Biarkan Kami Bersama

Biarkan Kami Bersama
part 20


__ADS_3

Ana terus berlari dan menangis sampai di vila Ana langsung masuk.saat Ana masuk vila merasa bingung dengan keadaan di dalam vila yang gelap


" galih...."teriak Ana


" kamu di mana " teriak Ana lagi


apa mungkin galih di bawa kerumah sakit sepi gini villanya gelap lagi.batin Ana terus menangis


saat Ana hendak menelpon Rio lampu menyala dan ada suara nyanyian dari belakang Ana. Ana pun membalikkan badannya melihat siapa yang ada di belakangnya. Ana terkejut ada dekorasi yang indah dan ada galih yang sedang berdiri menghadap Ana menggunakan kemeja biru tangan pendek dan celana jeans membuat penampilannya sangat tampan di mata Ana. karna Ana diliputi rasa khawatirnya langsung berlari dan memeluk galih. sedangkan galih yang tak siap hampir saja terhuyung ke belakang lalu membalas pelukan Ana


" Lo jahat tau gak " ucap Ana terisak di pelukan galih


" maaf ya " kata galih tak menyangka jika Ana akan begitu khawatir padanya


" iya jangan di ulang lagi w gak suka " kata Ana masih nyaman dipelukan galih


" woy kapan nih lilin di tiup pegel w megang ini kue " kata Rian menggangu pasangan yang Kasmaran


" ih Lo ganggu aja sih " kata Lia


" apaan Lo aja yang gak ngerasain penderitaan w " kata Rian dengan raut wajah yang di buat-buat


Ana melepaskan pelukannya dan menatap galih lalu teman-temannya lalu menatap galih lagi. galih menyeka bekas air mata di pipi Ana dengan ibu jarinya


" dah jangan nangis lagi " kata galih


" ini juga kan karna Lo " kesal Ana mencubit Perut galih


" aduh jangan marah dong " kata galih


" nih buat Lo " ucap galih memberikan bunga yang galih pegang kepada Ana


" ini buat w " ucap Ana tersenyum malu


" iya "


" Lo suka gak "


" suka makasih ya, "


" sama-sama , ya udah Lo tiup Dudu lilinnya " kata galih


" jangan lupa make a wais dulu " kata Fitri


semoga w bisa bareng terus sama galih dan temen-temen w.batin Ana langsung meniup lilinnya


" horeee " serempak temanya ikut bahagia


" oke sekarang potong kuenya " kata Lia


Ana langsung memotong kue dan di letakkan di piring kecil yang ada


" buat siapa nih potongan pertama " goda Lia


" pasti bwt w lah " kata Rian langsung mendapat tatapan tajam dari semua temannya


" ya elah Sans aja kali natapnya lagian w becanda kali hehehe " ucap Rian menggaruk kepalanya


Ana memberikan potongan pertamanya kepada galih, lalu kepada kedua sahabatnya.


dan mereka menikmati makanan yang sudah di sediakan oleh galih dan teman-temannya.


semua sedang asik berbincang galih tiba-tiba menari Ana untuk menjauh dari teman-temannya. Ana hanya bisa mengikuti langkah galih tanpa bersuara, sampai di halaman belakang vila galih menghentikan langkahnya


" kenapa Lo bawa w ke sini lih " tanya Ana


" sebenernya ada yang mau w bicarain " ucap galih gugup


" apa " kata Ana

__ADS_1


duh lih Lo mau ngomong apa sih, Lo gak tau aja kalo w Deket Lo jantung w gak aman.batin Ana


" sebenernya...." galih terdiam lalu menghembuskan nafas untu menetralkan rasa gugupnya. aduh gimana ini cara ngomongnya. batin galih


" apaan sih " lama-lama Ana kesal karna galih tak kunjung bicara


" emmm w suka sama Lo Na, mau gak Lo jadi paca w " ucap galih cepat langsung menunduk malu dan takut akan jawaban yang di berikan Ana


hah serius nih dia nembak w.batin Ana senang


" apa tadi w gak denger " ucap Ana menggoda galih akhirnya galih menatap Ana dan mengulangi ucapannya


" w suka sama Lo Na, mau ya Lo jadi pacar w, jadi penyemangat hidup w " kata galih serius


" ya.... w mau " ucap Ana tersenyum


" serius " kata galih. Ana hanya mengangguk dan tersenyum.


