Beauty Inside

Beauty Inside
Restoran part 2


__ADS_3

" Hahaha,,, Tuan Graha sepertinya kamu terlalu gengsi untuk mengatakan bahwa sebenarnya kamulah yang


merindukan ku.


Ah,,,!! Atau jangan-jangan kau belum bisa melupakan ku ya ?? "


Rika menebak lebih terdengar seperti mengejek.


" Jika aku jawab iya maka hidup mu tidak akan lebih baik."


Dengan senyum liciknya Graha mulai memotong steak lalu meletakannya ke atas


piring Rika.


Dari kejauhan terlihat seperti pasangan romantis.


Pasangan cinta damai. Padahal realita jungkir balik


_- Cihhh,,,,!! Sok romantis. _- Tetangga sebelah iri.


" Benarkah? Ah,,, kamu membuat aku takut saja. Haha,,, memangnya sejak kapan hidup ku berjalan baik? Banyak setan yang mengganggu ku.


Tidak disana, disini pun ada. "


_- Sialan!! MPT ini kenapa membawa-bawa Setan? Apa dia tahu aku ada di sini?? Apa dia melihat ku menguping?? Tidak mungkin!!


Dari tadi dia belum menoleh ke arah


sini._-


Bukan hanya Graha yang


merasakan senggolan garis keras.


Tetangga sebelah pun ternyata ikut tersindir.


Dikira Riko, Rika sedang menyindirnya karena Rika menyebut kata Setan meski tahu dirinya bukan dijuluki setan tapi Iblis.


Setan dan iblis itu kan sekawan, sejalan, sekampung halaman.


" Tuan Graha makanlah sayur yang banyak!! Ini sehat untuk tubuh.


Sayur koll cocok untuk anda."


_- Banyakin makan sayur koll, kurangi makan dosa!! Dasar buaya darat!! Aku kasihan sekali pada istrinya. Dosa apa dia hingga


menikahi pria hidung belang seperti Graha?


Tampan sih iya, tapi kelakuannya?? Menjijikan.


Dulu saat mereka pacaran pasti Graha memberi


asupan rayuan setan pada kekasihnya hingga kekasihnya itu buta.


Graha yang hanya batu salak dilihatnya permata berkilau.


Cuihhhh,,,,,!! _-


Graha menatap piringnya yang penuh


akan sayur koll.


Sudah geram akan ucapannya tadi ditambah lagi Rika sekarang dengan sengaja memberikan banyak sekali koll ke atas piring Graha.


Membuat Graha terlihat seperti ****.


Piringnya penuh dengan hijau-hijau


keputihan. Sampai berbentuk gunung.


Gagal romantis!!


Malah terlihat konyol.


" Rika, kau berani sekali menghina ku.


Kamu fikir kamu sedang berada di atas ku hah? Hingga sebrani ini?? "


Garpu dan pisau di genggam Graha kuat.


Geram!! Rika sudah meluncurkan meriam


sebanyak 2 kali.


Ini belum 10 menit berlalu.


" Graha sepertinya kamu belum mengenal ku dengan baik ya?? Aku kan selalu berani seperti ini pada mu. Memukul kamu saja sampai masuk UGD aku berani apalagi hanya memberi koll ke atas piring mu. Hahaha,,,"


Tertawa usai mengejek. Daging yang sudah di tusuk garpu di istirahatkan dulu agar


fokus menyerang.


" Dan aku tidak perlu berada di atas hanya untuk menghina pria seperti dirimu.


Graha, aku hanya ingin bersikap baik.


Kamu beri aku steak aku beri kamu sayur koll yang banyak. Apa itu salah?? "


Salah sih tidak!!


Tapi itu jika ditimbang sayur kollnya bisa mencapai berat 1 kg.


Kiranya manusia mana yang makan koll sebanyak itu kecuali ****.


Tapi juga yasudahlah!! Kan memang pantas diperlakukan seperti itu.


Orang hina pantas di hina.


" Cih,,, " Mendorong piring ke tengah meja.


" Jangan menolak!! Kamu membuat aku sedih."


Dan Rika mendorongnya kembali.


Yang mana membuat Graha ingin melempar piring itu ke lantai.


Namun di tahan demi image.


" Graha apa kamu masih melakukan hobi gila mu itu?? "


Bertanya santai sembari mulai menikmati makanan gratis.


Mubazir di buang-buang.


