Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 31


__ADS_3

Dayang kepercayaan yang di tugaskan untuk melengkapi keperluan Airin di istana itu yang bisa di sebut sebagai asisten pribadi Airin itu memanggil tuan putri nya karena sang raja ingin bertemu dengan nya.


Airin tampak bingung kenapa ayahanda nya mau bertemu dengan nya. Yah tidak biasa nya gadis itu di panggil untuk bertemu dengan sang raja di ruang penghadapan.


Airin pergi menghampiri sang raja yang sudah menunggu kedatangan nya di ruang penghadapan. Terlihat sang raja bersama seorang laki-laki yang bisa di katakan cukup tampan juga di sana. Laki-laki itu tersenyum menatap kedatangan Airin yang juga membalas senyuman nya. Tidak mungkin gadis itu tidak membalas senyuman laki-laki yang baru pertama kali ia jumpai itu bukan. Terlebih laki-laki tadi sepertinya tamu dari sang raja. Jelas ia harus bersikap ramah kepada tamu ayah nya itu.


"Ampun ayahanda, apakah ayahanda mau bertemu dengan Airin? Ada apa?" Tanya gadis yang memiliki darah campuran itu dengan memberi hormat.


"Iya Biduri. Kenal kan pangeran Syam dari negeri seberang. Beliau bersedia untuk membantu kita dengan pasukan-pasukan nya untuk mengalahkan bangsa Orx" Jelas sang raja Agung memperkenalkan mereka.


"Biduri atau biasa di panggil dengan Airin saja" Ujar Airin memperkenalkan dirinya sambil memberi hormat kepada pangeran Syam. Seperti para putri yang memperkenalkan dirinya kepada pangeran yang berada di dalam cerita dongeng-dongeng.


"Syam" Jawab pangeran Syam pula dengan membalas memberi hormat kepada putri cantik itu.


Syam melihat Airin dengan tatapan kekaguman. Di mana gadis itu terlihat sangat mempesona di mata nya. Sungguh gadis berdarah campuran itu memang memiliki keunikan tersendiri. Di mana setiap laki-laki yang melihat nya akan langsung jatuh hati kepada nya.


Begitulah lah di rasakan pangeran Syam saat ini. Bisa di katakan ia telah jatuh cinta kepada Airin saat pada pandangan pertama.


Pangeran Syam juga tidak kalah ganteng nya dengan Damar. Ia memiliki wajah yang oval dengan hidung mancung. Alis nya yang tebal seperti semut beriring pun ikut menunjang wajah ketampanan nya. Namun, hati Airin sudah terpikat kepada Damar. Ia tidak bisa melepaskan pikiran nya dari prajurit kepercayaan di istana nya itu.


"Biduri, tolong kamu bawa pangeran Syam jalan-jalan keliling istana" Pinta sang raja.


"Baik lah ayahanda" Ujar Airin


"Semoga saja kalian bisa dekat dan bisa membuka hati satu sama lain nya" Ujar raja Agung. Yah lelaki paruh baya itu mempunyai niat untuk menjodohkan Airin dengan pangeran Syam. Yah seperti pada kerajaan umum nya dimana keturunan raja harus menikah dengan keturunan raja juga agar darah bangsawan nya tidak hilang untuk keturunan mereka.


"Pangeran Syam memang pantas untuk bersanding dengan Biduri. Mereka cantik dan juga tampan. Tidak ada salahnya jika kerajaan kami bersatu. Justru akan memperkuat pertahanan dan menambah luas nya wilayah kerajaan kami nanti nya" Batin sang raja lagi.


***


"Indah sekali pemandangan di sore hari ini" Ujar pangeran Syam saat mereka selesai keliling istana dan duduk di kursi yang berada di taman istana sambil menikmati pemandangan matahari terbenam yang memancarkan warna keemasan di langit.


Airin hanya menjawab perkataan pangeran Syam dengan senyuman.


Damar sedari tadi melihat kedekatan Airin dan pangeran Syam dari jauh. Hati nya merasa terluka melihat Airin dekat dengan laki-laki itu. Yah ia sungguh tidak bisa melihat Airin dekat dengan laki-laki lain. Terlebih selama ini ia selalu bersama Airin kemanapun mereka pergi. Pasti kalian juga pernah merasakan ketika mencintai seseorang namun perasaan itu harus dipendam. pasti itu sangat menyakitkan memendam perasaan cinta yang tidak kesampaian.


Damar mengetahui bahwa Syam adalah keturunan raja. Ia pernah pergi ke kerajaan pangeran Syam itu bersama sang raja untuk mengadakan kerjasama. Di mana mereka akan saling memberi bantuan berupa pasukan-pasukan terbaik mereka saat ada musuh yang menyerang.


