
di rumah Ana....
mama Ratih sedang menikmati waktu luangnya dengan menata tanaman-tanaman kesayangannya di halaman belakang, ia sering menghabiskan waktu di sini setelah suami dan anak-anaknya sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.
" mah...."
" iya kak.....mama di belakang "
Panji menghampiri sumber suara mamanya, ia tersenyum melihat mamanya yang usianya sudah tidak muda lagi tapi masih bergerak aktif.
" kenapa kak...."
" Ana belum pulang mah ??? "
" belum kak " jawab mama menata bunga mawar merah kesukaannya.
" masa udah jam segini belum pulang....gimana sih galih " kesal Panji
" tenang aja kak, mama percaya galih pasti akan menjaga Ana dengan baik "
" iya sih ma tapi...."
" udah gak usah berpikiran negatif....sekarang kakak makan sana mama mau bersih-bersih dulu kotor nih " menunjukkan pakaiannya yang terkena tanah.
melihat sikap mamanya begitu santai masalah Ana, Panji jadi kesal sendiri ia memutuskan untuk makan dan bertekad jika sampai 2 jam lagi Ana tak kunjung kembali ia akan menyusul Ana biar saja ia dikatakan posesif pada adiknya karna ia tak mau terjadi sesuatu pada adiknya.
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏπΏ
di gedung perusahaan yang menjulang tinggi di sebuah ruangan ada seorang pemuda sedang menatap kearah kaca besar di hadapannya yang memperlihatkan pemandangan kota dari ketinggian.
ku rasa ini sudah keputusan yang tepat, aku ingin menjauhinya....aku ingin mereka bahagia dan aku ingin melupakan perasaan ku dengannya.
" Rendy...." ia terkejut mendengar suara bariton memanggilnya dan menoleh kebelakang melihat orang yang memanggilnya.
" iya pa...." ia berjalan kearah sang papa yang tengah duduk di sofa ruangannya
" apa keputusan mu sudah bulat "
" sudah pa...aku akan bersama Oma di Jepang dan meneruskan pendidikan ku di sana sekaligus membantu opa menghendle perusahaan disana "
pak Galuh menghela nafas pasrah dengan keputusan putranya. " baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu papa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu " menepuk pundak Rendy
" setelah pernikahan papa dengan Bu Mira dilaksanakan "
" baiklah.....papa harus pergi ada meeting dengan perusahaan H " Rendy mengangguk pak Galuh pun meninggalkan Rendy.
Rendy pun berjalan kau duduk di kursi kebesarannya mengerjakan pekerjaannya yang tertunda, saking seriusnya dengan dokumen-dokumen yang ada di hadapannya tak terasa sudah waktunya makan siang ia baru ingat akan menghubungi seseorang. Rendy mengambil ponselnya disaku jasnya dan memulai panggilan teleponnya, setelah memastikan ia pergi menemui orang itu.
π·π·π·π·π·
sampainya Galih mengantarkan Ana pulang ia langsung di brondong pertanyaan oleh Panji, dengan santainya Galih menjawab jujur apa adanya. Ana merasa lega karena Panji mempercayai semua jawaban Galih dengan catatan jika pergi dengan Ana jangan sampai telat mengantarkan Ana pulang sesuai jam yang di sepakati.
__ADS_1
" telpon dari siapa ??? " tanya Ana setelah galih menutup panggilannya
" dari bang Rendy dia minta ketemuan "
" ohhh...sekarang udah manggil bang nih " goda Ana
" ya kan memang sepatutnya dia kan Abang aku "
" iya deh iya...." Na tersenyum senang ternyata galih memang sudah menerima kenyataan buktinya ia memanggil Rendy dengan embel-embel bang
" ya udah aku mau pergi dulu ya....kamu istirahat pasti cape "
" gak mau aku temenin nih...."
" gak usah....pasti kamu cape abis perjalanan jauh " tentu saja itu hanya alasan galih agar Ana tidak ikut dengannya, sebenarnya ia masih cemburu jika Ana bertemu dengan Rendy yang jelas menaruh hati pada Ana.
Galih pun pergi meninggalkan rumah Ana menuju tempat dimana ia dan Rendy sepakati untuk bertemu.
π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈ
***Hari ini duoble up ya...
thanks ya buat yang udah setia mampir and menunggu up dari author yang pemula ini love banyak-banyak buat kalian...π§‘π§‘π§‘π§‘
jangan lupa like, vote dan komen ya....
__ADS_1
see uππ
tbc***