Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 54


__ADS_3

Airin sangat gelisah karena para pengawal dan Damar tidak bisa menemukan gelang yang Damar buang ke sungai.


Damar pun mempunyai cara terakhir untuk menyelamatkan raja Syam dari roh jahat itu. Yah dengan cara pergi ke dunia roh menggunakan cermin.


Damar mengatakan hal itu kepada Airin. Di mana Airin harus keluar dari dunia roh sebelum batas waktu yang di tentu kan. Airin pun setuju dengan apa yang di katakan Damar. Ia akan melakukan apa pun demi menyelamatkan suami nya. Tapi sebelum kelakukan ritual terakhir itu, Damar mempunyai cara lain. Dimana mereka tidak seharus nya pergi ke dunia roh untuk membebaskan roh raja Syam yang terlah terkunci di sana.


"Apa kamu bersedia Airin melakukan ritual terakhir?"


"Ya Damar. Apa pun akan aku lalukan untuk kesembuhan raja Syam" Jelas Airin dengan mantap nya.


"Namun sebelum kita melakukan ritual terakhir, aku akan mencoba dengan cara memasukkan rujak tersebut ke dalam botol dan menguburkannya. Aku yakin aku masih bisa mengendali roh yang ku kirim untuk suami mu" Jelas Damar.


"Baiklah Damar bagaimana pun cara nya, aku akan setuju. Yang penting raja Syam akan sembuh" Ujar Airin pada akhir nya.


Mereka pun kembali ke istana dan pergi ke kamar tempat di mana raja Syam berada. Keadaan raja Syam semakin menghawatirkan. Kulit nya yang tadi nya kering dan keriput kini telah timbul warna biru-biru lebam secara bertumpuk-tumpuk.


Damar mengambil cincin yang di pakai oleh raja Syam di jari tengah nya dan memasukan cincin itu ke dalam botol kaca yang di bawa nya tadi. Mantan kekasih Airin itu pun membaca mantra yang ia pelajari. Tiba-tiba dari dalam mulut nya raja Syam keluar kabut hitam dan masuk ke dalam botol tersebut.


Airin menutup mulut nya melihat hal itu. Sungguh kini ia kembali mengalami hal mistis yang sama seperti yang ia alami saat terus saja mendapati mimpi buruk nya di setiap malam. Namun kali ini ia menghadapi nya secara langsung.


Melihat kabur tersebut sudah masuk ke dalam botol yang di bawahnya tadi, Damar pun langsung menutup botol tersebut dengan kain hitam.


"Ayo Airin kita pergi" Ajak Damar.


Damar dan Airin pergi ke sebuah tempat yang sepi cukup jauh dari istana untuk menguburkan botol yang berisi kabut tadi


"Pegang botol nya" Ujar Damar mulai menggali.


Airin memegang botol tersebut. Mata nya terus saja melirik ke kanan dan ke kiri. Yah ia ikut mengawasi kalau-kalau ada sesuatu yang jahat secara tiba-tiba menyerang mereka.


Langit malam yang gelap terhampar di atas tanah yang sunyi. Bulan purnama tersembunyi di balik awan hitam yang menggantung rendah, hanya menyinari sedikit bagian dari lingkungan sekitarnya. Angin malam berhembus dingin dan membawa desiran aneh yang menggelitik saraf.


Di tengah kegelapan, pepohonan tua dan mengancam berdiri tegak, menjulang tinggi ke langit. Bayang-bayang mereka tampak menakutkan, seolah-olah memiliki kehidupan sendiri dan mengintai siapa pun yang berani mendekat. Dedalaman hutan terlihat begitu gelap sehingga membuat hati berdegup kencang dan pikiran dipenuhi ketakutan yang tidak rasional.


Di kejauhan, suara gemuruh petir mengguntur membuat seluruh tubuh bergidik ngeri. Kilatan cahaya menyilaukan membelah langit hitam, menerangi sejenak pemandangan sekitar. Tetapi seketika itu juga, semuanya kembali tenggelam dalam gelap.


