Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 47


__ADS_3

Airin telah menyetujui pernikahannya dengan pangeran Syam yang akan di lakukan beberapa minggu ke depan.


Rencana pernikahan antara pangeran Syam dan Airin diketahui oleh Damar yang saat ini sedang di dalam penjara. Hati laki-laki itu kembali terasa perih dan hancur. Kekasih nya yang begitu ia cintai kini akan menikah dengan orang lain. Harapan untuk bersatu dengan gadis itu kini pupus lah sudah.


***


Penak pernik perhiasan menjuntai di halaman istana. Semua para pengawal-pengawal dan juga dayang-dayang serta beberapa rakyat ikut menyiapkan pernikahan itu secara meriah. Yah mereka semua tampak berbahagia kerena akan bersatunya kedua kerjaan yang besar itu.


Namun, di balik kebahagiaan semua orang, ada hati yang terluka dan tersakiti yang sedang berada di dalam kamarnya dengan air mata. Airin terus saj menangis tiada henti. Semakin mendekati pernikahan nya, hati nya semakin terasa perih. Bagaimana tidak ia harus bersatu dengan laki-laki yang sama sekali tidak ia cintai.


"Damar, apa aku bisa menghadapi semua ini tanpa kehadiran kamu? Apa aku bisa melanjutkan hidupku saat ini?" Batin nya selalu saja bertanya-tanya tentang masa depan yang akan ia jalani nanti bersama pangeran Syam.


"Sesungguh nya diri ini merasa sangat tersiksa" Tambah nya lagi dengan menutup wajahnya yang sembab dengan air mata menggunakan kedua tangannya.


***


Damar yang berada di dalam tahanan menganggap erat-erat tangannya karena merasa kesal di hati saat mendengar pernikahan antara Airin dan pangeran Syam yang kini hanya menghitung hari.


Di tahanan itu, ia bertemu dengan laki-laki tua yang memang sudah cukup lama berada di tahanan tersebut. Yah Damar dan laki-laki tua itu terdapat di tahanan yang sama.


"Tenang lah anak muda, tenang. Jangan kamu terlalu emosi menghadapai masalah mu. Kamu bisa membalas semua rasa sakit yang kamu alami saat ini kepada mereka-mereka yang telah menyakiti" Ujar laki-laki tua itu


"Apa maksud mu?" Tanya Damar tidak mengerti.


"Mereka telah membuatmu hancur seperti ini. aku bisa membantumu untuk membalas semua rasa sakit yang kamu alami" Ujar laki-laki tua itu lagi.


Damar tanpa termenung memikirkan tawaran dari laki-laki tua itu. Yah memang saat ini ia sedang merasakan kesakitan yang teramat dalam di hatinya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia masih mencintai Airin dengan sepenuh hati. Ia masih ragu untuk melakukan balas dendam terhadap gadis itu. Ia masih berharap bahwa gadis itu akan membatalkan pernikahan mereka dan kembali kepadanya.


"Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu tidak percaya kepada ku?" Tanya laki-laki tua itu lagi.


"Maaf kek, bukan nya aku tidak percaya atau bagaimana terhadapmu. Hanya saja aku masih ragu untuk melakukan balas dendam terhadapnya. Karena aku yakin gadisku pasti akan kembali kepadaku" Ujar Damar dengan mantap dan penuh keyakinan di hati.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Damar laki-laki tua itu hanya tersenyum mengejek. Yah Damar memang masih menaruh harapan besar kepada Airin. Meski pun ia tidak tahu apakah harapan itu akan jadi kenyataan atau tidak.


***


Hari pernikahan antara Airin dan juga pangeran Syam telah tiba. Gadis itu di dandan sedemikian rupa cantiknya dengan gaun putih kini melekat di tubuh nya. Yah gadis itu memang sudah cantik sehingga di dandan sedikit saja akan bertambah cantik.