Biar semua dapat, menghina dapat, mengejek dapat, makanan gratis pun dapat.


"Mmmmm,,,,?? Seperti mengintip mahasiswi saat berganti pakaian? Atau menaruh kaca di ujung sepatu mu lalu mengarahkannya ke bawah rok mahasiswi untuk melihat celana dalamnya?


Dan itu juga, mengintip mahasiswi yang sedang berenang menggunakan baju renang seksi? Haha,,,, itu sikap yang

__ADS_1


menjijikan. Kenapa tidak sekalian


saja kamu buat rumah di bawah kolam?!


Dengan begitu kamu bisa leluasan melihat tubuh mangsa mu."


" Tidak!! " Menjawab cepat. " Aku hanya melakukan hal itu pada mu."


Dan tersenyum menyeringai.


" Ah begitu ya. Aku bersyukur tidak ada korban lain.


Baguslah!!! Setidaknya tidak ada korban atas kebejatan dirimu."


Dalam hati Rika sedikit khawatir. Sepertinya Graha hanya terobsesi padanya.


Tahukan yang namanya sudah terobsesi itu bisa melakukan hal di luar


duga'an.


_- Jadi ini alasan mengapa Rika di keluarkan dari kampus.


Hebat sekali dia,


dia menyimpannya sendiri.


Dan itu, masih saja tersenyum saat bicara dengan lelaki ini.


Jika itu orang lain pasti sudah di bunuhnya.


Wahhh,,, Kehidupan macam apa yang di jalani gadis ini?


Kenapa banyak sekali ada rahasianya?


Saat ibunya hamil ngidam apa dia hingga Rika begitu sabar?? _-


Tetangga sebelah telinganya semakin lebar saja.


Tidak melewatkan sepatah kata.


Semua di tangkapnya.


_- Dan itu juga, kenapa ada lelaki sebrengsek itu di dunia ini? Dosen bajing*n.


Cihhh,,,, aku ingin mempenyokan


wajahnya. _- Sudah mengepalkan tangan.


David tidak sengaja melirik.


Merasakan ada yang tidak beres dari


Riko.


Makanan yang sudah di ambang mulut diturunkannya lagi.


Memilih menggunakan mulutnya untuk bertanya.


" Kakak, Apa kau sedang memikirkan sesuatu? Apa kau sedang marah kepada seseorang?? "


" Iya."


Menjawab tanpa bersitatap.


Entah sadar atau tidak. Riko masih dengan matanya yang di arahkan ke suatu arah.


" Siapa? Siapa yang berani membuat mu marah?? "


" Dia."


Singkat lagi.


" Dia? Dia siapa? "


" Pria brengsek."


" Pria brengsek?? Siapa? Aku pria kakak juga pria. Katakan yang jelas!! "


Bodohnya David, sebenarnya hanya perlu menyalin sorot mata Riko.


Pasti tahu siapa yang di maksud.


" Bodoh!! "


singkat, padat, tidak jelas.


" Bodoh?? Siapa??"


" Kau!!! "


" Aku??? Aku bodoh??"


Tercekik akan jawaban dari pertanyaannya.


Entah dosa apa hingga Riko mengatainya bodoh.


_- Situasi macam apa ini? Kenapa jadi aku yang dikatai bodoh?


Bagaimana aku bisa mengerti jika kata-katanya seperti teka teki.


Memangnya aku jago apa merangkai kata kata mu yang tidak jelas itu.


Dia - Pria brengsek - Bodoh.


Harus aku artikan apa itu?? _-


Mengoceh kesal dalam hati.


Hingga akhirnya David sadar akan tatapan Riko yang terus tertuju pada 1 arah.


David pun mengcoppynya.


Di saat Ia menoleh seorang pelayan lewat menutupi tubuh seorang wanita dan hanya dapat melihat pria yang sedari tadi


di tatap Riko.


" Kakak sepertinya kepalamu kebanyakan beban. Ayo habiskan makanannya!!


Kita tidak mengenal dia.


Jangan membuat masalah!! Ayo kak!! "


Mungkin ini terdengar kurang ajar tapi David menghawatirkan kesehatan mental


kakaknya.


Fikirnya, Riko sudah gila menatap geram pria yang bahkan tidak dikenalinya.


Pria yang sangat asing, tidak terlibat dalam persaingan bisnis apalagi masuk ke dalam

__ADS_1


daftar musuh Riko.


