
Getaran halus kini kembali di rasakan oleh Airin saat ini ketika ia membayangkan saat bersama Damar.
Gadis itu sangat mengharapkan Damar bisa makan siang bersamanya dan juga sang raja. Namun, harapan nya saat ini sia-sia.
Dengan langkah yang masuk Airin pergi menuju ke ruang makan untuk makan bersama sang raja.
***
Airin berdiri di balkon yang ada di kamarnya sambil melihat bintang-bintang yang bertaburan di atas langit. sungguh suasana di malam itu sangat hening dan sunyi.
Hanya terdengar suara jangkrik yang bersahut-sahutan sebagai musik di malam yang sunyi itu.
Airin menghela nafas beratnya. Seketika rasa rindu terhadap kedua orang tua angkatnya kini mulai mengusik di relung hatinya.
"Bagaimana keadaan ibu dan bapak di sana ya? Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka. Sejujurnya aku kangen terhadap mereka" Ucap Airin pelan kepada dirinya sendiri.
"Semoga saja waktu cepat berlalu sehingga aku bisa kembali bersama kedua orang tuaku di sana" Ucap Airin penuh harapan di hatinya.
__ADS_1
Tanpa sengaja Airin melihat Damar yang sedang berjalan di taman istana. Melihat hal itu akhirnya langsung bergegas turun dan menghampiri Damar yang saat itu sedang duduk di kursi taman istana.
"Damar, sendirian saja?" Tanya Airin menghampiri laki-laki itu.
"Eh, Airin. Iya aku sendirian di sini. Kamu ngapain di sini? Bukan kah ini sudah malam? Kenapa belum tidur?" Tanya Damar kepada Airin.
"Belum ngantuk. Lagian aku masih betah untuk menikmati pemandangan yang penuh bintang di malam ini" Ujar Airin menatap ke langit.
"Melihat suasana seperti ini membuat aku terbayang saat berkumpul bersama bapak dan ibu di kampung. Aku rindu kepada mereka" Ucap gadis yang memiliki darah campuran itu dengan sedih.
Damar menatap wajah cantik gadis itu dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya.
"Kamu yang sabar ya Airin. Semoga waktu cepat berlalu sehingga kamu bisa kembali ke dunia manusia dan berkumpul bersama kedua orang tua angkatnya di sana" Ucap Damar lagi.
Airin hanya tersenyum kecut menatap Damar. Kembali tatapan mereka saling beradu pandang. Kembali rasa getaran-getaran halus kini muncul di hati kedua nya. Rasa asmara di hati mereka dapat mereka rasakan satu sama lain nya.
Airin sadar dan langsung mengalih pandangan nya dari laki-laki itu. Ia tidak mau Damar tahu tentang perasaan nya saat ini yang sedang tidak karuan saat bersama dengan laki-laki itu.
__ADS_1
"Damar, apakah di sini tidak ada tempat hiburan begitu? Sejujurnya aku merasa bosan di kamar terus" Ujar Airin.
Damar berpikir sejenak untuk mencari tempat hiburan yang bisa mengusir kesuntukan di hati nya Airin sang putri mahkota itu.
"Oh, baru ku ingat, malam ini ada pertunjukan wayang di desa. Jika mau, ayo kita ke sana. Tapi harus berpamitan dulu dengan yang mulia raja agar ia tidak khawatir nanti nya kepada mu" Ujar Damar kepada Airin.
"Wayang? Wah seperti nya seru. Aku mau dong ke sana. Ayo ajak aku ke sana" Rengek Airin kepada Damar.
"Iya aku akan membawa mu ke sana. Tapi kita harus meminta izin kepada raja dulu" Ujar Damar lagi.
"Oke, ayo kita pergi meminta izin kepada raja" Ujar Airin menarik tangan nya Damar.
Sontak Damar kaget karena Airin menyentuh nya. Damar menatap tangan yang di pegang oleh Airin itu tampa beranjak dari tempat duduk nya. Ia menatap tangan dan Airin secara bergantian.
Airin yang sudah berdiri pun menoleh ke belakang tempat dimana Damar berada karena Damar sama sekali tidak bergerak saat di tarik.
Airin pun ikut menatap tangan nya dan wajah Damar secara bergantian.
__ADS_1
"Eh, maaf" Ujar Airin sadar dan melepaskan pegangan tangan nya.