
saat ini galih sedang duduk di bangku taman dekat rumah sakit, ia menangis meluapkan kesedihannya ia menyesal dengan apa yang terjadi pada kekasihnya saat ini, masih teringat jelas perkataan pak putra di benaknya.
" *sebenarnya Ana sakit apa om "
" maaf kan. om galih " galih bingung mengapa om putra meminta maaf padanya " Ana seperti ini karena om "
" maksud om apa galih gak ngerti "
" sebenarnya salah satu ginjal Ana rusak akibat kecelakaan di mana kamu menyelamatkan om dan Ana. malam itu Ana terbentur pembatas jalan di bagian pinggang nya mengakibatkan salah satu ginjalnya rusak dan harus di operasi " deggg.....galih terpaku mendengar penjelasan om putra secara tidak langsung ia pun andil dalam penyebab kondisi Ana seperti saat ini. seharusnya ia menarik Ana pada saat itu bukan mendorongnya, pasti semua ini tidak akan terjadi pada kekasihnya bila ia menariknya pikir Galih*.
puas dengan yang ia lakukan galih pun beranjak dari duduknya masuk ke dalam rumah sakit tapi sebelumnya kembali ke kamar di mana Ana di rawat ia mampir sejenak di kantin untuk membeli beberapa camilan sehat untuk Ana. setelah membeli camilan ia pun bergegas ke ruang rawat Ana, ia membuka kamar Ana nampak hanya ada Ana dan kedua orang tuanya.
" anak-anak pada kemana " tanya galih pada Ana sambil meletakkan bawaannya.
" mereka baru aja pulang mungkin 10 menit yang lalu " jawab Ana tersenyum, galih hanya menganggukkan kepalanya. yang di maksud anak-anak adalah para sahabatnya karna pada saat ia pamit keluar di ruangan Ana penuh dengan teman-temannya.
kamu pasti sedih liat keadaan aku sekarang, aku harus kuat demi orang yang aku sayang tapi aku juga takut. batin Ana melihat galih berdiri di sebelah mamanya
__ADS_1
" kamu kenapa liatin aku kaya gitu "
"eh gak.....kamu jangan kemana-mana ya di sini aja " pinta Ana pada galih
galih tersenyum " iya aku di sini kok gak kemana-mana "
" maaf ya galih kalau sakit Ana memang suka manja " tersenyum meledek Ana mencairkan suasana walaupun hatinya sedang gelisah
" iya tante tenang aja aku udah biasa kok....orang gak sakit aja dia manja banget sama aku "
semua tertawa melihat tingkah Ana yang menggemaskan tapi tidak dengan pak putra ia terus memandangi wajah Ana dengan perasaan menyesal dan gelisah karna besok sore Ana akan melakukan operasi pengangkatan ginjalnya yang rusak.
" om tenang aja semuanya akan baik-baik saja " lirih galih duduk di sebelah pak putra
" terimakasih galih...kamu mau memaafkan om padahal dulu om sangat sering membentak kamu "
" sama-sama om....ini sudah malam apa lebih baik om pulang aja biar Ana saya yang jaga saya juga udah izin kepada orang tua saya "
__ADS_1
" terimakasih sekali lagi.... baiklah om dan Tante akan pulang dan kembali besok pagi "
setelah orang tua Ana pergi galih hendak merebahkan tubuhnya di sofa tak jauh dari tempat tidur Ana, belum sempat ia merebahkan tubuhnya ia mendengar Ana seperti mengigau dan raut wajah nampak gelisah, galih pun mendekati Ana.
" sayang.... bangun kamu kenapa " mencoba membangunkan Ana. Ana pun terbangun dengan keringat mengucur di dahinya ia pun memeluk galih erat.
" sayang kamu kenapa " mengelus kepala Ana
" a-aku takut...."
" takut kenapa hemm.....bilang sama aku " melepaskan pelukannya menatap Ana lembut
" a-aku takut Giman kalau operasinya besok gagal...dan aku gak bisa kumpul lagi sama kalian " Ana mulai terisak
galih merengkuh tubuh Ana " syuttttt......jangan takut ada aku disini, ada kedua orang tua kamu sama kak Panji dan ibu ayah aku juga akan ada di sini buat kasih kamu dukungan....jadi gak usah takut serahin semua sama Allah pasti semua akan baik-baik saja. kalau kamu gelisah istighfar terus sampai kamu tenang oke "
Ana pun menuruti perkataan Galih, ia merebahkan tubuhnya terus beristighfar di dalam hati sehingga ia tenang. melihat Ana memejamkan matanya galih pun ikut tidur dengan posisi duduk di kursi sebelah tempat tidur Ana yang masih terus menggenggam tangannya.
__ADS_1