Airin hanya terdiam mematung saat para dayang-dayang mendandaninya. Gadis itu hanya pasrah dan tidak mau memberikan komentar apa pun atas dandanan nya saat itu. Yah nama nya juga pernikahan terpaksa, jelas ia sama sekali tidak bersemangat melakukan hal itu.


"Tuan putri, apakah penampilan ini sesuai dengan harapan tuan putri?" Tanya salah satu dayang yang ikut mendandaninya saat.


"Terserah lah aku tidak mau berkomentar apa pun. Aku hanya pasrah saja kalian mau mendandani ku seperti apa" Ujar Airin dengan jujur. Wajahnya masih datar tanpa ekspresi.. Para dayang-dayang tercengang dan saling pandang mendengar ucapan Airin kepada mereka. Aura kebahagiaan yang seharus nya terpancar kini sama sekali tidak ada pada wajah gadis itu. Wajah masih masih dingin dan datar seperti itu.


***

__ADS_1


Airin menuruni anak tangga menuju tempat di mana pernikahan mereka akan berlangsung. Langkah nya masih berat untuk menuju ke tempat itu


Seketika raut wajah kesedihan itu berubah menjadi senyuman yang manis ketika ia tiba di tempat acara itu berlangsung di mana ia melihat Damar berdiri menyambut kedatangan nya. Damar mengulurkan tangan nya dan di sambut dengan hangat oleh Airin.


"Kamu terlihat cantik sekali permaisuriku" Bisik nya. Seketika Airin kembali memancarkan wajah yang murung mendengar suara yang berbisik kepadanya itu. Hal itu di karenakan suara yang berbisik tadi bukanlah suara Damar melainkan suara Pangeran Syam. Yah ternyata apa yang dilihat oleh gadis yang memiliki darah campuran itu tadi hanyalah halusinasinya. Dengan terpaksa mereka di nikah kan oleh Raja Agung sebagai wali dari Airin. Kini mereka telah sah menjadi pasangan suami istri.


***


Damar menggenggam tangannya kuat-kuat karena merasa sangat kesal dengan berita yang tersebar saat itu di mana Airin dan Pangeran Syam telah menjadi suami istri. Padahal ia sangat berharap pernikahan itu akan dibatalkan oleh Airin. Namun lagi-lagi harapan telah sirna.


"Jadi, apa kamu masih yakin bahwa kekasih mu itu masih mau bersama mu?" Tanya laki-laki tua itu kepada Damar.


"Sudah ku katakan, dia tidak akan mau bersama mu lagi. Kamu hanya berharap terlalu besar kepada nya. Kamu dan dia memang tidak di takdirkan bersama" Tambah nya lagi.


Hati Damar yang panas kini semakin panas mendengar ucapan dari laki-laki tua itu. Ia semakin terbakar oleh rasa cemburu di hati nya. Rasa cinta yang pernah tumbuh di hati nya kini mulai layu lah sudah. Rasa cinta dan harapan kini telah pupus terkubur bersama kenangan indah mereka bersama.


Yah Damar telah bertekad untuk mengubur dalam-dalam kenangan nya bersama Airin. Ia sama sekali tidak menyangka gadis itu tega sekejam ini kepada nya setelah apa yang ia lakukan terhadap gadis itu. Pengorbanan nya kini telah sia-sia.


"Kek, apa yang bisa ku lakukan untuk membalas rasa sakit di hati ini" Ujar Damar pada akhir nya menerima tawaran dari laki-laki tua itu.


Laki-laki tua itu tersenyum penuh kemenangan mendengar apa yang dikatakan oleh Damar. Di mana laki-laki itu setuju untuk melakukan balas dendam terhadap keluarga kerajaan itu.


"Baiklah aku akan mengajarkan mu mantra yang hebat dan pasti ampuh untuk membuat mereka yang telah menyakiti mu tersiksa dan mati secara perlahan" Ujar laki-laki tua itu.


