
di sebuah parkiran rumah sakit ada seorang pemuda terlihat sangat khawatir sehingga ia berlari masuk kedalam rumah sakit, ia berhenti di bagian informasi menanyakan ruangan orang yang ia cari. setelah tahu dimana tempat yang ia cari, ia bergegas menuju ruangan yang berada di lantai 3.
ya Allah jangan sampai terjadi apa-apa dengan nya
sesampainya di ruangan itu ia langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuk terlebih dahulu sehingga membuat orang yang berada di ruangan tersebut terkejut, dengan perasaan tak menentu ia mendekati ranjang di mana orang yang ia sayangi terbaring tak berdaya.
" maaf Tante.... sebenarnya apa yang terjadi sampai Ana bisa seperti ini " tanya galih menggenggam tangan Ana, yap pemuda itu adalah galih ia terkejut saat Panji memberitahu keadaan Ana lalu dengan kecepatan di atas rata-rata ia mengemudikan motornya menuju rumah sakit.
" Tante juga gak tau....pas Tante masuk kamar Ana, dia sudah tak sadarkan diri "
" lalu Ana sakit apa tan "
" masih ada beberapa pemeriksaan lagi untuk mengetahui penyakit yang di derita Ana, semoga semuanya baik-baik saja "
mama Ratih hendak pulang untuk mengambil keperluan Ana jadi ia meninggalkan Ana dijaga oleh galih. sepeninggal mama Ratih, galih masih setia menggenggam tangan Ana ia tak menyangka bahwa mimpinya adalah sebuah tanda.
" sayang bangun yuk....aku disini nungguin kamu nih " tiba-tiba tangan Ana bergerak
__ADS_1
" sayang kamu dengar aku....bangun ya jangan kaya gini aku sedih hati aku sakit liat kamu begini " seakan mendengar perkataan galih, Ana perlahan mengerjapkan matanya membuka perlahan kelopak matanya, pertama yang ia lihat adalah wajah yang ia sayangi.
" alhamdulilah kamu udah sadar...." senang galih " kamu mau minum..." Ana mengangguk lemah, galih pun membatu Ana untuk minum.
galih pun memencet tombol intercom yada di kamar Ana untuk memanggil dokter, tak berselang lama dokter pun masuk bersama suster.
" wah... Alhamdulillah Ana sudah bangun ya...sebentar saya periksa dulu ya " galih pun memberikan jalan untuk sang dokter memeriksa keadaan kekasihnya itu.
" apa yang kamu rasakan sekarang " tanya dokter pada Ana
" sedikit nyeri dok di pinggang saya "
" sekarang kamu makan ya...." di jawab anggukan kecil oleh Ana. galih pun menyuapi Ana dengan sabar namun baru beberapa suap Ana sudah menghentikan makannya.
" kenapa...."
" gak papa aku udah kenyang " galih mengangguk memberikan minum pada Ana " mama sama papa aku mana "
__ADS_1
" mama kamu pulang untuk mengambil keperluan kamu, klo papa kamu mungkin ke kantor karna tadi saat aku datang papa kamu gak ada "
Ana tersenyum mengambil tangan galih " makasih ya kamu mau temenin aku di sini "
" sama-sama udah kamu istirahat dulu "
" kamu jangan kemana-mana " galih hanya tersenyum lalu membantu Ana merebahkan tubuhnya, mungkin karena efek obat ia langsung terlelap.
sebenarnya kamu kenapa.batin galih karna tak tega melihat kekasihnya saat ini.
galih pun mengabari semua keluarga Ana bahwa Ana sudah siuman tak lupa juga ia mengabari teman-temannya bahwa Ana sedang di rawat di rumah sakit.
" assalamualaikum " mama Ratih masuk ke dalam ruangan Ana
" waalaikumsalam...Tante sekarang Ana sedang istirahat habis makan dan minum obat tadi "
" iya biarkan dia istirahat ..... sekarang kamu makan dulu nih Tante bawa makanan...pasti kamu belum makan kan " menyiapkan makanan di meja yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
" terimakasih Tante " galih pun memakan makanan itu, karena jujur ia pun belum sempat sarapan tadi pagi saat ia hendak sarapan mendapatkan kabar bahwa Ana masuk rumah sakit ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan sarapannya yang belum tersentuh.