
Damar pergi ke sungai yang ada di ujung desa untuk membuang gelang yang menurut nya menjadi penyebab raja Syam di kutuk.
Ia menjedotkan kepalanya di pohon yang tumbuh di tepi sungai hingga berdarah. Tangan nya pun ia goreskan dengan batu tajam yang ada di sekitar sungai seakan-akan ia sedang bertarung melawan roh jahat untuk menyelamatkan raja Syam.
***
Damar kembali ke istana dengan memegang perut nya. Ia tampak sangat berantakan saat itu. Langkah nya tertatih tatih seakan-akan lelah bertarung melawan roh jahat itu.
Damar berbaring di lantai istana, terlihat sangat lelah sekali.
"Damar?" Tegur Airin menghampiri Damar yang terbaring di lantai.
"Apa yang sebenar nya terjadi Damar? kenapa kamu terlihat berantakan seperti ini?" Tanya Airin mendekati damar dan mencoba untuk menolongnya.
"Aku harus melawan roh jahat yang mencoba menghalangiku untuk melakukan ritual membuang gelang itu ke sungai. Roh itu begitu kuat hingga aku babak belur seperti ini" Jelas Damar dengan napas yang terhengah-hengah.
"Ya ampun Damar, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Airin khawatir.
"Yah aku baik-baik saja. Hanya terluka sedikit seperti ini. Tapi tidak masalah bagi ku. Karena gelang itu berhasil aku buang ke sungai. Semoga saja raja Syam akan sembuh" Ujar Damar.
"Terima kasih Damar, kamu mau menolong suamiku. Mari aku bantu untuk mengobati luka mu" Ujar Airin menuntun Damar menuju ke kamarnya untuk diobati oleh wanita itu.
***
Airin membersihkan luka yang ada di kepala Damar dengan menggunakan air panas. Ia juga mengompres pipi Damar yang terlihat lebam. Saat Airin menempelkan kain kompres di dahi nya Damar yang terluka, Damar merintih kesakitan. Secara reflek ia memegang tangan wanita yang ada di hadapannya itu. Sontak kedua mata mereka saling bertatap.
Bayangan dan memori mereka di masa lalu kini terbayang diingatan. Di mana saat itu juga Airin sedang mengobati luka Damar akibat terkena panah dari bangsa Orx. Di mana ia mau menyelamatkan Airin dari serangan bangsa itu.
Tidak bisa dipungkiri getaran-getaran halus di hati keduanya masih terasa. Namun, Airin mencoba untuk menepisnya karena saat ini ia sudah memiliki suami yaitu raja Syam.
"Oh maaf" Ujar Airin menarik tangannya yang dipegang oleh Damar.
"Sudah selesai sekarang kamu istirahat saja di kamar" Ujar Airin membereskan obat-obatan yang ia bawa tadi untuk mengobati Damar dan membawanya keluar dari kamar laki-laki itu.
Airin mempercepat angkanya agar cepat terhindar dari laki-laki itu. Ia tidak mau perasaan yang dulu kini timbul lagi karena saat ini ia sudah memiliki suami.
***
Airin menatap suami nya yang masih tidak memiliki perubahan. Laki-laki itu masih berbaring dengan lemah di tempat tidurnya.
Airin mendekati suami nya. Wanita itu memegang tangan suami nya yang semakin kurus.
"Sayang, berjuang lah. Cepat lah sembuh aku di sini menunggu mu. Aku akan melakukan apa pun untuk menyembuhkan mu" Ujar Airin sambil menangis.
Wanita itu menangis tersedu-sedu di tangan suaminya itu. Saat ia menangis, gadis itu bisa merasakan tangan raja Syam bergerak.
Airin kaget, Iya kembali mengangkat kepalanya untuk melihat keadaan suaminya. Perlahan raja Syam membuka mata nya. Kini ia terlihat lebih baik dari pada sebelum nya. Wajah nya mulai memerah tidak pucat seperti tadi.