Di sekitar tempat yang sepi, terdengar suara langkah perlahan dan serak-serak, seperti langkah hantu yang mendekat. Tidak ada yang tahu darimana suara itu berasal atau siapa yang melangkah dengan penuh keberanian di malam yang menyeramkan ini.


"Mana botol nya Airin" Damar meninta botol tersebut setelah ia selesai menggali.


Wanita yang telah memiliki suami itu pun memberikan botol itu kepada Damar. Damar mengambil botol tersebut dan menguburkannya di dalam lubang yang telah digali nya tadi. Setelah selesai mengubur mereka pun beranjak pergi dari sana. Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Di mana ada seekor burung besar berwarna hitam yang bertengger di atas pohon yang tadi mereka lalui. Padahal sedari tadi burung itu tidak ada sama sekali. Burung tadi nya yang melihat ke arah depan perlahan mengalihkan pandangannya kepada Damar dan Airin.


Burung mistis ini memiliki penampilan yang sangat menakutkan dan mencekam. Tubuhnya besar dengan bulu hitam pekat yang terlihat seperti sayap yang terbuat dari kegelapan itu sendiri. Bulu-bulu ini tampak kusam dan kusut, memberikan kesan kemarahan dan keganasan.

__ADS_1


Kepalanya yang besar dilengkapi dengan paruh yang panjang dan tajam, mirip dengan paruh burung pemangsa. Matanya merah menyala dengan pupil yang kecil dan mengintimidasi, seolah-olah melihat langsung ke dalam jiwa seseorang dengan tatapan yang menusuk.


Sayapnya yang terbuka menimbulkan bayangan gelap di sekitarnya, menciptakan suasana yang mencekam dan menakutkan. Ekor burung ini pendek dan kaku, seolah-olah terbuat dari serpihan-serpihan gelap yang menggantung di udara.


Burung mistis ini ditemukan bertengger di atas pohon yang kering dan mati. Pohon itu terlihat lapuk dan tak bernyawa, dengan cabang-cabang yang berlekuk dan tanpa daun. Damar dan Airin, yang berada di dekat pohon tersebut, terlihat gelisah dan terintimidasi oleh kehadiran burung mistis yang menyeramkan ini.


Ketika burung ini bertengger di atas pohon, ia menunjukkan sikap yang mengancam dan kuasa. Tubuhnya sedikit miring, siap untuk meluncur dan menyerang mangsanya. Cakar-cakarnya yang kuat menggenggam erat dahan pohon, menunjukkan kekuatannya yang tak tergoyahkan.


Burung mistis ini menjadi simbol ketakutan, kegelapan, dan kekuatan yang mematikan. Keberadaannya menciptakan aura mengerikan dan kehadiran jahat di sekitar pohon yang tidak hidup lagi. Tatapannya yang tajam dan mematikan menunjukkan niat buruk yang tersimpan dalam dirinya, siap untuk menerkam mangsa yang lewat.


Airin menelan Silva nya melihat keberadaan burung itu. Ketika Damar dan Airin memperhatikan burung tersebut, dari dalam lubang yang di gali oleh Damar tadi mengeluarkan suara seperti botol kaca yang sedang diketuk.


Pandangan Damar dan juga Airin beralih ke dalam lubang yang digali oleh Damar tadi tempat di mana botol itu dikuburkan


seperkian menit kemudian tanah yang mengubur botol itu pun runtuh dan secara tiba-tiba kotor yang dikubur tadi pun pecah. Hingga keluarlah bayangin hitam yang ada dalam botol tersebut sambil tertawa lepas.


Damar dan juga Airin lari untuk menyelamatkan diri. Namun, dengan kadar nya Damar serang oleh bayang tadi membuat nya jatuh terlentang. Damar di seret beberapa meter hingga ia terbentur dengan pohon yang ada di hutan itu.


