
*heiii allll.....
siapa nih yang kangen sama author eh salah maksudnya sama tulisannya πππ
budayakan like sebelum baca ok biar author lebih semangat lagi upnya ok....
happy reading all πππ
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ*
Ana terduduk lemas di depan ruang operasi memeluk sang mama erat tak hentinya menangis, tak hanya mamanya saja yang ada di sana ada ibunya galih pun tak hentinya menangis melihat keadaan putra nya.
" maafin Ana ya Bu hiks...hiks.."
" ini bukan salah kamu sayang, ini semua takdir " ibu Mira memeluk Ana " udah sekarang kita gak boleh nangis,kita doain yang terbaik buat galih ya " Bu Mira menghapus air matanya masih memeluk Ana.
mama Ana berdiri dari duduknya menghampiri suaminya yang nampak menyesal melihat putrinya menangis.
" papa lihat betapa Ana menyayangi galih " lirih mama Ratih tapi tak mendapat tanggapan dari pak putra tetap terdiam melihat Ana menangis membuat hatinya pun sakit.
ternyata dia anak baik dan ibunya pun sangat baik menerima kenyataan, ternyata aku salah melihat orang hanya dari luarnya saja.batin putra menyesal
lampu di depan ruangan operasi sudah mati menandakan operasi telah usai.
ceklek......pintu ruang operasi terbuka semua mata kearah dokter yang menangani galih keluar, Ana dan ibu galih langsung menghampiri dokter tersebut.
" bagaimana keadaan anak saya dok "
" iya dok gimana keadaan galih "
" Alhamdulillah... operasi berjalan dengan lancar hanya tinggal menunggu pasien sadar " ucap dokter tersenyum
" Alhamdulillah " semua orang mengucapkan syukur
" kalau begitu saya permisi "
" silahkan dok.... terimakasih " Ana dan ibu berbarengan
" sama-sama " dokter itu berlalu meninggalkan semua orang yang menunggu galih
ceklek.....pintu ruang operasi terbuka menampakkan dua perawat mendorong brangkar diatasnya seorang pemuda yang terbaring lemah belum sadarkan diri, semua mengikuti langkah perawat itu memindahkan galih ke ruang rawat inap, sampai di ruang rawat VIP nomer satu perawat itu meninggalkan ruangan tersebut, mengapa kamar VIP nomer satu yang di pilih pak putra karna ia menganggap tak ada bandingannya dengan pengorbanan galih menyelamatkan nyawanya kalau tak ada galih mungkin ia yang terbaring di sini selain itu supaya keluarga lebih nyaman menemani galih tidak bercampur dengan orang lain begitulah pikir pak putra.
" nak sebaiknya kamu pulang ya....ini sudah larut kasian mama papa kamu juga butuh istirahat " Ana mendengakan perkataan ibu galih melihat ke arah orang tuanya memang nampak lelah tapi ia juga tak mau meninggalkan galih.
" maaf Bu...boleh ya saya di sini nemenin galih " ucap Ana dengan tatapan memohon
" tapi nak...."
__ADS_1
" gak papa kok Bu..saya mengizinkan Ana menginap di sini menjaga galih " mama Ana tau ibu galih tak enak padanya
" baik kalau begitu " ibu galih tersenyum pada mama Ratih berjalan menghampiri kedua orang tua Ana. " terimakasih ya pak atas semua biaya yang bapak keluarkan untuk anak saya, insyaallah nanti akan saya ganti "
" gak usah Bu saya ikhlas.... justru saya yang harusnya berterimakasih karena galih mau menolong saya dan Ana, kalau tidak mungkin saya atau Ana yang ada di sini " tulus papa Ana
" terimakasih pak, Bu "
" sama-sama Bu, kalau begitu kita pamit pulang ya Bu besok saya ke sini lagi "
" sayang mama sama papa pulang dulu ya....yang sabar pasti galih akan baik-baik saja " mengelus kepala Ana
" iya ma " mencoba untuk tersenyum
setelah kepergian orang tua Ana untuk pulang kini tinggal Ana dan ibu galih di ruang rawat galih
" Ana ibu mau pulang sebentar ya mau ambil baju galih "
" ibu pulang sama siapa "
" ibu naik ojek aja nanti kesini lagi "
" duh ibu jangan sendirian Bu aku takut ibu kenapa-kenapa sebentar Bu aku telpon temen aku dulu "
Ana mengambil ponselnya dari dalam tas tapi ia bingung mau minta tolong siapa, ingin menelpon Rian atau Rio pasti mereka jadi panik mengetahui kalau galih kecelakaan, setelah berpikir Ana memutuskan untuk menghubungi Rendy, setelah menghubungi Rendy, Ana merasa lega ternyata ia juga di rumah sakit ini.
