Biarkan Kami Bersama

Biarkan Kami Bersama
part 63


__ADS_3

" kamu yakin An tau di mana galih " kata Rendy sambil mengemudikan mobilnya


" yakin kak .....udah Lo tinggal ikutin kata w " cemas Ana memikirkan Galih


setelah kepergian galih dari rumah Rendy, Ana sangat khawatir pada Galih sehingga ia memilih menyusul galih di temani Rendy dan Panji, setelah sampai tempat yang Ana tuju ia langsung turun setelah berpesan pada Rendy dan Panji untuk meninggalkannya ia ingin menenangkan galih seorang diri, pada awalnya Panji tak mau karena khawatir pada Ana tapi setelah mendengar penjelasan Ana dan Rendy, Panji pun mau meninggalkan Ana sendiri.


" aaaaaaaa.......kenapa harus dia....kenapa harus dia yang jadi ayah w....orang yang udah tega ninggalin w sama ibu hidup sendiri....." teriaknya sambil menangis sebenarnya ia senang mengetahui kenyataan bahwa ayah yang ia ingin bertemu dan ia rindukan ternyata ada di depan matanya selama ini tapi ia sangat kecewa dengan laki-laki itu mengapa ia tega meninggalkan ia dan ibunya begitu saja tanpa alasan, membiarkan ia hidup dengan kesusahan sedangkan ayahnya berkecukupan belum lagi ia harus menerima Rendy sebagai saudaranya,orang yang jelas-jelas menaruh hati dengan kekasihnya.


" galih...." galih terpaku mendengar ada yang memanggil namanya ia menoleh kebelakang melihat orang yang ia sayang menghampirinya dengan raut wajah yang cemas

__ADS_1


Ana dapat melihat kekecewaan yang mendalam di mata Galih, ia memeluk galih dan berkata " aku tau kamu kecewa sama ayah kamu tapi jangan kaya gini kita semua khawatir " galih menangis di pelukan Ana.


" aku kecewa An sama dia....dia pergi begitu aja ninggalin aku sama ibu....dia di sini hidup enak gak kekurangan apapun sedangkan aku sama ibu....kita di rendahin orang di caci maki...bahkan orang bilang kalo aku ini anak haram, gak jelas asal usulnya....aku sedih liat ibu nangis kerja keras banting tulang buat aku... sedangkan ayah aku disini..." begitu sesak galih menceritakan tentang kehidupan ia dan ibunya selama ini, Ana membiarkan Galih menumpahkan semua rasa kekecewaannya di pelukannya.


" maaf aku lemah banget ya " kata galih setelah melepaskan pelukannya


" makasih ya..." menegakkan kepalanya menatap Ana lekat


" sama-sama...." Ana tersenyum " sekarang jangan sedih lagi dan....aku mohon sama kamu terima ayah kamu jangan benci dia pasti ada alasannya kenapa beliau ninggalin kamu dulu " mendengar ucapan Ana ia teringat akan ucapan sepasang suami istri yang datang pada mimpinya pasca setelah kecelakaan dua bulan lalu.

__ADS_1


" aku akan coba tapi untuk sekarang aku pengen tenangin pikiran aku dulu "


" iya gak papa kok aku paham pasti sulit banget ya kamu besar tanpa kasih sayang seorang ayah " Ana menyandarkan kepalanya di bahu galih memberikan kekuatan untuk orang terkasihnya.


" emm "


" kamu tau dulu hidup aku susah banget saat aku masih kecil aku sering ditinggal ibu kerja sampai malam...trus aku sama sekali gak punya teman orang tua mereka gak izinin mereka main sama aku katanya aku anak gak jelas yang gak tau asal usul ayah ku " galih menghela nafasnya. " hidup aku dulu lurus aja yang aku tau cuma belajar supaya aku bisa sukses dan bahagiain ibu.....tapi setelah aku ketemu Rian,Rio,Fitri,Lia, dan kamu orang yang buat aku jatuh hati, membuat hari ku berwarna dengan senyum kamu.....aku merasa beruntung banget punya kamu yang slalu ada buat aku " galih tersenyum mendapati Ana tertidur di bahunya


" pasti cape banget ya....." mengelus kepala Ana, karna sudah malam galih memutuskan untuk menginap di rumah pohon yang ia buat bersama teman-temannya di dekat taman itu, Galih mengangkat tubuh Ana yang tertidur ke rumah pohonnya.

__ADS_1


__ADS_2