
malam ini keluarga Permana sedang berada di salah satu hotel bintang lima milik keluarga Permana untuk makan malam bersama. keluarga Permana adalah salah satu keluarga terpandang di negeri ini sebagai pengusaha yang sukses dan memiliki beberapa cabang anak perusahaan di luar negeri.
dengan ramah para pelayan menyambut tuan Galuh dan keluarganya saat tiba diruang VIP khusus untuk keluarga Permana. pak Galuh dan Rendy masuk kedalam ruangan dengan ekspresi wajah datarnya tanpa membalas sambutan mereka berbeda dengan Bu Mira dan galih yang tersenyum pada para pelayan tersebut.
" selamat menikmati hidangan yang kami sajikan tuan " ucap kepala koki
" ya terimakasih " singkat pak Galuh
" jika ada yang kurang beri tau saya, agar saya memperbaiki lagi " pak Galuh hanya mengangguk dan mengangkat tangan kanannya menandakan bahwa sudah cukup lalu kepala koki dan beberapa pelayan meninggalkan ruangan itu.
" ayo sayang di makan " pak Galuh pada Bu Mira dan galih, galih menatap ayahnya bingung ia bingung dengan sikap ayahnya tadi di depan para pegawainya wajahnya sangat datar berbeda dengan saat ini.
" kamu jangan bingung nak....tak jarang pemimpin seperti ayah harus bersikap seperti tadi menandakan kita tak mudah di tindas atau di permainkan....karna dalam dunia bisnis tak jarang banyak yang mempermainkan kita atau menipu kita jadi kita jangan mudah untuk percaya kepada sembarang orang " Galih hanya mengangguk paham mendengar perkataan ayahnya
mereka pun memakan makanannya di selingi obrolan serta candaan Galih senang melihat ibunya tertawa lepas sudah lama ia tak melihat ibunya tertawa lepas seperti itu ia menatap Rendy sepertinya merasa senang berada ditengah suasana hangat keluarga, sesaat Galih mengingat kembali percakapan dengan Rendy siang tadi.
*aku ingin kamu menjaga ayah dan ibu selama aku tak ada di sini, aku ingin melanjutkan studi ku di Jepang sekaligus membantu opa menghendle perusahaan disana, aku ingin kamu mengizinkan papa untuk kembali dengan ibu mu aku ingin melihat papa bahagia sebelum aku pergi.
dan kau tak usah khawatir tentang perasaan ku terhadap Ana, karna aku sudah melupakannya aku ingin dia bahagia bersamamu tapi jika suatu saat nanti kau menyakitinya maka aku adalah orang pertama yang akan mengambilnya dari mu*.
__ADS_1
" nak...." galih tersadar dari lamunannya ketika Bu Mira menyentuh lengannya
" ah...iya Bu ada apa "
" kamu kenapa apa ada masalah " khawatir Bu Mira, galih menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.
" galih... ayah ingin menyampaikan sesuatu " semuanya terdiam mendengar apa yang akan di ucapkan pak Galuh. " galih niat ayah mengumpulkan kalian disini adalah ayah mau menikah ulang dengan ibu mu apakah kamu menyetujuinya nak " dengan tatapan penuh harap
" jika itu yang membuat ibu bahagia aku setuju yah " galih tersenyum mengangguk
" Alhamdulillah " semua orang merasa bahagia mendengar ucapan galih terutama Bu Mira dan pak Galuh.
" jadi kapan rencana ayah mau menikahi ibu "
mendengar perkataan ayahnya galih hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, obrolan terus berlanjut sambil menikmati makanan penutup yang sudah di sediakan
tring.....
***tringgg.....
__ADS_1
tringgg***.....ponsel galih berbunyi menandakan panggilan masuk, benar dugaannya pasti sang kekasih lah yang menelponnya. setelah meminta izin kepada ayah dan ibunya galih keluar dari ruangan itu untuk mengangkat telponnya.
" hai... assalamualaikum " ucap Ana di sebrang sana saat melihat wajah galih terlihat tampan malam ini
" waalaikumsalam...." galih pun menghindar tak mau menatap Ana
" kamu kenapa kok gak nata aku " bingung Ana
" pakai jaket kamu " Ana pun baru menyadari penampilannya ternyata Hani mengunakan tanktop yang memperlihatkan dadanya begitu menonjol
" udah...emmm maaf ya "
" iya lain kali jangan pakai baju seperti itu di hadapan aku ..... kecuali kalo udah halal ma gak papa "
" ya maaf...."
" heii jangan sedih.... aku cuma takut khilaf liat kamu pake baju kaya gitu....aku juga manusia biasa punya nafsu "
" iya....sekali maaf ya...oh ya kamu dimana kok rapi banget "
__ADS_1
" ah... maaf tadi gak ngabarin kamu...aku lagi di hotelnya ayah abis dinner "
mereka pun mengobrol asik hingga galih melupakan jika ada orang yang sedang menunggu kedatangannya.