Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 44


__ADS_3

Raja Sulaiman dan raja Agung terus saja membicarakan masalah pernikahan antara pangeran Syam dan juga Airin.


Meski raja Agung tahu bahwa Airin tidak mencintai pangeran Syam dan anak nya itu mencintai Damar, tetap saja raja Agung menyembunyikan hal ini kepada raja Sulaiman. Ia berbohong bahwa ia belum memberitahu tentang masalah rencana perjodohan antara Airin dan juga pangeran Syam itu kepada Airin. Hal itu di karena kan ia yakin bisa membujuk putri nya itu untuk bersatu dengan pangeran Syam.


***


Ali mondar-mandir di kamarnya. Laki-laki paruh baya itu tampak gelisah dengan pikirannya saat ini. Di mana ia memikirkan bagaimana caranya mendapatkan Airin. Sungguh rasa di hati nya tidak bisa di tahan lagi. Ia sungguh terpikat dengan keponakan istri nya itu.


"Bagaimana cara nya aku mendapatkan Biduri? Aku sungguh tidak bisa menahan raja gejolak di hati ini" Batin Ali terus saja gelisah.


Wajah cantik nan ayu Airin terus saja menghantui pikiran Ali setiap saat. Bahkan Airin juga sering hadir dalam mimpi Ali saat ia sedang tertidur lelap. Sungguh Ali merasa tersiksa menahan rasa cinta ini di hatinya. Namun, ia juga tidak bisa mengatakan semua itu secara jujur kepada semua orang. Jelas mereka semua akan marah terutama raja Agung dan juga Surya istrinya. Jadi ia memilih untuk memendam rasa ini dan mengagumi Airin secara diam-diam.


"Kekanda, kenapa terlihat gelisah seperti itu?" Tanya Surya melihat suaminya yang mondar-mandir dari tadi di kamarnya. Wanita paruh baya itu baru saja masuk ke dalam kamar nya. Ia merasa heran melihat tingkah laku suaminya yang akhir-akhir ini tampak aneh. Ali sering melamun sendiri seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.


"Oh, Surya sejak kapan kamu berada di sana?" Tanya Ali kaget dengan kehadiran istri nya itu.


"Baru saja, ada masalah apa kanda? Kenapa akhir-akhir ini tanda terlihat banyak diam dan sedang memikirkan sesuatu? Apa ada masalah? Apa kanda tidak suka kita berada di istana ini? Karena semenjak kita berada di istana ini, kanda berperilaku aneh seperti ini" Ujar Surya penuh dengan interogasi kepada suami nya.


Ali kini berusaha bersikap tenang seperti biasa nya seolah-olah tidak ada yang terjadi kepada nya. Untuk beberapa kali Ali menarik nafasnya dan dihembuskannya kuat-kuat untuk menenangkan hatinya yang sedang gundah gelana.


"Tidak ada apa-apa Adinda. Semua nya baik-baik saja. Kanda hanya sedang memikirkan sambil belajar tentang kemajuan kerajaan ini" Bohong Ali.


"Yah kerajaan ini tampak sangat maju jauh dari pada kerajaan kita. Karena itu kanda berpikir untuk memajukan kerajaan kita seperti kerajaan ini agar rakyat kita lebih sejahtera" Tambah nya lagi.


"Masalah nya apakah raja Agung mau memberikan tahu kepada kita tentang rahasia untuk memajukan kerajaan ini. Itu lah yang selama ini kanda pikirkan. Karena itu lah kanda terlihat gelisah memikirkan semua ini" Ujar Ali lagi.


"Oh jadi karena itu. Bertenang lah kanda. Raja Agung pasti mau membagikan rahasia untuk mengajukan kerajaannya kepada kita. Dia orang yang bijaksana pasti dia lebih memikirkan rakyat kita yang ada di kerajaan kita itu. Aku akan meminta raja Agung untuk memberikan rahasia itu kepada kita. Dinda yakin raja Agung pasti mau" Jelas Surya kepada suami nya.


Ali datang mendekati istri nya. Ia memegang kedua tangan isinya itu.


