
Damar mengungkap kan perasaan yang telah ia pendam selama ini kepada gadis impiannya yaitu Airin.
Airin pun membalas rasa cinta dapat kepada dirimu karena ia pun memiliki perasaannya sama terhadap laki-laki yang telah menjadi pengawalnya itu. Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan bagi Airin dan juga Damar karena cinta mereka berdua tidak bertepuk sebelah tangan.
***
Pangeran Syam jatuh cinta kepada Airin saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Ia pun menceritakan perasaan yang ia rasakan terhadap anak gadis dari kerajaan sahabat mereka itu kepada ayahnya raja Sulaiman.
Sontak raja Sulaiman pun tidak mempermasalahkan dengan perasaan putra mahkotanya itu karena Airin merupakan keturunan dari bangsawan juga.
Bahkan raja Sulaiman pun ingin segera melamar Airin menjadi menantunya secepat nya. Namun, ia merasa kaget saat Pangeran Syam mengatakan bahwa Airin memiliki darah campuran yaitu separuh manusia dan separuh darah Bunian.
"Kamu yang benar Syam. Itu arti nya gadis itu memiliki darah langka. Jika kamu bisa menikah dengan nya, maka kerajaan kita akan semakin maju. Karena terus itu membawa keberuntungan bagi siapapun yang dekat dengan nya" Jelas raja Sulaiman lagi.
"Apa perlu kita melamar nya sekarang" Tambah nya lagi.
"Nanti dulu ayahanda. Rasa nya tidak pantas jika kita mengadakan lamaran sekarang karena sebentar lagi akan terjadi peperangan diantara kita melawan bangs Orx dan di saat ini mereka sedang mempersiapkan pasukan untuk peperangan tersebut. Jika kita malah sibuk mengadakan lamaran maka aku yakin raja Agung pasti akan tidak menyetujuinya. Jadi biarkan saja kita selesai berperang dulu barulah kita akan melakukan langkah selanjutnya" Jelas pangeran Syam.
"Baik lah, ayahanda hanya bisa menuruti kemauan mu. Apa pun yang membuat mu bahagia ayahanda akan selalu mendukung nya" Ujar raja Sulaiman lagi.
***
Airin menikmati hangat nya sinar sang surya di pagi. Gadis itu menikmati matahari terbit di taman istana. Ia duduk di kursi yang ada di taman itu sambil menyaksikan Mentari yang memancarkan cakrawalanya yang begitu indah sambil menghirup udara segar di pagi ini.
Raja Agung datang menghampirinya saat melihat putri nya duduk sendirian di taman itu.
"Biduri" Tegur sang raja menghampiri putri semata wayangnya itu.
"Ayahanda" Jawab Airin berdiri dan memberi hormat kepada ayah nya itu.
"Duduk lah"
Airin kembali duduk di samping ayah kandung nya itu. Ia pun ikut menyaksikan pemandangan matahari terbit di pagi itu.
"Indah sekali di pagi ini ya nak"
"Iya ayahanda. Pemandangan nya sangat indah dan sejuk" Ujar Airin. Tentu saja hari ini sangat indah bagi gadis itu karena ia dan Damar telah resmi berpacaran. Dimana hati gadis itu terasa berbunga-bunga. Semua yang dilihatnya terasa begitu indah.
Raja Agung tersenyum mendengar ucapan dari Airin. Ia tahu bahwa putrinya itu sedang jatuh cinta saat ini. Dimana raut wajah sang putri mahkota terlihat lebih ceria dan aura kecantikannya semakin terpancar di pagi ini.
"Pasti Biduri merasa bahagia saat bertemu dengan pangeran Syam kemarin" Batin sang raja.
"Biduri pasti sedang jatuh cinta kepada pangeran Syam. Terlihat pagi ini ia begitu berbeda. Siapa lagi yang ia temui kemarin selain pangeran Syam? Seperti nya rencana ku untuk menjodohkan mereka tidak salah sama sekali" Batin raja ikut tersenyum bahagia melihat perubahan putrinya itu.
