Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 20


__ADS_3

Airin dan Damar sudah tiba di negeri bangsa Bunian. Di sana orang-orang memakai pakaian serba putih. Serba bersih dan juga indah.


"Ini lah negeri Bunian, negeri tepat tinggal bangsa kami" Jelas Damar kepada Airin.


"Ayo kita bertemu dengan sang Raja" Ajak Damar lagi. Mereka pun pergi melalui pemukiman warga. Banyak para warga di sana memperhatikan Airin dari ujung rambut hingga ujung kaki nya. Yah mereka belum pernah melihat Airin sebelum nya. Jelas mereka sedikit bingung dan bertanya-tanya siapa gadis yang bersama Damar saat ini.


"Damar, Kenapa mereka menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" Bisik Airin.


"Mereka hanya terkesima melihat kecantikanmu. Mereka juga merasa heran kenapa bangsa manusia bisa masuk ke negeri Bunian. Karena sudah lama sekali bangsa manusia tidak pernah masuk lagi ke negeri Bunian ini. Terakhir yang masuk adalah ibumu" Jelas Damar lagi.


Mereka pun terus melanjutkan perjalanan menuju kerajaan di negeri Bunian itu.


"Aduh" Rintih seorang anak kecil yang sedang berlari-lari bersama teman-temannya dan ia tidak sengaja menabrak Airin sehingga membuat dirinya jatuh ke tanah.


"Eh, maaf sayang. Kamu tidak apa-apa?" Tanya Airin tinggal lemah lembut dan membantu anak kecil tadi yang berjenis kelamin perempuan untuk berdiri kembali.


"Aku baik-baik saja kok kak. Maaf karena aku telah menabrak kakak tadi" Ucap nya dengan merasa bersalah.


"Iya gak apa-apa kok dek. Lain kali main nya hati-hati ya" Ujar Airin tersenyum dengan manis nya. Anak tadi pun membalas dengan senyuman pula kepada Airin. Kemudian ia pun kembali bermain kejar-kejaran bersama teman-temannya tadi.

__ADS_1


Airin melihat anak-anak itu bermain dengan gembiranya. Ia pun mengukir senyuman di bibirnya kembali merasakan momen saat ia berusia seperti anak-anak itu. Masa yang tidak bisa terulang kembali.


"Ayo" Ajak Damar lagi melanjutkan perjalanan mereka yang sempat terhenti.


Airin dan Damar pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kerajaan yang terletak di ujung desa.


***


Untuk yang kedua kalinya Airin terkesima melihat megahnya dan juga indahnya istana di negeri itu. Mereka kini sudah tiba di halaman istana yang indah dengan ditumbuhi rumput yang hijau serta dihiasi dengan berbagai macam bunga warna-warni di sana. Halaman istananya cukup luas seluas lapangan bola.


Airin dan Damar menyusuri halaman tersebut untuk masuk ke dalam istana di mana sang raja telah duduk di tatahnya menunggu kedatangan Airin dan juga Damar saat itu.


"Waw, istananya besar dan megah sekali" Batin nya mengagumi istana tersebut.


Bisa gadis itu lihat bahwa yang istana yang berdiri kokoh di aula istana itu sangatlah besar dan terbuat dari lapisan emas yang mengkilat. Yah beberapa bagian di istana itu memang terbuat dari emas.


Hingga mereka pun telah tiba di ruang pengadapan di mana telah duduk dengan gagahnya seorang laki-laki yang bertubuh tegap dan memiliki mahkota di kepalanya serta tongkat berwarna kuning emas di tangannya. Laki-laki itu adalah sang Raja di negeri Bunian yang telah menunggu kedatangan mereka berdua.


Damar pun memberi penghormatan kepada sang raja. Melihat hal itu dia pun menunduk dan juga memberi penghormatan kepada sang raja seperti apa yang dilakukan oleh Damar.