Yah Rasa dendam di hati Damar kini mulai tumbuh. Ia ingin membalas dendam rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Ia tidak mau melihat Airin dan pangeran Syam hidup dengan bahagia. Bagaimana pun ia harus membuat mereka menderita. ia sama sekali tidak tahu bahwa apa yang di lakukan oleh Airin saat ini hanya untuk menyelamatkan yang ia tahu bahwa Airin telah menghianati nya.


***


Pangeran Syam datang mendekati Airin. Yah jelas saja seperti pada pengantin baru umum nya. Malam pertama akan di lakukan oleh pengantin baru itu.


"Airin, kamu benar-benar sangat cantik" Ujar pangeran Syam membelai lembut pipi gadis itu. Airin mendapat perlakuan seperti itu merasa merinding. Ia menepis tangan pangeran Syam agar berhenti mengelus pipinya seperti itu.


"Kenapa Airin? Apa yang salah?" Tanya pangeran Syam dengan heran.


"Hentikan perbuatan mu pangeran. Aku sama sekali tidak nyaman dengan semua ini" Ujar Airin dengan jujur.


"Tidak nyaman? Apa yang membuatmu tidak nyaman? Bukankah kita sudah menikah saat ini? Dan kita bebas melakukan apa pun" Jelas pangeran Syam lagi.


"Yah kita memang sudah menikah. Tapi pernikahan yang kita lakukan ini karena terpaksa. Aku sama sekali tidak mencintai kamu. Aku telah mencintai laki-laki lain yang tidak bisa bersatu dengannya"


Deg ..


Pangeran Syam kaget mendengar kejujuran Airin kepadanya. Ia pikir pernikahan yang mereka lakukan saat itu didasari oleh rasa cinta di hati gadis itu. Yah iya berpikir bahwa airnya juga mencintainya seperti ia mencintai gadis itu. Ia berpikir pernikahan mereka lakukan atas rasa cinta di hati Airin seperti mana ia mencintai gadis itu. Tapi ternyata ia salah, gadis itu sama sekali tidak mencintai nya.


Pangeran Syam tampak terdiam dan larut dalam pikiran nya saat itu. Tampak beberapa kali laki-laki itu menghela napas berat nya. Yah meski ia tahu bahwa gadis itu tidak mencintai nya, ia masih memilih untuk mempertahankan pernikahan mereka saat itu karena ia yakin perlahan namun pasti, ia akan berhasil membuat Airin jatuh cinta kepada nya. Hal itu di karenakan ia begitu mencintai Airin. Ia tidak mau kehilangan gadis itu. Karena itu lah dia akan berusaha membuat Airin mencintai nya. Ia akan sabar menunggu meski ia sendiri pun tidak tahu berapa lama ia harus menunggu.

__ADS_1


"Ya sudah aku tidak akan memaksa mu. Ayo kita istirahat" Ajak pangeran Syam.


Laki-laki itu memilih untuk tidur di lantai dengan di alasi tikar pandan. Yah nama nya juga kerajaan masa lalu ya tidak ada kasur empuk saat itu. Hanya ada tikar pandan berceceran di pasar.


"Kenapa kamu tidur di sana?" Tanya Airin kepada pangeran Syam.


"Lebih baik aku tidur di sini dari pada satu tempat tidur dengan mu. Nanti malah kamu semakin tidak nyaman" Ujar pangeran Syam pengertian.


Deg...


Hati Airin tersentak mendengar ucapan dari suami nya itu. Ia tidak menduga bahwa sikap pangeran Syam begitu lembut kepadanya.


Setelah pangeran Syam berbaring dan mulai memejamkan mata nya, barulah Airin berbaring di tempat tidurnya untuk melelapkan matanya yang lelah.


