Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 30


__ADS_3

Damar dan Airin pergi kembali ke dunia manusia untuk bertemu dengan kedua orang tua angkat Airin. Mereka pergi menembus ke dunia manusia dengan menggunakan cermin ajaib yang bisa memberikan lorong waktu kepada mereka. Di mana cermin ajaib itu hanya bisa di buka oleh keturunan raja saja. Jelas Airin bisa melakukan nya karena dia merupakan keturunan raja. Putri satu-satu nya dari sang raja Agung dan juga pewaris tatah kerjaan di negeri Bunian itu.


Aisyah dan Raksi senang bisa bertemu kembali dengan putri semata wayang nya. Meski pun pertemuan mereka itu hanyalah sementara dan tidak bertahan lama, tapi itu merupakan ketemu yang sangat diharapkan oleh kedua orang tua angkatnya Airin.


Aisyah mengucapkan terima kasih kepada Damar yang telah menjaga Airin dengan baik.


waktu cepat berlalu, hingga tibalah waktunya Airin harus pulang dunia Bunian untuk kembali berlatih sebagai seorang ksatria.


"Sejujurnya, Ibu tidak mengizinkan kamu untuk kembali ke sana. Apalagi kamu harus berperang nantinya. Ibu tidak bisa membayangkan jika Ibu harus kehilangan kamu dan tidak bisa bertemu dengan kamu untuk selamanya" Ujar wanita paruh baya itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Buk, pak Airin pamit dulu ya. kalian baik-baik di sini dan tunggu Airin kembali. Doakan Airin berhasil menjalankan tugas Airin di sana" Ucap gadis yang memiliki darah campuran itu kepada kedua orang tua angkatnya.


"Tentu nak, ibu dan bapak pasti akan selalu mendoakan mu. Kami juga akan berada di sini menunggu kepulangan kamu. Kita akan kembali bersama-sama di negeri Bunga Tanjung" Ucap Raksi yang ikut matanya pun berkaca-kaca mengantar kepergian putri semata wayang mereka itu.


Mereka pun saling berpelukan sebagai ucapan perpisahan di antara mereka. Airin membaca mantra yang ada di secarik kertas yang di berikan oleh sang raja Agung tadi. Terbuka lah lorong waktu yang membawa nya menuju dunia Bunian.


Tangisan kesedihan mengiringi kepergian Airin yang masuk ke dalam lorong waktu itu bersama Damar. Jelas Airin pun menangis karena harus berpisah dari kedua orang tua angkat nya itu. Dimana rasa rindu di hati mereka belum hilang kini harus berpisah kembali.


"Yang sabar ya Airin, semoga saja waktu cepat berlalu dan kamu akan kembali berkumpul bersama kedua orang tua mu itu" Ujar Damar menepuk-nepuk bahu Airin sebagai tanda pemberi semangat kepada gadis yang memiliki darah campuran itu.


Merasakan Damar menepuk bahu nya, Airin langsung berbalik dan memeluk laki-laki yang berada bersama nya itu. Ia menangis di dada bidang laki-laki itu. Sontak hal itu membuat Damar terdiam terpaku. Ia tidak bisa berkata-kata dan bahkan tubuh nya mematung mendapat sentuhan dari gadis yang ia idamkan selama ini.


"Terima kasih Damar, kamu selalu ada kapan pun keadaan ku. Aku beruntung memiliki seorang seperti kamu" Ucap Airin terus menangis di dada bidang laki-laki itu sambil memeluknya dengan erat.


Mendapati air memeluknya, Damar pun membalas pelukan gadis itu meski ia tampak ragu untuk memeluk gadis impiannya itu karena status mereka berbeda. Yah ia merasa tidak pantas rasanya memeluk seorang putri raja. Namun, saat ini Airin sedang dalam kesedihan dan Ia membutuhkan pelukan kedamaian dari laki-laki itu. Laki-laki yang telah melindunginya selama ini dengan segenap jiwa dan raganya.


Seketika perasaan yang gundah di hati Airin kini kembali tenang dan nyaman berada di pelukan laki-laki yang ia cintai itu.


Cukup lama mereka berada di posisi saling berpelukan seperti itu. Setelah yakin perasaannya kembali tenang Airin pun melepas pelukan mereka.


"Maaf Damar, aku tidak bermaksud lancang. Hanya saja saat ini aku butuh pelukan untuk menghilangkan rasa kegundahan di hati ini. Biasa nya selalu ada ibu yang selalu memberikan aku kedamaian dan ketenangan ketika aku merasa tidak karuan seperti ini. Namun sekarang, ibu jauh dan tidak ada di samping ku. Jadi... "


"Tidak mengapa Airin. Seharus nya aku lama minta maaf kepadamu karena terlalu lancang memeluk kamu sebagai putri kerajaan" Ujar Damar.


