Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 22


__ADS_3

Secara tiba-tiba, sang Raja Agung meminta Airin untuk memimpin kerajaan nya. Hal itu dikarenakan Airin adalah satu-satunya pewaris tahta kerajaan di negeri Bunian. Airin merasa terkejut atas tawaran dari sang raja. Gadis itu datang ke negeri ini hanya untuk mengetahui asal-usul nya, bukan untuk memimpin kerajaan itu.


"Maafkan Airin, ayahanda. Bukan bermaksud lancang atau apa pun. Airin tidak bisa menerima tawaran dari ayahanda. Tugas itu sangat besar, ayahanda. Airin tidak mampu melaksanakan nya" Ujar Airin memutuskan.


"Airin datang ke sini hanya ingin mengetahui siapa sesungguh nya Airin," tambah gadis berkulit putih itu.


"Tapi ayahanda sangat berharap banyak denganmu nak. Hanya kamu satu-satunya pewaris kerajaan. Jika bukan kamu, terus siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan di negeri kita ini. Apalagi…" Ujar sang Raja Agung dengan berat.


"Apalagi apa, ayahanda?" tanya Airin penasaran.

__ADS_1


"Apalagi, sebentar lagi akan terjadi gerhana bulan. Para bangsa Orx pasti akan kembali menyerang kita. Ayahanda berharap kamu bisa memimpin peperangan ini untuk mengalahkan bangsa Orx agar tidak kembali menyerang bangsa kita," Jelas sang Raja Agung lagi.


Airin tampak berpikir mendengar ucapan ayahnya itu. Sungguh ia juga tidak bisa membiarkan bangsanya diserang oleh bangsa Orx yang menyeramkan itu. Sudah cukup ibunya menjadi korban demi menyelamatkan dirinya. Dan kini, tidak mungkin dia akan membiarkan bangsanya lagi diserang dan akan menelan korban atas perang itu.


"Menurut ramalan, hanya kamu yang bisa mengalahkan pemimpin bangsa Orx karena kamu memiliki darah campuran. Darah ini langka dan tidak dimiliki oleh kebanyakan bangsa kita. Kamu juga dilahirkan pada saat terjadi nya gerhana bulan. Karena itu, kamu sangat istimewa. Dan lihatlah di lengan kananmu, di sana ada tanda kelahiran berupa gerhana bulan yang melambangkan kesatria di bangsa kita," Jelas sang Raja Agung.


Airin melihat lengan kanannya. Ternyata, benar apa yang dikatakan oleh sang raja. Terdapat sebuah tanda lahir di sana. Namun, selama ini gadis itu tidak menyadari keberadaan tanda lahir itu. Tanda lahir itu baru muncul saat ia tiba di negeri asalnya.


"Ya, tanda itu hanya muncul saat kamu berada di negeri ini saja. Tanda yang melambangkan anggota kerajaan dan juga kesatria di negeri ini" Jelas raja itu lagi.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? Apakah kamu bersedia untuk membantu negeri ini?" tanya Raja Agung meminta kepastian.


Airin masih ragu-ragu untuk memberikan jawaban. Gadis yang memiliki darah campuran itu melihat ke arah Damar yang sejak tadi hanya menyaksikan percakapan antara ayah dan anak itu. Damar mengangguk tanda setuju tentang permintaan raja. Namun, dalam hati Airin masih berat untuk menyetujui Damar.


"Maafkan Airin, ayahanda. Airin tidak bisa memberikan keputusan sekarang. Airin butuh waktu untuk berpikir. Airin masih belum yakin jika Airin mampu melakukan semua ini" Ujar gadis itu.


"Tidak masalah, Airin. Ayahanda akan memberikan waktu bagimu untuk berpikir. Ayahanda tidak memaksa kamu untuk menjawab sekarang juga" Ujar sang raja mengerti dengan keputusan putrinya itu.


"Sekarang sebaiknya kamu istirahat di kamar mu. Para dayang ini akan mengantarkan mu ke kamar mu" Ujar Sang raja lagi.

__ADS_1


"Ayo tuan putri, kami akan mengantarkan tuan putri ke kamar nya" Ucap salah satu dayang. Airin pun mengangguk dan mengikuti para dayang itu ke kamar nya.


__ADS_2