
sang mentari sudah menampakkan sinarnya menandakan hari sudah pagi. sinar mentari menembus celah jendela kamar yang ditempati oleh Ana, hingga Ana terbangun dari tidurnya karna terganggu oleh sinarnya.
Ting bunyi notifikasi ponsel Ana
*from galih 💖:
pagi kesayangannya galih 😍
Ana senyum-senyum sendiri membaca pesan dari galih lalu membalasnya
to galih 💖 :
pagi juga kesayangannya Ana 💖*
setelah membalas pesan dari galih, Ana bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih tertidur. setelah selesai mandi Ana keluar kamar mandi dengan pakaian khas rumahan. Ana menuju dapur untuk membuat sarapan untuk semua temannya.
sampai di dapur Ana langsung membuka kulkas. mau bikin sarapan apa ya w.batin Ana melihat isi kulkas.
akhirnya Ana memilih membuat sarapan nasi goreng kesukaan galih dan roti panggang untuk teman-temannya.
setelah 15 menit nasi goreng buatan Ana matang, tinggal membuat roti panggang saat Ana kesulitan mengambil roti di lemari atas di kagetkan tangan yang mengambil rotinya dari arah belakangnya. Ana menoleh kearah belakangnya ternyata seseorang yang statusnya menjadi pacarnya sekarang.
" kalo gak bisa itu minta tolong " omel galih
" iya kan tadi gak ada orang " gugup Ana
duh jauhan dikit apa w jadi gugup nih, ganteng banget lagi.batin Ana terpesona
" malah bengong lagi " ucap galih menyentil dahi Ana
" aduhh sakit tau " ucap Ana mengerucutkan bibirnya
" maaf ya mana yang sakit " kata galih melihat dahi Ana sedikit memerah
kok imut ya kalo cemberut gini.batin galih
" sekarang udah gak sakit kok " Ana tersenyum
" kok bisa ini merah loh.. maaf ya " kata galih menyesal
" gak papa kok, kan udah kamu obatin "
" ihh pacar siapa sih nih bisa gombal "
" pacar kamu lah 😊"
" tapi beneran gak sakit " tanya galih memastikan
" iya gak papa kok "
" dah sana jauh-jauh nanti ada yang liat " Ana mendorong badan galih agak menjauh darinya
__ADS_1
" emang kenapa kalo di liat orang, "
" kan malu "
" malu kenapa orang kita gak ngapa-ngapain juga "
" iya sih...tapi tetep aja aku malu "
" dah sana aku mau buat roti panggang dulu buat yang lain " kata Ana
" buat aku mana " tanya galih
" ini buat kamu yang spesial " Ana menyerahkan nasi goreng bentuk hati pada galih
" wah cantik bentuknya "
" iya dong siapa dulu yang buat " bangga Ana
" tapi aku gak tau rasanya, bisa aja kan rasanya tak secantik bentuknya " goda galih
" ih ya udah sini " Ana hendak mengambil piring yang di pegang galih
" ih jangan dong..masakan kamu pasti enak "
" masa...tadi bilang gak enak "
" pasti enak lah kan kamu masaknya pakai cinta, ya kan " goda galih tersenyum
pipi Ana merona mendengar gombalan dari galih. ih bisa aja sih bikin w gr.batin Ana tersipu malu
" udah sana kamu sarapan dulu, aku mau buat sarapan buat yang lain " usir Ana. akhirnya galih pun menuruti perkataan Ana berjalan meninggalkan Ana membawa sepiring nasi gorengnya.
ternyata manis juga ya kalo lagi blusing gitu, lucu mukanya merah.batin galih tersenyum melihat punggung Ana dari meja makan.
saking asiknya melihat Ana memasak sehingga tak menyadari ada Rian yang sudah di belakangnya.
" woy bengong aja lu " kata Rian menepuk pundak galih
" astagfirullah... sejak kapan Lo di sini " ucap galih memegang dada terkejut
" hahahaha dari tadi sejak Lo liatin Ana masak " kata Rian
" hah emmm...gak kok orang w gak liatin Ana " elak galih gugup
" ya elah Sans aja kali...tau lah w yang hatinya lagi berbunga-bunga " goda Rian menaik turunkan alisnya
" apaan sih Lo "
" eh Lo kok tau " sambung galih
" ya tau lah, orang kita semua liat live Lo tadi malam nembak Ana " ceplos Rian
__ADS_1
" selamat ya yang baru jadian " sambung Rian
" thanks bro "
" pada bicarain apa sih kayaknya seru banget " ucap Ana meletakkan dua piring roti panggang di meja
" wah enak ni roti panggang " ucap Rian hendak mengambil roti tapi terhenti saat tangannya di tepuk Ana
" aww...kenapa sih Na "
" sana cuci tangan dulu, main ambil aja " kata Ana
" iya iya " ucap Rian berjalan menuju wastafel
" kamu itu udah kaya ibu marahin anaknya aja " kata galih mencubit pipi Ana
" ish sakit tau...lagian kan mau makan ya harus bersih dong " ucap Ana
" iya deh iya " kata galih
" loh kok belum di makan nasinya " ucap Ana melihat piring galih isinya masih utuh
" hehehe mau makan bareng kamu " kata galih tersenyum
" maksudnya... sepiring berdua gitu " tanya Ana tak percaya yang di jawab anggukan oleh galih
" gak ah malu tau " kata Ana
" ya udah biar gak malu ikut aku " kata galih menarik tangan Ana membawa piringnya
" eh Lo berdua mau kemana " kata Rian yang melihat galih mengandeng Ana
" mau ke taman belakang " kata galih terus berjalan
Rian pun hanya mengedikkan bahu acuh.saat dia sampai meja makan teman-temannya sudah berkumpul menyantap sarapannya
" Weh udah pada duluan aja Lo pada " kata Rian menarik kursi di dekat Lia
" lah Lo dari mana " kata Rio
" w abis cuci tangan di suruh Ana "
" iya sih Ana kan orangnya bersihan " kata Lia
di angguki oleh Fitri
" eh si galih sama Ana mana " tanya Fitri
" udah gak usah tanya mereka berdua "
" mereka lagi bucin di taman belakang "sambung Rian
__ADS_1
akhirnya mereka sarapan dengan tenang hanya ada suara dentingan sendok dan garpu.