
saat ini Ana sedang duduk di teras rumah galih dan galih sedang membuatkan minum untuk Ana, alasan Ana tidak masuk ke rumah galih bukan karna rumah galih tak sebagus rumahnya tapi karna di rumah galih sedang tidak ada siapapun.
" nih minum dulu " kata galih memberikan gelas berisi jus jeruk kesukaan Ana
" makasih, tau aja yang aku suka " ucap Ana mengambil gelas dari tangan galih lalu meminumnya
" haus banget kayaknya neng " ledek galih
" hehe bukan haus sih tepatnya grogi mau ketemu ibu kamu "
" tenang aja ibu baik kok "
" iya " ucap Ana menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, galih terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu. akhirnya galih mengalihkan pembicaraan sampai Ana merasa tenang hingga tak menyadari ada seseorang yang tersenyum memperhatikan mereka berdua.
" assalamualaikum " salam orang itu
" waalaikumsalam " ucap Ana dan galih
" ibu udah pulang " kata galih, mendengar panggilan galih pada wanita paruhbaya di depannya ini seketika Ana menatap galih dengan cemas
" ini temen kamu galih " kata ibu mengelus kepala Ana sehingga Ana sedikit tenang
" i-iya Tante saya Ana " gugup Ana
" santai aja sayang ibu gak galak kok " ucap ibu galih tersenyum hangat
" panggil aja ibu biar sama kaya galih, biar akrab " sambung ibu lagi
" iya Tan eh ibu " ucap Ana tersenyum
" ya kan ibu aku gak gigit " canda galih berbisik
" apaan sih kamu " bisik ana mencubit pinggang galih, ibu galih hanya tersenyum melihat tingkah Ana dan galih
" oh ya kenapa malah di sini gak masuk "
" maaf Bu, bukannya aku gak mau masuk soalnya tadi di dalem gak ada orang " ucap Ana
" oh begitu ya sudah ibu kan sudah pulang, ayo masuk " kata ibu galih meminta Ana dan galih masuk ke dalam rumah di ikuti dirinya di belakang galih dan Ana.
sepertinya Ana anak baik dan sopan.batin ibu galih melihat Ana
" kalian ngobrol di sini ya, ibu tinggal dulu mau masak buat makan siang "
" oh ya lih kamu udah sarapan " sambung ibu
" udah Bu tadi di jalan sama Ana "
" ya udah ibu ke belakang dulu mau masak "
" Bu...emm boleh saya bantu " kata Ana menawarkan diri untuk membantunya
" gak usah nanti kamu cape lagi, di sini aja ngobrol sama galih "
" gak kok Bu, saya udah biasa bantu mama di rumah "
" ya sudah kalau begitu "
__ADS_1
" galih ibu pinjem Ana dulu ya " goda ibu pada galih.
" iya Bu di ajarin biar jadi mantu yang baik ya "
bluss wajah Ana memerah bak kepiting rebus
" apaan sih kamu " ucap Ana malu
" udah yuk jangan dengerin galih " ucap Rian ibu mengajak Ana ke dapur untuk memasak bersama. ibu galih mengajari Ana memasak makanan kesukaan galih, Ana bertugas mencuci sayur dan daging ayam sedangkan ibu meracik bumbu.
kenapa kamu harus kembali lagi mas saat aku udah bahagia dengan anak ku. batin ibu galih melamun
" awh...." jerit ibu jarinya terkena pisau
" kenapa Bu " tanya Ana kaget
" astagfirullah jari ibu berdarah " panik Ana menarik tangan ibu galih yang luka menuju wastafel membasuh lukanya dengan air mengalir.
" ibu gak papa kok An " kata ibu menenangkan Ana. " tapi jari ibu luka " kata Ana
" di mana kotak obat Bu " sambung Ana mencari kotak obat di tempat yang di tunjukan oleh ibu galih. Ana mengobati luka di jari ibu galih dengan hati-hati,membuat ibu galih senang ada yang memperhatikannya. tanpa Ana dan ibu ketahui ternyata galih melihat bagaimana Ana mengkhawatirkan ibunya, galih sempat khawatir dan ingin menghampiri ibunya tapi saat melihat Ana merawat luka ibunya dengan baik galih merasa tenang, galih memilih memperhatikan mereka berdua dari jauh.
Alhamdulillah mereka sepertinya udah akrab.batin galih tersenyum dan meninggalkan dapur.
