Biarkan Kami Bersama

Biarkan Kami Bersama
part lima


__ADS_3

setelah izin pulang ke pemilik bengkel galih pun mengganti pakaiannya


duh tadi kok w berani banget bilang mau anterin dia,urung aja dia mau kalo nggak bisa malu banget w.batin galih


setelah ganti pakaian galih bergegas menemui Ana


" hey, maaf y lama." kata galih mengagetkan Ana yang melamun


" eh gak kok "


" ya udah ayo jalan tar keburu malem " ajak galih


langsung diiyakan Ana, mereka pun mengayuh sepedanya masing-masing.Ana di depan dan diikuti galih dari belakang yang menjaga Ana


disepanjang perjalanan baik Ana maupun galih sama-sama terdiam tapi tak luntur senyum malu-malu keduanya


sampai di depan rumah Ana, sudah ada mama Ana yang menunggu putri kesayangannya


" assalamualaikum " ucap ke duanya


" waalaikumsalam " jawab mama Ana


" sayang kamu udah pulang,darimana mana aja " khawatir mama


" trus ini siapa " sambung mama Ana melihat galih


" oh ini galih ma, temen Ana " kata Ana


" galih Tante." ucap galih mencium tangan mama Ana. sopan juga anak ini.batin mama Ana tersenyum


" ya udah kamu masuk dulu Ana bersih-bersih,kamu galih mau mampir dulu"


" maaf Tante gak usah saya langsung pulang aja " tolak galih halus


" loh kok buru-buru, ehh.." kata Ana langsung menutup mulutnya.aduh ni mulut main nyeplos aja kan jadi keliatan w pengen lama-lama liat dia.batin Ana


mama Ana menatap Ana dengan bingung


" iya soalnya kasian ibu di rumah sendirian,lagian udah mau magrib juga."


" oh ya udah kapan-kapan boleh main dong main kesini " kata mama melirik putri kesayangannya


" ya Tante saya permisi dulu "

__ADS_1


" hati-hati ya galih " ucap Ana melambaikan tangan ke galih


galih pun pergi dengan sepedanya meninggalkan rumah Ana


POV Ana


aku masuk ke dalam rumah dengan terus tersenyum sampai ke dalam kamar aku merebahkan tubuh ku di atas tempat tidur berukuran queen size menghadap langit-langit kamar ku


aku tak tau perasaan apa ini,sejak kejadian tadi pagi di koridor setiap aq melihat wajahnya selalu membuat ku senang,tapi bila berhadapan dengan nya aku sangat gugup jantungku berdetak lebih cepat


ya Tuhan apakah ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama. oh tidak aku langsung menggelengkan kepala ku gak mungkin kan aku jatuh cinta


aku langsung beranjak dari tempat tidur.aku memilih mandi dan merilexkan pikiran ku.setelah selesai mandi aku berganti pakaian piyama tidur tak lupa aku melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim


selesai menunaikan kewajiban ku,aku langsung keluar kamar karna perut ku sudah demo minta di isi,


sampai meja makan sudah ada mama yang menyiapkan makan malam


" eh sayang,sudah solat" tanya mama


" sudah ma, kakak sama papa mana "


" papa sama kakak masih di kamar paling sebentar lagi juga turun " kata mama


semua orang pun makan dengan tenang hanya ada suara sendok dan garpu beradu dengan piring.setelah makan malam papa dan kakak Ana santai di ruang keluarga sedangkan Ana dan mamanya membersihkan meja makan.Ana. yang sudah selesai membantu mamanya pun ikut duduk di sebelah kakaknya


" gimana hari pertama kamu sekolah Ana " tanya papa


" seperti biasa pa, malah tadi aku kesel banget sepeda aku tiba-tiba bocor " jawab Ana senyum-senyum mengingat diantar oleh galih


" kesel kok malah senyum-senyum gitu" kata papa


" gimana gak senyum-senyum kan tadi gara-gara sepedanya kempes bisa di anter temennya " goda sang mama


" ihh mama apaan sih " ucap Ana malu


" teman yang mana ma kok kayanya ana seneng gitu" tanya papa


" tadi si Ana dianter sama temen cwonya pa." jawab mama


" oh cuma temen kan de, gak lebih kan" tanya papa ke Ana. ( btw Ade panggilan di keluarga Wijaya untuk Ana )


" iya pa cuma temen orang baru kenal hari kok, dia itu anak baru di kelas aku, dia baik kok" jawab Ana

__ADS_1


" kok papa berlebihan gitu " sambung Ana


" ya gak papa, Papa cuma gak mau kamu pacaran dulu sampe kamu 17 tahun,"


" klo kamu pacaran takutnya nanti malah gak fokus sama pelajaran kamu" sambung papa


" ya de tu dengerin papa " kata kak Panji


" kaya Kakak aj belum pacaran sampe sekarang " bangga kak Panji


" ye itu mah, kakak aja yang gak laku huuu." jawab Ana meledek


" enak aja kakak ini banyak ya yang suka tapi kakak mau fokus kuliah dulu " bela Panji


" iya banyak yang suka semua dah Tante-tante " Ana yang sudah mau kabur langsung di cekal Panji dan diberi pelajaran sudah berani meledeknya. mama dan papanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anaknya


" apa kamu bilang "


" ha ha ha...ampun kak udah jangan di gelitikin lagi bisa ngompol aku ha ha ha" ucap Ana. Panji pun melepaskan Ana


" aduh kak sakit perut aku ketawa " ucap Ana mengerucutkan bibirnya


" lagian kamu klo ngomong..."


" klo ngomong bener.... kaburrrr" potong Ana langsung berlari kedalam kamarnya takut di amuk kakaknya lagi


" hei awas kamu de.." Panji hendak mengejar Ana langsung berhenti mendengar ucapan mamanya


" udah lah kak lagian sama adenya aja gtu "


" kamu mau kemana kok rapi gitu " tanya mama


" biasa ma anak muda mau pergi nongkrong sama temen-temen " jawab Panji


" ya udah sana pergi keburu malem, hati-hati pulangnya Jangan malem-malem." kata papa


yang diangguki oleh Panji langsung pergi


" bawa motornya jangan ngebut- ngebut." teriak mama yang di acungi jempol Panji bertanda sip


" sudah ma,ayo istirahat papa cape banget"


ucap papa langsung menggandeng isterinya masuk ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2