Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 46


__ADS_3

Airin terpaksa menuruti semua keinginan raja Agung untuk menyelamatkan Damar agar tidak dihukum mati karena telah menghajar paman nya yaitu Ali.


Dengan terpaksa Airin harus menikah dengan pangeran Syam pilihan ayahnya.


Persidangan untuk menjatuhkan hukuman kepada Damar pun akan dilaksanakan. Damar tersenyum manis menatap Airin yang juga menatapnya. Laki-laki itu sangat yakin bahwa Airin akan mengatakan hal yang sejujurnya sehingga ia terbebas dari hukuman. Yah jika Airin mengatakan hal yang sejujurnya Damar memang terbebas dari hukuman tapi nantinya Damar akan dibunuh oleh orang-orang suruhan raja Agung. Hal itu di sebab kan karena Damar telah menghajar Ali keluarga kerajaan dan juga telah mempermalukan kerajaan dengan berkata jujur.


Itulah sebabnya mengapa Airin harus berbohong ingin menyelamatkan Damar agar tidak dibunuh nantinya.


***


"Silahkan masuk ke ruangan persidangan"


Mereka semua pun masuk ke ruangan persidangan.


"Yang mulia tuan putri, apakah benar saat itu Ali ingin melecehkan anda?" Tanya Hakim kepada gadis yang memiliki darah campuran itu.


Yah laporan dari Damar mengatakan bahwa Ali lah yang ingin melakukan pelecehan terhadap Airin. Damar terpaksa menghajar Ali karena ia ingin melindungi Airin dari laki-laki yang jahat itu.


Airin menunduk sebenarnya ia tidak ingin mengatakan kebohongannya dipinta oleh raja Agung kepadanya. Ia tidak mau menghianati kekasih hatinya. Tapi ia harus melakukan hal itu karena ingin menyelamatkan Damar Biarlah Damar dihukum dalam penjara asalkan ia tidak dibunuh.


Airin menatap daun Damar dengan tetapan sendu. Damar tersenyum manis kepada kekasih hatinya itu karena ia yakin Airin akan mengatakan sejujurnya.


"Sekali lagi saya bertanya kepada tuan putri, apa benar Ali ingin melecehkan anda?"


Airin beberapa kali tampak menghela nafas beratnya. Ia mengatur nafasnya agar ia bisa menceritakan apa yang dipinta oleh raja Agung kepadanya.


"Tidak, Sebenar nya Damar lah yang mau melecehkan aku saat itu. Dan paman Ali berusaha untuk menolong ku. Namun Damar menghajarnya hingga dia babak belur seperti itu" Jelas Airin bercerita membolak-balikkan fakta yang ada.


Deg...


Jelas Damar sangat kaget mendengar apa yang diceritakan oleh Airin kepada semua orang yang hadir di persidangan itu. Ia tidak menyangka kekasihnya itu kini telah membolak-balikkan fakta yang ada. Padahal Iya sangat yakin bahwa Airin akan membuatnya terbebas dari hukuman dengan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Airin, kenapa kamu mengatakan hal itu? Kenapa kamu harus berbohong?" Tanya Damar dengan tatapan kecewa nya.


Airin sama sekali tidak mau melihat mata laki-laki itu. Ia lebih memilih menatap ke depan agar laki-laki itu tidak mengetahui perasaannya saat ini. Ia rela di benci oleh Damar asalkan laki-laki itu tetap hidup di dunia ini. Meski pun nanti nya Damar dihukum selama beberapa tahun di penjara, tapi ia masih bisa melihat keadaan laki-laki itu.


"Maaf yang mulia hakim, Airin tidak bercerita dengan jujur. Ia telah berbohong, ia telah membolak-balikkan fakta yang ada" Ujar Damar.


"Maaf Damar. Airin adalah korban di sini dan kami hanya bisa mendengarkan cerita dari korban" Ujar hakim.


