Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 49


__ADS_3

Lima tahun sudah berlalu. Kini Damar pun terbebas dari hukuman nya. Mantap prajurit itu akan menjalankan rencananya saat ini. Ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk membalas dendam atas rasa sakit yang di alami selama ini.


Damar, mengenakan jubah hitamnya yang misterius, mempersiapkan ritual kutukan yang akan dia gunakan untuk menyusup ke dalam pikiran Pangeran Syam. Di sekitarnya, terdapat lilin-lilin yang terang menyala membentuk lingkaran di sekitar tempat Damar berdiri. Dia mengucapkan mantra kuno dengan suara seraknya, sementara asap misterius menyelimuti seluruh gua. Di mana mantra sihir itu ia pelajari selama di dalam penjara bersama laki-laki tua yang satu sel dengan nya.


***


Raja Syam sedang duduk di atas takhta, di tengah-tengah pertemuan dengan para penasihatnya. Yah saat ini dia sudah menjadi seorang raja menggantikan raja Agung. Tiba-tiba, dia merasakan sesuatu yang aneh. Pandangannya menjadi kosong, dan matanya berubah menjadi merah menyala. Suara-suara bisikan jahat mulai mengisi pikirannya, mengaburkan pemikiran dan mengendalikan gerakan tubuhnya.


Suasana di istana menjadi gelap dan mencengkam saat raja Syam kesurupan oleh kutukan Damar. Biasanya, istana itu dipenuhi dengan kecerahan dan kehangatan, tetapi sekarang suasana berubah menjadi terasa mencekam dan tak terduga.


Pencahayaan yang biasanya terang dan hangat digantikan oleh pencahayaan redup dan samar. Lilin-lilin dengan api berwarna merah terangi ruangan itu terlihat bergoyang-goyang dengan liar di sekitar ruangan, menciptakan bayangan yang menyeramkan pada dinding-dinding istana yang megah. Cahaya gemerlap itu memantulkan wajah raja Syam yang terdistorsi oleh kutukan menciptakan bayangan menyeramkan yang memenuhi ruangan.


Suara angin menggemuruh dan misterius berhembus di seluruh koridor istana, menciptakan sensasi angin yang sejuk dan mencekam di udara. Bau yang tak dikenal melayang di udara, mencampurkan aroma bunga-bunga segar dengan bau yang busuk dan sinister nya sihir gelap. Semua ini menambahkan suasana tegang dan aneh di istana yang biasanya begitu hidup dan riuh.


Suasana istana yang dulunya hangat dan penuh kehidupan sekarang terasa sepi dan mencekam. Seluruh anggota istana merasa adanya kehadiran yang tak terlihat namun kuat, yang mengintai dari sudut-sudut gelap ruangan. Mereka merasa getaran energi negatif dan kekuatan jahat yang mengisi udara, menciptakan ketidak nyamanan dan ketakutan yang sulit dijelaskan.


Pemandangan ini menyebabkan getaran tegang dan gelisah di antara para pelayan dan penghuni istana. Wajah mereka dipenuhi dengan rasa cemas dan kekhawatiran, dan tatapan mereka yang penuh kekhawatiran saling bertemu di tengah kegelapan ruangan. Suasana istana yang penuh dengan ketegangan dan ketakutan membangun ketidakpastian yang melumpuhkan, menambah dramatis dan mencengkam nya situasi.


Dalam suasana yang mencengkam ini, raja Syam menjadi lambang ketakutan dan kemungkinan kehancuran. Ekspresi wajahnya yang biasanya penuh kepercayaan diri dan tegar tergantikan oleh wajah yang dipenuhi rasa sakit dan kebingungan. Pandangannya yang merah menyala mencerminkan keadaan pikirannya yang terjebak di antara kekuatan gelap yang menguasainya, menciptakan suasana yang semakin mencekam di istana yang dulu begitu damai.


Raja Syam, dengan matanya yang merah menyala dan ekspresi wajah yang terdistorsi oleh kesurupan, menjadi fokus utama para petinggi. Mereka menatapnya dengan takjub dan takut akan apa yang bisa terjadi selanjutnya.


