Biarkan Kami Bersama

Biarkan Kami Bersama
part 78


__ADS_3

kesokan harinya semua orang berkumpul di rumah sakit dimana Ana di rawat dan sore ini Ana akan melakukan operasi ia sudah puasa dari siang hari, adanya semua orang itu untuk memberi semangat pada Ana.


Ana senang banyak yang mendukungnya selain orangtuanya dan kakaknya ada juga orang tua galih dan para sahabatnya. semua persiapan untuk operasi sudah siap tempat tidur Ana di dorong oleh beberapa perawat menuju ruang operasi, semua orang mengantar Ana termasuk galih sejak tadi terus menggenggam tangan Ana menenangkannya. sampai di depan pintu masuk ruang operasi semua orang di larang masuk.


" kamu jangan khawatir semua pasti akan baik-baik saja " galih mengelus pucuk kepala Ana


" iya An....kita di sini nungguin Lo semangat ya..." ujar Lia dan fitri tersenyum walau hati mereka pun gelisah.


" iya sayang kamu tenang ya....kita semua tunggu kamu " ujar mama Ratih


Ana tersenyum menenangkan hatinya brangkar di dorong masuk kedalam ruang operasi, galih pun melepaskan genggamannya. lampu di depan pintu operasi pun menyala menandakan bahwa operasi sedang di laksanakan. para wanita duduk di bangku yang sudah di sediakan di sana. pak putra sangat cemas sehingga ia mondar-mandir.

__ADS_1


" tenanglah putra semua pasti akan baik-baik saja " pak Galuh menenangkan sahabatnya itu


" terimakasih Galuh " akhirnya pak putra duduk di sebelah istrinya.


ya Allah selamatkan dia....aku tak mau kehilangan dia. batin galih cemas


melihat sahabatnya sangat cemas Rian dan Rio pun menghampirinya " tenang lih w yakin Ana itu akan baik-baik aja dia kan wanita yang kuat " Rio juga membenarkan perkataan Rian


ya Allah selamatkan sahabat kami....aku tak mau kehilangan nya. batin Lia dan Fitri


sudah dua jam lamanya tapi lampu di depan ruang operasi belum juga mati bertanda operasi masih dilakukan, tak beberapa lama lampu di depan ruangan itu mati menandakan bahwa operasi telah usai.

__ADS_1


ceklekkk...... ruang operasi terbuka keluar lah dokter yang menangani Ana terlihat dari wajahnya yang tersenyum puas menandakan operasi yang ia lakukan berhasil. semua orang menghampiri sang dokter.


" bagaimana keadaan putri saya dok "


" alhamdulilah pak... operasinya berjalan dengan lancar saat ini Ana sedang di ruang pemulihan, nanti jika sudah di pindahkan ke ruang rawat sudah boleh di jenguk, dan untuk saat ini Ana masih dalam pengaruh anastesi mungkin dua sampai tiga jam kedepan ia akan siuman " mendengar ucapan sang dokter membuat perasaan semua orang yang berada disana merasa lega mengucap syukur.


" terimakasih dok "


" sama-sama pak, Bu kalau begitu saya permisi dulu...mari " dokter pun berlalu dari hadapan semua orang.


ceklekkk......mata semua orang menuju ke arah pintu yang terbuka terlihat beberapa perawat mendorong brangkar Ana menuju ruang perawatan yang sebelumnya di tempati oleh Ana. mendengar operasi sahabatnya lancar membuat Rian dan Rio merasa lega dan pamit undur diri karena ada urusan penting yang harus mereka lakukan, galih pun mengerti dengan kepergian kedua sahabatnya itu Karana itu juga untuk kepentingannya juga.

__ADS_1


jadi tinggal Galih,Lia dan Fitri yang menjaga Ana sementara orang tua Ana sedang mencari makanan untuk makan malam mereka. galih terus melantunkan ayat Alquran di sebelah Ana yang belum sadarkan diri, membuat kedua sahabat Ana takjub dan kagum kepada galih betapa beruntungnya sahabat mereka mendapatkan laki-laki seperti galih yang terus berada di samping Ana dalam keadaan apa pun.


__ADS_2