
empat hari sudah galih di rawat keadaannya semakin membaik dan Ana terus berada di sisinya tak lupa juga dengan sang ibu yang terus menjaga galih bergantian dengan Ana jika ia sekolah. selama di rawat banyak yang menjenguk galih selain teman-temannya ayah galih, papa Ana, dan mama Ana pun seringkali mampir untuk mengetahui perkembangan galih. mengenai pak Galuh, galih hanya tau ia sebagai ayah dari Rendy karna ia belum mengetahui sebenernya kecuali Ana sudah tau tapi masih merahasiakannya.
" duh bosen banget di sini " keluh galih
" ya sabar kamu kan belum sembuh total " Ana hanya tersenyum setiap mendengar keluhan galih
" tau Lo....mau ngapain sih cepet-cepet pulang nanti dulu kenapa biar Lo sembuh dulu "
" Lo gak ngerasain jadi w yan, minum obat setiap hari belum lagi makanan di sini gak enak hambar "
galih dan Rian pun terlibat adu mulut, saat ini mereka sedang berkumpul di ruang rawat Galih sepulang sekolah, ruangan galih menjadi lebih ramai jika mereka berkumpul
tok...tok.... " permisi maaf jangan ribut ya adik-adik takut mengganggu pasien yang lain " galih dan Rian auto diam tak ada yang bicara sepatah kata pun.
" maaf ya sus " Ana tak enak
" iya dek gak papa....saya permisi "
sepeninggal suster teman-teman galih pun ikut pamit karna hari sudah sore dan jam besuk sudah habis mereka pulang ke rumah masing-masing, sekarang tinggal Ana dan galih di ruangan itu.
" lih nanti aku pulang dulu ya mau ambil buku "
__ADS_1
" yah....aku sendirian donk " manja galih memegangi tangan Ana
" Utuk...Utuk...jangan manja ah bentar lagi juga ibu ke sini, aku pulang sebentar nanti ke sini lagi ok "
" emmm "
" kok gitu sih...ya udah kita makan buah dulu ok " Ana mengupas buah jeruk yang ada di atas meja
" ni aaa..." tapi tak ada respon galih
" ayo donk buka mulutnya...oh ya tok..tokk.." Ana berlagak mengetuk pintu di depan mulut galih
" tokk... tokk boleh buka mulutnya gak...ini ada paket " canda Ana menampilkan senyum manisnya
" nah gitu donk....ni lagi aaaaa..."
" gantian kamu " galih mengambil jeruk dari tangan Ana dan menyuapi Ana.
sedang asik suap-suapan ada yang mengetuk pintu dari luar ternyata dokter dan suster yang akan memeriksa keadaan galih.
" permisi boleh saya periksa sebentar ya.. "
__ADS_1
" gimana dok keadaan galih.... soalnya dia udah gak betah di sini " kata Ana
" keadaannya sudah membaik jika tak ada keluhan dari galih besok sudah boleh pulang "
" saya sudah sehat kok " jawab galih semangat
" cepet sembuh ya mas orang yang ngerawat sang pujaan hati " canda suster membuat Ana malu kalau galih hanya tersenyum mendengar candaan suster tersebut.
setelah memeriksa galih dan mencabut jarum infus di tangan galih dokter dan suster itu pamit undur diri. galih sangat senang karena dirinya esok sudah boleh pulang, mereka lanjut mengobrol galih terus memperhatikan Ana yang nampak kelelahan, galih menggeser posisi berbaringnya mendekati Ana yang duduk di sebelah tempat tidurnya.
" sini pasti kamu cape ya " menaruh kepala Ana di atas dadanya
" mau ngapain...aku gak cape kok "
" udah tidur....aku nyanyiin "
" nyanyi apa....".
" udah tiduran aja dulu..."
" sayang aku takkan pernah pergi meninggalkan mu, kaulah satu-satunya wanita yang aku rindu "
__ADS_1
" katanya gak cape tapi cepet banget tidurnya, mana cantik banget lagi klo tidur gak akan pernah w lepasin Lo Ana, Lo hanya milik w " lirih galih mungkin karena efek obat galih pun ikut memejamkan matanya.