
tok...tok....tok...
" sayang mama boleh masuk " mama Ana mengetuk pintu kamar Ana
" iya ma.... masuk aja " teriak Ana dari dalam. setelah mendapat persetujuan Ana mama Ratih( mama Ana ) masuk, mendekati Ana sedang duduk membelakanginya.
" kamu lagi apa sayang " duduk di sebelah Ana
" gak lagi ngapa-ngapain mah...kenapa?? "
" gak papa....mama cuma mau ngobrol aja sama kamu " kata mama tak sengaja melihat layar handphone Ana yang masih menyala dan ada foto galih terpampang di sana.
mama tau kamu kangen galih sayang.batin mama sedih
" oh aku kira ada apa "
" sayang gimana hubungan kamu sama Rendy, kamu seneng gak jalan sama dia hari ini "
" biasa aja sih ma "
" maafin mama ya sayang... mama gak bisa bantuin kamu soal....."
" gak papa kok ma...aku baik-baik aja " Ana mencoba tersenyum.mama Ana langsung memeluk Ana karna dia tau apa yang Ana rasakan saat ini, air mata yang sejak tadi Ana tahan akhirnya tumpah di pelukan sang mama.
" sabar ya sayang mama akan coba bicara lagi sama papa " mama terus menenangkan Ana mengelus punggungnya, membiarkan Ana menangis hingga tenang.
__ADS_1
" gak papa ma....anggap aja ini bakti aku buat papa " kata Ana melepaskan pelukannya
" kamu memang Anak yang baik " mama tersenyum terpaksa
" ya sudah kamu istirahat ya...mama mau ke kamar dulu " kata mama beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar Ana.
setelah menutup pintu kamar Ana, air mata yang sedaritadi di tahan langsung keluar begitu saja karna tak sanggup jika putri satu-satunya itu tak bahagia, ia pun ikut merasakan sakitnya.
Panji yang melihat mamanya menangis di depan kamar sang adik langsung memeluk mamanya dan membawa mama menjauh dari kamar Ana, ia tak mau Ana tahu jika mamanya menangisi nya.
" udah ya ma...jangan nangis "
" mama kasian sama adik kamu semenjak papa kamu meminta Ana dekat dengan Rendy, senyumnya bahagianya sekarang semua palsu gak seperti dulu " Isak mama di pelukan Panji
" aku tau ma...tapi mau gimana lagi gak ada yang bisa ngelawan papa "
" maaf ma aku sadar akhir-akhir ini aku sibuk gak ada waktu buat Ana....nanti aku coba buat hibur dia "
" ya udah kamu janji ya... "
" iya mama ku sayang...senyum dong " goda Panji pada mama yang masih sembab matanya habis menangis mama pun tersenyum. " nah gitu dong kan cantik....ini baru mama Panji "
" emang tadi bukan mama kamu " menatap tajam Panji
" mama aku sih tapi gak cocok melow biasanya kan galak " lirih Panji
__ADS_1
" ngomong apa kamu "
" hehe gak kok ma...oh ya aku masih ada tugas yang belum dikerjain, aku ke kamar dulu ya ma " Panji langsung kabur takut sang mama ngamuk
" Panji, Panji...." mama geleng-geleng kepala melihat tingkah laku putranya itu.
sementara di kamar Ana, ia belum tidur saat ini sedang melihat foto dan gelang galih tatapannya mengisyaratkan betapa ia merindukan sosok galih di hidupnya. ingin sekali Ana menghubungi Galih tapi ia ragu akankah galih mengangkat telponnya, karna memang tiga bulan terakhir ini mereka tak saling menghubungi.
Ting...suara notifikasi ponsel Ana menandakan pesan masuk. Ana langsung bahagia mendapatkan pesan orang yang ia rindukan
galih❤️: aku tau kamu pasti lagi sedih ya....jangan bersedih aku takkan pernah berhenti mencintaimu sampai aku mati, engkaulah satu-satunya wanita yang selalu aku rindu....
terus tersenyum karna senyuman mu menghangatkan hati ku...
jangan mengira aku jauh dari mu karna aku akan slalu dekat di hati mu...
walau raga kita berjauhan tapi hati kita satu
membaca pesan dari galih membuat Ana tersenyum ia mengira selama ini hubungannya dengan galih benar-benar berakhir tapi dugaannya salah karena perasaan diantara mereka masih sama hanya waktu yang kan menjawab semua.
***Jangan lupa like, vote dan komen ya
and thanks yang udah mau mampir 🙏🤗
dan maaf ya klo gak sesuai yang kalian mau alurnya karna jujur aku masih belajar buat bikin konfliknya 🙏
__ADS_1
tbc***