"Sayang, raja ku. Kamu sudah sadar?" Tanya Airin tersenyum bahagia melihat perubahan suami nya.
"Airin, apa yang terjadi?" Tanya raja Syam bingung. Yah ia sama sekali tidak sadar apa yang terjadi kepada dirinya selama ini.
"Kamu tidak sadarkan diri hampir dua bulan sayang. Aku bersyukur kamu telah sembuh" Ujar Airin lagi.
"Seperti nya aku harus berterima kasih kepada Damar yang telah menyelamatkan mu" Ujar Airin.
"Damar? Mantan pengawal pribadi mu itu"
Airin mengangguk.
__ADS_1
"Iya dia telah mengobati mu hingga kamu sembuh seperti ini" Ujar Airin lagi menjelaskan kepada suami nya itu.
Tidak ada raut wajah cemburu sedikit pun pada raja Syam. Ia juga mau mengucapkan terima kasih kepada Damar karena telah menyembuhkannya dari sakit yang ia alami selama ini.
"Aku juga mau mengucapkan terima kasih kepada nya. Bisa kamu membawa ku bertemu dengan nya?" Tanya raja Syam kepada Airin.
"Iya aku akan membawamu pergi bertemu dengannya. Saat ini Damar sedang beristirahat di kamarnya. Dia sedikit terluka melawan roh jahat yang berusaha untuk menghalanginya menyelamatkan kamu" Jelas Airin.
Raja Syam semakin merasa terkesan mendengar Damar telah berusaha menyelamatkannya dan terluka akibat melawan dengan roh jahat untuk menyelamatkan.
"Bawa aku ke kamar nya" Pinta raja Syam lagi.
Airin menuntun raja Syam menuju kamar Damar seperti yang ia pinta.
***
Damar yang tadi nya tersenyum senang karena telah berhasil membuat Airin percaya atas tipu daya yang ia lakukan.
"Damar, apa aku boleh masuk?" Tanya Airin mengetuk pintu kamar Damar.
"Iya masuk saja" Jawab nya kembali berakting seolah-olah dia sedang sakit saat.
Damar menunjukkan raut wajah kesakitan terhadap Airin dan raja Syam.
"Yang mulia? Syukur lah yang mulia sudah sembuh" Ujar Damar tersenyum senang melihat raja Syam sembuh.
"Iya Damar. Aku mau mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah berhasil membuatku sembuh. Dan Terima kasih juga kamu telah rela terluka seperti ini karena menolong ku" Ujar raja Syam dengan nada suara yang lemah. Yah tenaga nya belum begitu pulih saat ini.
"Tidak masalah yang mulia. Sudah menjadi kewajibanku untuk menyelamatkan orang-orang yang sedang membutuhkan. Tidak ada artinya jika aku tidak bisa menolong raja Syam. Ilmu sihir yang aku pelajari selama ini terasa percuma" Ujar Damar terdengar bijaksana.
"Dari mana kamu belajar ilmu sihir Damar. Setahu ku kamu tidak tahu sama sekali tentang ilmu sihir" Airin mengintrogasi.
***
Siang kini berubah menjadi malam. Di mana matahari telah terbenam di ufuk barat yang di ganti dengan kehadiran bulan di atas langit.
Damar, Airin dan juga raja Syam sedang makan malam bersama di meja makan istana.
"Bagaimana keadaanmu saat ini Damar? Apa sudah merasa baikan?" Tanya Airin melihat mantan kekasihnya itu datang untuk makan malam bersama.
"Sudah, aku sudah merasa baikan kok"
Airin tersenyum mendengar apa yang dikatakan Damar kepadanya. Ia merasa lega karena laki-laki itu sudah merasa baikan dan lukanya tidak menjadi lebih parah.
"Besok aku mau minta izin untuk pulang. Tidak ada guna nya juga lagi aku di sini. Secara raja Syam sudah sembuh dari sakitnya" Ujar Damar.
