
waktu akhir pekan biasanya digunakan sebagian orang untuk berkumpul bersama keluarga, orang yang kita sayangi. sama halnya dengan dua keluarga ini mereka sedang berkumpul membicarakan tanggal baik untuk mengadakan pernikahan antara Ana dan Galih.
" bagaimana jika dua bulan lagi " kata mama Ratih
" saya sih setuju aja jeng tapi bagaimana dengan kalian " Bu Mira bertanya pada para suami, ternyata mereka hanya ikut saja dengan ketentuan yang Bu Mira dan mama Ratih buat.
jika para orang tua sedang berkumpul diruang keluarga beda dengan para anak muda sedang berkumpul di gazebo belakang rumah, sedang asik bercanda tertawa.
" Ade sebentar lagi jadi istri orang harus patuh, nurut sama suami ya... nanti kamu akan tinggal sama suami kamu Kaka sepi deh gak ada temen berantem "
" ahh ...kakak aku kan masih adik kakak jadi Kaka bisa kapan aja ngunjungin aku ya kan sayang " Ana memeluk kakaknya dengan manja menatap galih meminta pendapat galih.
" udah dek jangan manja gini sama Kaka ada yang cemburu tuh...." goda Panji melihat galih yang menatap tak suka dengan Ana bermanja-manja pada Panji
" astaga lihhhh.....dia itu kakaknya yang udah Deket sama Ana dari kecil wajarlah klo Ana manja sama dia " Rendy geleng-geleng kepala melihat tingkah Galih
Galih tak mendengarkan ucapan Rendy, ia malah membuang muka menatap arah lain, sementara Ana tak peduli biarlah dia bermanja-manja dengan kakaknya saat ini karna setelah menikah pasti ia tak kan bisa bermanja-manja lagi dengan kakaknya.
" sudah lihat tuh galih pergi...." Panji melepaskan pelukan Ana menatap kepergian Galih tanpa satu kata pun, menyadari itu Ana pun beranjak menyusul Galih setelah beberapa saat kemudian ia melihat galih sedang berdiri di depan meja dapur Ana pun memeluknya dari belakang.
__ADS_1
" kenapa...." Galih cuek
" kamu marah sama aku...."
" gak aku cuma haus..." membalikkan badannya memperlihatkan jus di tangannya.
" aku kira kamu marah..."
" aku gak bisa marah sama kamu " mencubit hidung Ana.
malam hari pun tiba mendengar kabar pernikahan galih dan Ana akan di laksanakan dua bulan lagi membuat para sahabat Ana dan galih ingin berkumpul, mereka akan mengadakan barbeque an di rumah Galih.
" assalamualaikum "
" makasih bi.... Galih nya ada bik " Rio bertanya pada bik Sumi
" ada den... kalian sudah di tunggu di belakang mari....." mereka pun menyusul Galih yang sedang menyiapkan alat pemanggang di tangan mereka sudah banyak bahan untuk barbeque.
" wihhh.....udah Dateng nih " Rendy menyambut kedatangan mereka
__ADS_1
" iya bang....wah ternyata kak Panji di sini juga "
" yoiii....nih di paksa sama ini nih " melirik Ana yang sedang di dekat galih
mereka pun mulai memanggang daging, jagung,sosis dan lain-lain. malam ini mereka sangat senang bisa berkumpul seperti ini karena sekarang mereka sangat sibuk dengan urusan masing-masing.
" Ana gimana rasanya...." kata Lia
" maksudnya..." Ana bingung
" maksud dia gimana rasanya mau nikah "Fitri memperjelas pertanyaan Lia
" w seneng sekaligus sedih sih ....."
" kok gitu..." potong Lia
" ish...dia itu belum selesai ngomong tau " Fitri memukul lengan Lia
" aduh....sakit tau " Lia cemberut
__ADS_1
" oke lanjut na "
Ana menceritakan kepada kedua sahabatnya kalau ia merasa senang akhirnya ia bisa bersama orang yang ia cintai tapi ia juga sedih di saat ia sudah menikah nanti ia akan pergi dari rumah orang tuanya dan tinggal bersama suaminya.