"Tidak mengapa Damar, aku merasa tenang saat bersama mu. Aku nyaman dan aman saat berada di samping mu" Ujar Airin dengan tersenyum manis.


Sontak melihat senyuman manis yang dipancarkan oleh Airin membuat detak jantung Damar semakin kencang. Yah sungguh gadis yang ada di hadapan nya itu terlihat semakin cantik dan mempesona ketika sedang tersenyum manis seperti itu. Jelas semua laki-laki yang melihat senyuman gadis itu akan klepek-klepek.


Tampa terasa mereka sudah tiba di dunia Bunian tepat nya berada di ruang rahasia yang berada di ruang bawah tanah istana.


"Kita sudah tiba di dunia Bunian" Ucap Damar.


"Ayo kita keluar dari ruangan ini" Tambah nya lagi. Damar dan Airin keluar dari ruang bawah tanah itu. Yah begitu lah kepercayaan raja Agung kepada Damar. Hanya Damar satu-satu nya yang mengetahui ruang rahasia yang berada di bawah tanah istana.


***


Pagi itu saat matahari mulai memancarkan cakrawala nya yang begitu indah dengan warna keemasan dari ufuk timur, Airin bangun dari tidur nya yang nyenyak. Ia membuka mata nya dan menggosok-gosok mata nya yang masih terasa berat


"Uah... " Gadis itu menguap. Airin pun menggosok-gosok tengkuk nya yang terasa berat karena masih merasakan ngantuk di mata nya.


"Tuan putri? Apa sudah bangun. Sebentar lagi waktu nya sarapan bersama raja" Panggil dayang yang di percayai untuk mendampingin Airin itu dari luar kamar.


"Iya, Airin sudah bangun kok. Airin mau mandi dulu. Sebentar lagi Airin akan turun untuk sarapan bersama ayahanda" Ujar Airin sedikit berteriak.


"Baik tuan putri" Jawab dayang tadi.


Airin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Gadis itu merasa bersemangat pagi ini. Dimana pagi ini dia akan kembali bertemu dengan Damar untuk berlatih menjadi ksatria. Yah ia akan kembali bertemu dengan laki-laki yang ia cintai itu.

__ADS_1


***


Sekali tembakan, anak panah yang dilepaskan oleh Airin tertancap sempurna tepat pada sasaran yang telah ditentukan. Yah gadis yang memiliki kulit putih bersih itu telah memperlihatkan kemajuannya dalam berlatih.


"Tembakan yang bagus Airin. Kamu memang sudah memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat" Puji Damar kepada gadis itu.


Airin tersenyum senang mendengar pujian dari Damar. Ya selama beberapa hari ini ia berlatih dengan sangat keras sehingga hasilnya sangat bisa diacungi jempol.


"Karena kamu sudah bisa bermain dengan busur dan anak panah, maka besok kita akan berlatih dengan pedang pula" Ujar Damar kepada Airin.


"Pedang?"


"Iya pedang. Kamu juga harus bisa bermain pedang untuk mengalahkan bangsa Orx itu" Ujar Damar lagi.


"Oke tidak masalah" Jawab Dea dengan rasa semangat di hati nya.


***


"Bagaimana perkembangan bangsa Bunian?" Tanya pemimpin bangsa Orx itu kepada salah satu mata-mata yang ia utuskan untuk mengintai perkembangan bangsa Bunian.


"Mereka sudah bertemu dengan gadis yang memiliki darah campuran itu. Dan Damar prajurit terbaik itu melatih Airin untuk menjadi seorang ksatria" Jelas mata-mata tadi.


"Ternyata, kita sudah terlambat satu langkah untuk mendapatkan gadis itu. Jika dia sudah dilatih untuk menjadi seorang ksatria, maka akan sulit untuk mendapatkannya. Karena dia sudah memiliki pertahanan diri" Ujar pemimpin tadi lagi.


"Apa yang harus kita lakukan tuan?"


"Kalian harus kumpulkan pasukan lebih banyak lagi untuk menyerang mereka. Meski mereka memiliki ksatria hebat bagaimana pun, jika pasukan kita banyak maka itu akan membantu kita untuk mengalahkan bangsa Bunian. Dan aku, aku akan menjadi orang yang paling kuat di dunia ini yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun hahaha" Ujar pemimpin tadi tertawa lepas membayangkan bahwa ia menjadi orang yang terkuat di dunia ini.


"Baik tuan. Aku akan meminta mereka untuk memperbanyak pasukan kita" Ucap mata-mata tadi mengundur diri.


Sungguh Hal itu membuat penyihir tadi merasa sakit hati. Karena pengorbanannya selama ini tidak dihargai oleh sang raja. Bahkan ia di usir dari istana karena kedapatan telah memasukan ramuan berupa racun ke dalam makanan istri sang raja.


