarkirkan motornya di luar area parkir karena tahu diri motornya itu


tidak pantas nyelip di antara deretan mobil


sport mewah.


" Nona, apa ada yang perlu saya bantu?? "


Melihat tingkah Rika yang maju mundur maju mundur karena ragu masuk ke dalam menarik perhatian salah seorang


pelayan disana untuk bertanya.


" Ah iya. Sebenarnya saya ada janji dengan seseorang disini.


Tapi saya tidak tahu apakah dia sudah datang atau belum."


Canggung Rika memberi alasan.


Tidak enak juga rasanya sampai di datangi pelayan.


" Kalau begitu Nona tunggu di dalam


saja!! "


Minta pelayan itu ramah dan sopan


sudah membukakan pintu.


" Ah iya, Terimakasih."


Ragu-ragu Rika masuk ke dalam tapi,


Ah masuk sajalah!! Dari pada dikira orang aneh clingak-clinguk di luar,


begitu batinnya.


Rika pun masuk ke dalam.


Sempat tadi ia menarik nafas di luar untuk menambah kadar kepercayaan


dirinya.


_- Bersikap seperti biasa saja Rika!!


Mereka tidak akan menjadikan mu pusat perhatian!! Haha,,, aku tidak seaneh itu untuk


dilihat mereka.


Lagi pula kita samakan?! Sama-sama ciptaan Tuhan. Ada hidung, mulut, mata, telinga, gigi , tangan, kaki dan lainnya. _-


Batin Rika.


Melewati deretan meja makan layaknya melewati trotoar sepi.


Pelayan itu menuntun Rika ke salah satu meja kosong.


Setelah duduk Rika menyebar pandangannya ke segala arah, ternyata orang-orang di sini tidak begitu perduli dengan


sekitaran mereka.


Ya fokus saja makan. Tidak bergosip, melempar pandangan mengejek, apalagi yang aneh-aneh.


Itu membuat Rika merasa sedikit nyaman.


Padahal mereka melihat ada makhluk yang stylenya tidak cocok berada


di tempat seperti ini.


" Uhukkk,,,,Uhukkk,,,,!!! "


Pria di meja sebelah tersedak.


Tulang ayam goreng ikut tertelan saat matanya tidak sengaja menangkap sesosok makhluk.


Bukan makhluk astral!!


" Kakak kenapa? Ini minumlah!! Minum dulu!! "


Yang di depannya sigap meberikan


air putih dan tisu.


_- Apa yang dilakukan anak itu di sini??


Sejak kapan pemerintah melakukan penciutan wilayah? Apa jakarta sudah sesempit ini?? _-


Bukan jakarta yang sempit.


Hanya saja Riko dan Rika mainnya kurang jauh. Atau mungkin jodoh.


Mengingat kalau sudah jodoh larinya gak jauh-jauh.


Mungkin!!


Rika tidak henti-hentinya melihat ke arah pintu, mencari-cari orang yang berjalan


ke mejanya.


Meski tegang, nerves, takut, tapi ia berusaha mengolahnya. Suasana lumrah yang di alami saat seseorang diinterview.

__ADS_1


Karena ini kali pertamanya jadi tidak ingin kesempatan ini hilang begitu saja.


_- Aku tidak boleh tegang!! Harus rileks!! Cek nafas, hah!! hah!! Aman!! Huh,,,,!! Ini


akan menjadi awal ku. Semoga Tuhan memberkati. Dengan begini aku bisa mencari tempat tinggal baru, hidup baru, suasana baru, perjalanan baru. Tidak lagi bertemu si kejam Tuan Iblis.


Yesss,,,,!! Hidupkan akan jauh dari penderitaan. Huh,,,,Akhirnya. _-


Sudah merencanakan lari dari Riko.


2 orang pelayan mendekat ke meja Rika.


Yang mana membuat Rika bertanya dalam hati.


Kenapa 2 pelayan itu berjalan ke arah sini? begitu katanya. Sesadarnya ia belum


memesan makanan.