" ya Allah nak jadi ngerepotin " merasa tak enak hati
" gak kok Bu kebetulan dia ada di sini "
tok....tok....tok....ada yang mengetuk pintu kamar galih
" nah itu pasti dia....ayo Bu aku anterin "Ana pun berdiri menggandeng tangan ibu menuju pintu
ceklek.....betapa terkejutnya ibu galih melihat siapa yang datang, Ana pun bingung ternyata Rendy tak sendiri melainkan bersama dengan ayahnya.
*ngapain mas Galuh disini apa dia tau galih kecelakaan.batin Bu Mira menatap pak Galuh
kenapa expresi ibu gitu ya liat om Galuh.batin Ana bingung dengan ibu galih*
" eh ada om juga " Ana membuka suara
" emmm i-iya " gugup pak Galuh
" om kesini lagi jenguk orang kah "
" iya kita tadi jenguk temen papa....karna Lo telpon jadi papa ikut deh ke sini sekalian mau jenguk temen Lo " alasan Rendy yang tau papanya bingung hendak jawab apa
__ADS_1
" silahkan om...tapi dia belum sadar "
pak Galuh Pun masuk ruangan itu sebelum Ana masuk tangannya di tarik Rendy, Rendy membawa Ana duduk tak jauh dari ruang rawat galih.
" sorry ya kak ngerepotin Lo "
" gak papa kok nanti sekalian w pulang ....Lo mau coffie " tawar Rendy
" boleh...w juga ngantuk nih tapi mau jagain galih "
" segitu sayangnya Lo sama galih itu "
" sayang banget kak nyaman banget w sama dia, klo sama dia rasanya w tenang dan damai...bahkan dia rela ngorbanin nyawanya buat w "
segitu cintanya Lo dek sama Ana.... dibandingkan sama Lo, w gak ada apa-apanya buat rebut Ana dari Lo, w ikhlasin Ana buat Lo asal kalian berdua bahagia.batin Rendy melihat betapa besarnya cinta Ana dan galih.
" emm....ya udah w ke kantin dulu " Rendy pergi meninggalkan Ana duduk sendirian.
tak lama Rendy meninggalkan Ana mendengar ada suara sedikit ribut di ruangan galih, Ana berjalan menghampiri ruangan galih kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup rapat, Ana dapat melihat apa yang terjadi di dalam ternyata ibu galih dan om Galuh sedang berdebat
" mas aku minta sama kamu jangan kemari lagi... walaupun hubungan kita sedikit membaik tapi aku mohon jangan beritahu galih tentang kebenaranya bahwa kamu itu ayah kandungnya " Ana terkejut menutup mulutnya mendengar kenyataan bahwa galih dan Rendy adalah saudara, karna tak ingin ketauan Ana kembali duduk dan menunggu Rendy.
" tapi mengapa....aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita karna kesalahanku dimasa lalu "
" aku mohon mas....nanti bila saatnya sudah tepat dan galih sudah sehat seperti biasa baru aku yang akan mengatakannya "
" baiklah jika itu mau mu....aku akan sabar menanti "
Bu Mira dan pak Galuh keluar dari kamar inap galih, Rendy melihat itu pun langsung berdiri begitupun dengan Ana.
" ayo ren kita pulang " ajak pak Galuh
" Ana ibu pulang dulu nanti ke sini lagi ya gak papa kamu sendirian di sini "
" iya Bu gak papa kok "
akhirnya ibu galih pulang bersama dengan pak Galuh dan Rendy, tinggallah Ana sendiri di ruangan itu, Ana menarik kursi dibawah brangkar galih untuk ia duduki.
" galih kapan kamu sadar lama banget sih, kamu kan janji sama aku kita akan sama-sama lewatin semua masalah yang ada...betah banget sih kamu tidur apa ada bidadari disana yang nemenin kamu jadi kamu gak mau bangun ini udah hampir pagi tau....tapi tenang aja kamu gak sendirian di sini ada aku yang nemenin kamu jadi jangan khawatir " Ana terus bicara seakan galih mendengarkannya
Ana memposisikan kepalanya di sebelah kepala galih jarinya terus menggenggam tangan galih tak terasa matanya berat dan mengantuk sehingga ia terlelap dengan posisi seperti itu
***thanks ya yang udah mampir dan slalu nungguin aku up....
love banyak banyak deh buat kalian β€οΈβ€οΈβ€οΈ
jangan lupa like, vote dan komen ya....
__ADS_1
tbc***