"Apa hari ini kamu akan melakukan latihan lagi?"
"Iya ayahanda. Aku akan berlatih lagi hari ini. Aku harus bisa menjadi ksatria secepat nya" Jawab Airin.
"Bagaimana jika hari ini kamu libur saja latihan nya. Ayahanda ingin membawa mu ke suatu tempat"
"Kemana?"
"Negeri Bunga Teratai"
"Bungan Teratai?" Airin tampak berpikir. Seketika raut senyuman yang ia pancarkan barusan kini hilang seketika mendengar nama negeri itu.
"Bukan kah nama negeri itu sama dengan nama negeri tempat dimana pangeran Syam berada. Damar pernah menceritakan tentang tempat itu" Batin nya.
"Apa ayahanda akan membawaku ke istananya pangeran Syam?" Tanya nya lagi.
"Negeri Bunga Teratai, kenapa kita ke sana?"
"Ayahanda ingin mengajakmu bertemu dengan teman lama. Apa salahnya sekali kita berkunjung ke istana mereka agar hubungan persahabatan kita semakin kuat dan erat" Jelas raja Agung tadi.
Airin terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh ayahanda nya itu. Ia merasa keberatan untuk pergi ke negeri itu karena ia tahu di sana ia akan bertemu dengan pangeran Syam yang jelas-jelas akan membuat Damar tidak suka melihat kedekatan mereka dan akan membuat Damar kembali cemburu kepadanya.
"Kenapa diam Biduri? Apa kamu tidak mau ikut bersama ayahanda untuk pergi ke sana?"
"Maaf ayahanda tapi hari ini Airin sudah berjanji kepada Damar untuk latihan. nanti Damar malah menunggu kedatangan air dan di tempat latihan" Ujar Airin mencoba mengelak.
"Kamu jangan khawatir nak. Kita ke sana juga mengajak Damar. Yah kamu tahu sendiri bahwa Damar merupakan prajurit kepercayaan di istana ini jadi dia akan ikut kita ke manapun kita pergi. Terlebih dia merupakan pengawalmu dan dia harus menjagamu di manapun kamu berada" Jelas raja Agung lagi.
__ADS_1
"Aduh, apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin jika aku menolak kemauan ayahanda. Tapi aku juga tidak mau membuat Damar cemburu nantinya" Batin Airin merasa serba salah.
"Bagaimana Biduri? Apa kamu mau?"
Airin penghalang nafas beratnya. Dengan barat hati dan terpaksa ia pun mengangguk setuju untuk pergi ke negeri Bunga Teratai bersama ayahnya.
"Baik lah kita akan pergi sebentar lagi. Kamu silahkan bersiap-siap" Ujar raja meninggalkan Airin yang masih duduk bengong di sana.
***
"Aku tidak bisa menolak kemauan ayahanda yang mengajakku untuk pergi ke negeri Bunga Teratai. Aku tidak mau membuat ayahanda kecewa tapi aku juga tidak mau membuat kamu nantinya merasa cemburu kepadaku" Ujar Airin kepada Damar saat mereka bertemu di tempat latihan.
"Yah kita harus bagaimana. Saat ini hubungan kita tidak diketahui oleh raja. Jadi kita harus terima jika seperti ini"
"Seperti ini bagaimana?"
"Ya jika kamu bersama pangeran Syam.. Aku hanya bisa menahan rasa sakit ini bukan?"
"Aku tidak mau membuat mu sakit hati Damar. Aku tidak mau membuat mu terluka"
"Kita harus bagaimana?"
"Biarkan aku mengatakan tentang hubungan kita ini kepada ayahanda. Aku yakin ayahanda pasti akan mengerti" Ujar Airin penuh keyakinan.
