
malam semakin larut tamu satu persatu meninggalkan tempat di mana acara telah usai hanya ada beberapa orang saja yang masih di sana termasuk keluarga jauh Galih dan Ana karena merasa sudah lelah ke dua mempelai itu pamit undur diri menuju kamar mereka di lantai 30, Yap acara resepsi pernikahan Ana dan Galih di adakan di salah satu hotel milik keluarga Permana.
kedua pengantin baru itu berjalan ke arah lift di ikuti oleh Rendy dan Rima di belakang mereka karena memang kamar mereka satu lantai. di dalam lift Ana menyandarkan kepalanya di pundak Galih karena ia sangat kelelahan, melihat itu Galih beralih memeluk Ana dari samping membiarkan gadis yang sudah menjadi istrinya beberapa jam yang lalu menyandar di dadanya.
ehemm..... Rendy berdehem keras agar sepasang pengantin baru itu tau bahwa mereka tak sendiri malah memperlihatkan kemesraannya di depannya, deheman Rendy tak di gubris oleh Galih tetap dengan posisinya memeluk Ana membuat gadis di sebelahnya tersenyum geli.
Ting.....pintu lift terbuka sampai di lantai yang mereka tuju di lantai itu ada lima kamar khusus untuk keluarga Permana, semuanya berjalan keluar menuju kamar masing-masing sampai di depan kamarnya Galih menempelkan key card nya setelah pintu terbuka ia mempersilakan Ana untuk masuk terlebih dahulu.
karena Galih merasa ada yang aneh di belakangnya ia menoleh mendapati Rendy sedang tersenyum jail padanya.
" kenapa bang "
" gak....w gak papa "
__ADS_1
" ihh gak jelas Lo " galih pun hendak masuk namun terhenti mendengar perkataan Rendy
" pelan-pelan boy....masih segel " ambigu Rendy membuat Galih salah tingkah
" apaan sih Lo bang " Rendy pun berlalu meninggalkan kamar Galih dengan senyum di wajahnya ia senang melihat adiknya bahagia bersama orang yang ia cintai.
Galih masuk kedalam kamar yang sudah di hias sedemikian rupa aromaterapi langsung menyeruak di Indra penciumannya, ia melihat Ana duduk di pinggir tempat tidur yang bertabur bunga mawar. gadis itu terlihat gugup ia tak pernah satu ruangan dengan seorang laki-laki, memang dulu pernah mereka tidur bersama tapi itu berbeda dengan status mereka saat ini.
" a-ah ya.... duduk dlu sebentar " gugup Ana, Galih mengangguk dan duduk di sebelah Ana membuat degup jantung Ana semakin kencang.
" emm...aku dulu apa kamu yang mandi " tanya Galih, sebenarnya ia pun sama gugupnya dengan Ana.
" kamu aja dulu aku bersihin make up dulu " Ana beranjak menuju meja rias dan galih pun ke kamar mandi.
__ADS_1
aduh kenapa tegang gini ya berasa mau tempur w.batin Ana melihat wajahnya di pantulan cermin terlihat sangat gugup
setelah membersihkan wajahnya sambil menunggu Galih selesai mandi ia menyiapkan piama Galih, ia akan mencoba jadi istri yang baik mulai malam ini.
ceklek.....pintu kamar mandi terbuka menampakkan Galih sangat segar setelah mandi, ia berjalan menuju Ana yang sedang menyiapkan pakaiannya, ia tersenyum lalu memeluk Ana dari belakang membuat si empunya terkejut.
Ana sangat terkejut melihat tangan kekar memeluk tubuhnya seketika ia menegang memejamkan mata menikmati aroma mint dari tubuh Galih, ia tak berani menoleh karna galih hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawahnya saja sedangkan atasnya ia biarkan terbuka.
cup
Galih mencium pipi Ana, membuat wajah Ana merona ia pun melepaskan pelukannya membalikkan tubuh Ana menatapnya lembut.
" a-aku mau mandi dulu " gugupnya ingin menghindari galih ia pun langsung pergi ke kamar mandi. Galih terkekeh melihat tingkah Ana seakan takut dengan dirinya, sebenarnya ia tak akan meminta hak nya jika Ana belum siap hanya saja ia senang menggoda Ana.
__ADS_1