Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 23


__ADS_3

Para dayang mengantar Airin ke kamarnya yang telah disediakan oleh sang raja untuk kedatangan putri semata wayangnya.


"Ini tuan putri kamar nya" Ujar salah satu dayang mereka di yang memiliki pintu besar seperti layak nya pintu pada kerjaan-kerajaan umum nya.


"Terima kasih" Ujar Airin langsung masuk ke dalam kamar itu. Gadis yang memiliki kulit putih bersih itu menyelusuri setiap jengkal ruangan di kamar nya itu dengan rasa kagum. Yah barang antik dan klasik yang terdapat pada kerjaan memang tertata di kamar nya itu. Seperti tempat tidur nya, lemari pakaian, dan meja makeup dan lain sebagai nya. Warna kamar yang berdomisili dengan warna emas dan juga perak menambah kesan klasik di kamar nya itu.


"Wah, bagus sekali kamar nya. Besar dan luas" Ucap nya dalam hati.


"Aduh, aku lelah sekali. Lebih baik aku beristirahat dulu untuk memulihkan tenaga ku" Batin nya lagi.

__ADS_1


Airin menghempas kan tubuh nya yang sangat lelah di atas kasur empuk yang ada di dalam kamarnya itu.


"uuffh... Nyaman sekali" Ujar nya.


"Ternyata begini lah rasa nya hidup di dalam istana" Ujarnya tersenyum. Tanpa terasa perlahan ia mulai memejamkan mata nya dan mulai terlelap.


***


"Iya yang mulia" Jawab Damar penuh dengan hormat.

__ADS_1


"Terima kasih karena kamu telah menjaga Biduri putri ku dengan baik hingga ia kembali ke negeri kita ini. Tidak salah aku memberikan tugas ini kepada mu. Kamu memang prajurit terbaik di istana ini. Setiap tugas yang ku beri, kamu bisa menyelesaikan nya dengan baik. Aku benar-benar bangga kepada mu" Ujar sang raja bangga kepada prajurit andalan nya itu.


"Terima kasih yang mulia. Saya merasa terhormat karena telah di percayai oleh yang mulia untuk melaksanakan tugas-tugas yang di percayai kepada ku" Ucap Damar dengan penuh hormat.


"Iya sama-sama. Saya harap kamu masih bisa menjaga Biduri dan bisa mengajar nya menjadi seorang kesatria agar dia bisa mengalahkan pasukan Orx nanti nya" Pinta sang raja.


"Baik lah yang mulia. Saya akan berusaha untuk membuat Biduri menjadi seorang kesatria. Saya akan melatih nya semampu saya" Ujar Damar lagi masih memberi hormat kepada sang raja Agung.


"Terima kasih Damar. Saya percaya kepada mu. Saya berharap Biduri tidak akan bersedia membatu kita untuk mengalahkan bangsa Orx seperti pada ramalan itu"

__ADS_1


"Pasti yang mulia. Pasti Biduri bersedia membantu kita. Saya yakin itu. Dia tidak mungkin tega membiarkan bangsa nya di serang. Dia pasti akan bersedia membantu bangsa nya sendiri" Ujar Damar penuh keyakinan.


"Yah, saya berharap seperti itu juga" Jawab sang raja masih ragu dengan apa yang di katakan Damar. Yah, terlihat Airin masih ragu dengan permintaan sang raja untuk membantu nya mengalahkan bangsa Orx itu. Mungkin Airin masih syok mendengar permintaan raja itu. Secara selama ini yang ia tahu, dia hanya lah gadis biasa yang tinggal bersama sepasang suami istri saudagar kaya raya di negeri Bunga Tanjung. Tidak pernah ia menyadari bahwa dia adalah seorang putri raja terlebih dari alam yang berbeda dengan dunia nya saat ini. Apa lagi ia di minta menjadi seorang kesatria yang harus mengalahkan bangsa Orx yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan selama ini.


__ADS_2