
Airin dengan penuh semangat ingin ikut ke pasar lagi bersama ibu nya. Yah karena di dalam mimpi nya tadi malam ia bertemu dengan Damar yang telah menolong nya saat di kejar oleh bangsa Orx. Yang ingin menjadikan Airin sebagai tumbal untuk meningkatkan kekuatan nya.
Bangsa Orx adalah bangsa yang merupakan musuh dari bangsa Bunian. Makhluk Orx memiliki postur tubuh seperti manusia. Dan berwujud seperti bayangan. Jika bayang tidak bisa di sentuh, berbeda dengan bangsa Orx yang bisa di sentuh.
"Ayo sayang kita berangkat" Kata Aisyah kepada putri nya. Seperti biasa mereka pergi ke pasar menggunakan kereta kencana.
***
"Ibu, Airin jalan-jalan ke sana sebentar ya" Ujar Airin kepada ibu nya.
"Mencari ku?" Tegur Damar dari belakang. Airin menoleh. Senyuman manis terukir di bibir gadis itu.
"Damar" Ujar nya tersenyum. Yah gadis itu semakin terkesima kepada Damar. Secara di dalam mimpi nya Damar telah menyelamatkan nya.
Mereka kembali duduk di tepi sungai tempat biasanya mereka nongkrong di sana.
Ingin sekali gadis itu bertanya tentang mimpi nya kepada Damar. Tapi ia bingung harus memulai dari mana. Secara Airin belum terlalu yakin apakah Damar juga mengalami mimpi tersebut. Secara mimpi itu hanyalah bunga tidur bagi setiap manusia. Airin masih kebingungan untuk bertanya kepada Damar.
"Ada apa Airin? Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dan ingin kamu tanyakan kepadaku" Ujar Damar saat melihat gadis yang ada di sampingnya itu sedang kebingungan.
"Hmm.... Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu sama kamu. Tapi aku bingung harus mengatakannya dari mana" Ujar Airin.
"Emang nya kamu mau bertanya tentang apa?"
"Hmm..." Airin masih terlihat ragu untuk menceritakan apa yang ia alami.
"Begini, tadi malam kamu hadir di dalam mimpi ku. Kamu telah menolongku dari kejaran bayangan hitam yang selama ini meneror ku di setiap malam. Di sana kamu mengatakan tentang bangsa Orx dan darah campuran. Sebenar nya apa maksud dari semua itu?" Tanya Airin meminta jawaban dari lelaki yang ada di samping nya itu.
__ADS_1
Damar tampak berpikir mendengar pertanyaan dari Airin.
"Damar, selama ini aku selalu mengalami mimpi buruk yang menggangguku setiap malam itu sebabnya kenapa aku datang ke negeri ini untuk melakukan pengobatan. Bahkan terkadang aku bisa melihat bayangan tersebut di kehidupan nyata" Cerita Airin kepada Damar.
"Damar, apa kamu mengetahui sesuatu? Karena kamu hadir di dalam mimpi ku. Bisa kamu menjelaskan tentang semua yang aku alami?" Ujar Airin meminta penjelasan dari Damar. Entah mengapa gadis itu yakin bahwa Damar mengetahui apa yang ia alami.
Damar terdiam sejenak. Mungkin ini lah saat nya ia menjelaskan semua nya kepada Airin agar gadis itu mengetahui siapa diri nya.
"Makhluk yang menganggu mu itu adalah bangsa Orx yang ingin membawa mu agar kamu bisa di jadikan tumbal untuk penguasa mereka agar memiliki kekuatan yang sangat hebat dan tidak bisa di kalah kan" Jelas Damar.
Deg....
Jantung Airin berdetak kencang mendengar penjelasan dari Damar.
"Aku di jadikan tumbal? Tapi kenapa?" Tanya Airin tidak mengerti.
