
setelah beberapa bulan semua sibuk mempersiapkan acara pernikahan galih dan Ana, dari memilih desain undangan wedding organizer, catering dan sebagainya sampai tibalah kini saat yang ditunggu-tunggu acara ijab Kabul.
saat ini Ana sedang di rias oleh perias profesional andalan keluarga mereka, Ana terlihat sangat cantik walaupun wajahnya terlihat sangat tegang. setelah selesai mendandani Ana para perias itu keluar ruangan meninggalkan Ana beserta kedua sahabatnya di dalam kamar.
" ya ampun An....Lo cantik banget hari ini "
" jadi selama ini w gak cantik gtu " Ana pura-pura merajuk
" ya gak gitu...." Lia garuk-garuk tengkuknya tidak gatal niatnya ingin menggoda Ana agar tidak tegang malah merajuk
" dah lah Lo jangan tegang Na....ada w sama Lia di sini " menghampiri Ana dan memeluknya di disusul lia memeluk mereka berdua
" makasih ya kalian udah nemenin w "
" sama-sama Na....siapa tau kan abis Lo w " Lia terkekeh langsung dapat geplak kan di lengannya dari Fitri.
Ana merasa sedikit tenang dan terhibur dengan tingkah kedua sahabatnya itu, Jujur saja Ana sangat tegang karena selangkah lagi ia akan menjadi milik orang yang selama ini ia cintai.
__ADS_1
" sayang ayo turun rombongan pengantin pria sudah datang " mama Ratih masuk ke dalam kamar, mama Ratih melihat Ana dengan tatapan terharu karena putrinya akan menjadi seorang istri, ia tak menyangka bahwa anak yang serasa baru kemarin ia menimangnya dan sekarang sudah akan menjadi milik orang lain.
Ana menuruni anak tangga satu persatu di apit oleh Fitri dan mama Ratih, semua mata tertuju pada Ana yang cantik bak bidadari membuat seorang pemuda yang sudah gagah dengan setelan jas hitam tak berkedip bahkan tak menyadari kalau gadis yang ia pandangi sudah duduk di sebelahnya.
" udah jangan di liatin Mulu.....tar malem Lo bisa puas mandangin dia " bisik Rendy yang di sebelah galih seketika galih langsung tersadar bahwa Ana sudah duduk di sampingnya.
" bagaimana apakah nak Galih sudah siap " kata penghulu
" insyaallah siap pak " tegas Galih
" baik silahkan pak putra jabat tangan nak Galih " pak putra pun menjabat tangan Galih yang terasa dingin ia tau pasti pemuda di depannya ini sangat gugup pasti karena ia pun pernah merasakannya.
" saya terima nikah dan kawinnya Ana Wijaya binti putra Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " dengan satu kali tarikan nafas galih dapat mengucapkan ijab Kabul dengan lancar
" bagaimana para saksi....SAH "
SAH.....
__ADS_1
SAH.....
" alhamdulilah....." penghulu membacakan doa setelah ijab qobul " sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri....silahkan mempelai wanita mencium tangan sang suami sebagai tanda bakti kepada suami dan suami boleh mencium kening istrinya sebagai tanda suami akan selalu menyalurkan kasih sayangnya " dengan malu-malu Ana mencium tangan Galih begitu pun Galih mencium kening istrinya dengan lembut.
acara ijab qobul berjalan dengan lancar, dan sekarang langsung acara resepsi pernikahannya karena Ana meminta setelah ijab langsung resepsi untuk mempersingkat waktu dan galih pun setuju ia tak mau Ana kelelahan karena ia tau beberapa waktu terakhir ini mereka sangat sibuk.
" ahhh....selamat ya sahabat w semoga samawa ya " kata Lia memeluk Ana begitu pun Fitri
" makasih ya kalian "
" selamat ya lih....inget lih jaga sahabat w jangan Sampe Lo sakitin dia klo Lo sampe sakitin dia Lo berhadapan sama kita "
" insyaallah w akan jaga dia semampu w " tersenyum melihat orang yang baru saja ia nikahi.
" Slamet ya bro....semoga samawa "
" thanks ya kalian....berkat kalian juga udah bantu w selama ini...."
__ADS_1
" it's ok....jangan lupa buatin kita ponakan yang lucu " perkataan Rian membuat pipi Ana merona.
" sayang....." langsung menarik Rian turun karna sudah banyak yang mengantri ingin mengucapkan selamat pada kedua mempelai diikuti Fitri dan Rio.