"Terima kasih ya dinda. Kanda yakin dengan begini, pasti kerajaan kita akan lebih sejahtera dan makmur" Ujar Ali membenamkan kepala istri nya ke dalam pelukannya.


"Ya kanda sama-sama. Kanda tenang saja, dinda pasti akan selalu membantu kanda dan akan selalu ada untuk kanda dalam keadaan apa pun"


"Terima kasih dinda. Dinda benar-benar istri yang terbaik untuk kanda. Kanda sangat beruntung memiliki istri seperti dinda" Ujar Ali lagi.


"Sama-sama kanda"


***


Sudah beberapa kali Damar dan Airin bertemu di setiap hari minggu di bangunan tua terbengkalai di ujung desa.

__ADS_1


Mendengar pengawal pribadi Airin tidak bersamanya lagi, Ali pun memberanikan diri untuk selalu memantau keadaan Airin. Laki-laki itu berusaha mencari celah agar bisa melakukan niat buruknya kepada gadis yang memiliki darah campuran itu.


Bahkan pada saat Airin pergi untuk bertemu dengan Damar di bangunan terbengkalai yang ada di ujung desa Ali pun pergi membuntuti gadis itu. Ia berharap bahwa ia mempunyai kesempatan untuk melakukan niat buruknya kepada gadis itu. Namun harapannya kini sia-sia. Seorang laki-laki tampan sudah menunggu kedatangan Airin di bangunan itu. Ali bersembunyi di balik dinding agar kehadirannya tidak terlihat oleh Damar dan juga Airin.


"Ternyata Biduri diam-diam bertemu dengan seorang laki-laki ini. Tapi siapa sebenarnya laki-laki ini apakah dia melupakan kekasihnya Airin?" Batin Ali bertanya-tanya. Ia terus saja mengawasi Airin dan juga Damar di tempatnya


"Sampai kapan kita seperti ini terus Damar? Aku merasa tersiksa bersembunyi terus-terusan seperti ini" Ujar Airin.


Damar yang tadinya duduk di salah satu anak tangga bangunan itu berdiri dan memegang kedua bahu gadis yang ia cintai itu.


"Sabar lah Airin, aku sedang berusaha untuk memberikan keyakinan kepada raja bahwa cinta ku ini murni untuk mu" Ujar Damar meyakinkan gadis yang ada di hadapannya itu.


"Oh ternyata hubungan mereka tidak di restui oleh raja. Karena itu Biduri dan Damar bertemu secara diam-diam seperti ini" Batin Ali mulai menyadari kisah cinta mereka yang terhalang karena status sosial yang berbeda.


"Bagaimana pun, aku tidak akan pernah menerima lamaran dari pangeran manapun. Aku akan selalu setia menunggu kamu hingga restu itu kita dapatkan dari ayahanda" Ucap Airin memeluk laki-laki itu penuh dengan rasa cinta di hati nya. Damar membalas pelukan Airin dengan perasaan yang sama di hati keduanya.


"Jadi seperti ini cerita cinta Biduri. Pantas saja ia tampak tidak peduli dengan pangeran Syam. Dan ketika raja Agung sedang membahas perjodohan mereka, Biduri lebih memilih untuk menghindar dari pembicaraan itu. Ternyata ini lah alasan nya. Biduri telah mencintai laki-laki lain. Hmm.... Menarik sangat menarik" Batin Ali lagi.


***


Airin sedang sibuk memetik bunga-bunga yang indah berwarna warni yang ada di taman istana untuk dimasukkannya ke dalam vas bunga sebagai hiasan di kamarnya.


"Biduri" Tegur Ali kepada Airin yang terus saja melakukan kegiatan nya.


"Ini paman, aku sedang memetik bunga-bunga yang indah ini untuk dijadikan hiasan di kamarku" Jelas Airin.


"Oh begitu, apa paman boleh menolong mu?" Tanya Ali.


"Tidak perlu paman, sebentar lagi juga selesai kok" Ujar Airin.


