
Para burung telah memberi tanda bahwa akan datang bangsa Orx. Damar mencari cara untuk mengelabuhi bangsa Orx itu agar mereka tidak bisa mengejar mereka.
Terlintas di pikiran Damar saat ia melihat sungai yang tak jauh dari tempat mereka itu.
"Airin, ayo turun. Kita harus mengelabuhi mereka agar kehilangan jejak kita" Ujar Damar meminta Airin turun. Airin pun turun dari kereta kuda nya itu. Damar menepuk punggung kuda yang di kendarai nya tadi. Kuda itu pun pergi meninggalkan mereka. Damar menuntun Airin untuk pergi ke tepi sungai. Mereka berjalan menyelusuri bibir sungai itu. Tak lama setelah itu, mereka menemukan sebuah perahu yang terlungkup di sana. Damar membalik kan perahu tersebut.
"Airin ayo naik. Seperti nya perjalanan kita kali ini akan menggunakan perahu" Ujar Damar.
Tampa di perintah kan yang ke dua kali nya, Airin pun naik ke perahu itu. Mereka menyelusuri sungai dengan perahu itu untuk tiba di gua Bagiri. Damar mengayuh perahu mengikuti arus sungai.
***
Pemimpin bangsa Orx berhenti di tempat damar dan Airin berhenti tadi. Mereka kembali memperhatikan jalan yang di lalui oleh Airin dan juga Damar. Mereka mencari jejak roda dan kaki kuda di tanah yang masih basah dan lembab itu.
Untung saja Damar telah menghilangkan jejak kaki mereka saat mereka menuju ke sungai tadi. Sehingga bangsa Orx tidak berhasil menemui mereka di sana.
Bangsa Orx temakan umpan yang di buat oleh Damar. Mereka percaya bahwa Damar dan Airin pergi dengan menggunakan kereta kuda itu lagi. Mereka pun kembali mengikuti jejak kuda itu lagi.
"Ayo ikuti jejak ini" Perintah pemimpin mereka itu lagi. Para prajurit nya pun mengikuti jejak roda dan kaki kuda itu lagi.
***
"Apa mereka masih mengikuti kita Damar?" Tanya Airin masih dalam ketakutan.
"Damar memastikan sekitar nya. Dan melihat kembali di langit apakah masih ada segerombolan burung yang terbang mengitari mereka.
"Seperti nya tidak. Mereka sudah kehilangan jejak kita. Mereka temakan sama jebakan kita" Jelas Damar. Mendengar itu, Airin pun bernapas dengan lega karena bangsa Orx tidak lagi mengikuti mereka.
"Syukurlah" Ujar Airin bernapas lega.
__ADS_1
Mereka terus menyelusuri sungai menggunakan perahu itu. Hingga mereka memutuskan untuk menepi karena hari sudah mulai larut. Perut mereka pun sudah mulai keronconga.
"Persediaan makanan kits sudah di bawa oleh kereta kuda tadi. Kita tidak ada
Makanan sama sekali malam ini. Kamu tunggu di sini sebentar ya. Aku akan mencoba untuk berburu hewan untuk makanan kita malam ini" Ujar Damar lagi.
"Aku ikut ya Damar, aku takut sendirian. Hari juga sudah mulai gelap" Ujar Airin.
"Ya sudah ayo kita pergi" Ujar Damar menambatkan perahu mereka di tepi sungai agar perahu itu tidak hanyut di bawa arus air sungai.
Mereka pun pergi berburu di tepi hutan. Terlihat ada seekor kelinci yang melintasi mereka. Damar dan Airin bersembunyi di balik semak-semak dan membidik kelinci itu untuk di jadikan santapan makan malam. Mereka.
Damar melepaskan anak panah nya dan anak panah itu berhasil menancap di tubuh kelinci tadi hingga membuat kelinci tadi tidak bernyawa.
Damar mengambil kelinci hutan itu. Dia membersihkan nya dan membakar nya agar menjadi santapan mereka di malam ini.
"Karena kita tidak memiliki tenda lagi, jadi kamu tidur nya di perahu kita saja. Gak masalah kan?" Tanya Damar.
"Ya sudah, kamu habiskan makanan nya setelah itu beristirahat" Ujar Damar kepada Airin.
Airin mengangguk setuju mendengar apa yang di katakan oleh Damar tadi.
Setelah habis menyantap makan malam, Airin pun berbaring di perahu untuk menghilangkan rasa lelah dan letih nya tadi.
Gadis yang memiliki darah campuran itu mencoba untuk memejamkan mata nya agar bisa terlelap. Dan seperti biasa, Damar setia terjaga menunggu Airin yang terlelap itu.
***
Airin tercengang melihat goa besar yang ada di hadapannya. Yah goa itu persis seperti goa yang ada di dalam mimpinya. Goa besar dengan di tumbuhi rerumputan di pinggir bibir goa tersebut.
__ADS_1
"Damar?" Panggil nya menoleh Damar yang berada di belakang nya itu.
"Iya ini adalah goa tempat di mana kamu di temukan oleh bapak mu. Goa ini adalah lorong waktu yang akan membawa kita ke alam Bunian. Di sana kamu bisa bertemu dengan bangsa seperti ku" Jelas Damar lagi kepada gadis itu.
"Tapi apakah mereka akan menerima ku Damar?"
"Tentu saja, kamu jangan takut. Kedatangan kamu memang sudah lama di tunggu oleh bangsa kami. Terutama raja kami" Jelas Damar lagi.
Airin mengerut kening nya tidak mengerti maksud dari Damar itu.
"Raja kalian menunggu ku? Kenapa?"
"Nanti juga kamu akan tahu. Biarkan kamu mengetahui cerita mu langsung dari Raja kami itu" Ujar Damar lagi.
"Ayo kita masuk" Ajak Damar.
Airin mengikuti langkah Damar yang terdahulu masuk ke dalam goa yang gelap dan lembab itu. Damar menyalakan obor api yang ada di lantai goa. Yah obor itu memang sudah di siap kan saat ia keluar dari alam nya untuk melindungi dan mengawasi Airin sedari dulu.
"Ayo" Ujar nya lagi menerangi jalan dengan menggunakan obor yang ada di tangan nya. Bisa di dengar suara kekelawar memekak kan telinga mereka. Airin merangkul lengan Damar. Ia sangat ketakutan masuk ke dalam goa yang gelap itu. Pandangan nya tidak berhenti mengawasi setiap jengkal goa itu. Takut-takut jika ada makhluk buas yang tinggal di sana dan menerkam mereka. Secara goa itu terletak di hutan tentu saja tidak ada yang menjamin ada atau tidak nya hewan buas yang tinggal di sana.
Hampir setengah jam perjalan mereka masuk ke dalam goa dan tiba lah mereka melihat lorong yang bercahaya di ujung goa.
"Kita sudah sampai di alam Bunian" Ujar Damar menunjuk ke arah lorong yang bercahaya itu.
"Di balik lorong itu terdapat negeri kami, yaitu negeri bangsa Bunian" Jelas Damar lagi.
"Ayo" Ajak nya lagi menggandeng gadis yang berkulit itu untuk masuk ke dalam lorong yang bercahaya tadi.
Airin terkesima saat melihat sebuah negeri yang ada di sebalik lorong itu. Ia tidak pernah melihat negeri itu sebelum nya. Negeri yang sangat indah dan cantik dengan di tumbuhi pohon yang hijau dan juga bunga-bunga berwarna warni.
__ADS_1
Airin membuka mulut nya seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Orang-orang yang tinggal di negeri itu memakai pakaian serba putih seperti nya pakaian yang di kenakan oleh Damar.