__ADS_1


"Selamat datang kembali prajurit kebanggaanku. Terima kasih karena kamu telah menjaga dan membawa kembali putri ku dengan baik" Sambut sang Raja kepada Damar.


"Ampun tuan ku, sudah menjadi kewajibanku untuk menjalani perintah tuan ku sebagai penjaga dan mengawal Airin" Ucap Damar dengan penuh hormat.


Sang Raja tersenyum puas melihat kinerja Damar yang memang sudah tidak bisa di ragukan lagi.


"Selamat datang putri ku. Sudah lama ayah menunggu kedatangan mu kembali bersama kami para bangsamu"


"Tunggu dulu tuan, kedatangan saya ke sini hanya ingin mengetahui asal usul diri saya ini. Kenapa selama ini saya bermimpi buruk yang selalu meneror saya di setiap malam. Dan kenapa saya dikejar oleh bangsa Orx? Dan kenapa bisa saya memiliki darah campuran? Saya benar-benar membutuhkan penjelasan tentang hal ini agar saya mengetahui siapa diri saya sebenarnya" Tanya Airin tanpa basa-basi.


"Baik lah jika kamu penasaran dengan asal usul kamu aku akan menceritakan. Bagaimana bisa kamu memiliki darah campuran" Ujar sang Raja maju beberapa langkah ke hadapan membelakangi Airin dan juga Damar saat itu.


"Tepat Dua puluh tahun yang lalu. Telah terjadi perang antara kerajaan ibu mu yaitu kerajaan Sri Bunga Sekuntum dengan kerjaan musuh nya yaitu kerjaan Tanjung Sekudi. Raja Tanjung sekudi ingin mempersunting ibumu untuk menjadi istrinya. Namun, Ratu yang memimpin di kerajaan Sri Bunga Sekuntum menolak lamaran tersebut secara mentah-mentah karena mereka melupakan musuhan. Merasa kerajaan mereka di hina oleh Ratu Sri Bunga Sekuntum, maka kerajaan Tanjung Sekudi mengadakan peperangan.


Dan sebab itu lah ibumu dilarikan ke goa Bagiri oleh sang ratu untuk menyembunyikan ibumu dari raja yang zalim itu. Selama tiga bulan purnama peperangan itu berlangsung. Hingga pada akhir nya peperangan itu bisa di menangkan oleh kerajaan Sri Bunga Sekuntum. Dan selama itu lah aku dan ibu mu saling mengenal dan saling jatuh hati. Hingga kami menikah. Ibu mu memilih untuk ikut bersama ku ke negeri Bunian. Selama dua tahun pernikahan kami kamu pun hadir di dalam rahim ibumu. Itu sebabnya kamu memiliki darah campuran. Semenjak kehadiran kamu di dalam rahim ibumu membuat rumah pernikahan kami semakin bahagia. Namun kebahagiaan itu tidaklah berlangsung lama. Para bangsa Orx datang menyerang negeri ini karena mengetahui kehamilan ibumu. Mereka ingin merampas kamu dari tangan kamu untuk dijadikan tumbal agar pemimpin tertinggi mereka kuat dan tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Itu sebabnya ibumu pergi membawa kamu yang saat itu akan segera lahir ke dunia ini. Ibu mu melahirkan diri mu sendirian di gua Bagiri itu hingga pada akhirnya ia bertemu dengan ayah angkat mu saat ini dan meminta ayahmu untuk menyelamatkan kamu dan membawa kamu jauh dari tempat itu agar kamu selamat"


"Hingga pada usia tujuh belas tahun, kamu harus mengetahui siapa diri mu sebenar nya. Karena itu kamu selalu bermimpi buruk di setiap malammu" Jelas Raja itu lagi.


Airin menatap ke depan dengan tatapan kosong. Gadis itu masih tidak percaya bahwa diri nya merupakan keturunan dari kerajaan. Baik di kerajaan manusia maupun kerajaan bangsa Bunian.

__ADS_1


__ADS_2