
" Anaaaaaa....." teriak mama Ratih
papa dan Panji langsung menuju kamar Ana karena mendengar mama Ratih berteriak. sampai di kamar Ana mereka melihat mama Ratih sedang menangis memangku kepala Ana tak sadarkan diri, Panji pun langsung mengangkat tubuh Ana berlari menuruni tangga di ikuti oleh mama Ratih dan papa putra.
dengan hati-hati Panji masuk mobil dengan Ana masih berada di gendongan nya. papa putra menjalankan mobilnya meninggalkan rumah menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan diatas rata-rata. mama Ratih yang duduk di sebelah suaminya mengemudi terus menangis menatap putrinya tak sadarkan diri,ia sangat syok melihat keadaan Ana.
sampainya di rumah sakit Ana langsung di larikan ke UGD. semua orang menunggu dengan cemas karena dokter yang memeriksa Ana belum juga keluar.
ceklek... pintu ruang UGD terbuka mama Ratih dan papa putra langsung menghampiri dokter yang menangani Ana.
" bagaimana keadaan anak saya dok " kata mama Ratih
" saya perlu bicara dengan ayahnya "
" saya ayahnya dok..." jawab pak putra
" baiklah ikut keruangan saya nanti saya akan jelaskan keadaan putri bapak dan pasien sudah boleh di jenguk silahkan ibu jika ingin masuk "
__ADS_1
" Terimakasih dok..." mama Ratih pun masuk di ikuti Panji ingin melihat keadaan Ana.
di ruangan dokter
pak putra duduk di kursi depan dokter yang menangani Ana dengan pembatas meja di hadapannya.
" setelah memeriksa putri bapak ternyata penyebabnya pingsan adalah nyeri yang sangat luar biasa di bagian pinggang nya dan saya ingin bertanya sebelumnya apa putri bapak pernah mengalami kecelakaan atau benturan keras pada area pinggang nya "
mendengar ucapan sang dokter pak putra seketika ia mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika ia dan Ana di selamatkan oleh galih dari mobil yang melaju kencang dan tidak sengaja saat galih mendorong Ana, ia terbentur pembatas jalan.
" ini baru analisa saya pak kemungkinan putri bapak mengalami trauma ginjal, trauma ginjal ini bisa terjadi karena benturan sangat keras pada area pinggang menyebabkan ginjal memar atau bahkan sampai luka jika tidak di ketahui gejala awalnya "
deggg.....bagai petir di siang bolong pak putra merasa bersalah pada Ana karena secara tidak langsung semua ini Karana kesalahannya pada malam itu,andai saja ia tak memaksa Ana pasti semua ini tidak akan terjadi
" lalu bagaimana cara mengatasi nya dok "
" untuk saat ini saya hanya bisa memberikan resep penghilang nyeri serta ada beberapa tes pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan dari ginjal putri bapak, semoga hasil dari pemeriksaan bagus seperti yang kita harapkan "
__ADS_1
" baiklah dok lakukan yang terbaik untuk putri saya "
" baik pak saya akan berusaha semaksimal mungkin " dokter itu tersenyum lalu memberikan resep obat untuk Ana.
pak putra keluar dari ruangan dokter itu dengan perasaan bersalah pada Ana, setelah menebus obatnya pak putra langsung menuju kamar rawat Ana setelah sebelumnya mama Ratih memberikan kabar bahwa Ana sudah di pindahkan ke kamar rawat.
pak putra masuk ruang rawat Ana, ia berjalan menuju tempat tidur dimana Ana terbaring tak berdaya dengan jarum infus yang terpasang ditangannya.
" bagaimana pah " tanya mama Ratih yang duduk di sebelah kanan tempat tidur Ana
" masih ada pemeriksaan lanjutan mah untuk mengetahui penyakit yang di derita Ana "
" ya Allah sebenarnya apa yang terjadi pada putri ku " tangis mama
" sudahlah ma....semoga Ana baik-baik saja " pak putra menenangkan mama Ratih
setelah merasa istrinya sudah tenang pak putra dan Panji pun pamit untuk berangkat ke kantor dan kampus, mereka berjanji akan kembali jika urusannya selesai.
__ADS_1