Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 11


__ADS_3

Aisyah mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan putrinya itu. Airin mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan Damar dan hidup bersama di tepi sungai yang tak jauh dari pasar itu. Tapi nyata nya ia tidak bisa melihat apa yang Airin lihat saat itu.


***


"Tolong... " Teriak Airin berlari mencoba menghindar dari sosok bayangan hitam yang mengejar nya.


"Tolong... " Teriak nya lagi terus berlari tanpa henti.


"Kamu mau kemana? Kamu tidak bisa lari lagi. Kemana pun kamu pergi, kami akan menemui mu" Ujar bayangan hitam itu yang memang tidak jelas wujud asli nya. Bayangan itu terus mengejar Airin.


Airin terus dan terus berlari menyelusuri hutan lebat yang gelap tanpa ada siapa pun di sana. Kaki nya telah lelah berlari untuk menghindar agar tidak tertangkap oleh bayangan yang terus mengejar nya tadi.


"Tolong... " Teriak Airin lagi hingga pada akhir nya ia terjatuh karena kaki nya tersandung oleh akar pohon yang ia lalui.


Airin menangis ketakutan beringsut mundur dari bayangan itu.


"Siapa kalian? Apa yang kalian ingin kan dari ku?" Ucap Airin menangis ketakutan.


"Kami hanya ingin kamu. Kamu harus ikut bersama kami. Sudah lama kami menunggu saat-saat ini. Dan kini tiba masa nya kamu jadi milik kami" Ujar bayangan tadi mencoba memegang tangan Airin.


"Tidak, aku tidak mau ikut bersama kalian. Aku tidak kenal sama kalian. Lepas kan aku.... Tolong" Teriak Airin berontak.


Seketika pegangan tangan bayangan hitam ke tangan Airin pun terlepas saat anak panah berlalu di hadapan kedua nya. Sontak itu membuat mereka kaget.


Airin melihat siapa yang mencoba untuk menolong nya itu.


"Damar" Ucap nya lirih penuh kebahagiaan.


"Kamu lagi, kenapa kamu selalu menganggu kami"


"Aku tidak pernah menganggu kalian. Kalian lah yang selalu mengganggu gadis itu" Ujar Damar dengan santai nya.


"Dia milik kami, sudah sewajarnya dia kembali bersama kami" Ucap ketua bayangan itu.


"Tidak, dia tidak seharus nya bersama kalian. Dia memiliki darah dari suku kami. Jadi kalian jangan berharap kalian akan mendapatkan nya. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi" Ujar Damar lagi.

__ADS_1


"Kurang ajar kamu. Serang dia" Ujar ketua bayangan itu memerintahkan ketiga anak buah nya untuk menyerang Damar.


Terjadi lah perkelahian antara mereka. Damar menyerang bayangan itu dengan busur panah nya secara bertubi-tubi.


Airin yang menyaksikan perkelahian antara mereka pun mencoba untuk bersembunyi di balik pohon.


"Ya ampun Damar" Batin nya dengan penuh ketakutan.


Bayangan hitam tadi menyerang Damar dengan pedang nya. Namun, Damar berhasil untuk menghindar dari serangan itu. Sesungguh nya pasukan bayangan hitam itu bukan lah tandingan nya. Dengan mudah ia bisa mengalahkan bayangan itu dan bayangan itu pun melarikan diri.


"Terima kasih ya Damar" Ucap Airin keluar dari persembunyian nya.


"Siapa mereka sebenar nya Damar. Kenapa mereka selalu saja menganggu ku?" Tanya Airin kepada Damar.


"Mereka adalah suku Orx yang berusaha untuk merebut mu"


"Merebut ku? Untuk apa dan kenapa?"


"Karena kamu memiliki darah campuran. Hal itu lah yang membuat mereka ingin merebut mu. Mereka akan menjadi kan mu tumbal untuk memperkuat kekutan raja mereka. Jika hal itu terjadi, maka mereka akan menguasai dunia ini" Jelas Damar kepada Airin.


"Sebaik nya kamu kembali. Sudah saat nya kamu kembali ke alam mu" Ujar Damar saat mendengar suara ayam jantan berkokok. Hal itu menandakan hari sudah subuh dan waktu nya Airin terbangun dari tidur nya.


Damar pun pergi meninggalkan Airin yang masih terbengong karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh Damar tadi.


"Damar tunggu" Teriak Airin mencoba menghentikan Damar. Namun Damar tidak menghiraukan nya. Pemuda itu terus saja berjalan ke depan tampa menghiraukan panggilan dari Airin.


Airin mencoba mengejar Damar. Namun, Damar menghilang di balik kabut yang tebal di depan sana.


"Apa maksud Damar tadi?" Batin Airin lagi.


***


"Sayang, kamu sudah bangun?" Ujar Aisyah melihat putri semata wayang nya duduk di tempat tidur nya.


"Iya buk"

__ADS_1


"Seperti nya selama kita berada di negeri ini kamu terlihat tidur dengan nyenyak tampa ada teror mimpi-mimpi buruk lagi" Ucap Aisyah.


Airin terdiam dan tampak berpikir bahwa apa yang di katakan ibu nya itu memang benar. Semenjak ia menginjak kaki di negeri ini, ia selalu tidur dengan tenang.


"Buk, apa hari ini ibu pergi ke pasar lagi?" Tanya Airin.


Aisyah mengerutkan kening nya.


"Kenapa emang nya?"


"Airin mau ikut ya buk" Rengek nya. Yah ia masih penasaran dengan apa yang di katakan oleh Damar tadi. Ia harus mengetahui tentang diri nya yang memiliki darah campur itu dan juga tentang suku Orx yang menginginkan nya itu.


"Oh mau ikut lagi? Mau ketemu dengan pemuda yang bernama Damar itu?" Tebak Aisyah.


Airin hanya menjawab dengan senyuman kepada ibu nya itu.


Sebenar nya Aisyah tidak menginginkan Airin untuk ikut dengan nya lagi. Secara Airin selalu bertingkah aneh saat pulang dari pasar itu. Tapi wanita paruh baya itu pun tidak mau mengecewakan putri nya. Secara baru kali ini lah dia melihat gadis nya itu kembali ceria.


"Iya nak, nanti ibu akan ke pasar lagi. Kalau kamu mau ikut, kamu cepat mandinya ya" Ujar Aisyah kepada putri nya.


"Baik buk" Airin langsung bangun dari tempat tidur nya dan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aisyah tersenyum senang melihat putri nya itu kembali semangat dan penuh keceriaan seperti pada saat ia belum mengalami teror mimpi-mimpi buruk itu.


"Buk, seperti nya Airin senang sekali" Tegur Raksi yang melihat putri nya dengan semangat pagi ini.


"Iya pak. Sudah lama kita tidak melihat keceriaan di wajah putri kita itu pak. Ibu senang melihat nya banyak mengalami perubahan seperti ini" Jelas Aisyah.


"Berarti semedi yang di lakukan tok Wan berhasil. Karena banyak perubahan yang terjadi kepada putri kita itu" Ujar Raksi.


"Iya pak. Seperti nya apa yang bapak katakan itu benar ada nya. Ibu juga merasa senang melihat putri kita kembali seperti biasanya"


"Semoga saja hal ini akan selama nya terjadi. Dan Airin tidak kembali mengalami teror-teror itu lagi" Ujar Raksi.


"Aamiin"

__ADS_1


"Ayo kita sarapan buk. Buk Suri sudah menunggu kita dari tadi di meja makan. Dan buk Suri bulang bahwa tok Wan akan kembali hari ini" Jelas Raksi lagi kepada istri nya.


__ADS_2