
dua bulan sudah setelah kejadian Ana pingsan, galih selalu ada di samping Ana kemana pun Ana pergi tinggal ke toilet pun galih mengantar Ana karena galih tak mau kejadian yang sama terulang kembali. dan untuk Rima sudah dapat ganjaran yang setimpal yakni di keluarkan dari sekolah karna perbuatannya membahayakan nyawa seseorang.
sore ini Ana merasa bosan berada di rumah, kalau bukan karena pesan sang mama untuk tidak keluar rumah pasti dia saat ini sedang bersenang-senang bersama teman-temannya.
" ahhh bosen banget w, emang tamunya sepenting apa sih sampe-sampe w harus ikut nyambut tu tamu. " gerutu Ana. " ah mending w bantuin mama aja dech masak daripada bosen ". kata Ana beranjak dari kamar menuju dapur.
Sampai di dapur kelihatan sang mama tengah sibuk mempersiapkan makan malam untuk tamu yang akan datang, Ana pun membantu mamanya hingga selesai.
" sayang kamu siap-siap gih, ini kan udah beres semua mama juga mau siap-siap. " kata mama
Ana pun menuruti perintah sang mama untuk bersiap-siap. malam ini Ana tampil cantik dengan menggunakan gaun panjangnya selutut tanpa lengan dengan motif bunga dan make up yang sederhana menambah kecantikan alaminya.
tok...tok...tok
" sayang kamu udah siap " panggil mama mengetuk pintu kamar Ana
" iya ma ini udah selesai ". teriak Ana dari dalam kamar bangun dari duduknya menghampiri mamanya. mama Ana kagum dengan penampilan sang putri yang begitu cantik malam ini.
Ana dan mamanya berjalan menuruni tangga sampai ke ruang tamu, ternyata tamu yang di tunggu sudah datang. semua orang yang berada di ruang tamu mengalihkan pandangannya ke arah suara langkah kaki yang mendekati mereka, pandangan mereka tertuju pada dua wanita yang sama cantiknya walupun beda usia. Ana berjalan matanya menatap seorang pemuda dengan terkejut, pemuda yang tak mengalihkan pandangannya pada dirinya.
" ehemm...." papa Ana berdehem dan tersenyum, mengejutkan pemuda tersebut terlihat salah tingkah karna ketahuan memandang Ana tak berkedip
" Ana kenalin ini pak Galuh Permana rekan bisnis papa dan ini putranya Rendy Permana "
kaya pernah denger nama panjang temen papa tapi dimana ya.batin Ana bingung
" Ana om " kata Ana sopan mencium tangan pak Galuh. " hai kak " kata Ana memaksakan senyuman.
__ADS_1
" wah ternyata kalian saling kenal ya..." kata papa Ana
" iya om saya kakak tingkat Ana di sekolah "
" wahh kebetulan sekali... jadi lebih mudah ya pak " canda pak Galuh
" baiklah mari kita makan malam dulu...silahkan pak, ayo nak " kata mama Ana mengalihkan pembicaraan. semua orang berjalan ke ruang makan, mereka duduk dan menikmati makanan yang tersaji di atas meja makan dengan diam tak ada pembicaraan diantara mereka hanya ada suara dentingan sendok dan piring, sesekali Rendy terus melirik Ana secara diam-diam. setelah makan malam mereka melanjutkan obrolannya dengan santai, para orang tua sedang asik membicarakan tentang bisnis sedangkan Ana dan Rendy merasa bosan dengan obrolan tersebut.
" oh ya nak Rendy....karna kamu satu sekolah sama Ana, om titip Ana dan juga tolong jagain Ana saat di sekolah "
" baik om " ucap Rendy senang
kesempatan bagus buat nyingkirin galih dari sisi Lo Ana.batin Rendy
apaan sih papa emang w anak TK apa pake ada yang jagain segala, orang ini juga kenapa sih malah iyain kata papa. batin Ana kesal
" tentu saja boleh silahkan " kata papa Ana
Ana melirik mamanya meminta bantuannya agar tak ikut dengan Rendy tapi melihat mamanya menganggukkan kepala, mau tak mau Ana mengikuti langkah Rendy sampai di halaman belakang rumah.
" kenapa Kakak iyain permintaan papa "
" ya ...karna w mau jagain Lo " kata Rendy santai
" tapi kan kakak tau aku udah ada galih yang jagain aku "
" tinggalkan Galih....Lo aman sama w "
__ADS_1
" gak bisa gtu donk kak " kata Ana tak terima
" Lo tau kan seberapa pengaruhnya bokap w di sekolah apalagi sekarang bokap w investor terbesar di perusahaan bokap Lo, jadi kalau Lo gak mau tinggalin Galih Lo akan tau akibatnya " tanpa menunggu jawaban dari Ana, Rendy langsung pergi meninggalkan Ana sendiri.
*gimana ini kok jadi begini....aku gak mau perusahaan papa kena imbasnya tapi aku juga gak mau jauh dari galih. batin Ana menunduk sedih
maafin w Ana, dengan cara ini w bisa Deket sama lo.batin rendy
Ana berjalan meninggalkan halaman belakang dengan perasaan sedih, sampai di ruang tamu Ana memaksakan senyuman.
" Ana om sama Rendy pulang dulu ya " pamit pak Galuh pada Ana
" iya om hati-hati " kata Ana memaksakan senyum
setelah pak Galuh dan Rendy pulang, Ana ingin masuk ke kamar namun langkahnya terhenti saat mendengar suara papanya
" Ana... papa tunggu di ruang kerja " ucap papa Ana berjalan ke ruang kerjanya.
" mah ada apa ya "
" gak tau sayang....udah sana ikutin papa, mama mau ke kamar dulu "
dengan penasaran apa yang akan di bicarakan oleh papanya Ana masuk ruang kerja papanya.
***makasih ya yang udah mau mampir...🤗🙏
jangan lupa like, vote dan komen ya ..
__ADS_1
tbc***