
Damar kembali di periksa oleh tabib istana untuk mengetahui kondisi laki-laki itu. Dan tabib istana mengatakan bahwa keadaan damai semakin membaik karena denyut nadinya sudah normal seperti biasanya.
Mendengar hal itu Airin dan juga Damar merasa senang. Itu artinya mereka akan kembali bisa bersama berlatih di halaman belakang istana dan menghabiskan waktu sepanjang hari berdua.
"Syukurlah Damar kamu sudah semakin membaik"
"Iya aku juga senang karena sudah semakin membaik. Aku juga sudah merasa bosan selalu berada dalam kamar seperti ini"
"Oke, karena kamu sudah membaik kebetulan besok ada acara pesta rakyat di desa. Bagaimana jika besok malam kita pergi ke sana" Saran Airin kepada Damar.
"Wah ide yang bagus aku setuju. Sudah lama juga kita tidak menghadiri pesta rakyat di desa" Ujar Damar lagi.
***
Malam hari telah tiba di mana pesta rakyat itu akan di adakan. Damar dan juga Airin pergi ke desa untuk melihat acara tersebut. Meski saat ini Damar belum sepenuhnya pulih, tapi laki-laki itu bersemangat untuk pergi bersama gadis yang ia cintai di malam itu.
Yah malam itu akan ada pentas seni berupa tarian yang akan dipertunjukkan oleh para penari yang tinggal di desa sebagai hiburan rakyat mereka.
Airin, Damar dan juga rakyat desa menikmati pertunjukan itu. Mereka menyaksikan nya dengan hati yang senang. Sungguh ini kali kedua Airin berbaur dengan rakyatnya di desa. Para rakyat pun menyambutnya dengan tangan terbuka.
***
"Damar, kamu ngapain di sini? Bukankah seharusnya kamu masih di kamarmu untuk beristirahat" Tanya Airin saat melihat laki-laki itu berdiri di hadapannya di halaman belakang istana tempat di mana biasanya mereka latihan di pagi hari.
"Aku sudah baikan kok Airin. Aku hanya ingin melihat perkembanganmu latihan selama aku tidak ada mengajarimu berlatih"
"Dan yah, memang aku akui kamu memang sudah terlihat memiliki banyak kemajuan. Kamu juga sudah sangat lihai dalam memainkan pedang. Sungguh jiwa kesatria seperti apa yang diramalkan memang ada di dalam dirimu. Terbukti dengan cepat kamu bisa menggunakan senjata-senjata ini dengan baik" Tambah Damar lagi.
Airin hanya tersipu malu mendengar pujian dari laki-laki yang ia cintai itu.
"Semua ini tidak akan berhasil jika tidak ada kamu yang selalu sabar melatihku. Yah ksatria sesungguhnya adalah kamu bukan aku"
__ADS_1
"Aku hanya menjalankan tugasku sesuai dengan yang diminta oleh raja kepadaku"
"Kamu sudah menjalankan tugasmu dengan baik. Bahkan kamu rela mengorbankan nyawamu hanya demi melindungi aku. Aku beruntung nyawa kepada kamu" Ucap Airin bersyukur karena Damar telah melindunginya dan rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan gadis yang ia cintai itu.
***
Setelah selesai berlatih di belakang istana, Airin dan juga Damar kembali pergi ke desa untuk sekedar mencari angin. Di dalam perjalanan mereka melihat ada seseorang laki-laki yang bisa dikatakan umurnya tidaklah muda lagi sedang dimarah oleh seseorang yang usianya terlihat lebih muda dari orang tadi.
"Damar, ada apa di sana?" Tanya Airin menunjuk ke arah orang-orang tersebut.
"Aku juga tidak tahu"
"Ayo kita kesana"
Airin dan Damar pergi ke tempat orang-orang tadi untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Tunggu sebentar, ada apa ini sebenar nya" Tanya Airin kepada mereka berdua.
"Aku akan bayar nanti. Uang ku ternyata ketinggalan di rumah"
"Bohong, itu pasti hanya akal-akalan kamu saja. Setelah aku mempersilahkan kamu pulang untuk mengambil uangmu, nanti kamu malah tidak akan datang kembali dan membayar apa yang kamu makan tadi" Ujar si pemilik kedai makan itu.
"Aku tidak berbohong aku akan kembali dan membayar nya nanti"
"Bohong aku tidak percaya sama kamu"
Terjadilah kembali cekcok mulut di antara mereka.
"Oke, Oke. harap bertenang semuanya" Ujar Airin membuat kedua orang laki-laki yang berbeda usia tadi itu pun terdiam.
"Berapa harga makanan yang dimakan oleh bapak ini?"
__ADS_1
"Lima rupiah"
Airin langsung merogoh saku bajunya untuk mencari uang yang memang ia bawa kemanapun ia pergi. Ia pun mengambil uang sebesar lima rupiah untuk membayar makanan yang dimakan oleh bapak itu tadi.
"Ini uang untuk membayar makanan bapak ini tadi. Dan aku harap masalah ini selesai sampai di sini. Dan jangan ada keributan lagi" Pinta Airin kepada kedua laki-laki yang berbeda usia tadi.
"Baik tuan putri. Jika begini masalah ini telah selesai. Saya pamit dulu untuk melanjutkan pekerjaan saya di kedai" Ujar si pemilik kedai makan itu meninggalkan mereka kan masih berdiri di sana.
"Terima kasih tuan putri. Terima kasih telah menyelesaikan masalah ini. Jika tuan putri tidak datang, mungkin Masalah ini tidak akan selesai. Kalau begitu, tuan putri bisa ikut saya ke rumah dan saya akan membayar uang tuan putri tadi"
"Tidak perlu pak. Saya ikhlas membantu. Dan uang itu tidak perlu di kembalikan" Jawab Airin tersenyum manis.
"Kami permisi dulu" Ujar Airin lagi meninggalkan bapak tadi.
***
Tok... Tok... Tok..
"Tuan putri, raja meminta tuan putri untuk menemui nya di ruang penghadapan" Teriak dayang kepercayaan Airin sambil mengetuk pintu kamar itu.
"Ya, sebentar lagi aku akan turun. Katakan kepada raja aku mau membersihkan diri dulu" Jawab Airin dengan berteriak pula.
"Baik tuan putri, akan saya sampaikan kepada raja" Ujar dayang tadi meninggalkan kamar tuan putrinya dan pergi menuju ruang penghadapan untuk bertemu dengan sang raja dan mengatakan apa yang dikatakan oleh Airin tadi kepadanya.
***
"Ampun tuan ku, tuan putri Bilang Sebentar lagi ia akan menemui tuanku. Tuan putri mau membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu baru ia akan datang untuk menemui tuanku" Jelas dayang tadi.
"Baik lah. Terima kasih dayang. Kamu boleh kembali melanjutkan tugas mu"
Dayang tadi pun langsung mengundurkan diri dan kembali ke kamar Airin untuk selalu standby di sana saat Airin membutuhkan nya nanti.
__ADS_1
"Sabar ya, sebentar lagi Biduri akan ke sini untuk bertemu dengan mu" Ucap raja Agung kepada seseorang yang tidak lain adalah pangeran Syam yang datang berkunjung ke istana nya. Yah putra mahkota itu memang sengaja datang ke sana untuk bertemu dengan gadis yang ia cintai pada pandangan pertama itu. Ia tidak bisa menghapus bayangan gadis itu dari ingatannya yang selalu menghantui dirinya di setiap malam-malam. Sehingga ia pun tidak bisa menahan lagi untuk bertemu dengan gadis yang ia impikan itu.