Pohon itu pun tumbang ingin menghantam Damar. Untung saja Damar bisa mengelak dari pohon tersebut.


Melihat hal itu Airin mencoba untuk menolong Damar. Namun angkanya terhenti ketika burung misterius tadi mencoba untuk menghalanginya. Damar terus saja berusaha untuk melawan roh jahat itu. Namun ketika ia ingin melawan, tubuh nya di angkat terbang beberapa meter ke atas kemudian dengan sekejap tubuh Damar kembali jatuh ke bumi hingga kepala nya terbentur dengan pohon tumbang yang ada di sana membuat laki-laki itu tidak sadarkan diri.


***


Damar sadar dari pingsannya nafasnya terengah-engah seperti baru selesai berlari seribu kilo meter jauh nya. Di mana saat ia sadar, ia sudah berada di kamar nya di istana Airin.


"Kamu pingsan Damar. Aku yang membawamu ke sini" Jelas Airin dengan mata yang memerah dan wajah yang ketakutan.


Damar kembali teringat dengan apa yang terjadi tadi malam kepadanya.


"Maafkan aku Airin. Roh jiwa yang aku kirimkan untuk suamimu itu sudah semakin kuat. Aku sama sekali tidak bisa mengendali nya" Ujar Damar terlihat sudah berputus asa.


"Terus apa yang harus kita lakukan Damar. Kita harus menyembuhkan raja Syam seperti sedia kala" Pinta Airin lagi memohon.


"Ya aku tahu Airin. Aku tahu. Tidak ada cara lain kita harus melakukan ritual terakhir untuk menyelamatkan Suamimu dari roh jahat itu" Jelas Damar.


"Apa pun itu Damar, aku siap melakukan nya agar suami sembuh" Ujar Airin.


"Tapi sebelum itu, aku harus pulang untuk mengambil beberapa barang untuk melakukan ritual itu" Ujar Damar lagi.


Damar pun kembali ke tempatnya untuk mengambil barang-barang yang digunakan untuk melakukan ritual itu.


***

__ADS_1


Damar, raja Syam, Airin dan juga dayang pribadi Airin ikut berada di sebuah gudang tempat penyimpanan jerami. Raja Syam di baringkan di atas tumpukan-tumpukan Jerami itu.


"Mana pasir waktu nya?" Tanya Damar.


"Airin menyerahkan pasir waktu kepada Damar. Kelapa yang sudah di gubal pun menjadi salah satu bahan ritual itu. cermin setinggi mereka pun sudah berdiri tegak di depan mereka.


Damar mengeluarkan tiga pisau belati berkepala naga itu.


"Baiklah Airin kita akan melakukan ritual nya. Apa kamu siap?"


Airin mengangguk tanda dia siap.


"Tapi bukan kamu yang nanti masuk kedalam cermin itu. Tapi aku" Jelas Damar lagi.


Airin kaget mendengar apa yang dikatakan Damar barusan. Karena dari awal telah di rencanakan bawa Airin yang akan masuk ke dalam cermin tersebut.


"Tapi Damar bukan nya aku yang..."


"Tidak Airin aku tidak mungkin membiarkan kamu masuk ke dalam dunia yang berbahaya itu. Biarkan aku yang berada di sana. Aku akan membawa gelang itu keluar dari dunia itu. Setelah gelang itu keluar kamu harus membakar agar roh tersebut ikut musnah" Jelas Damar.


"Kenapa harus pergi ke dunia itu? Bukan kah kita bisa melakukan nya di dunia ini saja"


"Tidak bisa Airin, di sini tubuh roh jahat itu tidak berwujud. Jika berada di dunia lain, tubuh roh jahat nya berwujud. Karena itu lah kita harus masuk ke dalam dunia itu" Jelas Damar lagi.


"Jadi apa yang harus aku lakukan? Dan apa kegunaan tiga pisau belati ini?" Tanya Airin tidak mengerti.