"Jangan Airin. Aku tidak mau kamu mengatakan hal ini kepada raja karena aku yakin raja pasti akan sangat marah kepada kita. Oke jika dia mengerti, tapi jika iya nantinya murka mengetahui hubungan kita dan dia malah membuat kita berpisah bagaimana? Pasti itu akan sangat menyakitkan dan lebih menyakitkan untuk kita" Ujar Damar. Yah pasti raja tidak menyukai hubungan mereka berdua karena status mereka yang berbeda.
Justru raja pasti akan memisahkan mereka dan tidak mau jika Damar nantinya menjadi pengawal pribadinya Airin setelah mengetahui hubungan mereka berdua. Bagaimana pun raja pasti akan berusaha membuat mereka berpisah. Begitulah yang dipikirkan oleh Damar saat itu. Oleh karena itulah ia meminta Airin untuk merahasiakan hubungan mereka dan ikuti saja ke mana alur cerita hubungan ini membawa mereka berdua.
"Tapi nanti nya kamu... "
"Sudah kamu jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Aku percaya kamu bisa menjaga hati dan perasaan mu untuk ku. Aku tahu cinta mu hanya untuk ku" Potong Damar.
Mendengar hal itu Airin pun tersenyum bahagia. dan membenamkan kepalanya di dada bidang laki-laki yang kini telah menjadi pengawal pribadinya itu.
"Terima kasih atas kepercayaan kamu terhadap ku. Aku akan selalu menjaga cinta ini untuk mu" Ucap Airin memeluk erat tubuh Damar. Damar pun membalas pelukan itu dengan hangat nya.
***
Untuk menempuh perjalanan menuju ke negeri tersebut memakan waktu dua jam lamanya. Airin, raja Agung dan Damar berada di satu kereta kencana. Sedangkan para pengawal mereka berangkat dengan berkuda.
Di perjalanan mereka hanya banyak diam larut dalam pikiran mereka masing-masing. Di mana Damar berusaha untuk menguatkan hatinya agar bisa menghadapi kesakitan melihat kedekatan Airin dan juga pangeran Syam nantinya. Airin juga memikirkan dimana gadis itu merasa tidak enak jika membuat laki-laki yang ia cintai itu cemburu dan akan merusak hubungannya dan juga Damar untuk kedepannya. Sedangkan raja Agung sibuk memikirkan untuk menjodohkan putri semata wayang itu dengan pangeran mahkota yang berasal dari negeri Bunga Teratai kerajaan yang telah lama menjalin hubungan persahabatan dengan kerajaan mereka.
***
"Selamat datang di kerajaan ku" Sambut raja Sulaiman melihat rombongan raja Agung datang ke istana mereka.
"Terima kasih atas sambutannya sahabatku" Jawab raja Agung memeluk sahabat lama nya itu.
"Oh ya perkenalkan ini Biduri putri semata wayang ku" Ujar raja Agung lagi memperkenalkan putri semata wayangnya kepada raja Sulaiman. Airin pun memberi hormat kepada sang raja Sulaiman
Raja Sulaiman memperhatikan penampilan Airin dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Sungguh gadis itu memang memiliki pesona yang berbeda. Dimana setiap laki-laki melihat laki-laki itu akan jatuh cinta kepadanya.
"Benar apa yang di katakan Syam bahwa gadis ini memiliki pesona yang berbeda dengan gadis kebanyakan. Aku saja merasa tertarik kepada gadis ini padahal aku baru saja bertemu dengannya" Batin raja Sulaiman
"Biduri, selamat datang di istana ku" Ujar pangeran Syam ikut memberi sambutan atas kedatangan Airin di istananya.
"Terima kasih atas sambutan nya" Jawab Airin dengan senyuman manis nya.
Airin tahu bahwa saat ini Damar sedang menahan kalau gejolak hati yang tersakiti melihat pangeran Syam terus mencuri pandang terhadap gadis yang ia cintai itu. Namun, ia berusaha untuk menahan rasa sakit itu dan mencoba untuk menghilangkannya karena ia percaya akan cinta Airin kepadanya.