"Apa tuan putri yakin dengan apa yang dan putri ceritakan dan bisa mempertanggung jawabkan cerita tuan putri itu?" Tanya Hakim itu lagi.


"Iya saya yakin dan saya bisa mempertanggung jawabkan apa yang saya ceritakan ini. Di mana apa yang saya ceritakan ini ada kenyataannya dan yang sejujur-jujurnya" Ujar Airin lagi dengan mantap nya.


"Baik lah, semuanya telah jelas dengan begini Damar akan dihukum selama lima tahun di penjara" Ujar Hakim itu mengetuk palu.


Damar hanya bisa menatap Airin dengan tatapan kecewa nya. Ia begitu kecewa kepada gadis yang ia cintai selama ini. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Airin tega melakukan hal ini kepadanya.


"Kenapa kamu setega ini kepada ku Airin?Dimana janji-janji manis yang kamu ucapkan kepadaku?" Ujar Damar kepada Airin.

__ADS_1


"Maaf kan aku Damar, kini aku sadar kalau kamu dan aku memang tidak bisa bersama. Status kita berbeda. Kamu tidak pantas untuk ku" Ujar Airin masih enggan menatap mata Damar.


"Tidak Airin, Aku tahu kamu berbohong kamu tidak ingin mengatakan hal ini kepadaku bukan. Kamu sama sekali tidak mau menatap mataku. Itu artinya kamu sedang melawan hatimu saat ini" Ujar Damar lagi dengan yakin.


"Aku sudah mengatakan apa yang sebenarnya aku rasakan saat ini. Jadi kamu jangan berharap yang lebih dariku lagi"


"Baiklah coba kamu tatap mata ku Airin. Katakan bawa kamu tidak mencintaiku" Pinta Damar.


Airin menarik nafasnya dalam dalam dan dihembuskannya kuat-kuat untuk meyakinkan hatinya dia bisa menatap mata laki-laki yang ada di hadapannya itu dan mengatakan bahwa dia tidak mencintainya lagi. Setelah merasa mantap di hatinya, Airin pun menatap bola mata laki-laki itu.


"Aku tidak mencintai mu Damar" Ujar nya.


Deg...


Sontak rasa kekecewaan kembali laki-laki itu rasakan di hatinya.


Airin pun meninggalkan Damar yang masih terpaku dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Maaf kan aku Damar. Aku terpaksa melakukan semua ini hanya untuk menyelamatkan kamu. Ketahuilah cintaku kepadamu ini sangatlah besar aku rela mengorbankan cinta ini hanya untuk menyelamatkan kamu" Batin Airin dengan menitipkan air matanya.


"Tega kamu Airin. Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepada ku?" Ujar Damar lagi. Ia begitu kecewa kepada kekasih nya itu.


***


Raja Sulaiman kembali datang berkunjung ke istana raja Agung untuk melakukan lamaran terhadap Airin.


Lamaran itu pun di terima oleh Airin. Yah seperti yang telah direncanakan oleh raja Agung dan sesuai dengan kesepakatan Airin ia harus menikah dengan pangeran Syam.


"Baiklah pernikahan ini akan di adakan bulan depan. Raja Agung aku sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya kita akan menjadi besanan" Ujar raja Sulaiman tertawa bahagia. Raja Agung pun ikut tertawa bahagia. Kini harapan untuk meneruskan keturunan bangsawannya dan juga memperkuat pertahanan kerajaannya kini telah terlaksana akibat pernikahan Airin.


"Permisi saya mau mencari udara segar" Ujar Airin memutuskan untuk keluar dari ruang penghadapan dan mencari udara segar di luar karena suasana hatinya saat ini sedang kacau.


***


Airin berdiri di belakang istana tempat biasanya ia melakukan latihan bersama Damar. Semua bayangan Damar bersama nya saat latihan itu terus saja bermain di hadapannya. Rasa rindu di hatinya sedikit terobati karena bayangan-bayangan itu.