" udah selesai " kata Ana selesai membalut luka ibu galih
" makasih ya Ana "
" sama-sama Bu, udah ibu duduk aja biar aku yang nerusin masaknya "
" maaf ya Bu pokoknya gak ada tapi-tapian,aku khawatir nanti ibu luka lagi " kata Ana sopan
" mending ibu duduk aja, biar aku yang terusin ibu tinggal kasih tau aku apa aja bumbunya oke " sambung Ana dan mau tidak mau ibu galih menuruti permintaan Ana
ternyata Ana cekatan juga mengolah bahan makanannya jarang-jarang ada anak muda jaman sekarang mau masak.batin ibu melihat Ana memasak
Ana merasa gerah karena rambutnya tergerai saat memasak, ia lupa mengikat rambutnya tiba-tiba ada tangan yang mengikat rambutnya.
" makasih ya Bu " kata Ana tanpa melihat siapa yang mengikat rambutnya
" sama-sama "
" loh kamu ngapain di sini " kata Ana terkejut ternyata yang mengikat rambutnya adalah kekasihnya.
" mau liat kamu masak " kata galih memperhatikan Ana memasak dari samping
" ih gak malu apa ada ibu " kata Ana tak enak
" Ana, galih ibu ke kamar dulu ya mau istirahat sebentar " kata ibu galih berjalan keluar dari dapur menuju kamarnya
" iya Bu ini juga bentar lagi Mateng masakannya " kata Ana
" tuh ibu ngerti banget sama anaknya mau berduaan sama calon mantunya " goda galih pada Ana
" ih itu maunya kamu "
" udah sana kamu tunggu aja di meja makan " usir Ana
__ADS_1
" gak ah mau di sini aja "
" galih kalo kamu di sini malah bikin aku salting di liatin kamu, jadi gak kelar-kelar donk masaknya " kata Ana gemas
" ya iya aku mau nonton aja kalo gitu " ucap galih mengacak-acak rambut Ana gemas
akhirnya galih keluar dari dapur dan Ana melanjutkan masaknya.
di kamar ibu Galih
kenapa kamu kembali lagi mas, dimana kamu saat aku sedang membutuhkan kamu, disaat aku harus berjuang mengandung dan melahirkan anak kita, setelah sekian lama kamu pergi meninggalkan ku tanpa kabar dan sekarang dengan mudahnya meminta ku untuk kembali bersama mu.batin ibu galih menangis dalam diam agar tak di dengar oleh galih
tok..tok..tok..
" Bu makannya udah siap " kata galih tapi tidak ada jawaban dari dalam
" makan siang dulu yuk " kata galih lagi masih berusaha mengetuk pintu kamar ibunya
ceklek....suara pintu terbuka
" ibu kenapa kok kaya abis nangis "
" ibu gak papa mungkin ibu cape aja jadi kepalanya sedikit pusing dan matanya perih " alasan ibu
" owh ya udah kita makan siang dulu, Ana lagi siapin makanannya "
" iya udah kamu duluan bantu Ana, ibu mau ke kamar mandi dulu "
" iya Bu "
mereka semua berkumpul di meja makan menikmati masakan Ana dengan nikmat tanpa bersuara. selesai makan Ana dibantu oleh galih memberikan bekas mereka makan, sedangkan ibu galih memperhatikan galih dan Ana hanya tersenyum.
" Bu udah selesai " kata galih
" oh ya Bu aku mau izin pergi sama Ana, ibu gak papa kan sendiri "
" yah udah mau pulang aja, padahal ibu masih mau ngobrol-ngobrol sama Ana " ucap ibu sedikit kecewa
" maaf ya Bu Minggu depan aku janji bawa Ana kesini lagi, sekarang aku mau habisin waktu libur ku dulu sama Ana "
" oh gitu ya udah, tapi janji ya Minggu depan main lagi ya Ana "
" insya Allah Bu " ucap Ana tersenyum
" ya udah kalo gitu aku pamit ya " ucap galih mencium tangan ibunya bergantian dengan Ana mencium tangan ibu galih.
" iya hati-hati " ucap ibu galih mengantarkan galih dan Ana sampai teras
" iya Bu assalamualaikum "
" waalaikumsalam "
***jangan lupa like,vote dan komen ya
and makasih juga yang udah mau mampir
tbc***
__ADS_1