Ali kini kembali terdiam dengan seribu bahasanya. Ia sedang menyusun kata-kata untuk memulai tentang pembahasannya mengenai damar dan juga Airin tempo hari.


"Hmm... Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Damar? Apa Damar itulah pengawal pribadimu selama ini?" Tanya Ali membuat Airin kaget. Seketika Airin menghentikan kegiatannya memetik bunga itu.


Gadis itu tanpa bingung dari mana laki-laki paruh baya itu mengetahui tentang hubungannya dan juga Damar. Tidak mungkin raja Agung menceritakan hal ini kepadanya. Justru jika raja menceritakan hal ini membuat ia merasa malu.


"Jangan khawatir Biduri tentang masalah ini. Rahasia hubunganmu dan Damar akan aman di tangan paman. Paman tidak akan menceritakan semua ini kepada ayahmu. Terutama saat kamu diam-diam Bertemu Dengannya tempo hari di bangunan terbengkalai yang berada di ujung desa" Ujar Ali lagi.


"Kenapa paman mengetahui semua ini? Apa paman membututi ku?" Tanya Airin menatap kepada Ali dengan tatapan yang tidak suka.


"Paman mu ini memang mengetahui semua nya hanya dengan menatap wajah mu Biduri. Paman bisa membaca apa yang terjadi kepadamu selama ini" Ujar Ali lagi.

__ADS_1


"Seperti yang paman bilang, rahasiamu akan aman di tangan paman" Ujar nya lagi. Yah Airin bisa membaca maksud dari ucapan Ali kepadanya. Gadis itu tahu bahwa ada maksud tersendiri Ali bisa mengatakan hal itu kepadanya. Jelas harus ada imbalan nya jika ia merahasiakan pertemuan antara Damar dan Airin tempo hari.


Gadis yang memiliki darah campuran itu lebih memilih meninggalkan Ali sendirian di taman itu. Ia tidak mau melanjutkan pembicaraan mereka saat itu.


Melihat Airin meninggalkannya dengan rasa penuh kekesalan, Ali tersenyum puas. Yah setidak nya ia sudah mengatakan apa yang ia ketahui tentang gadis itu dan juga kekasihnya. Pasti Airin akan bertindak lebih hati-hati dan akan menuruti kemauannya nanti agar rahasia nya tidak terbongkar. Begitu lah yang dipikirkan oleh laki-laki paruh baya itu. Ia sangat yakin bawa Airin akan menuruti apapun kemauannya nanti. Yah untuk saat ini ia lebih memilih mengatakan hal itu terlebih dahulu, dan nanti barulah ia akan mengutarakan keinginannya kepada gadis itu.


***


Airin menaruh dengan kasar keranjang yang berisi bunga-bunga yang ia petik tadi dari taman istana di atas meja kamarnya.


"Apa sih maksud paman Ali dengan mengatakan hal itu kepadaku tadi? Apa maunya dariku. Ia seperti sedang mengancam ku" Ujar Airin kepada diri nya sendiri.


"Apa kemarin paman diam-diam membuntuti ku saat bertemu dengan Damar? Kenapa aku sampai tidak menyadari jika paman sedang mengikuti ku kemarin?" Tambah gadis itu berpikir keras.


"Pasti Paman Ali mempunyai maksud tersendiri dengan semua ini. Aku harus lebih berhati-hati lagi kepadanya. Aku harus terus waspada mengawasi laki-laki itu agar aku tidak kebobolan seperti kemarin" Batin Airin lagi.


***


"Airin, akhir nya kamu pulang juga nak. Ibu kangen sama kamu. Rumah ini menjadi sepi semenjak kepergian kamu" Ujar Aisyah saat Airin kembali ke dunia manusia. Yah hari ini gadis yang memiliki darah campuran itu memutuskan untuk kembali ke dunia manusia. Ia hanya ingin menghindar dari paman Ali yang tampak mencurigakan dan selalu mengawasinya. Setidak nya dalam waktu beberapa hari ke depan ia berada di dunia manusia dan ketika ia kembali ke dunia Bunian, paman Ali nya telah pulang ke kerajaan nya. Itu lah yang gadis itu pikirkan.


