
Damar dan Airin telah melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan raja Syam dari pengaruh roh jahat yang sedang berada di tubuhnya.
Damar telah menjelaskan bagaimana cara kerja ketiga pisau itu kepada Airin. Tugas Airin hanya berada di depan cermin sambil memegang sebuah kelapa yang sudah di gubal (di pisahkan antara batok kelapa dan kulit nya) dan menjaganya agar kelapa tersebut tidak pecah bagaimanapun caranya.
Dengan langkah yang penuh berani Damar masuk ke dalam cermin tersebut. Sekarang Damar berada di dunia lain. Namun Damar dan Airin masih bisa saling memantau dari cermin. Di mana cermin itu sebagai pintu keluar masuk nya.
Airin duduk bertumpukan lutut nya seperti orang sedang solat tahiyat awal. Kelapa tersebut masih berada di tangan nya. Ia terus melihat apa yang terjadi kepada Damar tersebut dari dunia nya. Yah selama kelapa itu tidak pecah maka roh jahat tersebut tidak bisa melihat jalan keluar berupa cermin itu untuk menuju dunia mereka. Karena itulah kelapa tersebut harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Saat ini Damar berada di tempat yang sama seperti tempat Airin berada saat ini yaitu di gudang tempat penyimpanan jerami. Hanya saja ia berada di dunia lain di mana suasana di dunia itu sedikit mencengkam. Gelap dan hawa nya yang dingin menusuk sanubari.
Damar berjalan perlahan mencari keberadaan sosok roh jahat tersebut. Pisau belati yang ketiga ia pegang dengan kuat untuk di gunakan sebagai senjata nya.
Roh yang tadi nya sudah menampakan diri namun kini roh tersebut secara tiba-tiba menghilang tidak menampakan dirinya. Damar sangat sulit untuk mencari keberadaan roh tersebut. Damar kembali perlahan berjalan ke depan memasang kedua mata dan juga telinga nya agar bisa mengetahui keberadaan roh itu.
Secara tiba-tiba tumpukan batu yang tadi nya berada di atas Damar di mana tumbukan tersebut di ikat menggunakan goni pun jatuh secara tiba-tiba ingin menimpa Damar yang berada di bawah nya. Untung saja Damar menyadari hal tersebut ia pung menghindar. Ketika hal itu terjadi, maka hal yang sama pun terjadi di tempat Airin. Yah karena mereka berada di tempat yang sama hanya saja dunia mereka yang berbeda. Karena itulah apa yang terjadi di gudang tempat Damar berada maka akan terjadi juga di tempat Airin.
Airin kaget dengan napas yang tehengah-hengah. Ia merasa sangat ketakutan saat itu. Tapi ia harus menyelesaikan ritual ini untuk menyelamatkan suaminya. Mau tidak mau, suka tidak suka ia harus bertahan.
Dayang pribadi Airin mengumpulkan kayu yang ada di gudang tersebut untuk menyalakan api agar bisa membakar gelang yang kelak akan di bawa Damar keluar dari dunia lain.
Damar bangun, dan kembali melangkah maju mencari keberadaan roh itu lagi. Namun, secara tiba-tiba ia mendapat serangan lagi. Di mana penggaruk jerami yang terbuat dari besi itu secara tiba-tiba terbang ingin menancap ke arah Damar. Untung saja Damar menyadarinya dan bisa mengelak. Begitu pun yang terjadi kepada Airin saat itu. Untung saja Airin dan juga dayang pribadinya bisa mengelak dari serangan tersebut.
Damar kembali lagi melangkah dengan hati-hati ke depan untuk menjadi keberadaan seseorang jahat itu. Secara tiba-tiba roh tersebut muncul di belakang damar dan melempar Damar hingga jauh terpelanting. Airin hanya bisa memejamkan mata melihat Damar diserang seperti itu. Damar kembali berdiri dan kembali mencari keberadaan sosok jahat tersebut. Lagi-lagi ia diserang. Di mana seikat kayu yang berada di gudang tersebut melayang menghantam dirinya membuat Damar kembali terpelanting dan jatuh itu bukan kaca hingga kaca tersebut berhamburan. Tumpukan kaca yang ada di tempat Airin pun ikut berhamburan dan menghantam Airin hingga membuat wanita itu terluka di sebelah lengan nya.
Airin tetap berada di tempatnya tanpa menghiraukan luka di lengan sebelah kirinya itu. Ia terus menjaga kelapa tersebut agar tidak pecah sesuai dengan perintah Damar.
Damar kembali di seret oleh roh tersebut ke tumpukan papan yang berada di sanah hingga tumpukan itu pun hancur berantakan.
Damar membaca mantra untuk memanggil roh tersebut agar menampakan diri nya.
Roh jahat muncul dari kegelapan, memiliki wujud yang mengerikan dan penuh kebencian. Mata roh itu berapi-api dan cakar tajamnya siap untuk mencabik Damar. Tanpa ragu, Damar melancarkan serangan pertamanya.
Dalam kilatan yang cepat, Damar meluncur maju, berputar di udara, dan menebas belatinya ke arah roh jahat. Namun, roh itu terlalu gesit dan berhasil menghindari serangan tersebut. Dalam sekejap, roh jahat meluncurkan serangan balasan dengan kecepatan yang menakutkan.