Para petinggi istana mulai berbicara dengan panik dan kebingungan, berusaha mencari cara untuk mengatasi situasi yang sulit ini. Mereka berdebat dan saling bertukar pendapat, mencoba mencari jawaban dan solusi untuk menyelamatkan raja Syam.


Suara-suara kepanikan dan desakan penuh kecemasan mengisi ruangan. Beberapa dari mereka menunjukkan tanda-tanda keputusasaan, menggenggam pakaian mereka dengan erat atau menutupi mulut mereka dengan tangan mereka, mencoba menahan ketakutan yang melanda.


***


Seorang dayang pribadi Airin yang telah menemani Airin sedari dulu datang menghadap wanita yang memilik darah campuran itu dengan membawa kabar buruk.


"Maaf kan saya yang mulia, saya menganggu yang mulia" Ujar nya dengan napas yang terengah-engah. Yah saat ini pangeran Syam sudah menjadi seorang raja menggantikan raja Agung. Jelas Airin kini menjadi ratu nya atau permaisuri.


"Tidak apa-apa dayang. Ada apa emang nya?" Tanya Airin dengan tersenyum ramah.


"Raja Syam, terjadi sesuatu yang buruk kepada yang mulia raja. Sepertinya yang mulia kesurupan" Jelas dayang tadi lagi.


Wajah Airin berubah menjadi pucat mendengar kabar tersebut, kekhawatiran mengisi matanya.


"Saya juga tidak tahu yang mulia. Secara tiba-tiba raja Syam bertingkah aneh"


Dengan perasaan yang penuh dengan kekhawatiran Airin pergi ke singgasana tempat di mana suami nya berada. Ia tidak peduli sama sekali bahwa suami nya itu kesurupan dan bisa saja menyakiti nya. Ia tidak memikirkan hal itu. Yang ada di pikiran nya saat ini hanya untuk menyelamatkan suami nya.


***


Airin, dengan hati yang berdebar dan penuh kekhawatiran, mendekati Raja Syam yang sedang duduk di takhtanya. Di sekelilingnya, para penasihat dan pengawal berdiri dengan serius, menyadari situasi yang genting di mana raja Syam sedang dalam keadaan kesurupan.


"Raja Syam, sayangku, aku di sini. Dengarkan suaraku" Ujar Airin dengan lembut berbisik di telinga suami nya itu.


Raja Syam, terikat oleh kekuatan jahat, terlihat lemah dan tidak sadar. Wajahnya penuh dengan ekspresi sakit dan kebingungan.

__ADS_1


"Yang mulia, ini aku, Airin. Jangan biarkan kekuatan gelap menguasai mu. Aku percaya pada kekuatan cinta kita dan aku akan berjuang bersamamu" Airin memegang tangan raja Syam.


Airin mencoba mengirimkan energi cinta dan kehangatan melalui sentuhan tangannya yang lembut pada raja Syam. Dia berbicara dengan suara yang penuh kasih dan keyakinan.


"Yang mulia, cintaku untukmu tak akan pernah pudar. Kita telah menghadapi begitu banyak hal bersama-sama. Aku tahu kekuatanmu yang sejati, dan aku tahu bahwa kamu adalah pribadi yang baik dan kuat di dalam dirimu."


Raja Syam, meskipun dalam keadaan yang rentan, menunjukkan sedikit reaksi terhadap kata-kata Airin.


"Yang mulia, ingatlah saat-saat indah kita bersama. Ingat canda dan tawa kita, ingat kebahagiaan yang pernah kita bagi. Aku berjanji, bersama-sama kita akan mengalahkan kekuatan gelap ini. Aku di sini untukmu, selalu."


Meskipun raja Syam masih dalam keadaan kesurupan, ada tanda-tanda kehadiran Airin yang menyentuh hatinya yang terdalam.


