
di sebuah tempat lapang hamparan rumput hijau menyelimuti tanah merah ada sepasang anak remaja yang sedang bermain layangan dengan senangnya. terlihat pemuda itu mengajari anak gadis itu cara untuk menerbangkan layang-layang dengan sangat sabar sampai gadis itu bisa menerbangkannya.
pemuda itu mendekati sang gadis yang terlihat senang karna layangannya berhasil terbang, memeluknya dari belakang.
" kamu senang " ucap pemuda
" selama bersama mu aku pasti akan selalu senang " tersenyum menoleh kearah sang pemuda
" aku janji kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan kita " melepas pelukannya beralih memegang benang layangannya,dengan tersenyum gadis itu memberikan layangannya
" indah ya....nama kita tertulis disana " gadis itu melihat layangan yang terbang tinggi di atas langit yang biru.
" iya ...."
" suatu saat aku pasti akan berada di sana, saat aku disana berjanji lah agar tidak menangisi ku "
sang pemuda mengerutkan keningnya mendengar perkataan sang gadis, entah mengapa perasaannya menjadi tak enak. tiba-tiba layangan yang pemuda itu pegang terputus benangnya, layangan itu terbang mengikuti arah angin yang berhembus dan sang gadis mengejar layangan tersebut.
" heiii....berhenti " pemuda itu terus mengejar dan meneriaki sang gadis agar berhenti tapi tidak di gubrisnya. gadis itu tetap berlari hingga tak menyadari di depannya jurang yang sangat curam ia terpeleset dan masuk ke dalam jurang itu
__ADS_1
" Anaaaa......" galih terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu keringat dingin bercucuran di dahinya. ia melihat jam dinding ternyata baru menunjukkan pukul lima subuh
" alhamdulilah....ternyata cuma mimpi tapi kok nyata banget ya " karena tak mau terus memikirkan mimpinya galih beranjak dari tempat duduk menuju kamar mandi, ia membersihkan tubuhnya lalu berwudhu untuk melakukan panggilan sang pencipta alam semesta.
selesai solat subuh galih tak lupa memanjatkan doa untuk orang tersayang yang ada di sekelilingnya setelah itu ia sempatkan untuk membaca Alquran untuk menenangkan hatinya yang gelisah.
selesai membaca Alquran galih mengambil ponselnya di atas nakas untuk menghubungi Ana, sudah berkali-kali ia menghubungi kekasih nya itu tapi tidak ada jawaban membuatnya khawatir tapi ia mencoba untuk tenang. galih melihat jam ternyata baru pukul enam mungkin Ana asih tidur pikir Galih.
Ting ....suara notifikasi ponsel galih menandakan pesan masuk buru-buru galih melihatnya seketika ia kecewa ternyata bukan dari orang yang ia tunggu kabarnya melainkan Rendy.
π₯: *bro w dah sampai dengan selamat sorry w baru ngabarin, salam ya buat papa sama ibu...jangan kangen Lo sama w hahaha
setelah membalas pesan dari Rendy ia menaruh ponselnya lalu turun untuk mengambil jus karena tenggorokannya butuh di segarkan.
" eh den tumben ke dapur pagi-pagi ada yang bisa bibi bantu den " sopan bi Sumi yang melihat anak majikannya membuka lemari pendingin
" gak usah bi.....saya cuma mau ambil minuman dingin aja kok " galih tersenyum ramah meninggalkan bi Sumi yang melanjutkan memasaknya untuk sarapan
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1
di rumah Ana
semua orang sudah berkumpul di meja makan siap untuk sarapan, hanya saja kurang satu orang yang belum berkumpul.
" di mana Ana ma??? "
" mungkin belum bangun kali pah..."
" tumben tuh anak belum bangun "
" ye papah kaya gak tau Ade aja klo udah tidur kaya kebo " canda Panji
" dasar kamu kak...."
" ya udah biar mama aja yang panggil Ana "
mama Ratih pun naik ke lantai atas menuju kamar Ana, sampai di depan kamar Ana beberapa kali mama Ratih mengetuk pintu kamar Ana namun tak ada jawaban dari sang pemilik kamar karna khawatir mama Ratih pun membuka kamar sang putri mencari keberadaan sang putri
" Anaaaaaa...." teriak mama Ratih
__ADS_1