
setelah dari stand makanan milik galih, sepasang kekasih itu pergi ke suatu tempat dan di sinilah mereka berada di salah satu tempat wisata malam romantis di kota Bandung Caringin Tilu yang berarti beringin tiga. Caringin Tilu menawarkan panorama malam yang indah kota Bandung dari ketinggian, tempat ini menjadi tempat favorit di kalangan pemuda yang sedang kasmaran banyak tempat nongkrong yang asik dan pemandangan yang indah tentunya.
" lih...."
" iya....kenapa hmm " galih menoleh kearah Ana saat ini mereka sedang duduk di kursi pinggir tebing menikmati pemandangan malam yang indah di kota Bandung dari ketinggian.
" indah ya tempat ini...aku suka " Ana menyandarkan kepalanya di bahu galih
" iya di sini sangat indah dan nyaman apalagi sama kamu " galih terkekeh
" ih....gombal " apa ini saatnya.batin Ana
" emm....lih bagaimana dengan keluarga mu "hati-hati Ana bertanya
galih tersenyum ia tau maksud Ana keluarga adalah ayahnya dan Rendy " aku sudah menerimanya " enteng galih
Ana tersenyum merasa lega mendengar dengan mudah galih mengatakan menerimanya itu artinya galih benar-benar tulus menerima kenyataan.
__ADS_1
" kamu gak usah khawatir sekarang hubungan ku dengan mereka mulai membaik walaupun awalnya susah untuk menerima kenyataan ini, tapi benar kata mu bagaimana pun mereka tetap keluarga ku " jelas galih menatap ke depan, galih merasakan jika Ana semakin menelusupkan kepala di dadanya memeluk galih erat.
" aku senang jika hubungan kalian membaik " Ana semakin mengeratkan pelukannya, galih tau kekasihnya kedinginan karna tak ada persiapan untuk mereka berwisata di kota yang udaranya dingin saat malam, ia melepaskan jaketnya lalu memakaikan pada Ana
" kamu gimana dingin donk..."
" gak papa aku kan laki-laki jadi kuat sama udara dingin " huh ternya dingin juga ya tapi gak papa yang penting Ana hangat.
" maaf ya kita ke sini gak bawa persiapan " tak enak Ana mengambil tangan galih lalu menggosok-gosok nya. " hangat gak "
di sisi lain di sebuah rumah sederhana ada sepasang orang tua yang mengkhawatirkan anaknya belum juga kembali padahal malam sudah sangat larut.
" duh mas kok galih belum pulang ya..."
" coba kamu hubungi dia "
" ah ya ....kenapa aku tidak kepikiran "
__ADS_1
" ya karena yang ada di pikiran mu hanya aku "
" gr sekali kamu ..." Bu Mira Pun menelpon galih berkali-kali ia mencoba untuk menghubungi galih
๐halo assalamualaikum
๐ waalaikumsalam akhirnya kamu angkat nak...kamu dimana kok jam segini belum pulang, ayah kamu nunggu kamu dari tadi...
๐maaf Bu aku lagi di Bandung sama Ana....maaf aku lupa kasih tau ibu sampaikan maaf ku pada ayah
๐ya ampun kamu benar-benar ya.....geram ibu galih. kamu bawa pergi anak gadis orang apa orang tuanya sudah tau, kamu jangan macam-macam ya awas aja sampai kamu macam-macam
๐ tenang Bu orang tua Ana sudah memberikan izin....galih terkekeh di sebrang sana. ibu tenang aja aku gak akan macem-macem
๐ya udah klo gitu hati-hati jaga Ana ya... assalamualaikum.bu Mira menutup panggilan teleponnya.
Bu Mira pun meminta maaf pada pak Galuh karna galih ternya tak pulang malam ini padahal ada sesuatu yang akan di sampaikan oleh pak Galuh mengenai niatnya akan menikah ulang Dengan ibunya. Bu Mira senang mendengar niatan pak Galuh tapi ia juga harus minta persetujuan dari galih, sebenarnya mereka bisa saja langsung bersama karna sejatinya mereka masih sah secara hukum dan tidak ada kata cerai sebelumnya tapi di dalam agama sudah jatuh talak satu karna pak Galuh tidak memberikan nafkah lahir maupun batin pada Bu Mira belasan tahun lamanya.
__ADS_1