Biarkan Kami Bersama

Biarkan Kami Bersama
part 54


__ADS_3

hari demi hari berlalu hubungan Ana dan galih masih sama bagaikan bermain petak umpet, jika sedang jalan berdua sering takut ketahuan oleh orang lain tak jarang Panji juga membantu Ana dan galih untuk mencari alasan agar mereka bisa jalan bersama.


tepat hari ini setahun sudah berlalu galih sudah menggantikan Rendy menjadi ketua OSIS tapi sialnya Rina lah yang menjadi wakilnya walau sudah tau Ana dan galih pacaran ia tak gentar untuk mendapatkan perhatian galih itu yang membuat galih jengah jika berdekatan dengannya, akhir-akhir ini galih sedang sibuk menyiapkan acara wisuda kelulusan hingga tak ada waktu untuk Ana.


" Ana " panggil Rendy


" iya kak....kenapa ??" jawab Ana tanpa mengalihkan pandangannya dari galih yang sedang berbicara dengan Rina.


" kalau w ngomong itu lihat sini dong " tapi tak di gubris oleh Ana, Rendy pun mengikuti arah pandang Ana membuat amarah Rendy memuncak


" kenapa sih An, sikap Lo gak berubah sama w " nada bicara Rendy agak tinggi membuat Ana terkejut dan beberapa siswa menjadikan Rendy dan Ana pusat perhatiannya


" maaf ya kak, berapa kali w bilang sama Lo sikap w akan terus kaya gini karna w anggep Lo itu sekedar kakak gak lebih, kita bisa Deket tapi sebatas debang gak lebih klo Kaka minta lebih maaf w gak bisa karna hati w udah ada yang punya " karna sudah jengah dengan sikap Rendy yang semaunya dan pemaksa, setelah mengungkapkan isi hatinya yang selama ini ia pendam Ana berlalu meninggalkan Rendy, ia seperti melihat sisi lain Ana yang biasanya selalu sabar dan menuruti apa maunya menjadi tegas dan tak terbantahkan.


emang gak ada kesempatan buat w dapetin Lo Ana.batin Rendy menatap punggung Ana menjauh.


Ana menangis di bangku taman belakang sekolah untuk menenangkan dirinya karna ia sudah lelah dengan semuanya.

__ADS_1


" jangan nangis....aku sakit liat kamu nangis " ucap pria itu memeluk Ana dari belakang. Ana membalikkan badannya langsung memeluknya erat setelah tau siapa pemilik suara tersebut.


" aku cape ....." Isak Ana di pelukannya


" syuttt....kita pasti bisa lewatin ini semua, jangan nyerah kita hadapin ini bareng-bareng ya " tangis Ana mulai reda mendengar ucapannya dan melepaskan pelukannya menatap orang itu tersenyum hangat padanya


" senyum donk...nanti manisnya ilang di bawa semut gimana "


" mau aku cemberut juga tetep manis " ucap An masih cemberut


" gombal..." Ana memalingkan wajahnya


" beneran....kamu itu cantik hati dan parasnya "


" udah ah gak usah gombal aku marah sama kamu "


" loh kok jadi marah sama aku "

__ADS_1


" iya lah kamu beberapa Minggu ini sibuk gak ada waktu buat aku, tapi giliran sama nenek Lampir itu ada waktu "


" cemburu ya.... maaf ya aku gak ada waktu buat kamu karna aku sibuk ngurusin persiapan kelulusan anak kelas 12 terus aku juga lagi bantuin ibu buat buka stend makanan, dan maaf aku belum ngomong sama kamu " jelas galih yang terlihat lelah mungkin kurang tidur pikir Ana


Ana langsung memeluk galih karna sudah berpikiran macam-macam tentangnya karna sibuk belakangan ini.


" maafin aku ya "


" gak papa sayang kamu gak salah " galih mengecup kening Ana


dari kejauhan ada dua pasang mata yang melihat kearah galih dan Ana, keduanya merasa kecewa karena tak ada harapan lagi untuk bersama orang yang mereka sayang, ternyata berjuang sendiri itu sangat melelahkan.


***terimakasih yang udah mau mampir 😘🙏


jangan lupa like, vote dan komen ya biar author lebih semangat lagi upnya...


tbc***

__ADS_1


__ADS_2