"Sebentar" Ujar Damar mengambil satu pisau yang ia bawa tadi. Damar mengambil beberapa helai rambut raja Syam kemudian Damar meletakkan helaian rambut tadi di atas pasir waktu. Kemudian Damar menancapkan satu pisau tersebut di atas pasir waktu itu hingga mengeluarkan kabut hitam dan masuk ke dalam cermin yang berdiri tegak itu.


"Pisau belati pertama sudah menjalankan tugasnya. Sekarang pisau belati kedua" Ujar Damar mengambil pisau kedua nya dan langsung menancapkan pesawat tersebut ke kayu yang ada di pinggir cermin itu.


Cermin yang tadinya berwarna jernih kini berubah menjadi berwarna agak gelap.


"Sekarang, pisau melatih kedua pun sudah menjalankan tugas nya. Sekarang tinggal pisau belati ketiga yang akan menjalan kan tugas nya dimana kisah belati ini harus ku tancapkan kepada orang jahat tersebut agar aku bisa melihat keberadaan gelangnya. Di mana gelang itu kini telah berada di tangannya. Dan begitu gelang itu keluar, gelang itu harus langsung dibakar agar tersebut musnah. Airin kamu harus berdiri di depan cermin tersebut dengan memegang yang sudah di gubal ini. Apa pun yang terjadi, kamu harus menjaga kelapa ini agar tidak pecah meskipun nantinya kamu terjatuh. Hal itu untuk mencegah terjadi itu keluar dari cermin" Jelas Damar panjang lebar kepada mantan kekasihnya itu yang pernah mengisi hari-hari nya.


"Baik lah Damar aku mengerti. Kamu hati-hati di sana. Dan Berjanjilah kamu akan kembali dengan selamat" Ujar Airin penuh dengan harapan.


"Doa kan saja aku bisa melayan roh jahat itu. Jika aku berhasil aku pasti bisa pulang dengan selamat" Ujar Damar dengan senyum tipis nya. Yah ia memutuskan untuk melakukan hal ini karena merasa bersalah kepada Airin dan raja Syam Ia telah mengirimkan roh jahat kepada mereka tanpa mengetahui kebenarannya. Bahkan ia rela nanti nya Jika ia tidak selamat Itu ia lakukan hanya untuk melihat Airin bahagia bersama suaminya.


"Dayang, sekarang kamu pergi mengumpulkan kayu-kayu untuk membuat unggun. Dan ketika gelang itu sudah keluar kamu langsung membakar nya" Ujar Damar tadi lagi. Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya dayang pribadi Airin itu pun langsung mencari kayu untuk membuat api unggun seperti yang diminta oleh Damar tadi.


Air mendekati tubuh raja Syam yang tidak berdaya itu. Ia mengelus kepala suaminya dengan penuh kasih sayang. Air mata kesedihan kini kembali jatuh di pipi nya.


"Bersabar lah sayang. Sebentar lagi tak akan kembali berkumpul bersama. Kamu akan segera sembuh. Damar telah berusaha untuk menyembuhkan kamu dari kutukan ini. Bertahan lah sayang, semua pasti akan baik-baik saja" Ujar Airin penuh dengan kasih sayang kepada suami nya.

__ADS_1


Melihat hal itu membuat Damar semakin merasa bersalah. Ia benar-benar menyesal telah melakukan semua ini karena rasa dendam di hatinya. Yah tiga saja dia tahu kebenarannya, pasti kutukan itu tidak akan terjadi kepada raja Syam. Rasa dendam itu telah membutakan mata hatinya. Ia sama sekali tidak belas kasihan melihat penderitaan Airin selama ini. Justru merasa sangat puas dan senang apabila melihat Airin menangis.


Namun, di saat ia sudah sadar, semua itu sudah terlambat. Ia harus melakukan ritual ini bahkan rela mengorbankan nyawa nya untuk menyelamatkan raja Syam agar bisa kembali melihat Airin tersenyum bahagia.


__ADS_2