"Maaf buk aku telat pulang nya. Ada sedikit masalah di dunia Bunian sehingga membuatku harus menyelesaikan masalah itu terlebih dahulu. Dan saat ini saja aku hanya bisa pulang dalam waktu beberapa hari karena rasa rindu ku kepada bapak dan ibu" Ujar Airin memeluk Raksi dan juga Aisyah dengan penuh kerinduan.


"Iya nak tidak masalah. Ibu dan bapak mengerti tugasmu sebagai Putri mahkota di negeri mu. Meski kamu pulang ke sini dalam waktu beberapa hari itu sudah membuat bapak dan ibumu merasa senang. Setidak nya kamu tidak melupakan kami dan masih mau mengunjungi kami di sini" Ujar Raksi dengan bijak.


"Tentu aku akan selalu mengunjungi kalian di sini karena kalian juga merupakan kedua orang tuaku. Jika kalian tidak ada dan merawat ku dengan penuh kasih sayang aku tidak akan bisa tumbuh besar seperti ini. Aku berhutang banyak kepada kalian berdua. Terima kasih bapak, ibu" Ujar Airin dengan mata yang berkaca-kaca menatap kedua orang tua angkatnya.


"Jangan ngomong seperti itu nak. Kamu adalah putri ku. Kami akan siap melakukan apapun untuk kebahagiaan kamu" Ujar Aisyah dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih bapak, ibu" Airin kembali memeluk kedua pasangan suami istri itu.


"Andai saja ayahanda seperti kedua orang tua angkat ku yang rela melakukan apapun demi kebahagiaanku, pasti aku akan merasa sangat bahagia sekali. Karena aku akan mendapat restu dari ayahanda atas hubunganku bersama Damar" Batin Airin.


"Tapi kenyataan nya, ayahanda lebih memikirkan keturunan bangsawannya daripada kebahagiaanku. Padahal aku sangat berharap ayahanda seperti kedua orang tua angkat ku ini" Batin Airin dengan sedih mengingat bahwa kerajaanmu tidak memberikan restu kepada mereka.


"Entah bagaimana cara nya agar aku bisa membuat ayahanda membuka matanya lebar-lebar bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan. Aku tidak akan bisa hidup jika harus menikah dengan laki-laki yang bukan aku cintai" Batin Airin terus bergejolak.


"Airin, ayo kita makan nak. Hari ini ibu setelah memasak makanan kesukaan kamu. Entah mengapa hari ini ibu pengen sekali memasak makanan kesukaan kamu. Yah mungkin karena feeling seorang ibu yang bisa mengetahui bahwa anaknya akan pulang meski tidak diberitahu sebelumnya" Ujar Aisyah lagi.


"Iya itu lah namanya kamu benar-benar mencintai dan menyayangi Airin sepenuh hatimu. Kamu tahu nak, jika kami sudah merindukan kamu, ibumu akan memasak makanan kesukaan kamu untuk menghilangkan rasa rindu kami terhadap kamu" Ujar Raksi lagi.


"Yah, bapakmu benar nak. Jika kami memakan makanan kesukaan kamu, sedikit banyaknya rasa rindu di hati ini berkurang dan kami bisa membayangkan kamu berada bersama kamu dan menyantap makanan ini" Jelas Aisyah.

__ADS_1


Airin merasa tersanjung mendengar perkataan dari Aisyah dan juga Raksi. Sungguh kedua orang tua angkatnya begitu mencintai dirinya sepenuh hati. Ia merasa sangat beruntung memiliki kedua orang tua angkat seperti mereka. Andai saja Damar itu berasal dari dunia manusia, mungkin hubungan cinta mereka tidaklah serumit ini. Mereka pasti akan bersatu karena telah mendapat restu dari kedua orang tua angkatnya di dunia manusia. Namun apa lah daya Damar berasal dari dunia Bunian. Hingga membuatnya susah mendapatkan restu dari ayah kandungnya.


__ADS_2