"Karena kamu memiliki darah campuran. Darah langka yang tidak di miliki kebanyakan orang"
"Di dalam tubuh mu terdapat juga darah Bunian. Kamu memiliki sebagian darah manusia dan sebagian Bunian. Sehingga itu lah yang membuat bangsa Orx mengincar mu. Sedari kecil aku di tugas kan oleh raja ku untuk menjaga dan melindungi ku dari bangsa Orx itu. Namun entah mengapa mereka bisa menemui mu dan selalu meneror mu. Saat ini mereka masih bisa menemui mu di dunia mimpi saja. Saat ini mereka belum bisa menemui mu di dunia nyata"
Airin terdiam mendengar penjelasan dari Damar. Seketika ia kembali teringat bahwa ia pernah melihat sosok bayangan hitam yang sedang mengintai nya. Seperti waktu di rumah nya, di pelabuhan dan juga sewaktu di jalan saat mereka pergi ke rumah tok Wan.
"Tapi Damar, seperti nya mereka telah menemui ku. Secara aku pernah melihat sosok bayangan hitam beberapa kali selama ini"
"Itu bukan mereka, itu adalah aku. Selama ini aku selalu mengawasi mu dari jauh untuk memastikan bangsa Orx tidak bisa menemui mu" Jelas Damar lagi.
"Jadi kamu ini.... "
__ADS_1
"Yah aku adalah bangsa Bunian. Tidak semua manusia bisa melihat kehadiran ku. Hanya kamu yang bisa melihat ku saat ini"
Airin masih tercengang mendengar penjelasan dari Damar. Ia seperti tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Damar. Yah secara ia mengetahui bahwa ibu dan bapak nya hanyalah manusia biasa. Jika dia sepeti apa yang di katakan Damar, maka siapa sebenar nya diri nya itu? Apakah salah satu orang tua nya itu menikah dengan bangsa Bunian?
***
"Sayang, kenapa kamu diam saja sih dari tadi? Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Aisyah sewaktu mereka dalam perjalanan pulang. Yah tidak seperti biasa nya. Kini Airin kembali melamun entah apa yang di pikirkan oleh putri nya saat itu.
"Buk, apa benar makhluk Bunian itu ada?" Tanya Airin pada akhir nya.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu sih nak?"
"Aku hanya ingin tahu buk. Apa benar itu ada?"
Aisyah menghela napas berat nya. Ia juga tidak tahu kenapa putri nya bisa membahas tentang bangsa Bunian itu.
"Bangsa Bunian memang ada di dunia ini nak. Mereka adalah makhluk yang tidak kasat mata. Bentuk nya sama seperti kita. Seperti manusia juga hanya saja bagi orang biasa tidak bisa melihat keberadaan mereka. Namun, mereka bisa melihat keberadaan kita. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat keberadaan mereka"
Deg...
Airin membulatkan bola matanya mendengar penjelasan dari ibu nya itu. Pantas saja saat ia menanyakan tentang keberadaan Damar ibunya terlihat kebingungan.
"Jadi ternyata Damar itu memang makhluk Bunian?" Batin Airin.
"Buk, apa benar ibu melihat pemuda yang bersama ku selama aku berada di pasar. Aku sering bertemu dengan pemuda itu buk. Aku selalu ngobrol bersama nya"
"Sayang, sejujur nya ibu tidak pernah melihat siapa pun bersama kamu. Ibu hanya melihat kamu sendirian selama ini"
__ADS_1
"Ibu, sebenar nya siapa aku? Mimpi yang aku alami selama ini ada kaitan nya dengan masa lalu ku buk. Apa ibu mengetahui sesuatu tentang diri ku?" Tanya Airin meminta penjelasan dari ibu nya.
Sontak pertanyaan itu membuat Aisyah kaget. Selama ini ia dan Raksi telah menutup rapat-rapat siapa sebenar nya Airin. Ia tidak pernah menceritakan kepada siapa pun bahwa Airin bukan anak kandung nya.