Biarkan Kami Bersama

Biarkan Kami Bersama
kekhawatiran galih


__ADS_3

tok...tok...tok


" Bu...ibu di dalem "


" iya nak masuk aja " ibu terkejut mendengar suara galih langsung menghapus air matanya dan menyembunyikan foto yang ia pegang di bawah bantal


" ibu gak papa " galih duduk di sebelah ibunya, melihat sang ibu gugup seperti ada yang di sembunyikan


" ibu gak papa sayang " ibu tersenyum


" oh ya kenapa kamu ke sini...emang kamu gak kerja " ibu mengalihkan pembicaraan


" aku cuma mau liat ibu karna akhir-akhir ini ibu sering di kamar, aku libur Bu hari ini " khawatir galih


" ibu cuma kecapean aja " menenangkan galih


" mending ibu gak usah kerja lagi, aku gak mau liat ibu kecapean lagian gaji aku cukup kok buat keseharian kita "


" kamu kok gak pergi sama Ana dan juga udah lama dia gak ke sini "


" emm...dia lagi sibuk Bu "


" tapi hubungan kamu sama Ana baik-baik aja kan "


" i-iya Bu baik-baik aja kok " gugup galih


maafin aku Bu harus bohong tentang Ana.batin galih


" syukurlah...ya udah ibu mau ke toilet dulu " ibu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi meninggalkan galih yang masih di kamarnya, setelah mendengar pintu kamar mandi tertutup karna merasa ganjal dengan sikap ibunya akhir-akhir ini galih mencari sesuatu yang mungkin menjadi penyebab ibunya seperti ini,


galih melihat ada sesuatu di bawah bantal karna penasaran dia mengambilnya.


laki-laki ini siapa keliatannya Deket banget sama ibu trus kenapa mata dan hidungnya mirip sama aku... jangan-jangan dia...


karna merasa curiga galih mengambil gambar foto tersebut dengan ponselnya.


ceklek...pintu kamar mandi terbuka galih buru-buru menaruh foto tersebut pada tempat semula


" kamu masih di sini nak " ibu berjalan mendekati galih

__ADS_1


" ah ya Bu... emm aku mau pamit keluar sebentar ya "


" mau kemana kamu "


" tadi Rio telpon mau ngumpul katanya " kata galih karna tak merasa curiga ibu galih pun mengizinkan galih pergi.


saat ini galih sedang mengendarai motornya menuju tempat di mana ia ingin bertemu dengan kedua sahabatnya karna sebelum ia pergi galih sempat menghubungi Rio dan Rian untuk bertemu. saat di tengah perjalanan galih melihat ada sekumpulan anak muda sedang mengganggu seorang gadis, galih pun menghentikan motornya.


" hey lepasin tuh cewe " teriak galih turun dari motornya


" siapa Lo mau kita lepasin ne cewe " pemuda A


" iya jangan jadi pahlawan kesiangan Lo " pemuda B


" lepasin klo gak w bakalan telpon polisi " ucap galih akan mengambil ponselnya


bukk...karna tak waspada galih kena tendangan pemuda itu di bagian perut galih mundur beberapa langkah.


" wah ngajak gelut Lo " kata galih langsung menyerang pemuda tersebut akhirnya terjadi perkelahian tiga lawan satu, galih menang karna ia pandai beladiri dan para pemuda itu kabur sementara gadis yang di tolong galih duduk menangis menyembunyikan wajahnya di lututnya.


" ampun....ampun jangan sentuh saya " gadis itu histeris saat pundaknya di sentuh galih


" udah sekarang kamu aman... jangan nangis lagi " galih mengelus punggung Ana menenangkannya. " aku takut " Ana masih terisak di pelukan galih.


" kamu kok malem-malem disini mau kemana "


tanya galih setelah pelukannya terlepas, galih memakaikan jaketnya pada Ana karna lengan baju Ana sobek.


" aku tadi abis dari taman trus mau pulang nunggu ojol di sini "


" kamu kok nekat sih sendirian " sentak galih khawatir


" maaf aku cuma mau nenangin pikiran aku " lirih Ana menunduk


galih menghela nafas panjang lalu memeluk Ana " maaf aku bentak kamu "


pelukan ini yang aku rindukan, nyaman sama kamu gak bisa ada yang gantiin makasih kamu masih khawatir sama aku.batin Ana nyaman di pelukan galih


" ya udah aku anter kamu pulang "

__ADS_1


galih pun mengantarkan Ana pulang setelah mengirim pesan kepada kedua sahabatnya, galih yakin kedua sahabatnya itu sedang menggerutu karna dia membatalkan janjinya.


Ana sangat nyaman memeluk galih bersandar pada punggung lebar galih, begitu pun dengan galih sangat merindukan pelukan Ana.


seandainya waktu bisa berhenti saat ini aku inggin menikmati posisi ini.batin keduanya


" An udah sampe "


" eh iya " Ana terkejut saat galih memegang tangannya tersenyum canggung kepada galih dan turun dari motor. galih n ikut turun mengantarkan Ana.


tok..tok...tokk


" ya siapa... Masya Allah sayang kamu kenapa " mama Ana langsung memeluk putrinya yang terlihat berantakan


" Ana tadi hampir di jahatin orang Tante " jelas galih


" benar itu sayang " Ana hanya mengangguk di pelukan sang mama


" siapa ma..." tanya papa dari belakang mama


" kamu ngapain kamu di sini " tanya papa pada galih dengan nada tak suka. mendengar ucapan sang papa Ana merasa tak enak hati kepada galih, belum sempat mama buka suara sudah di potong galih


segitunya gak suka sama w.batin galih mendengar ucapan papa Ana


" maaf om saya hanya mengantarkan Ana, saya Pamit dan maaf kalau kedatangan saya mengganggu om " kata galih sopan


" saya permisi Tante,om, Ana "


" iya terima kasih sudah mengantar Ana "


" sama-sama Tante " setelah mengucapkan itu galih pergi meninggalkan rumah Ana


sepeninggal galih dari rumahnya mama Ana membawa Ana masuk melewati papa Ana begitu saja.


" kamu kenapa dek " kata Panji hendak turun tangga melihat mamanya merangkul Ana


" kak bawa adik kamu masuk mama mau bicara sama papa " mama Ana melirik papa


Panji pun menuruti perintah sang mama membawa Ana ke kamarnya. mama Ana berjalan ke kamarnya dan di ikuti papa Ana di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2