"Biduri, ayo kita keliling istana. Aku akan menunjukkan seluk beluk istana ini kepadamu" Ucap pangeran Syam.
Airin melihat ke arah Damar untuk meminta persetujuan kepada laki-laki itu. Damar yang menyadari bahwa Airin meminta persetujuannya pun mengangguk memberikan izin kepada gadis itu.
"Baik lah" Jawab Airin setuju.
"Tapi aku Damar boleh ikut bersama kita kan? Karena dia adalah pengawal pribadiku dan aku merasa nyaman saat ia bersamaku. Tidak masalah kan?" Tanya Airin.
Pangeran Syam menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya kuat-kuat untuk menghilangkan rasa kesalnya karena ia gagal untuk berduaan dengan gadis itu. Yah ia berharap bahwa yang mempunyai kesempatan untuk menikmati masa berduaan bersama Airin agar mereka semakin dekat dan semakin kenal satu sama lain. Namun, Airin malah mengajak Damar untuk pergi bersama mereka mengelilingi istana.
"Ya sudah tidak masalah" Jawab pangeran Syam dengan hati yang berat.
__ADS_1
"Ayahanda, yang mulia raja Agung, saya meminta izin untuk membawa Airin untuk keliling istana melihat seluk beluk istana ini" Ujar pangeran Syam meminta izin kepada kedua raja-raja itu.
Raja Agung dan raja Sulaiman pun memberi izin kepada pangeran Syam untuk membawa Airin keliling istana.
Mereka pun pergi mengelilingi istana dan pangeran sampun memperlihatkan seluk beluk istana mereka.
***
"Sepertinya pangeran Syam sangat menyukai putri mu raja Agung" Ujar raja Sulaiman saat melihat mereka pergi keliling istana.
"Oh ya? Apa benar apa yang kamu katakan?"
"Iya raja Agung. Aku yakin itu. Terlihat dari tatapan matanya bahwa putraku sedang jatuh cinta kepada putrimu" Ujar raja Sulaiman seakan-akan menembak tentang perasaan putra mahkotanya itu. Padahal ia tahu bahwa putranya itu memang menyukai gadis yang bernama Airin itu karena pangeran Syam sudah menceritakan perasaannya kepada sang ayah. Hanya saja raja Sulaiman mendengar apa yang dikatakan oleh pangeran Syam bahwa untuk saat ini mereka harus merahasiakan niatnya untuk melamar Airin hingga peperangan itu berakhir.
"Semoga saja apa yang kamu katakan itu benar. Karena jika itu benar kita bisa menjodohkan anak-anak kita dan membuat hubungan kerajaan kita semakin erat dan dekat" Ujar raja Agung lagi.
Mereka pun sama-sama tertawa lepas mendengar rencana mereka yang ingin mempersatukan kedua kerajaan mereka itu dengan menikahkan putri mahkota dan juga putra mahkota mereka masing-masing.
***
"Indah bukan taman bunga di sini?" Tanya pangeran Syam kepada Airin.
Airin tersenyum senang menatap bunga-bunga yang berwarna-warni di taman istana itu. Sedangkan Damar selalu setia mengikuti mereka dari belakang kemanapun mereka pergi.
Pangeran Syam memetik setangkai bunga yang berwarna merah muda di taman bunga istana itu.
"Ini, bunga cantik untuk gadis yang cantik juga" Ujar pangeran Syam menyerahkan setangkai bunga tadi kepada Airin.
Sontak hal itu membuat Airin kaget. Gadis itu tidak menyangka bahwa pangeran Syam bertingkah seperti itu yang jelas-jelas akan membuat Damar kepanasan.
Airin jadi salah tingkah, ia tidak mau membuat pangeran Syam kecewa, namun Ia juga tidak mau membuat Damar merasa sakit hati melihat kedekatan mereka.
Lagi-lagi Airin melihat ke arah Damar agar ia bisa melakukan sesuatu yang membuat Damar tidak merasa sakit hati.
