Biarkan Kami Bersama

Biarkan Kami Bersama
episode 22


__ADS_3

setelah sarapan Ana, galih dan teman-temannya memutuskan untuk packing barang mereka masing-masing. karna hari ini adalah hari terakhir mereka liburan di puncak. sisa waktu liburan Mereka akan di gunakan untuk kumpul dengan keluarga masing-masing. tapi sebelu pulang ke Jakarta mereka memutuskan untuk singgah di taman wisata alam gunung pancar.


taman wisata alam gunung pancar adalah salah satu tempat wisata hutan Pinus di puncak Bogor tempat yang eksotis dengan deretan hutan Pinus yang menjulang tinggi dan rapih serta daun-daun nya yang rindang membuat tempatnya terasa nyaman dan sejuk.


Terletak di ketinggian 800 MDPL taman wisata alam gunung pancar ini menyuguhkan pemandangan yang indah berupa hutan Pinus yang menjulang tinggi dan berjajar rapi serasa seperti di sebuah tempat di dongeng-dongeng.


" gimana udah beres semua " tanya galih pada Ana. " udah " jawab Ana


" oke semua sudah siap "


" gak ada yang ketinggalan kan " kata Rio pada teman-temannya


" ada Yo " kata Rian menghentikan langkah Rio hendak keluar vila. Rio pun berbalik menatap Rian seakan bertanya apa.


" yang ketinggalan momen kenangan galih dan Ana " kata Rian menggoda galih


" apaan sih Lo " kata galih memukul lengan Rian sedangkan Ana malu menunduk menyembunyikan wajahnya di lengan galih. galih yang mengerti Ana malu pun berjalan mengandeng Ana keluar vila.


" udah gak usah di dengerin omongan Rian " kata galih berbisik kepada Ana dijawab dengan anggukan kecil oleh Ana


sedangkan Rian terbahak melihat galih dan Ana berjalan keluar. temannya pun hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah Rian senang menggoda galih dan Ana


mereka semua berpamitan kepada mang Ujang yang telah selesai memasukkan barang mereka ke dalam bagasi mobil.


" kami pamit dulu ya mang " ucap Rio


" iya den hati-hati "


" kang Rudi hati-hati ya nyupirnya " kata mang Ujang pada supir yang membawa mobil anak majikannya


" siap mang, ya udah jalan dulu mang " ucap kang Rudi menjalankan mobilnya.


" kita jadi kan ke taman wisata alam gunung pancar " kata Lia antusias


" jadi " kata Rio mengangguk


" yes w gak sabar pengen liat pohon Pinus yang tinggi-tinggi " kata Lia senang


" seng banget ya Lo kayanya " kata Rian


" iya dong " kata Lia

__ADS_1


" dasar bocil "


" apa kata Lo "


akhirnya Lia dan Rio berdebat kembali sehingga Fitri memilih untuk mengambil earphone nya dan memasang di telinganya begitu pun dengan Rio melakukan hal yang sama seperti yang fitri lakukan daripada mendengarkan perdebatan Rian dan Lia sampai keduanya kelelahan dan diam dengan sendirinya.sedangkan galih dan Ana di bangku belakang sedang asik mengobrol tentang dimana mereka melanjutkan sekolahnya. di sepanjang perjalanan semua tertidur kecuali Ana dan galih, pasti nya supir dong kan gak boleh ngantuk wkwk 😅😅.


" lih indah ya " kata Ana pada galih saat melihat pemandangan kanan dan kiri kebun teh


" iya, kamu suka " tanya galih


" suka banget, malah nanti kalo aku udah sukses aku mau buat rumah pribadi disini " kata Ana bercerita


" kenapa buat rumah disini "


" pengen aja, soalnya udara di sini itu bebas polusi "


galih mendengarkan dan memperhatikan Ana bercerita. galih tersenyum senang Ana mau berbagi kisahnya. sampai Ana sadar kalau ia sedang di perhatikan galih.


