
" emmm....." Ana mengerjapkan matanya melihat sekelilingnya ternyata ia sudah di kamar rawatnya. melihat Ana siuman galih pun berhenti membaca Alquran nya
" sudah bangun hemm..... minum dulu " Ana mengangguk tersenyum saat galih mengusap kepalanya, ia memberikan minum pada Ana.
" Ana.... Alhamdulillah Lo udah sadar " Lia dan fitri tersenyum menghampiri Ana.
" eh kalian masih di sini " lirih Ana
" iya kita nunggu Lo sadar "
" aw..." rintih Ana saat kedua sahabatnya memeluknya
" eh.... sorry saking senengnya "
" gak papa kok "
" kalian ini gimana sih..." omel galih
" ya ....maaf kan lupa " Lia dan Fitri merasa bersalah.
" gak papa lih..."
" tapi kan sayang...." ucapan galih terhenti melihat Ana memasang wajah imut nya
__ADS_1
mereka berbincang tapi tak berapa lama Lia dan Fitri pamit undur diri karna hari sudah malam, pintu ruang rawat Ana terbuka dari luar mata Ana dan galih menatap ke arah pintu yang terbuka mereka melihat orang tua dan Panji masuk kedalam.
" alhamdulilah.....kamu sudah sadar sayang " mama Ratih menghampiri Ana, ia menitikkan air mata melihat Ana.
" jangan nangis donk ma....aku udah gak papa kok "
" alhamdulilah dek .....kamu udah sadar " senang Panji mengelus kepala Ana
seminggu sudah Ana di rawat di rumah sakit tak pernah sekalipun galih pergi lama dari sisi Ana, membuat kedua orang tua Ana yakin galih adalah laki-laki baik untuk Anaknya. tak jarang sahabat Ana mampir untuk melihat per kembangan kesehatan Ana.
hari ini Ana sudah di perbolehkan pulang Karena keadaan Ana sudah mulai membaik dan luka jahitannya sudah mulai mengering, mama Ratih sedang membereskan barang-barang Ana, Ana sudah siap untuk pulang ia sudah sangat bosan dengan suasana di rumah sakit ia rindu rumah.
" sudah siap...." galih masuk ke dalam kamar rawat Ana
" terimakasih dan maaf ya Galih....Karana selalu merepotkan kamu "
" gak papa kok mah...." galih sudah tak canggung lagi kepada mama Ratih karena memang beliaulah yang menyuruh galih untuk memanggilnya dengan sebutan mama dari beberapa hari yang lalu.
" ya sudah... ayo kita pulang " galih membantu Ana berjalan dengan memapahnya, sebenarnya Ana bisa jalan sendiri tapi galih tak mengizinkannya
sampai di depan rumah sakit sudah ada mobil galih yang di kemudikan oleh supir pribadi keluarga Permana. galih membukakan pintu untuk Ana di kursi penumpang setelah memastikan Ana masuk barulah ia masuk, mama Ratih sudah duduk di kursi sebelah pengemudi.
setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit sampailah di rumah Ana. galih pun membangunkan Ana yang tertidur di pundaknya, mama Ratih sangat senang melihat cara galih membangunkan Ana dengan sangat lembut.
__ADS_1
" eh... maaf aku ketiduran "
" gak papa....udah sampe yuk turun " mereka pun turun dari mobil berjalan ke rumah saat membuka pintu Ana terkejut melihat dekor yang indah dan para sahabatnya di sana menyambutnya
" surprise..... " teriak orang yang ada di dalam rumah Ana
" kalian...." Ana menatap para sahabatnya lalu beralih kepada Galih yang tersenyum dan mengangguk padanya
" selamat datang di rumah...." menggiring Ana masuk lalu duduk di sofa ruang tamu, mama Ratih sangat bahagia melihat persahabatan mereka.
" makasih ya kalian semua...w Seneng banget "
" ya sama-sama...."
" Lo harusnya bilang makasih ke pujaan hati Lo tu " canda Rian
Ana mengerutkan keningnya bingung mendengar candaan Rian
" iya An....karna ini semua ide galih " Ana menatap galih yang duduk di sampingnya lalu memeluknya
" makasih ya "
" sama-sama " galih tersenyum mengusap kepala Ana
__ADS_1
" bucin terossss......" semua tertawa mendengar ucapan Rian