"Aku merindui mu Damar. Sangat merindui mu" Batin nya memegang busur panah yang biasanya digunakan oleh Damar.


"Mau mencoba untuk memanah" Tegur pangeran Syam muncul secara tiba-tiba mengagetkan Airin. Seketika bayangan Damar di bola matanya kini hilang seketika.


"Pangeran Syam" Ujar nya dengan tersenyum kecut.


"Apa kamu merindukan saat latihan?"


"Iya aku merindukan nya" Jawab Airin.


"Terutama dengan Damar" Batin nya lagi.


"Apa kamu mau mencoba memanah bersama ku?" Tawar putra mahkota itu lagi kepadanya.

__ADS_1


"Aku sedang tidak berminat" Ujar Airin. Yah saat ini ia benar-benar tidak ada semangat untuk melakukan apapun. Semangat nya kini telah hancur bersama kepergian Damar dari hidupnya.


"Ayo lah Airin. Kita lihat apa kamu masih ahli dalam memanah? Siapa tahu suntuk mu akan sedikit berkurang" Ujar pangeran Syam lagi.


Meski saat ini ia sedang tidak berminat untuk melakukan apapun, namun Apa salahnya gadis itu menerima tawaran dari putra mahkota itu agar ia bisa menghilangkan rasa suntuk di hatinya.


Mereka pun memanah bersama di belakang istana. Sesekali Airin tertawa lepas karena pangeran Syam terkadang menghiburnya dengan sikap konyol laki-laki itu.


Kini gadis yang memiliki darah campuran itu benar-benar harus bisa menerima pangeran Syam di dalam hidup nya. Karena sebentar lagi mereka akan menikah dan menjadi sepasang suami istri. Bagaimana pun, ia harus menerima kenyataan yang ada dan mengubur dalam-dalam cita-citanya bersama Damar laki-laki yang selama ini telah melindunginya dari kejahatan.


***


Surya dan juga Ali berpamitan untuk pergi dari istana raja Agung sesuai dengan perjanjian mereka. Dan mereka pun dilarang untuk kembali lagi ke istana itu. Raja Agung benar-benar merasa kecewa kepada Ali yang tega ingin melecehkan putri semata wayangnya. Jika saja ia tidak memikirkan Surya dan nantinya akan hidup menjada, mungkin raja Agung sudah menghajar dan membunuh laki-laki itu dengan tangannya sendiri.


"Yang mulia, kami pamit. Sekali lagi maafkan suamiku atas apa yang terjadi" Ujar Surya mencium punggung tangan kakak sepupunya itu dengan hormat.


"Sudah lah semuanya sudah terjadi dan jangan kamu pikirkan masalah itu lagi" Ujar raja Agung.


"Airin, tante pamit ya. Maaf kan semua yang terjadi" Ujar wanita paruh baya itu beralih kepada Airin.


Airin tidak menjawab apa yang dikatakan oleh tantenya itu. Gadis itu hanya mengukir senyuman yang tampak dipaksakan dirawat wajah gadis itu.


"Yang mulia, maaf kan aku. Kami pamit dulu" Kini giliran Ali yang berpamitan kepada raja Agung dan mencoba untuk mencium punggung tangan kakak sepupu dari istrinya itu.


Raja Agung sama sekali tidak menghiraukan laki-laki yang ada di hadapannya itu. Ia lebih memilih meninggalkan laki-laki itu daripada menyambut salaman yang ingin ia lakukan kepada raja Agung.


Ali hanya bisa terpaku melihat Apa yang dilakukan oleh raja Agung kepadanya. Di mana ia diperlakukan seperti tunggul dan tidak berwujud di hadapan raja Agung.


Melihat ayah kandungnya pergi meninggalkan sepasang suami istri itu Airin pun ikut meninggalkan mereka.