Airin dan raja Syam hanya mengangguk memberi izin dengan permintaan Damar.
Raja Syam menyodorkan sesuap makanan ke dalam mulutnya. Tiba-tiba, dia tersedak dengan makanan tersebut.
"Uhuk...uhuk..." Raja Syam batuk. Ia terlihat lemas tidak bisa bernafas sama sekali. Seketika ia kembali terjatuh ke lantai dan tidak menyadarkan diri. Yah penampakan seperti ia sakit itu kembali terlihat di tubuh raja Syam. Laki-laki itu kembali pucat seperti tidak memiliki darah di tubuh nya. Tubuh nya kembali kurus dan kulitnya kembali kering. Sungguh ia seperti mayat hidup.
"Damar, tolong. Kenapa raja seperti ini. Ada apa sebenar nya?" Tanya Airin panik melihat keadaan suaminya yang kembali seperti sedia kala.
"Ayo bawa raja ke kamar nya" Pinta Damar kepada para pengawal yang ada di sekitar mereka. Damar yang mengikuti para pengawal dari belakang yang mengendong raja Syam kembali ke kamar nya tersenyum puas dan senang melihat keadaan raja Syam kembali seperti sedia kala. Terlebih Airin kembali merasa panik dan menangis tiada henti melihat keadaan suaminya seperti itu.
"Rasakan perih dan sakit ini Airin. Kamu akan menderita. Aku sangat puas melihat keadaan mereka sekarang seperti ini" Batin Damar senang.
"Damar bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Kenapa raja kembali seperti ini?" Ujar Airin saat para pengawal membaringkan raja Syam ke tempat tidur nya.
__ADS_1
"Aku juga bingung Airin. Padahal aku sudah membuang gelang itu. Semestinya roh yang ada di dalam gelang itu tidak akan mengganggu raja Syam lagi" Ujar Damar berlaga bingung. Padahal semua ini adalah ulah dari diri.
"Jadi kita harus bagaimana Damar?"
"Sebentar Airin biar ku periksa raja Syam dulu" Ujar Damar mendekati Raja Syam dan memegang nadi tangannya untuk memeriksa keadaan laki-laki yang sedang tidak berdaya itu.
"Aduh" Ujar Damar berlagak tangan nya merasa sakit saat menyentuh tangan raja Syam.
"Ada apa Damar?"
"Aku sama sekali tidak bisa memegang tangannya karena tangannya terasa panas" Jelas Damar mengibas-ngibas tangannya seolah-olah merasa kepanasan.
Airin tampak semakin panik dan sedih. Air mata yang meleleh di pipinya sama sekali tidak bisa berhenti mendengar apa yang dikatakan oleh Damar. Yah hal itu disebabkan karena saat ini kondisi suaminya semakin parah.
Airin mencoba mendekati suami nya dan memegang tangan suami nya untuk memastikan. Ternyata ia bisa memegang tangan suaminya itu tanpa merasa kepanasan seperti apa yang dikatakan oleh Damar.
"Aku sama sekali tidak merasakan panas pada tangan raja"
Damar tampak berpikir heran.
"Seperti nya ini adalah tipu daya dari roh itu. Dia tidak mau aku mengobati raja Syam. Karena itu hanya aku yang merasa panas pada bagian tangan raja Syam" Jelas Damar lagi.
"Jadi bagaimana ini Damar?"
"Begini saja, besok aku akan kembali ke kampung halamanku. Aku harus bersemedi di sana untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya terjadi kepada raja Syam" Jelas Damar lagi
"Tidak masalah bukan jika aku harus pulang sebentar untuk mencari tahu cara mengobati raja Syam"
"Iya Damar, Aku sama sekali tidak mempermasalahkan. Lakukan lah mana yang menurutmu terbaik demi kesembuhan suami ku. Aku tidak mau melihatnya tersiksa seperti ini lagi" Ujar Airin menatap iba ke arah suaminya.