"Tolong bawa yang mulia ke kamar" Perintah Airin kepada petinggi istana. Raja Syam di bawa ke dalam kamar nya dan di baringkan di atas tempat tidur nya. Laki-laki itu seperti manusia tidak bernyawa. Mata nya menatap lurus ke depan tampa berkedip sedikit pun.


"Tolong panggilkan orang pintar untuk melihat keadaan yang mulia raja" Pinta Airin lagi.


Salah satu adanya istana pun pergi memanggil orang pintar untuk mengobati raja Syam.


"Permisi, Yang Mulia. Saya adalah dukun yang diutus oleh istana untuk menyembuhkan raja Syam dari kutukan yang menimpanya." Ujar dukun tadi kepada Airin.


"Kami sangat bersyukur dengan kehadiran Anda. Mohon, tolong selamatkan raja Syam." Ujar Airin penuh dengan harapan.


Dukun memperhatikan raja Syam yang terbaring lemah di tempat tidur, mengevaluasi keadaannya dengan cermat.


Dukun memulai ritual penyembuhan dengan gerakan yang lembut dan mantap. Dia membakar dupa khusus dan memulai chant mantra penyembuhan yang penuh kekuatan.


Raja Syam mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan terhadap kekuatan jahat yang mempengaruhinya. Dia bergerak tak teratur dan mengerang dengan sakit, tetapi kehadiran dukun memberikan harapan baru.


"Yang mulia raja Syam, dengarkan suara saya. Rasakan energi penyembuhan yang mengalir melalui tubuhmu. Biarkan kesucian hatimu mengalahkan kegelapan yang menyerangmu." Tambah nya lagi


Namun, meskipun upaya dukun yang sungguh-sungguh, sihir yang mengendap di dalam tubuh raja Syam terlalu kuat untuk diatasi.


"Maaf kan aku permaisuri, aku tidak bisa menembus sihir yang di antarkan kepada raja Syam Sihir ini terlalu kuat" Ujar dukun tadi.


Sontak Air mata Airin semakin deras mengalir di pipi nya mendengar bahwa suaminya tidak bisa disembuhkan oleh dukun yang dibawa oleh petinggi Istana tadi. Padahal Ia telah berharap banyak kepada dukun itu.


"Tidak mengapa pak, setidaknya anda sudah berusaha untuk menolong suami saya" Ujar Airin dengan rasa kecewa di hatinya.


Raja Syam masih terbaring tidak berdaya di tempat tidur. Ia seperti patung yang tidak bisa bergerak sama sekali. Ibarat kata seperti mayat hidup saja. Airin kembali menangis dan terus menangis melihat kondisi suaminya itu.


Wanita itu semakin bingung harus bagaimana untuk menyelamatkan suami nya itu.


"Tolong kalian carikan semua dukun atau orang pintar ke istana untuk menyelamatkan raja Syam" Pinta Airin kepada seluruh penghuni istana dan juga para petinggi-petingginya tak ketinggalan para pengawal dan juga dayang-dayang pun mendapat tugas yang sama.


***


Jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Yah sudah hampir tiga bulan raja Syam dalam keadaan yang sama. Sudah banyak dukun dan orang pintar yang dibawa untuk menyembuhkan raja Syam. Namun semua nya mendapatkan hasil yang sama yaitu gagal untuk mengobati dan menyelamatkan sang raja.


Airin tampak semakin kebingungan dan dalam keterputusaan. Ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyembuhkan suaminya itu. Semua upaya dan usaha telah ia lakukan namun masih tidak membuah kan hasil.

__ADS_1


"Entah bagaimana lagi aku harus mencari cara agar kamu sembuh sayang ku. Aku tidak tega melihat mu seperti ini. Hati ini terasa terluka dan perih melihat keadaanmu seperti ini" Ujar Airin menggenggam tangan raja Syam dengan penuh kasih sayang.


"Aku akan melakukan apa pun agar kamu bisa sembuh sayang. Aku tidak mau melihat mu dalam keadaan tidak berdaya seperti ini. Hati ku hancur sayang" Tambah nya lagi dengan lirih. Air mata terus saja membasahi wanita itu.