1 orang pelayannya lagi membawa troli makanan.


" Maaf Nona, apa anda Nona Rika? "


" Oh iya. Saya Rika."


Pelayan yang bertanya itu tersenyum, menoleh ke belakang, memberi perintah pada pelayan yang membawa makanan itu dengan


matanya.


Pelayan di belakang maju lalu menghidangkan semua makanan di troli itu dengan ramah yang


mana membuat Rika terkejut.


Makanan sebanyak itu siapa punya? siapa bayar?


Rika bukanlah sultan dadakan yang mampu


memesan makanan sebanyak ini.


Dirasa air putih saja sudah sangat cukup.


" Maaf, tapi saya tidak memesan makanan ini.


Mungkin ini punya yang lain."


Rika mencoba mengklarifikasi.


Dari pada nanti malu sendiri tidak bisa bayar, fikirnya begitu.


Lagi pula hari ini Rika hanya membawa


2 lembar si merah muda.


" Tidak Nona. Seseorang sudah memesankan makanan ini untuk anda."


Katanya si pelayan menjelaskan.


Belum sempat merespon ponsel Rika berdering.


Dimana ada 1 pesan masuk dari nomor yang sama. Setelah membaca pesan itu Rika menarik kesimpulan.


Setelahnya 2 pelayan itu pergi.


_- OMG calon bos ku baik sekali. Ahhh,,,Love you banyak-banyaklah sama dia.


Hanya merasa tidak enak karena terlambat datang dia memesankan ku banyak


sekali makanan.


Uhhhhhh,,,, Bos idaman sekali. Ah aku tidak sabar melihatnya.


Ternyata di dunia ini selain aku ada juga orang baik. _-


Menang banyak Rika hari ini. Makanan di atas meja kurang lebih 6 piring.


Jika itu anjing sudah ngeler melihat makanan sebanyak itu.


Tapi, sayang seribu sayang. Rika harus menahan tangannya agar tidak main


comot itu makanan.


Memilih menunggu calon bosnya datang karena tidak enak rasanya


mendahului.


" Maaf sudah membuat mu menunggu."


Seorang pria cukup tampan dengan perawakan tinggi menarik kursi


lalu duduk.


Kedatangan tiba-tiba pria itu membuat Rika kelabakan memasukan ponsel


yang dimainkannya ke dalam tas.


" Tidak apa~~"


Suara Rika melemah perlahan hilang saat melihat siapa dia.


Kata apa yang seharusnya diucapkan dua kali hanya mampu di ucapkannya sekali


dikala pria yang sangat sangat sangat


dibencinya muncul tepat di depan


mata.


Pria ******** yang menghancurkan jembatan mimpinya 2 tahun yang lalu.


" Senang bertemu dengan mu kembali Rika.


Bagaimana kabar mu? Aku harap kau menjalani hidup dengan baik setelah


keluar dari kampus."

__ADS_1


Berbicara dengan senyum.


Seolah 2 tahun yang lalu tidak terjadi


apa-apa.


Awalnya Rika masih tidak yakin, fikirnya ini pasti hanya halusinasi.


Tapi, senyum bajing*n itu membuatnya


sadar. Yang didepannya ini adalah Dr. Graha Atmaja.


Dosen laknat di kampus Rika dulu.


_- Kenapa dia? Kenapa harus si ******** ini lagi? Kenapa Kau kerap kali mempermainkan ku?? Apa ini? Takdir macam apa ini?


Haruskah dia lagi? Kenapa? Aku tanya kenapa harus dia lagi?? Tidak mampu jawab?


Cihhhh,,,, Kau hanya senang mempermainkan ku kan? Kau hanya senang melihat aku menderita. Kau hanya senang membuka luka lama ku. Kau hanya senang melihat ku hancur perlahan. _-


Kata Kau ditunjukan pada Tuhan.


Bukan orang lain bukan juga orang di depannya. Batin Rika begitu kecewa pada Tuhan.


Dalam hati bertanya, apa lagi ini? Coba'an apa lagi ini?