"Baik lah aku akan berangkat besok pagi" Jelas Damar lagi.
Damar kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Airin tetap berada di samping suaminya. Wanita itu kembali menatap iba ke wajah suaminya dan memegang tangan suaminya yang tidak berdaya itu.
Seketika kenangan-kenangan indah yang pernah mereka lalui bersama kini terbayang di ingatan Airin. Saat mereka berjalan berdua di taman bunga yang indah, saat mereka merayakan ulang tahun pernikahan mereka bersama, saat mereka menghabiskan waktu berdua di dunia manusia. Semua kenangan-kenangan itu seperti nyata yang sedang terjadi saat itu di mata Airin. kini kenangan itu kembali berputar saat raja Syam memakaikan gelang di tangan Airin.
Baru Airin ingat tentang apa yang di katakan oleh Damar. Bahwa saat itu ia hanya menjelaskan ada seseorang memberikannya sebuah kotak tidak menjelaskan bahwa isinya berupa gelang di sana. Dari mana Damar tahu bahwa itu berupa gelang? Kemudian Airin kembali teringat tentang Damar yang mengatakan orang yang melakukan hal ini kepada raja Syam merupakan orang terdekat mereka dan memiliki dendam yang sudah lama ia pendam hingga baru terbalaskan saat ini. Kemudian Airin kembali teringat tentang Damar mengatakan bahwa ia tahu ilmu sihir karena ia telah mempelajarinya lima tahun yang lalu saat ia berada di dalam sel tahanan.
Semua bukti itu membuat Airin berpikir bahwa semua yang terjadi kepada dirinya dan juga raja Syam merupakan perbuatan dari Damar.
"Pasti ini semua perbuatan Damar. Dari mana dia tahu bahwa kotak itu berisi gelang. Padahal aku sama sekali tidak menjelaskan tentang isi kotak yang telah dikirim oleh seseorang yang tidak ku kenal itu" Batin Airin lagi.
Wanita itu pun bergegas berlari menuju kamar Damar untuk meminta penjelasan dari semua ini. Yah wanita itu membutuhkan penjelasan mengapa Damar begitu tega melakukan semua ini kepada keluarganya.
"Damar...Damar" Teriak Airin menggedor-gedor pintu kamar Damar.
Dengan langkah santai membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Airin? Ini sudah larut tidak sebaiknya kamu berada di kamar ku. Terlebih saat suamimu sedang sakit seperti itu. Nanti para penghuni istana memikirkan hal yang bukan bukan tentang kita" Ujar Damar seperti tidak bersalah.
"Aku hanya ingin kamu menjelaskan tentang apa yang terjadi kepada aku dan raja Syam. Kenapa kamu begitu tega membuat raja Syam menderita seperti ini"
Damar mengerut keningnya seolah-olah tidak tahu apa maksud dari perkataan Airin tadi kepada nya.
"Apa maksud mu Airin. Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu kepadaku" Tanya Damar berlaga polos.
"Jangan kamu berbohong lagi Damar. Aku sudah mengetahui semua nya. Semua ini terjadi karena kamu. Kamu lah yang telah mengirim kutukan itu kepada raja Syam bukan?" Tanya Airin yang memang benar ada nya.
"Apa maksud mu Airin? Kenapa kamu menuduhku seperti itu? Bukan kah kamu sudah melihat sendiri bahwa aku telah terluka karena menolong suamimu akibat melawan roh jahat yang mencoba menghalangiku untuk menyelamatkan raja" Jelas Damar mengingatkan wanita yang sedang berada di hadapannya.
__ADS_1
"Itu hanya lah akting mu saja agar aku percaya bahwa kamu benar-benar mau membantuku. Tapi pada dasarnya kamulah penyebab dari semua" Ujar Airin lagi dengan tatapan penuh dengan amarah kepada Damar.