Kembali Damar mengangguk memberi izin kepada Airin untuk mengambil bunga yang diberikan oleh pangeran Syam kepadanya.
"Terima kasih" Ucap Airin mengambil bunga yang ada di tangan pangeran Syam itu.
Pangeran Syam pun meraih tangan Airin dan mencium nya. Kembali hal itu membuat Airin merasa kaget. Yah gadis itu tidak pernah membayangkan bahwa pangeran Syam bisa bertingkah seperti itu kepadanya.
Damar yang menyaksikan adegan itu pun kaget setengah mati. Yah bagaimana tidak, ia sebagai pacarnya saja tidak berani mencium tangan gadis itu. Tapi pangeran Syam dengan lancang nya mencium tangan gadis ia cintai itu.
Airin cepat-cepat menarik tangannya yang dipegang oleh pangeran Syam tadi. Airin tersenyum kecut kepada pangeran Syam yang bertingkah seenaknya kepada gadis itu.
"Ayo kita lanjutkan ke tempat yang lain" Ajak Airin mencoba untuk menghindar dan bersikap biasa saja di hadapan pangeran itu.
"Kurang ajar pangeran Syam. Berani-berani nya dia menyentuh gadis ku" Batin Damar merasa geram. Jika ia tidak berpikir bahwa saat ini mereka berada di istana pangeran Syam, dan jika saja ia tidak berpikir tentang raja Agung dan juga Airin pasti Damar sudah memberi pelajaran kepada pangeran Syam yang lancang terhadap gadis yang ia cintai itu terlebih di hadapannya secara langsung. Damar menggenggam erat-erat tangan nya menahan rasa geram nya kepada pangeran Syam.
***
"Damar, ngapain kamu di sini? Gak masuk ke dalam?" Tanya Airin melihat Damar menyendiri duduk di taman istana.
"Lebih baik aku di sini Airin. Aku merasa tidak sanggup melihat kedekatan kalian" Ujar Damar lagi. Damar merasa cemburu dan minder kepada pangeran Syam di mana raja Agung tampak begitu dekat dengan pangeran itu. Dan seperti nya raja Agung memang menginginkan untuk pangeran Syam dan juga Airin bersatu.
Airin duduk di samping laki-laki itu dengan tersenyum menggoda.
"Ngapain kamu tersenyum melihatku seperti itu?" Tanya Damar menatap Airin dengan kesal.
"Ternyata kamu cemburu juga? Kata nya tidak akan cemburu. Tapi nyatanya kamu seperti ini" Ujar Airin kepada Damar.
"Ya, habis nya aku tidak rela melihat pangeran Syam bertingkah seenaknya tadi saat kita berada di taman" Ujar Damar lagi.
Airin tersenyum geli mendengar Damar berkata seperti itu.
"Ternyata prajurit terbaik istana juga merasa cemburu dan sakit hati ya melihat gadis yang ia cintai bersama laki-laki lain?" Goda Airin.
"Aku hanya insan biasa Airin. Jelas aku merasa cemburu saat melihat kamu bersama laki-laki lain karena aku mencintai kamu" Tegas Damar lagi.
"Iya, aku tahu kok. Kamu sudah menjelaskan itu kemarin. kamu tenang saja. Aku tetap akan selalu setia kepada mu. Aku akan memperjuangkan hubungan kita ini bagaimanapun caranya" Ujar Airin meyakinkan laki-laki itu agar selalu percaya kepada cintanya.
Mendengar hal itu Damar tersenyum senang seketika rasa sakit di hatinya kini hilang. Ia sungguh tidak mau kehilangan gadis yang selama ini membuat hari-harinya dihantui dengan bayangan gadis itu. Meskipun ia tahu bahwa hubungan mereka ini salah dan pasti akan mendapat pertentangan dari raja. Tapi ia akan bertahan dan menghadapi apapun resikonya nanti yang akan diberikan kepada dirinya asalkan ia bisa terus bersama dengan gadis yang ia cintai di dunia ini.
__ADS_1