Ana menoleh cepat menghadap galih dan terjadilah kejadian yang tak terduga pun terjadi, saat Ana menoleh menghadap galih tak sengaja bibirnya dan bibir galih menempel , Ana terkejut begitupun dengan galih, mereka saling memundurkan wajahnya masing-masing. ana menunduk malu


aduh kenapa jadi gini sih, jantung w berasa mau lepas.batin Ana


ya Tuhan tadi apa.batin galih masih terkejut memegang bibirnya


" mang Rudi gak ikut turun " kata Rio


" gak usah den mamang tunggu di sini aja, sambil ngopi mau istirahat dulu nanti nyetir lagi "


" oh oke deh mang kalo gitu saya turun dulu "


" iya den selamat bersenang-senang " kata kang Rudi


" sipp mang "


Rio pun turun dari mobil berlan menuju loket pembayaran tiket masuk. setelah mendapatkan tiketnya Rio menghampiri teman-temannya.


" udah yok masuk " ucap Rio langsung menggandeng tangan fitri.tentu saja Fitri kaget tapi dia juga senang


" ayo Li " kata Rian ingin mengandeng tangan Lia


" eh apaan tangan Lo " kata Lia terkejut saat Rian hendak memegang tangannya

__ADS_1


" ya elah Lia, kita kan temenan dah lama masa iya pegang tangan aja gak boleh " sebelum Lia menjawab perkataan Rian, Rian sudah menarik tangan Lia terlebih dahulu mau tidak mau Lia mengikutinya


sedangkan Ana dan galih berlan beriringan mengikuti langkah teman-temannya.


duh jadi canggung begini sih.batin Ana dan galih bersamaan.


akhirnya galih memberanikan diri untuk menggandeng tangan Ana. Ana terkejut tapi ia tidak menolak tangannya digandeng galih.


" maaf ya " kata galih


" maaf kenapa "


" emmm soal tadi yang di mobil "


" iya gak papa "


" beneran tadi aku gak sengaja " kata galih bersalah


" gak papa kok tadi aku nya aja yang gak liat kalo kamu lagi ngadep aku "


" beneran gak marah " kata galih di jawab anggukan dan senyuman manis oleh Ana.


mereka. pun berjalan-jalan menikmati pemandangan hutan Pinus yang menjulang tinggi dan berjajar rapi serta rimbun.


mereka merasa lelah setelah berjalan mutuskan untuk istirahat melepas lelah dan lapar di tempat makan yang sudah di sediakan di sana.


setelah melepas penat dan mengisi perut mereka memutuskan untuk kembali berjalan menuju air terjun disana. saat sampai di air terjun mereka berpisah Rio dengan Fitri, Rian dengan Lia, dan galih dengan Ana


Ana sangat kagum dengan pemandangan yang ada di depan matanya.sehingga tak sadar jika galih mengambil gambarnya.


galih tersenyum melihat hasil foto yang dia ambil dan ia memilih duduk di atas batu besar di pinggiran air terjun menikmati keindahan tempat tersebut. Ana yang melihat galih duduk langsung menghampirinya dan duduk di depan galih. galih. belum sadar jika Ana sudah duduk di hadapannya sehingga Ana diam-diam mengambil gambar galih. Ana tersenyum melihat hasil potret nya.


" lagi liat apa kamu " ucap galih yang melihat Ana tersenyum melihat ponselnya


" gak gak liat apa-apa kok " ucap Ana tersenyum pada galih


" kayanya udah sore ini, gimana kalo kita pulang takut kemalaman sampai Jakarta "


" ya udah aku telpon si Fitri dulu " kata Ana


" ya aku juga telpon Rian "

__ADS_1


setelah menelpon temannya Ana dan galih pun bergegas ke tempat yang mereka setujui untuk berkumpul. setelah berkumpul semua mereka memutuskan untuk meninggalkan taman wisata itu.


jangan lupa like dan komen ya


__ADS_2