Damar menghindar dengan gesit dan memutar tubuhnya, menghindari serangan-serangan cakar roh jahat. Dia melompat ke udara dan dengan penuh keberanian, menusukkan belatinya ke arah tubuh roh itu. Belati itu menembus tubuh roh jahat, menyebabkan ledakan energi gelap yang memenuhi udara.
Namun, roh jahat itu tidak mudah dikalahkan. Dengan kekuatan yang tersisa, roh itu menyerang Damar dengan kejam, meluncurkan serangan bertubi-tubi. Damar harus menggunakan semua kemampuan bertarungnya untuk bertahan hidup.
Dengan kecepatan yang luar biasa, Damar menghindari setiap serangan dengan gerakan yang lincah dan fleksibel. Dia memanfaatkan kekuatan dan ketepatan belati yang dipegangnya untuk melawan roh jahat dengan pukulan dan tusukan yang mematikan.
Pertarungan itu berlangsung dengan intensitas yang luar biasa. Damar terluka dan kelelahan, tetapi dia tidak menyerah. Dia menggunakan keberanian dan ketangkasannya untuk melawan roh jahat yang kejam.
__ADS_1
Dalam keadaan yang mulai kewalahan itu lah Damar di seret lagi hingga menghantam tumbukan tong air hingga membuat tong tersebut terlempar. Begitu pun di tempat Airin hingga Airin terkena lemparan tong air tersebut membuat kepala yang ia pegang tadi pun terjatuh bersama tubuh nya terjatuh ke lantai Batok kelapa itu pun pecah.
Airin terhengah-hengah melihat batok kelapa itu pecah. Ia bingung harus bagaimana. Sedangkan Damar untuk beberapa detik ia tidak sadar kan diri.
Roh jahat itu pun melihat jalan keluar melalui cermin yang di lalui oleh Damar tadi. Roh itu pun mengalah mendekati cermin itu untuk keluar dan menyerang Airin. Airi panik dan tidak tahu harus bagaimana.
Saat roh itu melangkah mendekat hingga beberapa langkah lagi, Damar pun sadar dan menancapkan pisau belatih yang ketiga kepada roh tersebut hingga gelang yang ada di tangan roh itu pun terlihat. Roh itu pun tumbang jatuh ke lantai. Damar mengambil gelang itu. Dengan langkah yang tertatih-tatih dan dengan bersimbah darah, ia kembali menuju ke cermin itu untuk keluar dari dunia lain. Namun ia sudah tinggal beberapa langkah lagi, roh itu pun mencekik nya dari depan. Damar melempar gelang tersebut dan meminta Airin untuk membakar nya.
Airin mengambil gelang itu. Namun secara tidak berhari-hati ia tersenggol dengan tumpukan kayu membuat kaki nya terluka. Airin berusaha untuk kembali berdiri mengambil gelang itu untuk di bakar. Di mana api unggun sudah di nyalakan oleh dayang pribadi nya tadi.
Damar kembali di lempar jauh beberapa senti. Roh jahat itu kembali melangkah untuk pergi ke luar dari dunia nya. Melihat Airin dalam kesusahan untuk berdiri, Damar pun langsung bangkit kembali dan mengambil sebuah kayu yang ada tak jauh dari nya kemudian di lemparkan nya ke cermin tempat keluar nya tadi Hingga cermin itu pun pecah.
"Damar..." Teriak Airin melihat hal itu. Airin pun langsung membakar gelang tersebut hingga roh jahat itu pun musnah.
Yah Damar mengorbankan diri nya untuk menyelamatkan raja Syam. Kini ia terperangkap di dunia roh.
"Damar" Ujar Airin lagi lirih melihat Damar tidak bisa kembali lagi.
"Maafkan aku Damar. Kenapa kamu harus melakukan hal ini" Ujar Airin lagi menutup wajahnya yang penuh dengan air mata kesedihan dengan kedua tangannya.
Raja Syam ini kembali. Tubuh nya sudah seperti sedia kala tidak seperti mayat hidup lagi.
"Airin" Ujar nya masih dengan lemah nya.
"Sayang kamu sudah kembali? Syukur lah. Terima kasih Tuhan" Ujar Airin memeluk suami nya penuh dengan kerinduan di hati. Ia merasa sangat bersyukur karena suaminya telah kembali.
"Apa yang terjadi. Kenapa aku di sini?" Tanya raja Syam heran.
Airin menceritakan semua nya kepada suami nya itu. Awal nya raja Syam merasa sakit hati karena Damar telah memberikannya kutukan separah itu. Namun, rasa sakit hati itu hilang ketika mendengar Airin menceritakan Damar telah berkorban untuknya. Di mana saat ini Damar telah terperangkap di dunia roh dan tidak bisa kembali lagi.
***
Beberapa hari setelah kejadian itu raja Syam memutuskan untuk memperingati kepergian Damar yang di mana Damar terperangkap di dunia roh.
Istana di hiasi dengan berbagai bunga segar dan pernak pernik lampu warna warni. Di sana terpajang foto Damar dengan besar nya.