Kembali pada Graha dan Rika,


" Aku rasa sudah cukup kita mengenang masa lalu yang indah." Mulai merapikan jas. Tanda topik baru akan muncul.


_- Masa lalu indah katamu? Tuhan, ijinkan aku menyiram wajah pria ini dengan air keras!!


Jika itu tidak termasuk ke dalam daftar dosa sudah ku cingcang si ******** ini.


Akan aku jadikan dia pepes. _-


" Kembali ke tujuan kita bertemu. Aku ingin menawarkan mu menjadi asisten


pribadi ku."


Di telinga Rika bukan asisten pribadi yang ia dengar. Tapi asisten ++.


Mengingat siapa yang menawarkan pekerjaan otak Rika tidak bisa lagi berpositif thingking.


Pasti pekerjaan yang tidak benar.


" Maaf Tuan Graha.


Silakan atur ulang jadwal pertemuan baru untuk calon asisten pribadi anda!! Sepertinya niat saya untuk bekerja


sudah hilang saat melihat wajah anda."


Tepatnya melihat wajah busuk mu sialan!!!, begitu kalimat lanjutan yang di ucapkan


lewat ekspresi.


" Jangan jual mahal Rika!! Berhenti bersikap sombong!! Memangnya ada orang


lain yang mau memperkejakan mu selain aku?


Haha,,, Kau itu kan selalu di tolak."


Deg,,,,,,!!!!


Rika terkejut. Niatnya untuk pergi terhenti karena ucapan Graha.


Seperti menemukan rahasia besar di balik


cerita kehidupan menyedihkannya selama ini.


_- Bagaimana bisa dia tahu?? Kenapa dia tahu aku selalu di tolak?? Sialan,,!! Apa


dia biang keladinya? _-


" Graha, Apa kau dalang di balik semua ini? "


Hanya ingin memastikan dugaan yang tertarik secara otomatis.


Dan senyum Graha menjawab pertanyaan


itu.


Benar, Graha adalah sutradara di balik kacaunya kehidupan Rika selama


ini.


Melihat senyum Graha entah kenapa Rika tidak bisa mengontrol suasana hatinya.


Kulit Rika berubah menjadi kulit bayi baru lahir, merah.


2 tahun menjadi pengangguran, dan ternyata itu karena Graha.


Graha yang sudah mengatur semua ini.


Orang mana yang tidak geram hidupnya di permainkan orang lain?


" Rika jangan marah dulu!! Aku melakukan ini karena aku sangat mencintai mu. Aku jatuh cinta pada mu saat pertama kita bertemu.


Aku hanya ingin memiliki mu.


Mengertilah!! "


Entah tertinggal dimana urat malunya Graha hingga dengan tidak tahu dirinya ia menyatakan obsesi gilanya itu sebagai cinta.


_- Cinta apanya? Buaya darat terkutuk!!


Selama ini kau mempermainkan hidup ku.


Kau membuat ku terlihat seperti orang gila yang mencari kerja kesana kemari. Orang bodoh yang tidak tahu hidupnya di permainkan. Orang tidak berguna yang setiap hari hanya bisa menadahkan tangan meminta pada orang tua karena belum bekerja. _-


" Rika, aku berjanji akan memberi semua yang aku punya. Aku akan membahagiakan mu.


Suatu hari nanti aku akan menceraikan istri ku dan menikahi mu.


Aku akan menjadikan mu ratu.


Semua kebutuhan mu, aku akan menjaminnya. Pertimbangkanlah dengan


baik!! "


_- Kalau begitu berikan jantung mu!! Akan aku donorkan pada orang yang lebih layak


untuk hidup. _-


Kalimat-kalimat rayuan yang meluncur dari mulut Graha semakin memicu daya ledak emosi Rika.


Namun Rika hanya membalas dengan senyum penuh hina'an.


Memperlihatkan dari senyumnya itu betapa menjijikan ucapan pria di depannya ini.


Pria tidak ada otak, ingin menceraikan istri yang selama ini mendampinginya hanya untuk kepuasan gila individu.


Rasanya Rika ingin menenggelamkan Graha ke palung laut.


Atau mendorongnya dari atas tebing.


Di bakar hidup-hidup rasanya juga pantas.


*


*


Sampai di sini dulu cerita pagi ini!! Author lelah jasmani dan rohani.


Sampai ketemu lagi.


Jangan lupa


Like!!


Komen!!


Vote!!

__ADS_1


Selamat membaca!!


__ADS_2