" Rika kau baik-baik saja kan?? "


Mulut Graha memastikan wanita yang nampaknya tidak dalam kondisi baik.


Sedangkan tangannya sudah menyentuh tangan dingin Rika dan memijatnya


penuh maksud.


Rika menarik tangannya kasar tidak sudi di sentuh pria ******** ini.


" Tuan Graha Atmaja, apa ini adalah rencana mu? "


Tidak ingin terlihat lemah. Rika kembali menjadi dirinya sendiri.


Rika yang kuat, saat bicara dengan lawannya pun selalu memasang senyum.


" Apa kamu tidak senang Rika? Aku melakukan semua ini demi dirimu.


Aku tahu kau merindukan ku."


_- Makanan ini terlalu mewah dan mahal untuk aku lemparkan ke wajah mu itu, sialan!! Aku perlu makanan basi, busuk, belatungan untuk membuat wajah penuh dosa


mu itu tertutupi. Dasar pria


tidak tahu diri. _-


" Hahaha,,, Tuan Graha sepertinya kamu terlalu gengsi untuk mengatakan bahwa sebenarnya kamulah yang


merindukan ku.


Ah,,,!! Atau jangan-jangan kau belum bisa melupakan ku ya ?? "


Rika menebak lebih terdengar seperti mengejek.


Graha pria yang terkurung dalam obsesi menjadikan Rika sebagai wanita simpananya bagaimana bisa selama ini hidup dengan tenang? Pria yang dulu bisa melakukan apa pun untuk mendapatkan Rika.


Termasuk dengan cara mentidak luluskan skripsi Rika.


Fikir Graha saat itu pasti dengan cara ini Rika memelas untuk di luluskan dan mau menerima tawarannya untuk menjadi wanita simpanannya.


Namun sayang saat itu Graha malah mendapat serangan ganas dari Rika yang mengakibatkannya harus di rawat di RS.


Bagaikan singa betina yang kelaparan Rika mencabik-cabik tubuh Graha.


Apa dia kira Rika wanita murahan apa? Wanita rendah yang demi kenikmatan duniawi rela menjadi hama di antara pasangan


suami istri.


Naas nasib Rika.


Memanglah nasib gadis yang satu ini selalu buruk.


Entah memang terlahir dengan nasib buruk atau efek nama yang ada kata


SIALNYA.


Pasalnya setelah kejadian itu Graha membuat permintaan kepada pihak kampus untuk mengelurkan Rika tentu dengan


cerita yang dikarangnya hingga membuat pihak kampus percaya yang salah itu Rika.


Saat itu pembelaan Rika tidak di dengar.


Semua fakta terabaikan.


Fakta-fakta yang Rika bongkar tentang bagaimana selama ini Rika kerap sekali mengalami pelecehan oleh Dosen cabul si Graha, Intimidasi yang sering di terimanya, ancaman-ancaman yang di terbangkan, perlakuan tidak adil, semua itu di anggap pihak kampus hanya


sebuah alasan semata.


Tidak berhenti di sana, Rika juga membongkar motif di balik prilaku Graha padanya yang tidak lain untuk memaksa Rika dan ingin menjadikan Rika wanita simpanannya turut tidak di gubris


pihak kampus.


Entah jampi-jampi apa yang di pakai Graha hingga pihak kampus begitu percaya padanya.


Singkat cerita, Rika pun di keluarkan.


Sudah di keluarkan pun masih ada rumor-rumor yang merugikan Rika.


Salah satunya yaitu


rumor bahwa Rikalah yang sering menggoda Graha.


Hanya untuk mendapat jaminan hidup mewah dan nilai tinggi.


Padahal Rika memang sudah pintar sejak kecil. Tidak perlu cara hina untuk mendapat nilai tinggi.


Meski begitu, kembli lagi pada nasib dan takdir.

__ADS_1


Nasib buruk takdir buruk sudah tertulis di telapak tangannya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya kata pasrah dan sabar


mendominasi hidup.


__ADS_2