
saat ini Ana sedang duduk merenung di taman belakang sekolah seorang diri karna masih pagi belum banyak siswa yang datang. mood Ana pagi ini benar-benar anjlok rasanya ingin menangis berteriak sekencang-kencangnya, Ana tak berangkat sekolah bersama galih melainkan di jemput Rendy dan itu yang membuat moodnya down belum lagi perkataan sang papa tadi malam.
flasback on
Ana masuk ruangan kerja papanya dengan penasaran apa yang akan di bicarakan sang papa dengannya.
" duduk sini sayang..." kata papa lembut pada Ana menepuk sofa di sebelahnya. Ana pun duduk di samping papanya dengan diam dan menunggu apa yang akan papanya sampaikan.
" Ana maafkan papa..." kata pak putra menjeda perkataannya. " papa minta kamu turuti permintaan papa kali ini, dan papa mau kamu sama Rendy bisa lebih dekat lagi " Ana bingung mendengar ucapan papanya. " karena kamu akan papa jodohkan dengan Rendy "
" apa pah....aku gak mau ya di jodohkan sama kak Rendy, lagian kan papa yang minta agar aku gak boleh aku pacaran kenapa jadi gini " protes Ana
" mau gak mau, kamu harus mau papa jodohkan " tegas papa Ana
" tapi...." belum sempat Ana menyelesaikan ucapannya sudah di potong sang papa. " tidak ada tapi-tapian, keputusan papa sudah bulat kamu harus mau sama Rendy " ucap papa putra dengan nada agak tinggi
" papa jahat, egois..." ucap Ana meninggalkan ruang kerja, menangis berjalan ke kamarnya
aku gak mau pisah sama kamu galih gimanapun caranya. batin Ana
flasback of
Ana menangis mengingat ucapan papanya yang tak mau di bantah, tiba-tiba Ana di kejutkan dengan adanya boneka dan coklat yang ada di samping wajahnya, Ana menengok kebelakang siapa yang membawa boneka dan coklat itu. Ana semakin terisak melihat siapa orang tersebut.
" eh kok tambah nangis " kata orang itu lembut lalu duduk di samping Ana lalu memeluknya. " kenapa Hem...apa aku ada salah " katanya, Ana hanya menggelengkan kepalanya masih terisak di dekapan orang itu. akhirnya dia membiarkan Ana menangis di dekapannya, setelah tenang Ana melepaskan pelukannya dan menatap sedih pada orang yang baru saja dia peluk.
" kenapa....kamu punya masalah " katanya menghapus sisa air mata Ana
__ADS_1
" gak kok.." ucap Ana memaksakan senyuman
" kalau punya masalah cerita sama aku " katanya bukannya menjawab perkataan orang itu Ana malah berhambur memeluk orang tersebut dengan erat, ia hanya membalas pelukan Ana dengan perasaan bingung.
" aku sayang kamu galih "kata Ana. " aku lebih sayang kamu " kata galih mencium kepala Ana, Yap orang itu adalah galih kekasih Ana
" maafin aku.....aku mohon apapun yang terjadi jangan pernah merubah perasaan kamu ke aku"
" kamu kenapa sih " kata galih bingung
" aku gak papa " kata Ana melepaskan pelukannya. " kok kamu tau Aku di sini " kata Ana mengalihkan pembicaraan
" taulah Karana perasaan aku kuat ke kamu "
" ih gombal " kata Ana tersenyum
" masa ..."
" iya..."
" iya deh iya percaya...udah yuk bentar lagi bel "
" ah gak mau kamu kan belum cerita kenapa kamu nangis "
" aku gak papa sayang tadi aku cuma sedih pacar aku cuekin aku dari semalem " pura-pura merajuk
" lah aku gak cuekin kamu ya, tadi malem itu kamu telpon aku udah tidur dan tadi pagi maaf aku gak kabarin kamu kalau aku gak bisa jemput kamu karena aku abis nganter ibu ke terminal mau pulang kampung "
__ADS_1
" oh gitu kirain..."
" kirain apa....aku lupa gitu sama kamu " Ana hanya mengangguk memasang wajah yang lucu. " gak mungkinlah aku lupa sama pacar aku yang gemesin ini " mencubit pipi Ana
" aww...sakit tau "
" sayang... sakit ya...." mengelus pipi Ana bekas cubitannya dengan jarak wajah yang lumayan dekat, pandangan mereka bertemu saling mengunci satu sama lain. entah keberanian dari mana galih mendekatkan wajahnya ke wajah Ana sampai akhirnya bibirnya menempel dengan bibir Ana, melihat Ana memejamkan matanya membuat galih semakin berani yang tadi tangannya di pipi Ana beralih di tengkuk Ana, dari hanya menempel galih berani *******
bibir Ana dan meny*s*pnya walau pun dengan amatir galih menc**m Ana karna Memeng ini pertama baginya, Ana tak membalas namun tak menolak saat bibirnya di nikmati oleh galih.
kringggg.....
galih dan Ana terkejut mendengar bell masuk berbunyi, galih dan Ana pun menjauhkan wajahnya satu sama lain.
" maaf " kata galih menatap Ana menundukkan wajahnya yang merona. " emm gak papa kok " Ana menoleh dan tersenyum, melihat senyum Ana yang lembut kepadanya berarti Ana tidak marah. karna sudah bell Ana dan galih bergegas meninggalkan taman belakang sekolah dengan bergandengan tangan tak lupa tangan Ana yang sebelahnya membawa boneka dan coklat pemberian galih.
*aduh setan mesum mana sih yang ngerasukin w sampe w berani cium Ana...eh tapi tadi...batin galih tersenyum membayangkan kejadian tadi
anggap tadi hadiah dari ku sebelum kita berpisah.batin Ana sedih melihat galih terus tersenyum*
***segini dulu ya guys...akankah Ana berpisah dengan galih...atau terus menjalankan hubungannya dengan galih...tunggu ya..
thanks yang udah mau mampir 🙏🤗
jangan lupa like, vote dan komen ya biar tambah semangat aku nulisnya😁🤣
tbc***
__ADS_1