" yessss " terisak galih. saking senangnya di tak sadar memeluk Ana


" eh sory ya "


" gak papa kok " ucap Ana tersenyum


tanpa galih dan Ana sadari ada empat pasang yang melihat mereka dan turut bahagia untuk mereka.


" duuhh so sweet banget sih mereka " kata Fitri lirih tapi masih bisa di dengar Rio


" Lo mau juga kaya mereka " kata Rio di jawab anggukan oleh Fitri. Fitri langsung kabur saat menyadari perkataannya. lucu banget sih dia.batin Rio


" lah kenapa tu anak " kata Lia


Rio hanya mengedikkan bahu acuh lalu masuk ke dalam vila


" dah masuk Lo mau jadi nyamuk disini " kata Rian


" ya gak lah " kata Lia langsung masuk dan di ikuti Rian


saat ini Ana dan galih sedang duduk di bangku taman dengan Ana menyenderkan kepalanya di bahu galih.


" makasih ya " kata Ana


" buat apa "


" buat kejutan yang kamu siapin buat aku "


" sama-sama "


" eh kok kamu tau warna favorit aku "


" tau donk "


" iya dari siapa "


" ada deh "


" ihh ngeselin ya " kata Ana mencubit lengan galih


" aww sakit tau " ucap galih pura-pura


" eh sory-sory " ucap Ana langsung memegang bekas cubitannya


" duh maaf ya " ucap Ana merasa bersalah menatap galih


" gak papa kok " ucap galih tersenyum


" oh ya ada hadiah buat kamu " sambung galih mengambil sesuatu dari saku jaketnya dan memberikan nya pada Ana


" Apa ini " tanya Ana

__ADS_1


" buka aja "


" wahhh indah banget " ucap Ana takjub saat tau apa isi kotak yang diberikan galih


" kamu suka "


" suka banget, kamu kok tau aku Langi pengen ini "


" tau dong sini aku pakaikan " Ana mengangguk dan memberikan gelang tersebut pada galih


" cantik "


" makasih " ucap Ana tersenyum


" gelangnya maksud aku " goda galih


" oohhh " ucap Ana menunduk malu


" gelangnya makin cantik kalo kamu yang pakai " bisik galih membuat pipi Ana merona


" apaan sih kamu " ucap Ana mendorong kepala galih dari pundaknya


" jadi kita resmi pacaran ya " kata galih


" iya " ucap Ana tersenyum


" oh ya aku minta nomer ponsel kamu dong "


" emang kamu udah punya ponsel "


" udah donk " kata galih menunjukkan ponselnya kepada Ana


" wah ponsel baru nih, pasti mahal "


" ini ponsel gak ada harganya kalo gak ada nomer orang yang aku sayang "


" apa sih gombal Mulu dari tadi " kata Ana malu


" ih siapa juga yang gombal "


" udah diem sini ponselnya " kata Ana meminta ponsel galih dan mengetik nomernya langsung memanggil nomernya


" nih udah aku save ya nomer ku "


tak terasa hari semakin larut angin di halaman semakin dingin.galih yang melihat Ana kedinginan melepas jaketnya memakaikan untuk Ana. Ana menoleh pada galih, perasaan Ana sangat senang dapat perhatian dari galih


" udah masuk yuk, diluar dingin " kata galih


" nanti kamu sakit " sambung galih


" iya ayo masuk " ucap Ana bangki dari kursinya di ikuti oleh galih.sampai di dalam vila sudah sepi mungkin teman-temannya sudah istirahat di dalam kamarnya masing-masing. galih mengantarkan Ana sampai depan pintu kamarnya.


" ini jaket kamu " kata Ana hendak melepaskan jaketnya


" gak usah kamu pake aja "


" tapi kamu nanti kedinginan "


" aku kan cowo gak papa "


" bener "


" iya " ucap galih tersenyum


akhirnya mereka masuk kamar masing-masing istirahat dengan perasaan yang sama-sama senang.


yeyyyy akhirnya galih sama Ana jadian jangan lupa like dan komennya ya


huh part ini adalah part yang terpanjang yang aku tulis.😅😅😅 jadi curhat

__ADS_1


ok sampai jumpa di part selanjutnya 🤗🤗


__ADS_2