***


Hari demi hari Damar di ajarkan untuk belajar ilmu sihir oleh laki-laki tua yang ada bersamanya saat itu. Semakin hari, Damar semakin bisa menguasai ilmu demi ilmu yang ia pelajari. Ia begitu semangat dalam belajar ilmu sihir itu. Ia sungguh tidak sabar untuk bebas dari penjara ini dan melakukan niat nya yang busuk itu.


"Airin, pangeran Syam, kalian akan mendapatkan balasan uang setimpal. Aku akan pastikan kalian akan bertekuk lutut pada ku dan memohon untuk aku membatu kalian dalam menghadapi masalah yang akan mu berikan nanti" Ujar Damar lagi penuh dengan rasa sakit di hati nya.


***


Airin memutuskan untuk kembali ke dunia manusia untuk beberapa hari ke depan. Ia hanya ingin menenang kan pikiran nya yang kalut saat ini. Saat ini ia sangat berharap ia bisa menenangkan hati nya yang gundah saat berada di dunia manusia dan bertemu dengan kedua orang tua angkat nya. Ia benar-benar sendang membutuhkan teman untuk saling bertukar pendapat saat ini. Dan orang yang tepat adalah Aisyah ibu angkat nya.


"Ya ampun nak, kenapa kehidupan mu di sana serumit ini si nak" Tanya Aisyah tampak khawatir dengan kehidupan rumah tangga anak nya.


"Aku juga tidak tahu buk. Tapi ini lah kenyataan yang ada. Saat ini aku sudah menikah dengan pangeran Syam"


"Bagaimana pun, kamu harus menuruti pangeran Syam nak, karena saat ini dia adalah suami mu"


"Aku tahu buk, tapi aku belum siap untuk menerima nya. Aku masih butuh waktu untuk membuka hati ini untuk nya" Jelas Airin lagi.


"Iya nai ibu mengerti. Bersabar lah sayang semua ini akan baik-baik saja" Ujar Aisyah memeluk putri semata wayang nya dengan penuh kasih sayang.


"Sekarang kamu istirahat lah di kamar mu nak. Ibu akan memasak makanan kesukaan kamu. Bapak mu pasti akan sangat kaget melihat mu kembali" Ujar Aisyah.


"Emang nya bapak kemana buk? Bapak tidak ada di toko ya?"


"Bapakmu sedang pergi Untuk mengantarkan kain yang dipesan oleh pelanggannya. Sebentar lagi juga pasti bapakmu akan pulang" Ucap Aisyah lagi.


"Oh begitu, ya sudah Airin ke kamar dulu ya buk" Ucap gadis yang memiliki darah campuran itu menuju ke kamarnya.


Air menghempaskan tubuhnya yang merasa lelah menghadapi semua masalah hidupnya saat ini. Rasa nya ia sangat tidak sanggup menghadapi semua ini sendiri. Ternyata kenyataan yang ada ini tidaklah seperti apa yang ia bayangkan. Di mana ia yakin bisa menghadapi semua ini dengan mulus. Namun kenyataannya semua ini terasa sangat menyakitkan. Menikah dengan laki-laki yang bukan ia cintai dan berpisah dengan laki-laki yang ia cintai itu membuatnya sangat frustasi .


"Kuatkan aku Tuhan agar aku bisa menghadapi semua ini dengan baik" Batin Airin memejamkan kedua matanya sambil berdoa agar Tuhan sang Maha Pencipta memberikannya kekuatan dalam menghadapi masalah demi masalah yang ia lalui.

__ADS_1


Tidak bisa dipungkiri bayangan Damar selalu menghantuinya dan selalu hadir dalam mimpinya. Ia sangat sulit melupakan laki-laki cinta pertamanya itu. Kenangan indah yang mereka ukir selama ini membuatnya semakin tersiksa ketika mengingat laki-laki yang berada di dalam tahanan itu. Semoga saja dengan kedatangan nya di dunia manusia bisa membuatnya lebih tenang ketika kembali ke dunia asal nya nanti.


__ADS_2