"Pasti raja akan mempersatukan mereka. Pasti raja ingin Airin menikah dengan pangeran Syam agar darah bangsawan di keturunan mereka tidak hilang" Batin Damar dengan sedih.


Ia tidak bisa lagi menyaksikan Airin bersama pangeran Syam lebih lama lagi. Hingga ia memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu agar hati nya tidak terasa semakin sakit.


"Andai kamu tahu Airin bahwa aku mencintaimu, aku rela melakukan apapun untuk melindungi kamu. Sakit di tusuk oleh pedang musuh saat berperang bisa ku tahan di tubuh ku. Tapi aku tidak sanggup untuk menahan rasa sakit di hati ini saat melihat kamu bersama laki-laki lain di depan mataku" Batin Damar melangkah meninggalkan tempat itu dengan langkah yang lemah.


"Ya Tuhan baru kali ini aku merasakan rasa sakit yang sangat tidak bisa aku tahan. Airin hanya kamulah satu-satunya orang yang bisa membunuhku dengan rasa cinta ini yang tidak kesampaian" Batin Damar.


Seorang prajurit yang sangat gagah dan terkenal hebat di negeri Bunian kini menjadi lemah melihat gadis nya bersama laki-laki lain.


***


Airin menunggu kedatangan Damar di tempat latihan. Yah laki-laki itu kembali terlambat untuk datang melatih Airin.


Damar datang dengan langkah yang lemah seperti tidak bersemangat di hari ini.


"Damar, kamu kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya Airin melihat laki-laki itu bersikap aneh.


"Gak kok, aku baik-baik saja" Ujar Damar menatap Airin dengan lesu.


"Andai kamu tahu bahwa hati ku saat ini tidak baik-baik saja. Andai kamu tahu bahwa hati ini sedang terluka, apa yang bisa kamu lakukan Airin? Apa kamu bisa mengobati luka yang tidak berdarah ini?" Batin Damar.


"Beneran lo Damar, kamu terlihat tidak sehat hari ini. Jika kamu sedang sakit, kita gak usah latihan saja hari ini. Kamu istirahat saja" Ujar Airin.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja kok Airin"


"Gak kamu tidak terlihat baik-baik saja. Kamu sedang ada masalah"


"Aku baik-baik saja, sudah ku katakan aku baik-baik saja" Ujar Damar sedikit membentak.


Mendengar Damar berkata seperti itu membuat Airin terdiam dan terpaku. Tidak pernah ia di bentak oleh Damar selama ini. Laki-laki itu selalu bersikap lembut kepada nya. Tapi entah mengapa hari ini ia bersikap berbeda. Airin menunduk tidak berani menatap wajah Damar yang sedang marah itu kepadanya.


Damar menarik nafasnya dalam-dalam dan dihembuskannya kuat-kuat untuk menghilangkan rasa kegundahan di hatinya saat ini.


"Maaf kan aku Airin, aku tidak bermaksud untuk berbicara kasar kepadamu" Ujar Damar kembali dengan nada lembut nya.


"Kamu benar, Aku sedang tidak baik-baik saja saat ini. Aku terluka sangat parah" Tambah nya lagi.


Mendengar bahwa Damar terluka Airin mengangkat wajahnya dan menatap Damar dengan tatapan iba dan cemas.


"Kamu terluka, apa yang luka? Mana luka nya? Biar aku obati" Ujar Airin cemas. Sontak rasa sedih akibat di bentak Damar tadi hilang seketika di hati gadis itu mendengar Damar si prajurit kepercayaan dan kebanggaan di istana itu sedang terluka parah.


"Mana yang sakit Damar, ayo kita obati. Aku tidak mau luka mu akan semakin parah nanti nya. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa" Ujar Airin dengan cemas nya. Gadis itu memperhatikan Damar dari ujung kaki hingga ujung kepalanya untuk melihat di mana luka yang Damar maksud.


Damar mengambil tangan Airin dan menaruh nya di dada bidang nya.


"Di sini yang terluka Airin. Di sini yang sakit nya" Ucap nya lagi.


"Ha? Dada mu terluka? Mana? Ayo buka baju mu biar ku obati"


"Bukan dada ku Airin tapi hati ku"


Airin menatap bingung ke arah laki-laki itu. Ia sungguh tidak mengerti apa yang dikatakan oleh si prajurit itu.


"Luka yang parah tapi tidak berdarah" Tambah nya lagi.


"Maksud kamu apa Damar"


"Aku sakit saat melihat kamu bersama laki-laki lain. Aku cemburu Airin, hati ini terluka sangat terluka. Terserah kamu mau berpikir apa tentang aku. Yang jelas aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Aku tidak bisa menghilangkan bayanganmu di pikiranku yang selalu menghantuiku di setiap malam-malam ku" Ujar Damar dengan jujur menatap mata gadis itu dengan perasaan cinta di hati nya.