Hal itu membuat nya menjadi semakin sakit hati dan bersumpah akan balas dendam kepada raja atas apa yang ia dapati saat itu. Ia pun menyihir sebuah alat untuk menciptakan pasukan bangsa Orx yang akan menyerang bangsa Bunian itu.


Namun, raja tidak mengetahui bahwa pemimpin bangsa Orx itu adalah penyihir yang berasal dari bangsa nya yang telah ia usir waktu itu. Ia hanya berpikir bahwa pemimpin Orx itu adalah berwujud seperti bangsa Orx pada umum nya yang menyeramkan. Dimana bangsa Orx adalah makhluk buas dengan postur tubuh menyerupai manusia. Kadang-kadang digambarkan seperti raksasa. Kulitnya biasanya berwarna hijau, wajahnya mirip babi, kera atau monster dengan taring panjang, sifatnya garang dan buas. Mereka suka memakan daging dan terkadang, mereka bisa menjadi kanibal dimana mereka memakan teman mereka sendiri ketika sedang sangat lapar dan tidak bisa menemukan makanan berupa daging.


"Tunggu Agung, tunggu lah pembalasan ku. Aku akan pastikan ramalan itu tidak benar ada nya. Aku bisa mematahkan lamaran itu. Kamu akan menyesal karena telah membuat ku seperti ini. Kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal Hahahaha" Ujar pemimpin tadi yang merupakan mantan penyihir terkenal di negeri Bunian.


"Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia. Aku sudah membuat kamu kehilangan istri kesayanganmu dan sekarang aku akan membuat kamu kehilangan putri semata wayangmu itu yang kamu bangga-banggakan dan yang kamu harapkan untuk bisa mengalahkan aku nantinya" Tambah nya lagi tersenyum sinis. Sungguh rasa sakit di hati nya sangat dalam terhadap raja Agung itu. Dia sungguh tidak bisa melupakan kejadian yang telah membuat dirinya merasa sakit hati untuk selamanya.


***


"Masih memikirkan Airin buk?" Tanya Raksi melihat istrinya melamun larut dalam pikirannya. Di mana saat itu Aisyah sedang berdiri di depan jendela kamarnya sambil melihat ke arah luar.


"Iya pak, kita belum puas bertemu dengan Airin kemarin dan rasa rindu itu masih terasa nyata di hati ini sudah kembali ke dunianya" Ujar Aisyah menatap suami nya yang berdiri di belakang nya tadi.


"Yah, kita harus bagaimana lagi buk. Kita tidak bisa berbuat apa-apa saat ini kita hanya bisa mendoakan Airin agar dia bisa kembali bersama kita secepatnya" Ucap Raksi lagi dengan bijak.


"Entah berapa lama kita harus berada di sini pak. Sejujurnya ibu juga ingin pulang ke negeri kita. Ibu rindu dengan suasana di rumah"


"Iya buk, bapak tahu, bapak juga merasakan hal yang sama seperti apa yang Ibu rasakan. tapi kita harus bersabar. Kita harus menunggu Airin kembali agar kita bisa berkumpul bersama-sama lagi di rumah"


Aisyah tidak menjawab apa yang dikatakan oleh suaminya itu ia kembali menatap keluar jendela dan larut dalam pikirannya tentang Putri semata wayang mereka.


***


"Ampun yang mulia, apakah yang mulia memanggil aku disini?" Tanya Damar memberi hormat kepada sang raja yang sedang duduk di kursi kebesarannya di ruang penghadapan.

__ADS_1


"Iya, aku memang memanggil kamu untuk menghadap ku. Aku hanya ingin bertanya kepadamu bagaimana perkembangan Biduri dalam latihannya bersamamu selama ini"


"Tuan putri sudah memperlihatkan perkembangan yang baik saat latihan. hanya membutuhkan beberapa hari saja tuan putri sudah bisa membidik sasaran tembakan panah dengan tepat dan cepat. Aku merasa kagum melihat perkembangan tuan putri yang begitu pesat saat ini" Jelas Damar memberi hormat kepada sang raja tanpa menatap wajah sang raja Agung.


"Syukurlah, aku merasa senang mendengar perkembangan yang baik dari Biduri. Itu artinya ia bener-bener memiliki jiwa ksatria" Ucap raja itu lagi.


"Terima kasih dah marah kamu telah melatih Biduri dengan sangat baik. Kamu benar-benar bisa diandalkan dan kamu memang pantas menjadi prajurit kebanggaanku. Tidak salah jika kamu menjadi prajurit kepercayaanku, prajurit kebanggaan istana ini" Puji sang raja lagi.