Meski raja Syam seperti tidak bernyawa dan hanya terbaring di tempat tidur nya, namun ia masih bisa mendengar apa yang di katakan Airin. Hanya saja ia tidak mampu membuka mulut nya dan bergerak karena seperti ada sesuatu yang besar menghimpit nya.


***


Airin termenung di taman istana. Mata nya menatap kosong ke depan, pikiran nay terus saja berselancar mencari cara menyembuhkan suami nya.


"Ampun yang mulia, saya ada kabar baik untuk yang mulia" Ujar salah satu dayang datang menghadap wanita yang memiliki darah campuran itu.


"Ada apa dayang? Kabar baik apa yang mau kamu sampai kan" Tanya Airin dengan nada datar nya.


"Yang mulia saya telah membawa seseorang yang tahu tentang keberadaan orang pintar yang bisa menyembuhkan yang mulia raja Syam" Ujar nya lagi


Airin kaget mendengar apa yang dikatakan oleh dayang itu. Wajahnya yang tadi penuh dengan keterputus asaan kini kembali memancarkan raut wajah yang penuh harapan. Yah Wanita itu sangat berharap bahwa orang pintar yang akan ia temui nanti bisa mengobati suaminya.


"Mana orang nya, suruh dia datang menghadap kepada ku" Pinta Airin lagi


Gadis yang mengetahui keberadaan orang pintar itu pun datang menghadap Airin.


"Jadi, apa kamu bisa memanggilnya ke sini?" Tanya Airin.


"Maaf kan saya yang mulia. Saya tidak bisa melakukan apa yang mulia minta, karena orang pintar itu mau mengobati pasiennya jika salah satu anggota pasien nya datang menghadap dan meminta bantuan kepadanya secara langsung" Jelas gadis itu lagi.


"Kenapa seperti itu?" Tanya Airin heran dengan apa yang di katakan oleh gadis tadi.


"Saya juga kurang tahu kenapa beliau seperti itu. Mungkin untuk membuatnya yakin bahwa anggota pasiennya memang benar-benar membutuhkan pertolongan darinya" Tebak gadis itu lagi


"Ya sudah jika memang ia meminta anggota keluarga pasiennya datang menghadap, aku akan siap untuk bertemu dengannya besok. Tolong bawa aku ke sana" Ujar Airin dengan mantap. Yah semuanya akan ia lakukan demi kesembuhan suaminya. Termasuk bertemu dengan orang pintar yang dikatakan oleh gadis itu tadi.


"Baik lah yang mulia besok saya akan membawa yang mulia untuk bertemu dengannya. Semoga orang pintar kali ini benar-benar berhasil mengobati Raja Syam hingga membuat raja Syam kembali seperti dulu" Ujar nya lagi


"Yah semoga saja begitu. Itu lah yang kita semua harap kan" Ujar Airin kembali menatap ke arah depan dengan penuh harapan.


***


Pagi telah tiba, Airin dan gadis yang mengetahui tempat tinggal orang pintar tadi itu pun pergi menuju tempat tinggal orang pintar itu dengan menggunakan kereta kencana. Perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh yaitu memakan waktu lima jam lama nya.


Di dalam perjalanan Airin selalu berdoa semoga orang pintar ini cocok untuk membuat suami nya sembuh.


***


"Yang mulia tunggu di sini saja. Saya akan masuk ke dalam dan berbicara dengan orang pintar itu bahwa yang mulia ingin bertemu" Ujar gadis itu lagi setelah mereka tiba di tempat kediaman orang pintar itu.


Airin mengangguk setuju dengan perkataan dari gadis itu tadi. Airin memilih untuk tetap berada di kereta kencananya dan menunggu kedatangan orang pintar itu.


Mendengar ada yang ingin bertemu dengannya, orang pintar tadi pun perlahan keluar dari rumahnya menuju ke kereta kencana tempat di mana Airin menunggu kedatangan nya.

__ADS_1


__ADS_2