Gadis itu benar-benar sakit hati melihat paman Ali nya itu. Ingin rasanya Gadis itu menghajar habis-habisan laki-laki paruh baya itu. Namun, ia masih memikirkan Surya sebagai tantenya. Dan ia masih menghormati Ali sebagai pamannya yang lebih tua dari dirinya.


Jika saja laki-laki itu tidak melakukan perbuatan keji seperti ini, mungkin Damar tidak akan dihukum di dalam penjara dan dia masih bisa bersama dengan laki-laki yang ia cintai itu. Juga Airin tidak harus menikah dengan pangeran Syam seperti apa yang diharapkan oleh raja Agung.


Namun, semuanya sudah terjadi gadis yang memiliki darah campuran itu harus menelan bulat-bulat pil pahit kehidupannya ia hadapi saat ini. Ia sama sekali tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Dimana Ia hanya ingin mengetahui asal usul dirinya dan menghilangkan semua mimpi-mimpi buruk yang selalu menerornya setiap malam. Kini ia harus terlibat di dalam kehidupan yang sangat rumit ini.


***


Damar terduduk lemah di atas lantai penjara. Ia masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi kepadanya. Ia benar-benar merasa kecewa terhadap raja Agung dan juga Airin.


Mantan pengawal pribadi Airin itu telah banyak menyelamatkan kerajaan dari serangan-serangan musuh dan telah berusaha mengorbankan nyawanya demi melindungi putri mahkota sesuai dengan perintah raja Agung, namun dalam sekejap semua pengorbanannya itu tidak ada artinya oleh raja Agung dan juga Airin. Di mana mereka rela menjerumuskan Damar ke dalam penjara dengan tuduhan yang sama sekali tidak ia lakukan.


Rasa sakit di hati laki-laki itu mulai terasa. Yah rasa kecewa kini berubah menjadi rasa sakit di hati nya. Dendam kini menyelimuti hati laki-laki itu. Janji yang pernah diungkapkan Airin kepadanya kini membuat dendam yang ada di dalam hati laki-laki itu semakin membara.


"Kamu tega kepada ku Airin. Kamu tega menghianati cinta suci ini. Kamu tega mengingkari janji-janji manismu kepadaku. Sudah kau buat ku terbang begitu tinggi, dalam sekejap kini kau hempaskan aku kembali ke bumi dan juga mematahkan sayap-sayap harapanku kepadamu" Ujar Damar dengan mata yang memerah karena marah. Air mata kesedihan di pelupuk mata laki-laki itu kini jatuh membasahi pipinya karena tidak bisa membendung air matanya lagi.


Ia kembali menangis karena hati nya telah terluka oleh cinta nya. Di mana pernah ia katakan lebih baik ya ditusuk seribu pedang saat pertempuran daripada ia dikhianati oleh gadis yang ia cintai. Hal itu lebih membunuh dirinya dan lebih sakit dari tusukan-tusukan pedang itu.


***

__ADS_1


Airin berdiri di balkon kamarnya sambil melihat bintang-bintang di atas langit yang tampak bersembunyi di balik awan. Yah malam ini tampak berawan sepertinya hujan akan turun sebentar lagi. Suasana langit di malam ini sama seperti suasana di hati nya yang sedang berawan dan akan turun hujan sebentar lagi.


Lagi-lagi air mata kesedihan dan penuh kerinduan kini mengalir di pipi gadis yang memiliki darah campuran itu. Gadis itu sangat tersiksa dengan perasaan yang ada di hatinya saat ini. Dia hanya bisa memendam rasa kerinduan ini. Ingin rasanya gadis itu pergi ke penjara tempat di mana dan mau ditahan untuk melepaskan rasa rindunya. Tapi, ia takut nanti raja Agung akan mengetahuinya dan akan membunuh Damar di dalam penjara. Hal itu tentu saja tidak diinginkan oleh Airin. Ia pun lebih memilih untuk memendam rasa rindu ini.


__ADS_2