
Dretzzz....
Dretzzz...
Dretzzz...
" halo assalamualaikum " Fitri mengangkat telponnya
"........................."
" iya Lo tenang aja w sama dia kok "
" ........................"
" iya sama-sama, assalamualaikum "
" dari siapa ???" tanya Lia setelah Fitri menutup panggilan teleponnya
" dari galih " mendengar Jawaban Fitri, Lia hanya berohria
Ana masuk mencari keberadaan sahabatnya setelah mengetahuinya ia pun menghampiri meja dimana ke dua sahabatnya duduk di ikuti Rendy.
" kalian udah pesen "
" belum An...kita nunggu kalian " kata Lia
" ya udah kalian pesen apa aja w traktir " kata Rendy
" wihhh....bener nih kak " Lia dan Fitri kompak
" iya "
__ADS_1
" gak usah kak kita bisa bayar sendiri kok " Ana merasa tak enak
" gak papa kok Ana sekali-kali w traktir kalian " kekeh Rendy
" bener ya kak gak akan nyesel ya "
" iya gak akan....duit w banyak tenang aja "
karna Rendy kekeh ingin mentraktir mereka mau tak mau Ana pun setuju, Lia dan Fitri yang memesannya, tak lama kemudian pelayan datang membawa semua pesanan mereka.
" kalian gak salah....." Ana terkejut dengan berbagi disert dengan porsi besar
" silahkan dinikmati " ramah pelayan
" ah iya mba terimakasih "
" iya An, kita tau Lo lagi sedih makannya kita pesen yang manis-manis biar mood Lo balik lagi " kata Lia
" udah Lo tenang aja kak Rendy gak keberatan kok....ya kan kak " kata Fitri pada Rendy
" iya tenang aja....udah sekarang kita nikmati ini " mereka semua menikmati makanan yang di pesan Lia dan Fitri.
❄️❄️❄️❄️
sementara di tempat lain tepatnya di sebuah gedung menjulang tinggi ada seorang pria yang usianya tak muda lagi tapi terlihat masih gagah sedang duduk di kursi kebesarannya.
tokk....tok ..tokk..
" masuk " ucapnya
" semua informasi yang tuan inginkan ada di map ini " kata orang suruhannya meletakkan map berisi dokumen di meja pria tersebut
__ADS_1
" baik.... terimakasih "
" saya permisi tuan " ucapnya mengundurkan diri dari ruangan atasannya tersebut.
sepeninggal sekertarisnya pria itu membaca informasi yang dia inginkan dengan teliti dan betapa terkejutnya dia mengetahui kenyataan
" sudah ku duga kau menyembunyikan sesuatu dari ku Mira saat kau berusaha menghindar dari ku....kenapa tak kau katakan Mira ada anak di antara kita.....dan betapa bodohnya aku meninggalkan mu, terlalu fokus kepada keluarga ku sehingga aku melupakanmu " ucapan yang keluar dari mulut pria tersebut mengisyaratkan penyesalan yang mendalam.
aku akan menebus semua kesalahanku dimasa lalu padamu Mira. pria itu berdiri menghadap kaca di ruangannya melihat pemandangan dari ketinggian mengingat pertama kali ia berjumpa dengan cintanya setelah sekian lama.
flasback on
ada seorang pria yang sedang menunggu jemputannya datang di sebuah cafe di seberang pasar, dari kejauhan ia melihat seorang wanita hendak menyebrang tapi tak menyadari ada kendaraan yang melaju kencang kearahnya. iya berlari dan menarik wanita itu ke tepi jalan untung saja ia tepat waktu lalu tidak entah apa yang terjadi dengan wanita itu.
" kamu tidak papa " kata pria tersebut pada wanita yang ada di pelukannya
" saya gak papa pak " melepaskan pelukannya
deg...mata mereka bertemu
" m-mas Galuh " ucapnya terbata
" M-mira " ucap Galuh senang. " ini benar kamu Mira " Galuh hendak memeluk Mira kembali tapi Mira mundur kebelakang bertanda menolak.
" maaf mas dan terimakasih sudah menolong saya " setelah mengucapkannya Mira langsung pergi meninggalkan Galuh yang mematung melihat kepergian Mira orang yang dia cintai.
" maaf pak saya terlambat " ucap sang supir mengagetkan Galuh. iya tersadar bahwa Mira sudah tidak ada di hadapannya.
sejak saat itu Galuh sering mendatangi cafe tersebut dengan harapan ia bisa bertemu kembali dengan orang yang sangat ia rindukan.
terbukti beberapa kali ia bertemu dengan Mira tapi Mira selalu menghindar darinya hingga ia memutuskan untuk mencari tahu tentang keberadaan Mira melalui orang suruhannya.
__ADS_1
flasback off