"Terima kasih yang mulia karena telah mempercayaiku sebagai prajurit kebanggaan di istana ini. Aku akan selalu memegang amanah ini dengan baik. Aku berusaha tidak akan mengecewakan yang mulia yang telah memberikan kepercayaan penuh kepadaku" Ujar Damar.


Ia kembali merasa senang karena telah dipuji oleh sang raja. Namun, jika sang raja mengetahui perasaannya terhadap Airin, apakah sang raja masih akan memujinya dan menganggapnya sebagai prajurit kepercayaan di istana ini? Batin nya.


Yah sungguh laki-laki itu bimbang dengan perasaannya saat ini. Dimana Raja akan merasa kecewa kepadanya saat mengetahui bahwa ia memiliki perasaan lebih terhadap putri mahkota gadis satu-satu nya yang ia cintai. Yang telah berhasil membuat perasaannya tidak karuan, yang telah berhasil membuat ia selalu dihantui oleh bayang-bayang gadis itu.


"Oh ya, besok Kamu akan melatih Biduri apalagi?"


"Rencananya aku akan melatih tuan putri untuk bisa memainkan pedang. Karena seorang ksatria tidak hanya bisa memanah saja melainkan ia harus bisa memainkan segala senjata yang ada untuk sebagai pertahanannya" Jelas Damar.


"Bagus, lakukan saja apa yang terbaik. Aku percaya kamu mampu melatih Biduri dengan sangat baik" Ucap raja.


"Menjunjung perintah yang mulia" Ujar Damar memberi hormat kepada sang raja.


***


Airin berbaring di kasur mewahnya dengan perasaan yang berbunga-bunga. Yah gadis itu membayangkan wajah Damar yang tersenyum manis di hadapannya saat ia telah menunjukkan kemajuan dalam berlatih tadi.


Di tambah Iya juga membayangkan saat Airin memeluk Damar ketika mereka kembali dari dunia manusia dan di saat itu Airin merasa sedih karena harus berpisah dari kedua orang tua angkatnya.


"Damar, kenapa kamu selalu bisa menghatui setiap malam ku? Sejak pertama kita bertemu, wajah mu tidak bisa lepas dari ingatan ku" Ucap Airin kepada diri nya sendiri.


Di tempat lain Damar pun sedang memikirkan Airin yang juga terus-terusan menghantui di setiap malam-malamnya. Gadis itu juga tidak bisa lepas dari ingatannya. Ia juga selalu memikirkan gadis itu sejak pertama kali mereka bertemu.


Tapi seketika lamunan dan senyuman di bibir laki-laki itu berubah menjadi murung ketika membayangkan sang raja yang telah begitu mempercayainya. Ia tidak mau membuat sang raja kecewa dengan perasaannya saat ini kepada Airin putri mahkota yang kelak akan menggantikan sang raja menaiki Tahta.


"Aku tidak bisa membayang kan jika raja tahu tentang perasaanku saat ini kepada Airin. Apakah raja masih bersikap baik terhadapku atau justru raja akan membenciku karena perasaan ini?" Batin Damar mulai menerka-nerka tentang apa yang akan terjadi kepadanya jika raja tahu bahwa ia mencintai Airin.


Yang bisa ia lakukan hanyalah lupakan perasaannya terhadap putri mahkota dan mengubur perasaan itu dalam-dalam agar-agar tidak mengetahui segalanya.


Damar menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya kuat-kuat untuk menenangkan hati yang tengah merasa gelisah saat ini. Semakin lama ia bersama gadis itu maka semakin besar rasa cintanya terhadap gadis yang memiliki darah campuran itu. Apalagi saat ini ia selalu bertemu dengan gadis itu di mana ia sebagai pelatih Airin. Justru hal itu akan semakin membuatnya sulit untuk melupakan gadis itu dan menghilangkan perasaan yang ia rasakan saat ini.


***


"Tuan putri, apakah tuan putri di dalam?" Teriak salah satu dayang berada di luar kamar Airin.


"Iya, ada apa?" Tanya Airin dari dalam kamar.


"Maaf tuan putri, Raja meminta saya untuk memanggil tuan putri agar bisa menghadap" Jelas dayang tadi lagi.


"Ada apa emang nya?"


"Saya juga tidak tahu tuan putri. raja hanya meminta saya menyampaikan agar tuan putri bisa datang menghadap kepadanya. Raja menunggu kedatangan tuan putri di ruang penghadapan" Jelas dayang itu lagi.


"Baik lah, sebentar lagi saya akan pergi ke ruang pengharapan untuk bertemu dengan ayahanda. Terima kasih atas informasinya" Ujar Airin.


"Sama-sama tuan putri" Jawab dayang tadi lagi.


"Ada apa ya ayahanda dan bertemu denganku? Apa ayahanda mau bertanya tentang perkembangan latihanku? Atau padahal yang lainnya yang ingin ayahanda bahas denganku?" Batin Airin bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2