"Para rakyat ku dan para petinggi istana. Pasti ada sebagian dari kalian tidak heran lagi dengan wajah yang ada di foto itu. Mungkin sebagian dari kalian sudah mengenalinya. Yah dia adalah Damar, pahlawan yang telah berhasil menolongku saat aku terjebak di dunia roh. Hari ini kita akan melakukan acara untuk mengenang kepergiannya. Yah Damar rela mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkanku. Aku sangat berhutang kepada Damar. Mari lah kita sama-sama berdoa semoga Damar bisa bahagia di sana" Ujar raja Syam dengan penuh kesedihan. Begitu pun dengan Airin sedari tadi wanita itu tidak berhenti mengeluarkan air matanya.
Meski antara dia dan Damar sudah masa lalu, tapi tetap saja Damar pernah menjadi bagian yang terindah dari hidup nya. Apa lagi Damar yang selalu berkorban untuk kebahagian wanita itu dari dulu. Yah sungguh kenangan-kenangan itu tidak akan pernah hilang dari ingatan wanita yang memiliki darah campuran itu.
Para petinggi yang hadir di istana tersebut juga para rakyatnya mengucapkan belasungkawa kepada Airin dan juga raja Syam atas kepergian Damar. Kini Damar sudah menjadi pahlawan di istana tersebut. Di mana jasanya akan selalu di kenang oleh keturunan raja Syam dan juga Airin.
__ADS_1
Foto Damar pun juga terpampang nyata di dinding istana. Yah sengaja raja Syam menaruh nya di sana. Karena mulai saat itu Damar juga sudah menjadi anggota keluarga nya yaitu anggota kerajaan.
"Terima kasih karena kamu telah melakukan hal ini untuk kepergian Damar. Pasti Damar sangat senang mendapatkan penghormatan ini" Ujar Airin memeluk suami nya.
"Iya sayang. Bagaimana pun Damar telah menolongku hingga aku bisa kembali lagi ke dunia ini dan bertemu dengan mu. Jika tidak ada dia, mungkin aku tidak akan ada lagi di dunia ini" Ujar raja Syam apa ada nya.
"Sudah jangan bahas hal yang sangat menyakitkan itu karena aku tidak mau mengingatnya lagi. Jika aku mengingat kejadian itu membuat aku sedih dan terluka" Ujar Airin dengan manja nya.
"Iya aku tidak akan membahas nya lagi"
Airin memegang kepala nya yang mulai terasa pusing. Entah mengapa beberapa hari ini ia sering merasa pusing.
"Kenapa Airin?" Tanya raja Syam
"Gak tahu, beberapa hal ini aku sering merasakan pusing dan mual"
"Kamu harus di periksa" Ujar raja Syam meminta para dayang untuk memanggil tabib istana agar dapat memeriksa istrinya itu.
Beberapa saat kemudian tabib istana pun datang dan memeriksa keadaan Airin.
"Selamat ya yang mulia. Sebentar lagi kalian akan menjadi seorang ayah dan ibu" Ujar tabib istana itu dengan ekspresi wajah bahagia.
Airin dan raja Syam kaget mendengar apa yang dijelaskan oleh tabib itu tadi. Yah selama lima tahun mereka menikah mereka belum mendapatkan momongan sama sekali. Ini merupakan kabar bahagia untuk mereka. Di mana hal ini lah yang sudah lama mereka tunggu-tunggu.
"Maksud mu, Airin hamil?" Tanya raja Syam tidak bisa menyembunyikan wajah gembiranya.
"Iya yang mulia, permaisuri sedang hamil muda saat ini" Jelas tabib istana itu lagi.
Raja Syam bersorak kegirangan mendengar bawa istrinya sedang hamil saat itu.
Raja Syam memeluk istri nya dan mencium puncak kepala Airin dengan penuh rasa cinta di hati nya.
"Terima kasih Tuhan kerena telah mempercayai kami menjadi orang tua" Ujar raja Syam bersyukur.
"Terima kasih sayang, pada akhir nya kamu hamil. Kamu harus menjaga kandungan kamu ini baik-baik. Jangan terlalu kecapean ya" Ujar raja Syam penuh perhatian.
"Iya sayang aku pasti akan menjaga nya" Airin tersenyum senang.
"Iya kita akan sama-sama menjaga anak ini dengan baik. Karena kehadiran anak ini sudah lama kita nantikan"
Airin mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh suami nya itu.
__ADS_1
Sembilan bulan telah berlalu Airin telah melahirkan seorang putra mahkota yang di beri nama Pangeran Raffasya. Ia sangat di harap kan bisa menjadi pemimpin yang adil dan bijak sana pengganti ayah nya raja Syam. Pangeran Raffasya tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan suka menolong seperti sifat ibu nya Airin. Ia juga pemuda yang berani dan di usia nya tujuh tahun, ia sudah belajar ilmu bela diri untuk melindungi nya dari musuh-musuh yang akan menyerang nya.
Raja Syam dan keluarga nya hidup bahagia. Keluarga kecil itu sudah menjadi keluarga yang lengkap.