Saat ini Damar merasa lega, sangat sangat lega karena telah mengungkapkan segala isi hatinya yang ia pendam selama ini kepada Airin. Apa pun yang terjadi kepadanya nanti dia akan menerimanya dengan lapang dada karena ia hanya ingin Airin tahu tentang perasaannya selama ini. Meski nanti Airin akan menghindar darinya karena telah mengetahui isi hatinya.


Airin menunduk mendengar semua ungkapan perasaan Damar kepadanya. Gadis itu tidak berani menatap mata Damar saat ini. Melihat Airin hanya tertunduk, Damar pun memberanikan diri untuk mengangkat wajah gadis itu agar menatap matanya.


Damar pun kaget melihat Airin mengeluarkan air mata nya. Yah gadis itu menangis mendengar apa yang di katakan Damar tadi kepada nya.


"Airin, ada apa? Maaf kan aku jika perkataan ku tadi telah menyinggung perasaan mu. Aku tidak bermaksud... "


"Cukup Damar, cukup" Potong Airin menutup mulut laki-laki itu dengan telunjuk nya yang lentik.


"Kamu sudah terlalu banyak bicara tadi. Kamu tidak salah, tidak ada kata-kata mu yang menyinggung perasaanku saat ini. Justru aku merasa senang karena kamu mengungkap perasaanmu sebenarnya kepadaku di mana aku juga mempunyai perasaan yang sama dengan apa yang kamu rasakan terhadapku. Aku juga mencintai kamu Damar. Cinta itu muncul saat pertama kali kita bertemu. Dan air mata ini adalah air mata kebahagiaan karena mengetahui perasaanmu kepadaku. Aku sangat menantikan kamu mengungkapkan perasaanmu selama ini kepadaku" Jelas Airin.


"Jadi kamu juga mencintai ku?"


Airin mengangguk membenarkan apa yang ditanyakan oleh Damar kepadanya tadi.


"Arti nya cinta ini tidak bertepuk sebelah tangan?"


Airin menggeleng kepala nya.


"Yes... Yes... Yes... " Ujar Damar kegirangan. Laki-laki itu meloncat-loncat karena merasa gembira cintanya dibalas oleh gadis yang ia idamkan selama ini seperti pada film Bollywood Shahrukh Khan yang cintanya diterima oleh gadis impiannya.


"Terima kasih Airin, terima kasih karen telah mencintai ku" Ucap Damar dengan perasaan yang sangat bahagia yang sulit untuk diungkapkan melalui kata-kata.


"Sama-sama Damar, terima kasih juga kamu juga telah mencintai ku dan telah menjaga ku dengan semampu mu" Ujar Airin tersenyum senang. Mereka pun saling menatap wajah mereka dalam penuh perasaan cinta di hati keduanya.

__ADS_1


Hari ini adalah hari bahagia untuk kedua nya karena mereka telah mengetahui perasaan mereka masing-masing dan perasaan mereka tidak bertepuk sebelah tangan.


"Oh ya, kemarin pangeran Syam... "


"Oh kamu kenal dengan pangeran Syam? Kamu melihat ku bersama dia kemarin?" Potong Airin.


Damar mengangguk membenarkan.


"Pangeran Syam anak dari raja Sulaiman yang berada di negeri Bunga Teratai. Aku pernah menemani raja untuk bertemu dengan mereka di istana mereka itu di mana kedua kerajaan ini menjalankan kerjasama dalam bidang pertahanan. Yah kedua kerajaan ini akan siap membantu dengan mengirimkan pasukan terbaik mereka untuk berperang melawan musuh yang menyerang kerajaan ini maupun kerajaan mereka nantinya. Mungkin karena itu pangeran Syam datang ke sini untuk sekedar berkunjung dan memberikan bantuan kepada kerajaan kita ketika nanti bangsa Orx datang menyerang" Ujar Damar.


"Iya kamu benar Damar. Ayahanda juga mengatakan hal yang sama. Jadi karena itu kamu cemburu dan terlihat tidak bersemangat seperti tadi untuk melatihku?" Goda Airin.


Damar tidak menjawab. Laki-laki itu tampak salah tingkah saat digoda oleh Airin yang memang benar adanya.


"Kamu tenang saja Damar, aku tidak mungkin tergoda dengan laki-laki manapun yang datang mendekatiku mencoba untuk mengambil hati ini. Karena hati ini telah dimiliki oleh kamu seutuhnya" Ucap Airin meyakinkan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Damar tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan oleh Airin kepadanya. namun senyuman itu seketika berubah menjadi murung di wajah laki-laki itu.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan perkataanku barusan?" Tanya Airin melihat perubahan pada wajah laki-laki yang ia cintai itu.


"Tidak ada yang salah dengan perkataanmu Airin. Hanya saja aku memikirkan bagaimana nantinya jika raja tahu tentang hubungan kita ini? apa Mungkin beliau akan setuju dengan hubungan kita ini dimana hubungan ini adalah hubungan terlarang" Ujar Damar.


"Yah, pasti raja juga menginginkan kamu untuk mendapatkan pasangan yang berasal dari keturunan raja juga agar darah bangsawan keturunan kamu tidak terputus" Jelas Damar lagi.


"Aku juga tidak tahu bagaimana kedepannya dengan hubungan kita. Tapi yang pasti kita jalani saja hubungan ini ikuti alurnya seperti air yang mengalir" Ujar Airin.


"Tapi aku akan berusaha untuk meyakinkan ayahanda agar bisa memberikan restu untuk hubungan kita nantinya" Tambah gadis yang memiliki darah campuran itu lagi.


***


Airin menghempaskan tubuhnya yang merasa lelah di atas kasur mewahnya karena berlatih memainkan pedang tadi bersama Damar.


Seketika ia tersenyum sendiri mengingat peristiwa di mana Damar mengungkapkan perasaannya secara langsung kepada gadis itu. Ini merupakan kali pertama ia merasakan jatuh cinta dan bisa dikatakan mereka telah berpacaran dan Damar merupakan pacar pertama Airin.


Rasa semangat Airin untuk berlatih menjadi ksatria kini menjadi berlipat ganda karena ia telah resmi menjalin hubungan bersama Damar. Ya bisa dikatakan Sambil menyelam ia bisa minum airnya sekali. Sambil latihan, mereka bisa berpacaran sekalian di sana.


"Aku benar-benar tidak menyangka bahwa selama ini Damar juga memiliki perasaan yang sama kepadaku. Ternyata kami berdua sama-sama memendam perasaan cinta di hati kami. Mungkin dia tidak berani mengungkapkan perasaannya karena mengingat statusku sebagai putri mahkota" Batin Airin menerka-nerka.


Di tempat lain Damar pun tidak bisa berhenti mengukir senyuman di bibirnya karena saat ini ia sudah memiliki gadis yang ia idam-idamkan selama ini. Cinta yang ia pendam di hatinya kini telah terbalas. meskipun ia tidak tahu bagaimana kelanjutan cerita cinta mereka. Namun yang pasti saat ini mereka sama-sama memiliki perasaan cinta di hati mereka.


"Bagaimana pun, Aku akan memperjuangkan cintaku kepadamu Airin. Aku akan berusaha meyakinkan raja agar bisa memberikan restu kepada hubungan kita. Aku tidak sanggup kehilangan kamu" Batin Damar mengatakan penuh dengan keyakinan.


Yah begitulah yang mereka berdua rasakan saat ini karena keduanya sama-sama saling jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Sehingga mereka akan memperjuangkan cinta mereka apapun rintangan yang datang menghadang.


"Aku berjanji kepadamu ayah dan aku akan selalu membahagiakan kamu dan aku akan selalu melindungi kamu dalam keadaan apapun meskipun nantinya nyawaku menjadi taruhannya" Ucap Damar lagi berjanji kepada diri nya sendiri.


"Aku mencintai mu Airin, sangat-sangat mencintai mu sepenuh jiwa dan raga ku. Tidak ada yang bisa menggantikan kamu di hati ini. Hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila, membuat aku jatuh cinta" Ucap nya lagi.


***


"Dari tadi ayahanda perhatikan kamu melamun terus. Emangnya kamu sudah memikirkan apa?" Tanya raja Sulaiman kepada pangeran Syam yang memang dari tadi melamun di kamarnya.


"Ayahanda, aku tidak menyangka ternyata raja Agung memiliki seorang putri yang begitu cantik rupawan. aku begitu terpesona melihatnya dan bisa dikatakan aku jatuh cinta pada pandangan pertama" Jelas pangeran Syam sambil menatap ke arah depan membayangkan senyuman Airin yang sangat membuatnya tergila-gila itu.


"Jadi kamu mencintai putri nya raja Agung?"


"Iya Ayahanda, bisa di katakan begitu"


"Terus bagaimana dengan gadis yang kamu cintai itu? Apakah dia juga memiliki perasaan yang sama kepada mu?"


"Aku belum tahu tentang perasaannya kepadaku karena kamu baru saja bertemu kemarin. Namun, Aku ingin melakukan pendekatan terhadap gadis itu agar aku bisa mengambil hatinya"

__ADS_1


"Terserah apa yang mau kamu lakukan. Ayahanda hanya bisa mendukung apa yang terbaik menurut kamu. Dan jika perlu ayahanda akan meminang Gadis itu secepatnya untuk mu"


"Tapi ada sedikit masalah ayahanda. Di mana gadis itu merupakan darah campuran ia separuh manusia dan separuh Bunian seperti kita" Jelas pangeran Syam yang membuat raja Sulaiman kaget.


__ADS_2